The Second Husband

The Second Husband
Romantic (Bab.79)



Keesokan paginya.


Udara sejuk mulai merasuk ke tulang, bahkan semilir angin juga cukup kencang kala itu. Siul burung tak ubahnya seperti musik yg mengalun dalam irama.


Langkahnya tegap menikmati sekitar, ia berjalan menyusuri setiap lorong hutan.


"Adam ! Ponselmu ketinggalan !" (Suara Malaika menghentikan langkahnya)


Dengan menyodorkan sebuah ponsel pribadi miliknya, Adam pun lantas menoleh dan menatap sang istri.


"Kenapa kau repot2 malai ! Aku sengaja meninggalkannya di kamar." (Balas Adam dengan lembut)


"Kau gila ! Mana bisa seperti itu, ada banyak informasi penting disana, bagaimana mungkin kau akan melewatkannya." (Seru Malaika)


"Astaga ! Perempuan ini ! (Jawab Adam dengan gemas), baiklah !" (Lalu meletakkan ponsel itu ke dalam sakunya)


"Kau mau kemana ?" (Tanya Malaika penasaran)


"Aku ingin sedikit udara segar !" (Tuturnya dengan senyuman)


Bahkan usapan lembut itu juga menyambar rambut panjang Malaika.


"Aku ikut !" (Jawab Malaika dengan polosnya)


"Hey !! Jangan ! Nanti kau akan lelah ! Mungkin aku akan cukup jauh masuk kesana !" (Jawab Adam cemas)


"Apa sih kau ini ! (Balas Malaika kesal), mana bisa seperti itu ! Kau pergi ke hutan sendirian dengan waktu yg cukup lama, apa kau tidak memikirkan bagaimana cemasnya aku saat kau tak juga kembali ?" (Timpalnya lagi)


Mendengar pernyataan sang istri, Adam lantas tersenyum haru.


"Benarkah kau begitu cemas ?" (Celetuknya lagi)


"Adam, please !" (Malaika semakin kesal)


Pria besar itu pun lalu menundukkan tubuhnya dan menatap sang istri dengan begitu dalam.


"Apa yg ada dalam hatimu, Malai ? Jangan sembunyikan itu sayank ! (Tanya Adam dengan kesungguhannya), apa kau begitu mencemaskanku ?" (Tanyanya kembali)


Adam pun lantas mencium keningnya.


"Ada cinta di matamu, malai ! Aku melihat itu !" (Bisiknya perlahan)


Tatapannya kosong saat suara Adam merasuki hatinya, wanita itu bingung harus mengatakan apa, karna kenyataannya ia memang benar2 sudah mencintai suaminya dengan sepenuhnya, hanya saja bibirnya terlalu rapat untuk bersua.


Adam pun segera meraih salah satu tangannya dan menggandengnya dengan begitu erat.


Kedua pasangan itu akhirnya memutuskan untuk jalan jalan memasuki hutan untuk sekedar menghirup udara segar.


Walau beberapa keamanan sebelumnya sudah mengingatkan untuk slalu berhati hati saat memasukinya, lantaran binatang buas terkadang datang tanpa diduga.


Setelah beberapa menit mereka berjalan, tiba2 Malaika menghentikannya.


"Adam ! Bukankah ini sudah cukup jauh ? Suara binatang disini cukup menakutkan !" (Ucap Malaika dengan rasa cemasnya)


"Ini belum apa2 malai, yg kau lihat ini masih hutan yg dipenuhi banyak tumbuh2an, sisi keindahannya masih ada didalam sana ! Percayalah !" (Balas Adam yg berusaha menenangkannya)


"Tp, bagaimana kalau kita tersesat ?" (Sahutnya lagi)


Wanita itu terus menatap sekeliling dengan penuh ketakutan, suara serangga bahkan longlongan serigala semakin mencekamnya.


"Hey ! Tenanglah ! Kau bersamaku ? Apa yg kau takutkan, ini tidak lebih berbahaya dari hutan yg ada di California, tidak ada binatang buas disini !" (Adam terus berusaha meyakinkan)


"Mana mungkin, bahkan suara serigala sangat jelas ditelingaku !" (Sahut Malaika)


"Itu bukan serigala yg besar sayank !, Bahkan mereka sama sekali tak berbahaya ! Percayalah !" (Ucap Adam sembari terus meyakinkannya)


"Adam ! Kenapa kau sangat keras kepala ! Ayolah kita kembali saja !" (Pinta Malaika)


"Kemarikan tanganmu !" (Pinta Adam dengan sangat)


Malaika pun kemudian mengulurkan salah satu tangannya, lalu pria besar itu menggenggamnya dengan erat.


