
Pria itu kemudian berlalu dan mengabaikan mereka.
Bertempat di 202 Bellair St. Melbourne, Victoria 3031 Australia, Malaika bersama dengan dua orang ajudan menemui klien yg telah di jadwalkan. Wanita bertubuh mungil menggemaskan itu terlihat anggun walau tinggi badannya masih di bawah pundak suaminya, kaca mata brown elegant juga higheels yg semakin menyempurnakan penampilannya.
Dengan balutan dress yg sedikit terbuka di bagian dada, tak lupa sebuah outer yg menutupi lengannya.
Malaika dengan penuh percaya diri berjalan lenggang bak model ternama, menghampiri sebuah meja yg telah lebih dulu di pesan oleh mereka, nampak dua orang pria duduk disana dengan jas hitam, juga salah seorang wanita yg memegang beberapa berkas.
"Excuse me !" (Sapa Malaika dengan senyuman)
Tak lama kemudian, ketiga orang itu berdiri dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, begitu pula dengan ibu satu anak itu, ia nampak merespon dengan baik sambutan mereka.
"Sure ! Please sit down madame !" (Ucap salah seorang pria bernama Andrew)
Malaika pun mengangguk dengan senyuman.
"Thank u !" (Balasnya dengan ramah)
Obrolan pun kini di mulai, nampak sebuah percakapan kecil mulai memecah suasana, tak ada gugup sedikitpun, Malaika terlihat sudah biasa dengan pekerjaan seperti ini, walau ia sebenarnya sudah lama tidak bekerja. Namun ia sangat menguasai dan cukup lihai saat mereka coba untuk mengecohnya.
Mulai dari basic perusahaan, sampai ke inti nya pun ia berusaha menjelaskan secara detail, ia juga mencoba berbagai cara untuk menarik perhatian mereka agar mereka dengan mudahnya bisa bekerja sama dengan perusahaan milik ayah mertuanya itu.
Dua ajudan yg berdiri di belakangnya pun turut mendengarkan percakapan itu,
Hingga tak terasa 90 menit berlalu, akhirnya mereka setuju untuk bekerja sama dengannya.
Tanda tangan pun kini telah didapatkan, meeting berakhir, perwakilan kedua perusahaan itu pun berjabat tangan untuk mengakhiri pertemuan.
"Thank u !" (Ucap Malaika dengan menundukkan badan sebagai rasa hormat)
Begitu pula dengan mereka yg cukup merasa terhormat dengan sambutan yg di berikan oleh Malaika.
Wanita yg di dampingi dua orang ajudan itu kini kembali ke perusahaan untuk memberikan hasil dari pertemuan tadi.
Singkat saja perjalanan mereka, dan sesampainya di tempat.
Malaika kembali memasuki ruangan Adam, namun sayank sekali ruangan itu terlihat sepi, dan sepertinya Adam sedang keluar.
"Kenapa sepi sekali ? Dimana dia ?" (Malaika bertanya tanya)
Malaika kemudian keluar dan kembali mencari suaminya, ia berjalan di setiap lorong, namun sama sekali tak ada tanda tanda keberadaan Adam disana.
ia juga mencoba menghubunginya berkali kali namun tak ada jawaban.
"Sial !! Bahkan dia sama sekali tak menjawab teleponku ! Awas saja kau !" (Gerutu Malaika dengan kesalnya)
Secara kebetulan ia berpapasan dengan Jay yg sedang membawa beberapa dokumen.
"Ahh Jay Jay !" (Panggil Malaika)
"Yes, madame ! Ada yg bisa ku bantu ?" (Ucap Jay)
"Dimana dia ? Kenapa tidak ada di ruangannya ?" (Tanya Malaika)
"I'm sorry mam ! Siapa yg anda maksud ?" (Tanyanya kembali)
"Ahssss ! Siapa lagi ! Burung gagak itu !" (Jawab Malaika kesal)
"Burung gagak ?" (Jay terheran)
"Ohh astaga !! Maksudku ! Adam ! Dimana dia ?" (Jawab Malaika memperjelas)
"Ohhh mam ! Saya pikir siapa ? Kau menyebut suamimu dengan sebutan burung gagak hhh ! Saya bahkan tidak menyadarinya ! (Jay terkekeh), 1 jam yg lalu dia keluar dari ruangannya, tp saya tidak tau dia pergi kemana." (Jay mempertegas)
"Oh tuhan !!! Bisa2nya dia berbuat seperti itu ! Dia menyuruhku untuk menemui klien, sementara dia sendiri entah kemana ! Huhhhhh !!! Silahkan saja ! Habis nanti kau !" (Gerutu Malaika)
Malaika kemudian berlalu dari sana, dan kembali ke ruangannya.
