The Second Husband

The Second Husband
Family Party (Bab.24)



" acaranya akan di gelar 2 hari lagi, aku akan menemanimu pergi (seru Malaika saat membenarkan dasi suaminya)


" Haruskah aku menemui mereka ? (Tanya pria itu malas)


" Adam please !! Mereka adalah keluargamu, kau harusnya beruntung masih memiliki keluarga yg utuh (ucapannya terus meyakinkan), aku slalu bermimpi bisa pulang ke kampung halaman saat masa masa liburan, tp nyatanya semua itu tidak akan pernah ku dapatkan. (sedikit meluapkan perasaannya).


" Hmmm baiklah !!! Ini semua karna permintaanmu, (pria itu akhirnya membenarkan perkataan istrinya).


Seperti biasa, ia slalu mencium kening istrinya saat akan berangkat kerja.


" Dan jangan lupa minum semua obat yg diberikan dokter, aku tidak mau ibu dari putraku mengalami masalah besar (pinta Adam seolah memperingatkan)


Wanita itu tersenyum mengerutkan dahi.


" Kenapa kau begitu yakin kalo dia akan terlahir laki laki ??? (Tanya Malaika sedikit kesal)


" Hmm entahlah, instingku sangat kuat bahwa dia akan terlahir sebagai pangeran (ucap Adam dengan senyum khasnya)


" Biar waktu yg membuktikan !!! (Balas Malaika dengan senyum sinisnya), pergilah !! Nanti kau akan terlambat ! (Pinta Malaika).


2 hari kemudian, tibalah pesta anniversary itu di gelar, bertempat di sebuah hotel bintang lima dengan fasilitas mewah. Pesta itu menggunakan dresscod hitam sebagai kode undangan spesial.


Para tamu berbondong bondong untuk masuk sementara Adam dan Malaika masih berada di lobby, dengan setelan jas hitam yg sangat elegant membuat aura ketampanannya terpancar begitu nyata.


Adam berdiri di hadapan resepsionis hotel dan memesan kamar untuk bermalam di hotel tersebut, di karenakan acara yg akan berlangsung lama serta jarak yg cukup jauh dari rumahnya membuatnya harus bermalam disana, ia juga sangat menghawatirkan istrinya jika terlalu lelah dalam perjalanan.


Di rasa semua tamu telah memasuki ruangan, kini Adam dan Malaika pun juga mengikuti mereka.


" Boss, nampaknya saudara anda benar2 datang malam ini, dia bersama dengan seorang wanita (Bisik seseorang saat berbicara melalui ponsel)


" Good job!!! Panggil semua wartawan untuk meliput semua acara ini, dan perhatikan mereka jangan sampai lolos !! (Gumam seseorang dengan sinisnya).


Lalu kedua pria itu mengakhiri percakapan.


Seolah berat melangkahkan kaki untuk menemui keluarga besarnya, nampaknya Adam hanya memantau mereka dari kejauhan.


" Kau harus menemui mereka, aku akan menunggumu disini (pinta Malaika melepaskan tangan suaminya yg semula menggandengnya itu)


" Why ??? Kau harus menemaniku (ucap Adam mempertanyakan sikap istrinya itu)


" Mereka lebih membutuhkanmu, mereka tidak mengenalku Adam !! (Ucap Malaika terus memohon)


" Malaika, aku akan memperkenalkanmu pada mereka !! (Pinta Adam)


" No Adam !! Bukan saatnya. Please !!! (Sekali lagi Malaika memohon)


Nampak seorang laki laki tua menatapnya dari kejauhan, seperti ada kerinduan yg mendalam, yaa... Dia adalah Thomas Andrew Jackson yakni sang ayah yg telah lama merindukannya.


Masih dengan perdebatan itu, Adam pun bersikeras tak mau menuruti perkataan istrinya.


" Adam please !!! Kau harus temui mereka, kau lihat !!! Ada kerinduan dibalik tatapan mata seorang ayah dan anak !!! (Paksa Malaika dengan sedikit mendorongnya)


Mendengar ucapan istrinya, pandangannya kemudian mengarah pada laki laki tua itu, walau tak berlangsung lama, karna ia segera mengalihkan pandangan itu.


Meski begitu, raut wajahnya kini berubah menjadi sendu, ingin sekali menghampiri lalu memeluk, tp sering kali ego lebih prioritas ketimbang perasaan.


" Kalau kau tidak ingin melihat wajah ayahmu setidaknya jangan libatkan ibumu juga dalam ini (pinta Malaika masih bersikeras)


Ucapan itu seolah menampar batinnya, pria itu kemudian tersadar jika selama ini ia juga mengasingkan diri dari ibunya sementara ia sendiri tak memiliki masalah dengannya.


Dengan langkah yg begitu sendu, ia berjalan perlahan sambil menatap wajah ibunya yg sedang sibuk berbicara dengan tamu yg lainnya.


Langkah yg awalnya perlahan kini berlalu begitu cepat hingga kemudian membuatnya berlari menghampiri wanita yg telah melahirkannya itu.


Dengan cepat, ia memeluk ibunya dengan penuh tangis haru.


Wanita itu terkejut ketika sebuah pelukan mendarat di tubuhnya, bahkan ia pun tak bisa berkata apa apa, jantungnya berdegup kencang, tangisnya pecah.


Kemudian di tataplah wajah anak laki laki itu dengan penuh kerinduan dan kembali memeluknya dengan erat.


Sementara ayahnya yg berada disamping sang ibu turut bahagia akan hal itu, walau Adam mencoba untuk tak melihatnya.


" Kami sangat merindukanmu nak !!! Kenapa kau tidak pernah pulang?? Kau yg bermasalah dengan ayahmu tp kenapa kau libatkan ibumu juga ??? (Ucap wanita itu lalu mengusap wajah anak bungsunya itu).


" Kami semua sangat merindukanmu ! Percayalah !!! (Ucap Jonas dengan kepura pura.annya)


Putra sulung itu kemudian menepuk bahu adiknya, dan sang ayah hanya tersenyum haru melihatnya, ia tidak berani sepatah kata pun mengucapkan kalimat pada putra bungsunya, Bibirnya seolah terkunci untuk mengungkapkan kerinduannya.


Walau demikian, kedua tangannya akhirnya mengisyaratkan untuk memeluknya. Adam terdiam sejenak melihat sikap itu ia bertanya tanya dalam hatinya "apakah ini hanya publisitas semata karna adanya banyak kamera yg menyorotnya???"


Pria itu lantas mengesampingkan egonya dan akhirnya mendarat di pelukan ayahnya.


Kedua pria dewasa itu akhirnya ada titik terang, mereka saling berpelukan dan pecah dalam tangisan haru.


Semua yg menyaksikan itu nampak terharu tak terkecuali Malaika yg memperhatikannya dari jauh, hingga tak terasa ia pun meneteskan air mata.


Acara pun berlangsung meriah dan sangat mengesankan apalagi ditambah dengan kehadiran Adam yg tanpa di duga.


Mereka memotong kue bersama, berfoto bersama, semua keluarga terkumpul disana, ada Jonas beserta istrinya, juga ketiga keponakannya, tak lupa paman dan bibinya yg turut hadir disana.


Mereka semua sangat berbahagia, sampai Adam pun lupa bahwa Malaika sedang sendirian disana.