
Semua hidangan telah tersedia disana, semuanya makanan Indonesia, Malaika sengaja membuat masakan Indonesia karna ia tau betul bahwa Adam sangat menyukainya.
Beberapa makanan Nusantara seperti nasi goreng, soto Betawi, sate dan beberapa yg lainnya.
Tak lupa beberapa jenis minuman seperti susu kedelai, air jagung, namun tetap saja yg menjadi favorit Adam adalah ice tea.
Meja besar itu nampak seperti hidangan prasmanan yg terpampang untuk acara pesta.
"Kau yakin Adam akan menghabiskan semua ini, nak ?" (Tanya sang ibu mertua yg juga duduk di meja makan itu)
"Tidak ibu, kita akan menghabiskannya bersama, mana mungkin dia akan menikmati ini sendirian, terkesan rakus bukan ?" (Candanya sambil merapikan hidangan)
"Tp ini terlalu banyak sayank, ayah rasa ini akan sia2." (Sahut sang ayah)
"Ada berapa orang yg bekerja disini ayah ?" (Tanya Malaika)
"Yaa kurang lebih 10 orang." (Jawab sang ayah jelas)
"Kalau begitu biarkan mereka juga menikmatinya." (Ucap Malaika masih merapikan hidangan yg lainnya)
Mendengar pernyataan menantunya sontak membuat sang ibu mertuanya terkejut, wanita itu kemudian tersedak.
"Uhukkkkk !" (Suara itu mengejutkan)
Dengan segera Malaika menuangkan air putih di gelas lalu segera memberikan pada sang ibu.
"Oh ! Berhati hati lah Bu, kau baik baik saja ?" (Tanya Malaika sambil memberikan segelas air minum)
Wanita tua itu kemudian segera meneguk air minum yg diberikan oleh menantunya.
Beberapa saat kemudian.
"Maksudmu ? Kau mengajak mereka untuk makan satu meja dengan kami ? Begitu ?" (Tanya sang ibu melanjutkan)
Malaika kemudian menjawab dengan anggukan manis.
"Kenapa tidak Bu ? What's wrong ?" (Sahut Malaika)
"Apa kau juga pernah melakukan ini sebelumnya ?" (Kembali bertanya)
"Sejauh aku tinggal di rumah besar Adam, dia tidak pernah menunjukkan padaku apa itu majikan dan apa itu pembantu, jika dengan berteman kita bisa menjalin hubungan yg lebih baik, kenapa tidak ? Jika aku kesepian saat ia tidak ada di rumah, Adam memintaku untuk bergaul dengan para pekerja yg ada di rumah, dia bilang mereka semua baik dan aku tidak perlu khawatir." (Celetuknya)
Mendengar pernyataan Malaika, kedua orang tua itu nampak bingung dan tidak mengerti.
Mereka semua masih terdiam, namun sang ayah nampaknya mulai mengerti dengan sikap putra bungsunya itu.
"Hmmm ya sudah nanti kita akan ajak mereka makan bersama disini, tp kita harus menunggu Adam terlebih dahulu, dia tidak boleh terlewat." (Pinta sang ayah)
"Ini sudah jam 7 dan anak bengal itu masih belum pulang juga, keluyuran kemana lagi dia." (Gerutu sang ibu kesal)
"Sudahlah lili, dia banyak pekerjaan ! Dia sudah lama tidak pulang, sekarang dia ada disini dan kau terus memarahinya, dia bukan remaja lagi, biarkan saja !" (Tutur sang ayah)
Ucapan itu nampak sedikit menenangkan hatinya.
"Hmmm baiklah ! Yaa aku akui dia sangat sibuk belakangan ini. (Jawab sang ibu dengan sedikit merendahkan nada bicaranya), tp apa dia selalu seperti ini saat bersamamu ?" (Tanyanya pada menantunya itu)
"Bahkan dia lebih sering pulang tengah malam, tp semenjak aku hamil Danthe, dia mulai berubah, dia hanya menghabiskan waktu setengah hari untuk bekerja di luar." (Jawab Malaika memperjelas)
"Hmmm baiklah, jika dia tidak pulang malam ini, apa kita tidak akan makan ?" (Tanyanya lagi)
"Tidak Bu, kita akan makan lebih dulu, akan ku sisakan sebagian untuknya." (Tutur Malaika)
"What ? (Wanita itu terkejut), makanan sisa ? Jadi kau sering memberikan makan sisa untuk putraku ?" (Ucap sang ibu sedikit kesal)
"Bukan begitu Bu ! (Malaika mencoba menjelaskan), aku rasa ibu belum mengenal sepenuhnya putra kecil ibu." (Tuturnya)
"Apa maksudmu ?" (Sahut sang ibu)
"Percaya atau tidak, walau Adam bergelimpangan harta, tp ia lebih suka makanan pinggiran daripada restoran mewah." (Malaika mencoba menjelaskan)
"Hahhh ?" (Sang ibu nampak bingung)
"Itulah kenapa, dia lebih suka makan makanan buatanku daripada harus beli makanan jadi." (Tuturnya lagi)
Mendengar pengakuan itu, sang ayah sangat kagum dengan putra bungsunya itu.
"Kau dengar ! Kesederhanaan putra mu mampu menarik perhatian banyak orang, dan bukan cuma itu, dia juga sangat dermawan pada mereka yg membutuhkan, jika tidak ! Mana mungkin 15 perusahaan bisa ia dirikan hanya dalam waktu yg singkat !" (Sang ayah terus membenarkan)
"Benarkah ?" (Ucap sang ibu lirih)
Sang ayah kemudian tersenyum menanggapi ucapan istrinya.
