
Dengan gembira, wajahnya kemudian berseri dan penuh semangat.
"Kau pasti berbohong !" (Pungkasnya masih tidak percaya)
Mendengar celetukan istrinya, kini Adam semakin gemas di buatnya.
"Tampar saja wajahku nona, jika memang itu adalah sebuah kebohongan !" (Tuturnya menegaskan dengan candaan)
Malaika kembali tersenyum saat menatap ekspresi teduh suaminya.
Wanita itu kembali memberikan lirikan nakal dan segera memeluk erat tubuh besar itu hingga keduanya saling berguling di tempat tidur.
" Hmmm, apa kau senang ?" (Tanya Adam dengan memastikan)
"Tentu saja ! Tentu saja aku sangat senang sekali akhirnya kau memberiku kesempatan untuk bekerja lagi." (Seru Malaika tatkala memeluk tubuh besar itu)
"Eitsss ! Tunggu nona ! (Adam menghentikan sejenak keseruan itu), ini bukanlah sebuah pekerjaan, tp ini adalah sebuah timing untuk mengisi waktu luangmu !" (Tuturnya)
"Dengar Adam ! (Panggil Malaika dengan memberikan sebuah tatapan indah pada pria itu), bahkan aku rela tidak dibayar atas pekerjaan ini ! (Ucap Malaika dengan memperhatikan raut wajah tampan itu), Aku sudah sangat senang dengan aktifitas ini, aku akan kembali mengasah kemampuanku selama beberapa tahun tertunda, dan aku akan disana sebagai sekretarismu (timpalnya sambil mengusap pipi yg berbulu halus itu)
"Yaaah, lakukan apa saja yg membuatmu senang sayank, aku tidak akan membatasimu." (balas Adam lalu kembali memberikan sebuah kecupan manis pada bibir mungil itu)
"Katakan padaku, kapan aku bisa segera kesana ?" (Pinta Malaika dengan lembut)
"Everytime, eveytime you want ! (Tuturnya), kau bisa datang esok pagi kalau kau mau !" (Jawab Adam dengan perlahan)
Malaika lalu tersenyum.
"Thank u !" (Balasnya perlahan)
Adam kembali mengusap lembut rambut Malaika, kedua pasangan itu kemudian terlelap dalam kehangatan.
Keesokan harinya
Seperti biasa Adam masih santai menikmati sarapan paginya di meja makan, sebuah pancake apel dan juga latte yg begitu legit, pagi ini tiba2 ia menginginkan latte buatan istrinya, berbeda dari biasanya yg hanya di temani secangkir kopi hitam pekat.
Adam terlihat begitu santai, walau menit telah menunjukkan di angka 30 pukul 7 pagi. Sementara Malaika begitu antusias dengan aktifitas barunya kali ini.
Wanita itu bersolek di depan cermin, mengenakan setelan rok berwarna coklat senada, dengan rambut gelombang yg tergerai, sehingga membuatnya terlihat anggun dan lebih muda.
Selesai dengan sarapan paginya, Adam kembali masuk ke kamar untuk segera bersiap, di dapatinya Malaika yg sedang sibuk menata penampilannya, Adam sempat di buat heran olehnya.
Pria itu duduk di sudut ranjang lalu bertanya.
"Hanya pergi ke kantor, kenapa cantik sekali ?" (Tanya Adam yg berada di belakang istrinya)
Mendengar pertanyaan itu, Malaika kemudian berbalik dan berkata :
"Bukankah sekretaris itu harus terlihat cantik ? (Celetuknya), bahkan ini belum seberapa dibandingkan dengan Catherin si sekretaris seksimu itu !" (Tambahnya dengan sedikit menyindir)
"Come on ! Kenapa harus mengarah kesana ?" (Balas Adam dengan gemasnya)
Pria itu lantas mencubit pipi Malaika.
"Karna dia..wuuuuhhh !!" (ucap Malaika dengan memberikan isyarat bahwa Catherin sangatlah seksi)
"Come come ! Membual saja kau ini !, Ayo cepat hentikan dandanan itu, sebelum aku benar2 khilaf pagi ini ! (Goda Adam dengan nakalnya), lihat bahkan tubuh mungilmu itu selalu menggodaku dengan pakaian seperti itu !" (Ucap Adam dengan tatapan kotornya)
Namun sebelum itu terjadi, Malaika dengan segera melepaskan diri dari tatapan kotor suaminya, wanita itu kemudian sedikit menjauh agar Adam tak bisa meraih tubuhnya.
Dan benar saja, Adam hampir meraih tubuh mungil itu, sementara Malaika kini berhasil keluar dari kamar dengan tawa puasnya.
"Aku akan pergi lebih dulu, kau lambat sekali !" (Gerutu Malaika kemudian beranjak dari sana)
Dengan menenteng tas kecil miliknya, wanita itu segera pergi ke kantor dengan di temani sopir pribadi.