"Selagi kau bersamaku, tidak akan ada yg berani menyakitimu, bahkan singa liar sekalipun !" (Tuturnya)


Mendengar pengakuan sang suami, Malaika pun tersenyum kecil seolah merasa jadi istri yg paling beruntung di dunia ini.


"Kau tau Adam ! Inilah yg aku suka darimu ! Kau selalu selangkah di depan dariku !" (Gumam Malaika dalam hati)


Beberapa saat kemudian.


"Kenapa tersenyum ?" (Sahut Adam saat mendapati Malaika dengan senyumannya)


"Tidak ! (Ungkapnya), aku hanya ?" (Ucapannya tiba2 terhenti)


"Hanya ? Hanya apa ?" (Sahut Adam)


"Aku hanya merasa bahagia !" (Jawab Malaika dengan sedikit malu malu)


"Emmmm ! (Gumam Adam), kau merasa bahagia karna cuaca disini sangat bagus ?" (Tebak Adam dengan spontan)


"Tidak Adam ! Bukan itu !" (Jawab Malaika dengan spontan)


"Lalu ?" (Sahut Adam)


"Aku bahagia karna ? Ada kau disini !" (Jawab Malaika dengan polosnya)


Mendengar ucapan sang istri, pria itu lantas menatapnya dengan penuh, perlahan tangan itu juga menyibakkan rambut Malaika yg menutupi wajahnya. Dipandanglah dalam dalam wajah Malaika dengan begitu teduh.


"Thank you ! Thank you Malai ! Terimakasih sudah menempatkan aku di dalam hatimu ! Aku tau kau mencintaiku Malai ! Aku tau itu ! Meski bibir mungilmu masih berat untuk mengungkapkan, tp matamu tak bisa berbohong !" (Ucap Adam dengan lembut).


ia pun lantas memeluk istrinya dengan erat, tak lupa sebuah kecupan juga menyambar pipi mungilnya.


"I love u, i love u malai !" (Bisik Adam dengan sangat)


Mendapati perlakuan sang suami, Malaika hanya bisa pasrah saat pelukan hangat menyelimuti tubuhnya.


Wanita bertubuh mungil itu tersenyum haru lalu membalas pelukan itu dengan mesrah.


Tanah lapang yg begitu luas dengan dikelilingi banyak jenis bunga, juga beberapa binatang lucu seperti tupai, kelinci, dan rusa.


Bermain riang berlari kesana kemari.


Ekspresi bahagia terpancar nyata dari wajah polos nan mungil itu, ia berlari membentangkan kedua tangan, berputar putar meresapi indahnya ciptaan tuhan.


Senyum bahagia terlihat nyata dari matanya.


Namun Adam hanya tersenyum memperhatikan gelagat istrinya dari jauh.


"Ini indah sekali !! Hahhhh !!! Aku tidak pernah melihat ini sebelumnya ! (Seru Malaika dengan bahagianya), kemarilah Adam ! Kemarilah ! (Pinta Malaika), Ini benar2 syurga nyata ! Aku sama sekali tak menyangka bahwa didalam hutan ada keindahan seperti syurga !" (Cecarnya)


"Kau suka ?" (Tanya Adam seraya menghampiri wanita mungilnya itu)


"Hmmm yahh ! Tentu saja ! Kenapa kau baru memberitahuku sekarang ? Kau terlalu sering berbohong tuan Adam ! Kau merahasiakan tempat seindah ini dariku !" (Ocehannya terus menyeringai di telinga)


Dengan sigap, pria besar itu pun lalu memeluk Malaika dari belakang.


"Aku ? Berbohong ! Tidak malai ! Mungkin waktunya saja yg belum tepat ! (Ucap Adam seraya mendaratkan kecupan pada pipi mungil itu)


"Hmmmm, jika tidak ! Kenapa kau menyembunyikan ini dariku ? Apa kau juga memberitahukan semua ini pada wanita2 yg mendekatimu ? Tuan Adam Jackson ?" (Malaika kembali meracau)


"Terus saja nona ! Terus saja ! (Balas Adam dengan gemasnya), kenapa kau selalu berpikiran buruk tentang diriku ? Bahkan sudah bertahun tahun kita bersama, kau masih saja menuduhku yg bukan bukan ! (Gerutu Adam dengan lembut), hmmm aku jadi kesal padamu !" (Ujarnya)


"Ahhh ! Kau kesal padaku ? (Tanya Malaika dengan ekspresi konyolnya), baiklah ! Lepaskan tanganmu !" (Pintanya dengan lembut)


"Tidak mau !" (Sahut Adam)


"Eiii apa kau ini ! Kau kesal padaku kan, lepaskan kalau begitu ! Jangan memelukku seperti ini ! Ayolah lepaskan ! Tubuh besarmu sangat menyiksaku !" (Gerutu Malaika)


"Tidak mau ! Dan tidak akan ! Sudah ! Biarkan saja seperti ini ! Hmmmm !" (Jawab Adam semakin mempererat pelukannya)


Merasa senang dengan perlakuan sang suami, Malaika pun kembali menggodanya.