"Sekarang makanlah makanan itu, jangan menunggunya, lihat cucu kesayangan kita sepertinya sudah mulai mengantuk." (Ucap sang ayah saat menunjuk balita yg turut duduk di sana)
Danthe nampak melipat kedua tangannya pada meja makan itu, dan menyandarkan dagunya disana.
"Ahhh benar ! Dia sepertinya mulai mengantuk (Tutur sang ibu membenarkan), ayo cepat2 ambil nasinya kita akan segera makan, dan habiskan semuanya." (Tambahnya)
"Ayo kalian semua ! Ikutlah makan bersama kami ! Ayo cepat2 jangan malu malu !" (Ajak sang ayah pada beberapa pembantu disana)
Kesemua pekerja itu akhirnya turut menikmati makan malam bersama majikannya.
Singkat saja, kemudian acara itu selesai.
"Mom ! (Panggil Danthe dengan lemas), i'm so sleepy !" (Gerutunya)
"Ahh tidak tidak ! Malam ini cucu ibu harus tidur bersama nenek ! (Seru sang ibu), kau sudah besar kan ! Tidak boleh tidur bersama dengan orang tuamu, kau akan semakin membuat ranjang mereka sesak ! Kau akan tidur bersama kakek dan nenek malam ini ! Nenek akan membacakan beberapa dongeng untukmu." (Timpalnya)
"Baiklah aku akan tidur bersama nenek dan kakek !" (Seru Danthe tanpa basa basi)
"Come on let's go !" (Ajak sang nenek)
Mereka berdua kemudian beranjak dari meja makan.
"Nikmatilah waktumu bersama suamimu, kami akan menjaga cucu kami !" (Pinta sang ayah dengan ramah)
"Ayah, jangan begitu, kami bukan pengantin baru yg harus melakukan itu!" (Jawab Malaika dengan segan)
"Tidak nak ! Dia sangat stres akhir2 ini ! Kau harus membuatnya relax !" (Pintanya lagi)
Menantu itu kemudian tersenyum mengiyakan.
"Baiklah ayah ! Akan ku siapkan kejutan untuknya !" (Tuturnya)
Pria tua itu pun berlalu meninggalkannya.
3 jam kemudian.
Terdengar suara deruan mobil dari luar, Malaika mengintainya dari bilik jendela, dan benar saja bahwa itu adalah suaminya.
Pria besar itu keluar dari mobil, wajah lelah terpampang jelas disana, ada mata sayu yg sepertinya berat untuk terpejam, juga kedua pundak yg terlihat berat memikul berbagai problema.
Malaika tersenyum kagum melihat itu.
Wanita itu segera berlari menuju ke kamar, di tutuplah pintu itu dari dalam kemudian ia bersembunyi di balik almari yg ada disana.
Di susul Adam yg kemudian masuk ke dalam kamarnya seperti biasa, satu per satu pakaian di tanggalkannya di lantai begitu saja, hingga sebuah hotpants yg tersisa melekat di pinggangnya.
Kran air mulai di nyalakan, suara gemericik air mulai mengguyur badan besarnya.
15 menit kemudian.
Pria besar itu keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk kecil yg melilit perutnya kebawah.
Perlahan ia mulai mendekati meja rias dan mendudukinya, ia bercermin sambil menyalakan hairdryer untuk mengeringkan rambut gondrongnya.
Hingga tak terasa rambut itu telah mengering dan ia kembali mengikatnya.
Tak lupa beberapa pengharum badan ia semprotkan pada tubuhnya.
Di ambilah sebuah celana pendek di lemarinya. Lalu ia memakainya.
"Rasa rasanya aku lapar sekali malam ini ." (Gumamnya)
Pria itu kemudian keluar dari kamarnya.
"Mungkin aku akan menemukan beberapa makanan disana." (Timpalnya)
Langkahnya kemudian mengarah pada dapur, namun tak ada apa2 disana.
"Sial ! Aku lupa bahwa ini bukan rumahku, tidak ada apa2 disini !" (Gerutunya)
Ia kemudian beranjak dari sana, dan kembali ke kamarnya. Namun sebelum itu tiba2 sebuah aroma makanan mengganggu penciumannya.
"Hmmmm ! (Gumamnya), ini sepertinya tidak asing." (Timpalnya)
Adam kemudian berbalik ke tempat ruang makan, dan benar saja, ada 2 menu tersaji disana, sepiring nasi goreng dan juga beberapa tusuk sate ayam.
Pria itu tersenyum heran.
"Wow ! Siapa yg melakukan ini ? Apakah ibu ?" (Gumamnya penasaran)
Tanpa berpikir panjang, pria besar itu segera melahap seluruh makanan yg ada.
30 menit kemudian, drama makan malam itu pun berakhir.
Adam kembali ke kamarnya untuk segera beristirahat.
Di tariklah sebuah badcover itu untuk menghangatkan tubuhnya, untuk sesekali memang terkesan biasa, namun secara mengejutkan tiba2 ada sebuah pelukan yg menyambar tubuhnya.
Adam yg hampir terlelap kini kedua matanya kembali terbelalak saat mengetahui seorang wanita sudah berada di atas pelukannya.
"Hey ! Siapa kau !" (Teriaknya)
Dengan segera pria itu membuka badcover yg telah menutupi tubuhnya, betapa terkejut dan bahagianya saat ia mengetahui bahwa wanita itu adalah Malaika.
Pria itu lantas tersenyum gemas.
"Malai ? Kau kah ?" (Tanya Adam terkejut)
Wanita itu kemudian tersenyum dan memandang wajah suaminya.
"Astaga ! Sejak kapan ?" (Tanya Adam kemudian membalas pelukan itu)
"Siang ini !" (Jawabnya masih dengan pandangan itu)
"Kenapa tidak bilang ?" (Sahutnya)
"Sengaja." (Jawab Malaika singkat)