
Sepeninggal wanita kebersihan itu dari ruangannya, Adam kembali menutup pintu ruangannya dan mulai mendiskusikan sesuatu dengan Malaika.
Pria dengan jaket army itu lantas duduk di kursinya, ia mulai mengamati beberapa file yg telah lebih dulu terbaca oleh sang istri.
"Kau sudah lihat semuanya kan ? Dan ini buruk sekali !" (Keluh Adam sambil memainkan pena di tangannya)
"Lebih buruk lagi jika kau tak melibatkanku dalam hal ini." (Celetuk Malaika yg sedang berada di sampingnya)
Wanita itu merunduk, mendekatkan diri pada layar komputer, namun sebenarnya Adam justru memanfaatkan moment itu, pria besar itu menatap paras istrinya dengan tatapan teduh, fokusnya tak lagi pada layar yg ada di depannya, melainkan pada paras cantik istrinya.
"Kau tau, ada beberapa yg perlu di perbaiki dalam hal ini ! Bukan kinerja mereka ! Tp strategi, strategi perusahaan ini ! Jika kalian masih memakai cara lama ini tidak akan berhasil, dan perusahaan ini tidak akan pernah maju, aku harus mengubahnya." (Usul Malaika dengan terus memainkan mouse yg ada disana)
Sementara Adam, masih saja menatap Malaika dengan sedikit nakal, lirikannya tak lepas dari arah rahang hingga leher istrinya.
Merasa tak ada respon dari pernyataannya, Malaika kini tersadar dan menatap Adam dengan terkejut.
"Astaga ! Apa yg kau lihat tuan !" (Gumam Malaika kemudian menutup area rahangnya dengan rambut indahnya)
Melihat tatapan Malaika, Adam kemudian tersenyum.
"Bagaimana mungkin aku bisa melewatkan moment seperti ini ! Sementara kau terus menggodaku." (Celetuknya dengan lirikan nakal)
"Please ! This is office ! Tolong professional !" (Pinta Malaika dengan santai)
"Right ! This is office ! But not for me ! Ruangan ini tidak ada cctv so aku bebas melakukan apa saja dengan istriku ! Okay !" (Perjelas Adam dengan percaya dirinya)
Mengetahui hal itu, maka Malaika pun semakin tertantang dengan sikap suaminya, wanita itu kini melepaskan outernya sehingga dress itu semakin memperlihatkan bentuk indah tubuhnya, dengan menyibakkan rambutnya ke belakang, ia kemudian mendekatkan diri ke suaminya.
"Memangnya apa yg akan kau lakukan, tuan Adam Jackson ? (Tanya Malaika dengan menjamah kedua bahu suaminya itu), Belum cukup puas kah kita setiap hari bertemu ? Ayo coba katakan itu sekali lagi ? Kau bebas melakukan apa saja bukan ? Ayo coba saja lakukan kalau kau berani !" (Tantang Malaika yg kemudian duduk di pangkuannya)
Melihat gelagat istrinya yg berani itu cukup membuatnya gemas, hampir saja Adam tak bisa mengontrol diri.
Dadanya berdegup kencang ketika tubuh mungil itu berada di atas pangkuannya, pria itu menatapnya lagi mulai dari mata hingga ke bawah, dengan begitu gemasnya namun ia mencoba untuk tetap tenang.
"Apa ? Kenapa diam ? Kau tak punya keberanian ? (Ucapan Malaika seolah semakin menantangnya), kau sengaja mendesain ruanganmu tanpa cctv selain agar bebas berbuat apa saja dengan istrimu, kau juga bebas berbuat apa saja dengan perempuan manapun, bukan begitu tuan Adam ?" (Sindir Malaika dengan renyahnya)
Mendengar celotehan Malaika, kini pria itu benar2 gemas di buatnya, tanpa banyak berkata ia segera meraih bibir mungil itu agar tak lagi banyak bicara, di kecuplah dengan lembut bibir itu kemudian sesekali saling mengulum satu sama lain.
Merasa tidak menyangka dengan respon Adam, Malaika kini di buat terkejut akan sikap suaminya, matanya tak berkedip ketika bibir mungil itu habis di lahapnya.
15 menit berlalu tanpa terasa, kedua pasangan itu kemudian menghentikan aksinya, Malaika yg di dera rasa gugup itu lalu merapikan kembali pakaiannya, sementara Adam yg melihat itu tersenyum puas.
Wanita itu kini kembali ke ruangannya, begitu juga dengan Adam, ia bersiap untuk keluar dan kembali memantau kinerja para staffnya.
Dengan T-shirt longgar yg ia kenakan, juga celana jeans yg senada, ia berjalan lantang mengelilingi setiap lorong untuk memantau pekerjaan mereka.