"Kalau begitu ! Kau tidak boleh kesal padaku meski aku terus menggodamu ! Lihat ekspresi mu itu, kau tidak akan bisa menghindarinya !" (Ucap Malaika sambil melepaskan satu kancing kemejanya, sehingga membuat dadanya sedikit terbuka)


Melihat pemandangan itu, Adam segera melepaskan dekapannya dan membuang pandangannya.


Antara gemas dan kesal sangat terlihat jelas dari raut wajahnya itu.


"Astaga nona ! Bisa2nya kau menggodaku di tempat seperti ini ! (Gerutu Adam dengan gemasnya), baiklah baiklah ! Ayo kembali ke villa dan selesaikan yg itu !" (Pinta Adam dengan tatapan nakalnya).


ia pun kembali meraih tubuh istrinya lalu membopongnya.


"Heii !!! Apa2an ini ! Jangan macam macam kau ! Kemarin kan sudah !" (Balas Malaika dengan spontanya)


"Diamlah ! Kau harus bertanggung jawab atas tindakanmu !" (Tuturnya seraya terus berjalan)


"Adam !! Kurang ajar kau !! Cepat turunkan aku, aku bisa jalan sendiri !" (Pinta Malaika dengan kesalnya)


"Diamlah nona ! Aku akan menurunkanmu di villa !" (Sahutnya lagi)


"Astaga ! Pria ini ! Menyebalkan sekali ! Lihat saja aku tidak akan mengampunimu !" (Gerutu Malaika)


Sesampainya di villa.


Di letakkanlah tubuh mungil itu di atas ranjang, masih saling merangkul, keduanya pun bertatapan mata dan memandang satu sama lain.


Tatapan penuh cinta itu benar2 terlihat nyata, aroma tubuh Malaika yg khas semakin membangkitkan gairah kelelakiannya.


Masih diam tak bersua, wanita itu terlihat pasrah ketika pria besarnya satu per satu melepaskan pakaiannya.


Kecupan di pipi, hingga ciuman mesrah di kedua bibir semakin membuncah gairahnya.


Tak lupa sentuhan lembut pada leher jenjang itu.


Matanya terpejam melenguhkan rasa nikmat yg di ciptakan oleh sang suami.


"Oh Adam ! Apa yg kau lakukan." (Keluhnya lembut)


Tak lupa jemari itu juga menjelajahi area sensitifnya.


"Uhhh !!" (ia melenguhkan lagi)


Untuk pertama kalinya Malaika benar2 menikmati adegan ranjangnya bersama sang suami, karna sebelum2nya ia hanya sekedar menjalankan kewajibannya tanpa peduli akan sensasi yg sebenarnya.


"Adam !" (Panggilnya)


Matanya seketika terbuka ketika memanggil namanya. Keduanya terdiam sejenak untuk saling memandang.


"Ada apa malai ? Kau keberatan ?" (Tanya Adam dengan lembut)


"Tidak ! Aku hanya..." (Ucapannya lalu terhenti)


"Hmmm ?" (Tanya Adam dengan isyaratnya)


"Aku hanya ingin mengatakan !" (Sekali lagi Malaika memberikan tatapan yg tak biasa pada suami tampannya itu)


ia pun mengalungkan kedua tangannya pada leher pria yg sedang menindih tubuhnya.


Tatapannya masih tak berubah, ia kembali memandang wajah tampan itu dengan penuh cinta.


"Kurangi sedikit temponya, jangan lupa ! Aku sedang mengandung anak keduamu !" (Pungkasnya seraya memberikan senyuman nakalnya)


Mendengar hal itu, Adam pun terkekeh di buatnya, pria itu awalnya nampak merasa cemas bila sang istri merasa keberatan dengan permintaannya.


Namun sungguh diluar dugaan, pernyataan yg ia terima semakin membuatnya jatuh cinta.


"Kau ingin yg bagaimana sayank ? Akan aku penuhi !" (Balasnya dengan melontarkan sedikit senyuman)


Malaika pun juga terkekeh dengan balasan pertanyaan sang suami, dan dengan spontanya Adam segera menyambar bibir mungil itu tanpa permisi.


Keduanya pun kembali melanjutkan aktifitas itu.