
"aku akan menghadiri pesta ulang tahun temanku, kau mau ikut ?" (Tanya Adam)
"Pergilah !! Aku ingin tidur !" (Jawab Malaika dengan membaringkan tubuhnya di atas bed)
"Baiklah !, Pencet tombol itu jika kau memerlukan sesuatu, mungkin aku sedikit lama ! (Ucap Adam lalu mencium kening istrinya), ahhh !! Tunggu sebentar ! (Sahut Adam), kau bilang kau akan tidur ??" (Kembali bertanya)
Wanita itu lalu mengangguk.
"Tp aku sangat tidak yakin !" (Ucap Adam dengan tatapan sinisnya)
"Pergilah ! Kau terlalu banyak bicara tuan ! (Pinta Malaika kemudian menutupi wajahnya dengan selimut)
Pria itu hanya tersenyum menanggapi sikap istrinya.
Malam itu, Adam datang seorang diri menghadiri pesta ulang tahun salah satu teman kuliahnya dulu. Seorang teman wanita, yg cukup menarik dan juga seksi.
Meski begitu Adam sama sekali tak mudah tergoda oleh paras wanita, baginya wanita terbaik dalam hidupnya adalah Malaika. Walau secara fisik Malaika sangat jauh dari definisi cantik, tp pria itu sangat mencintainya.
"Hayyy !!!" (Teriak salah seorang wanita yg tiba2 melihat kedatangan Adam)
Wanita itu melambaikan tangan lalu menghampirinya.
"Aku senang sekali akhirnya kau datang !" (Seru wanita tersebut)
Dia adalah Zoya, salah satu teman wanitanya yg sedang berulang tahun kala itu.
"Kebetulan aku ada pekerjaan disini !" Aku sempatkan datang untukmu ! (Ucap Adam dengan ramahnya)
"Ohwwww thank u ! (Seru Zoya kemudian memeluk Adam), kau datang sendiri ?" (Tanya Zoya)
"Hmm yaa, aku datang sendiri !" (Jawab Adam dengan senyuman khasnya)
"Aku dengar kau sudah menikah ! Dimana istrimu ? Kenapa kau tidak mengajaknya ?" (Tanyanya kembali)
"Yaa, dia sedang tidak enak badan, aku menyuruhnya untuk istirahat !" (Jawab Adam dengan sekedarnya)
"So sweet !!!" (Seru Zoya dengan manjanya)
Tak lama kemudian, dua orang pasangan menghampiri mereka.
"Adam ?? Are u ?? (Sapa seorang pria dengan menggandeng pasangannya)
"Ohh hi tom !! Apa kabar !!" (Seru Adam dengan senangnya)
"Fine fine !, Lama tidak bertemu denganmu, kau semakin keren !, Lihat ! Dulu kau sangat kurus, dan sekarang kau terlihat kekar berisi !" (Ucap tomas dengan takjubnya)
"Kau terlalu berlebihan kawan, apa dia istrimu ?" (Tanya Adam dengan menunjuk wanita yg ada di sebelah tom)
"Hmmm, just girlfriend !" (Jawab pria itu dengan malu2)
"Ahaa ! Why just girlfriend ? (Tanya Adam), kenapa kau tidak menikahinya ??" (Canda Adam)
"Relax man !! Slow but sure ! (Jawab tom dengan santai).
Di satu sisi, Malaika yg mulanya menikmati waktu istirahat dengan santai tiba2 terganggu oleh pikirannya yg tak karuan.
Wanita itu lalu terbangun, kemudian duduk dan berfikir.
"Hahh !! Dia sedang menikmati pesta reuni bersama teman2 lamanya, dia akan bertemu mantan kekasihnya, pasti lebih cantik dariku, dan lagi2 teman wanita yg lainnya pasti juga tak kalah cantik !! Hmmm ini tidak bisa dibiarkan ! Aku akan datang dan mengikutinya !" (Gerutu Malaika dengan kesalnya)
Wanita itu segera menghampiri suaminya, dengan tampilan yg apa adanya ia sangat percaya diri dan tidak peduli jika harus di bully.
Tak lama kemudian, Malaika tiba di tempat dimana Adam dan teman2nya bertemu.
ia berjalan mengendap ngendap, merunduk agar tidak ketahuan, lalu bersembunyi di balik pohon yg ada di sana, yaa acara itu memang di adakan di luar gedung, konsepnya memang outdoor dan di lengkapi dengan fasilitas kolam renang yg romantis.
Terlihat Adam begitu tampan kala itu, ia bertemu dengan semua teman2nya, pria itu menyambutnya dengan hangat.
Terlebih pada beberapa teman wanitanya yg sangat terlihat seksi kala itu, mereka saling menyapa, berpelukan, bahkan tak segan2 Adam mencium pipi kanan dan pipi kiri mereka.