Pemandangan itu sontak menyita perhatian oleh salah satu staff yg ada disana, wanita dengan perangai kalem dan feminim itu sejak awal sudah memperhatikan Adam, namun ia sama sekali tak berani menunjukkannya bahkan pada teman2nya sekalipun.
Yaa dia adalah Ralia, staff bagian engineer, berusia 25 tahun, memiliki paras yg lucu bak anak SMA, membuatnya selalu terlihat muda sekalipun usianya mulai dewasa.
Walau layar komputer itu terpampang jelas di depan matanya, namun mata itu diam2 terfokus pada bos baru itu.
Bibir itu tak henti2nya melontarkan senyuman indah saat memperhatikan setiap langkah Adam. Apalagi saat Adam mengarahkan beberapa pekerjaan pada salah seorang staff yg tidak mengerti. Sikap yg ramah dan humble itu semakin membuat Ralia terkagum kagum.
"Bagaimana mungkin kau turunkan pangeran seperti ini tuhan, sementara dia sepertinya sudah berkeluarga, kau membuat para jomblo sepertiku ini merasakan patah hati, dia terlalu sempurna." (Gerutu Ralia dalam hati)
Secara kebetulan pula, Malaika berjalan dari arah berlawanan dengan beberapa berkas di tangannya, masih dengan dress indah yg melekat di tubuhnya lagi2 Adam memperhatikannya dari kejauhan. ia sepertinya tidak suka ketika Malaika mengenakan dress yg sedikit terbuka di bagian lehernya.
Dengan spontanya ia meraih tangan istrinya tatkala Malaika melintas di depannya.
"Kenakan kembali jaket itu, atau ?" (Bisiknya kemudian terpotong)
"Atau apa ? Atau kau akan meniduriku pula di kantor ini ? Dasar Jalank !" (Sahut Malaika dengan tatapan nakalnya)
"Hissssssht sial !!!" (Gerutu Adam dengan mengepalkan salah satu tangannya)
"Aku harus bertemu dengan klien, maka penampilanku pun harus sempurna!" (Bisiknya perlahan)
"Setidaknya jangan kenakan pakaian seperti ini nona !" (Gerutu Adam kesal)
"Tak usah mengajariku ! Aku tau kapan aku harus mengenakan lingerie ! (Goda Malaika dengan tatapan nakalnya), sebaiknya jaga dirimu baik2, karna disini kau di kelilingi para iblis yg sangat cantik !" (Tuturnya sambil menunjuk dada bidang itu)
Tanpa memperdulikan jawaban sang suami, Malaika kemudian berlalu meninggalkannya.
Ralia yg sedari tadi memperhatikan Adam, juga merasa penasaran dengan wanita yg sedang bercakap cakap dengan pria idamannya itu.
"Siapa dia ? Sepertinya mereka sangat dekat sekali ? Apakah dia sekretaris baru itu ?" (Hatinya terus bertanya tanya)
Dress anggun yg melekat di tubuhnya, serta rambut gelombang yg tergerai indah, juga sepatu yg senada, semakin menyempurnakan penampilannya saat akan menemui kliennya.
Dengan di dampingi dua ajudan yg berjalan di belakangnya, Malaika dengan lenggangnya melewati lorong kantor hingga menjadi pusat perhatian para staff yg ada disana.
"Woww ! Elegant sekali ! Siapa dia ?" (Ucap jenny memuji)
"Penampilan yg berkelas ! Bahkan aku tidak pernah menjumpai sekretaris dengan penampilan seperti itu sebelumnya !" (Tambah Mira)
"Pilihan bos benar2 tidak pernah salah !" (Sahut Eren)
"Apakah kalian tau siapa wanita itu ?" (Ucap Ralia yg tiba2 menghampiri)
"Sepertinya dia adalah sekretaris pilihan bos !" (Tebak jenny)
"Hmmm aku juga sudah menduganya !" (Tambah Mira)
Tak lama kemudian, sang manager menghampiri suara celotehan mereka.
"Husssssstt !!! Kalian berisik sekali ! Sudah ku bilang jangan bergunjing saat jam kerja ! Kenapa keras kepala !" (Ucap Jay dengan sedikit berbisik)
"Hey Jay, sepertinya wanita itu sekretaris pilihan Mr. Adam. (Tebak jenny), penampilannya sangat berkelas dan elegant, bahkan sekretaris sebelumnya tidak seanggun dia." (Tutur jenny membenarkan)
"Ahhhhs sudahlah ! Bubar ! Dan kembali ke ruangan kalian masing2 ! Atau kalian akan tau akibatnya !" (Pinta Jay yg sedikit menakuti)