Singkat saja perjalanannya, sesampai disana.
Seperti halnya staff yg lain, ia berjalan dengan lenggang memasuki kantor. Penampilannya yg santai dan anggun cukup menarik perhatian banyak orang, mereka tampak heran dan mulai bertanya tanya.
"Entahlah ! Apakah bos sedang merekrut staff baru ?" (Tebak yg lainnya)
"Hmmm cantik ! Sedang apa dia disini ?" (Jenny mengikuti)
Kesemua staff mulai bergerombol karna rasa penasaran, terlihat Malaika sedang berjalan memasuki ruangan manager Jay.
"Hahhh ? Dia masuk ke ruangan laki2 bodoh itu ? Apa dia istrinya ? Hahahaha !" (Celetuk mereka dengan remehnya)
"Kau gila, mana mungkin ? Dia pasti buta jika memilih Jay menjadi suaminya ! (Tuturnya dengan candaan)
Tak lama kemudian, wanita itu keluar dari ruangan manager lalu disusul dengan Jay yg mengikutinya dari belakang.
"Mari mam !" (Ajak Jay untuk mengantarkan Malaika masuk ke ruangan Adam)
"Hahhh ? Wanita itu masuk ke ruangan bos ? Tidak salah ?" (Bisik jenny)
Setelah Malaika masuk ke dalam ruangan pribadi suaminya, Jay kembali melangkahkan kakinya untuk menuju ruangannya, namun sebelum itu segerombolan staff yg ada disana mencoba menghentikannya lalu menginterogasinya.
" Hey Jay kemari kau !" (Panggil Mira)
"Jay !!!" (Panggilnya lebih keras lagi)
Pria jenaka itu sebenarnya sudah mendengar panggilan mereka, namun ia mencoba untuk mengabaikan agar tidak menimbulkan masalah.
Namun kesemua dari mereka masih saja memanggilnya.
"Si bodoh ini benar2 keras kepala !!!" (Gerutu Eren dengan kesalnya)
"Jay !" (Teriak jenny yg sedikit lebih keras)
Dengan terpaksa, manager itu menoleh dan membalas perkataan mereka.
"Aku masih banyak urusan, jangan menggangguku !" (Balas Jay dengan tegasnya)
"Hey ! Jawab dulu pertanyaanku !" (Pinta Mira dengan nada tinggi)
"Astaga ! Pertanyaan apa lagi ! Aku benar2 sangat sibuk !" (Jawab Jay bersikeras)
"Katakan dulu, siapa wanita yg kau bawa tadi ?" (Pinta jenny dengan paksa)
"Nanti kau akan tau sendiri ! Sudahlah aku banyak urusan, jangan menggangguku !" (Pinta Jay dengan culasnya)
"Benar2 ! Akan ku goreng mulutmu itu !" (Celetuk Eren dengan kesalnya)
Aktifitas itu pun kembali berjalan, mereka sibuk dengan pekerjaan masing2, sementara menunggu Adam, Malaika kini memeriksa beberapa dokumen dan juga mempelajarinya.
"Memang benar2 kacau disini ! Sepertinya aku harus memulainya dari nol, mereka semua sepertinya tidak menguasai dalam hal ini, entah belum atau memang tidak pernah ada bimbingan, pantas saja tiap malam Adam tidak pernah tidur di rumah, aku sudah salah paham padanya." (Gerutu Malaika sambil terus mengamati beberapa berkas yg ada disana)
Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar dari luar, Malaika berhenti sejenak kemudian berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
"Excusme me ! Saya pikir Mr Adam, saya membawakan secangkir kopi panas untuknya, bisakah saya masuk ?" (Tanya seorang wanita dengan balutan seragam kebersihan)
"Oh sure ! Silahkan ! Masuklah ! Sebentar lagi dia datang." (Jawab Malaika dengan ramah)
Petugas kebersihan itu kemudian masuk dan meletakkan minuman di tempat biasanya.
Secara kebetulan Adam datang dengan tiba2, ia masuk ke ruangan tepat berpapasan dengan Wanita kebersihan itu.
Wanita itu kemudian menyapa dan menundukkan kepala sebagai tanda hormat padanya.
"Ah yaa ! Thank u !" (Balas Adam)
Malaika pun turut tersenyum melihat pemandangan itu, ia berjalan mendekati suaminya.
Seperti biasa Adam selalu memberikan ciuman spontan saat berjumpa dengan istrinya, begitupun saat ini, ia juga melakukan hal yg sama dan kebetulan wanita kebersihan itu menyaksikannya.
Merasa itu bukanlah urusannya, akhirnya wanita kebersihan itu berlalu meninggalkan ruangan Adam.