Semua itu hanyalah formalitas semata, namun Malaika yg menyaksikan itu nampak kesal di buatnya, wanita itu geram lantaran Adam seperti terkesan murahan di matanya.
Malaika kemudian berlalu, ia berjalan lemas tanpa alas kaki, ia kembali ke villa dengan di temani sebuah taksi online.
Setibanya di villa, ia langsung mengganti pakaiannya lalu segera berbaring di tempat tidur.
Wanita itu masih sendirian memandangi arah jarum jam, entah apa yg ada dipikirannya saat ini, ia kesal dengan sikap Adam tp ia sendiri belum sepenuhnya mencintai pria itu.
"Jelas2 aku tidak ada rasa apa2 padanya, lantas kenapa aku sangat marah dengan sikapnya, harusnya aku biasa saja !! Yaa dia memang suamiku, tapi ?? Ah sudahlah !! Lupakan !! (Gerutu Malaika yg masih bingung dengan perasaannya)
Beberapa saat kemudian,
"Rasanya sakit sekali melihat tingkahnya yg seperti itu !!! Huhuhuhu !!!" (Gerutu Malaika kemudian berteriak sambil menangis)
Waktu berlalu begitu cepat, namun matanya masih tak mau terpejam, di pandangilah arah jarum jam itu terus menerus, dari angka 10 hingga menuju ke angka 1 dini hari, berganti tempat dari ranjang hingga ke sofa, wanita itu masih terjaga dengan kegelisahannya, menantikan suaminya yg tak kunjung pulang.
ia teringat akan perkataan Adam kala itu, bahwa Adam akan sedikit lama di acara itu.
Tak lama kemudian, ia tertidur di sebuah sofa, dengan mata sembab karna air mata.
baru juga memejamkan mata,
Tiba2 terdengar suara pintu terbuka, namun sama sekali tak merubah posisinya, wanita itu masih terlelap di sofa.
Sementara Adam yg mengetahui hal itu segera membawanya pindah ke atas ranjang.
Di tataplah penuh heran, wajahnya pucat, matanya sembab, bahkan pipi basah itu masih belum mengering.
Pria itu mulai cemas, lalu memeluk istrinya yg sedang terlelap.
"Kau menangis ? (Tanya Adam dengan suara perlahan), apa yg terjadi ? (Tanyanya kembali sambil mengusap pipi yg basah itu), kau menangis semalaman, apa aku melakukan kesalahan ?? (Terus bertanya), aku tau kau belum tidur malai ? Katakan padaku apa aku melakukan kesalahan ? (Tanya Adam dengan perlahan).
Walau Malaika mendengar hal itu, namun ia tetap saja berpura pura tidur agar Adam tidak semakin mengusiknya.
"Beibh !! Please talk ! Kau sesenggukan seperti ini, dan aku tidak tau sama sekali, tolong bicara malai ku mohon ! Bukalah matamu !" (Pinta Adam dengan mendekatkan wajahnya pada istrinya)
Walau berkali kali ia meracau, malaika masih tak merubah posisinya, matanya masih terpejam. ia mencoba untuk tidur.
Masih diam membisu, Adam semakin mendekapnya.
"Kenapa dia selalu bisa membuatku merasa tenang, meski aku sangat marah padanya !!" (Gerutu Malaika dalam hati)
Wanita bertubuh mungil itu akhirnya terlelap dalam pelukan hangat tubuh besar suaminya.
Meski sedang marah, nampaknya ia tak ingin menunjukkan semua itu pada Adam.
ia mencoba memaklumi keadaan Adam yg memang usianya terpaut lebih muda darinya, mungkin ia masih labil.
"Baiklah malai ! Aku akan bahas ini besok pagi ! Tidurlah dengan nyenyak ! Gud nait !" (Ucap Adam lalu mengecup bibirnya).
Keesokan harinya.
Rupanya Malaika telah bangun lebih dulu, seperti biasa ia menyiapkan sarapan pagi di meja untuk suaminya.
Wajahnya kini tak lagi sembab, namun aura kesedihan itu masih tersisa.
Wanita itu berdiri menuangkan susu di gelasnya, sementara Adam mulai menghampirinya.
Di tariklah sebuah kursi itu, ia kemudian duduk, secangkir kopi hitam pekat tersaji di depannya, Adam lantas bertanya :
"Malai ! (Panggilnya), bukankah kau sangat muak dengan aroma kopi ini sayank ? Lalu ?" (Adam bingung)
Wanita itu kemudian mencoba untuk tersenyum meski terpaksa.
"Aku akan terbiasa ! Minumlah kopi itu selagi masih hangat, itu akan menjadi dingin jika kau terlalu lama mengabaikannya, dan kau tidak akan menyukai itu !" (Jawab Malaika dengan singkat)
Wanita dengan celana pendek berwarna putih itu lantas kembali menuju dapur, dan meninggalkan laki laki itu sendirian.
Mengetahui sikap Malaika yg sedikit datar, ia segera datang dan menghampiri.