Ia duduk di kursi yg masih di selimuti kekesalan, di tekanlah sebuah tombol pada telepon di mejanya lalu berkata :
"Kau bisa ke ruanganku sekarang !" (Ucap Malaika pada salah seorang staff)
Dan tak lama kemudian, masuklah seorang staff wanita bernama jenny.
"Anda memanggil saya ?" (Tanya jenny)
"Sure ! Duduklah !" (Pinta Malaika singkat)
Jenny pun akhirnya duduk di sana, merasa tidak mengerti dengan apa yg di katakan Malaika, jenny berusaha untuk mendengarkan.
Masih di selimuti amarah yg memuncak, Malaika kemudian menyerahkan dokumen dengan map berwarna merah pada jenny, terkesan kasar sehingga membuat jenny sedikit ketakutan.
"Berkas ini sudah di tanda tangani oleh mereka, kau hanya perlu mengevaluasi kembali mengenai apa dan bagaimana ! Setelah itu berikan hasilnya padaku !" (Pinta Malaika sedikit culas)
Jenny pun hanya mengangguk gugup.
"Yes madame !" (Ucap jenny dengan mengangguk)
Tanpa memperdulikan ekspresi jenny, Malaika kembali menatap layar ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya, namun sama saja panggilan itu terbaikan, sehingga membuatnya semakin kesal.
"Oh syitttt !!! (Gerutu Malaika lalu melempar ponselnya), matilah saja kau !" (Gerutu Malaika dengan amarahnya)
Melihat sikap Malaika, jenny semakin ketakutan dan ingin segera berlalu dari sana.
"I'm sorry mam ! Bisakah saya pergi ? Ap apa ada hal lain lagi yg perlu saya kerjakan ?" (Tanya jenny gugup)
Mendengar ucapan jenny, kini Malaika tersadar bahwa ia sedang meluapkan amarah yg tidak pada tempatnya.
"Astaga ! I'm sorry ! Aku tidak bermaksud seperti itu ! Aku hanya sedikit kesal dengan seseorang ! I'm sorry Jen i'm sorry ! (Malaika terus meminta maaf), ini (memberikan map berwarna merah, bawalah berkas ini !" (Pinta Malaika)
"No mam ! Don't worry ! Aku sangat memahami itu !" (Ucap jenny legah)
"Oh key ! Thank u !" (Balas Malaika)
Jenny pun akhirnya beranjak dari sana, belum sampai melangkah ke pintu, tiba2 ia memanggilnya lagi.
"Ah Jen ! Wait wait !" (Panggil Malaika)
Wanita itu pun menoleh.
"Yes mam ?" (Jawab jenny)
"Kau seharian di kantor kan ?" (Tanya Malaika)
"Yes !" (Jawab jenny jelas)
"Okey ! Kalau begitu kau pasti tau kemana perginya burung gagak itu ? 1 jam yg lalu Jay mengatakan dia keluar dari ruangannya ! Apa kau tau kemana perginya ?" (Tanya Malaika)
"Adam !" (Jawab Malaika tegas)
Jenny pun kini mengerti.
"Ohh ! Mr. Adam ? Dia berjalan ke arah parkiran mam, mungkin ingin pergi ke suatu tempat ?" (Tebak jenny)
Malaika kini mengangguk paham.
"Dasar jalank !!! Benar2 tidak bisa di percaya ! Lihat saja ! Akan ku rebus kepalanya !" (Gerutu Malaika dengan kekesalannya)
Meski sedikit penasaran dengan hubungan mereka, jenny kini berlalu dari sana karna merasa itu bukan urusannya.
"Excusme mam !" (Pinta jenny dengan map merah di tangannya)
Malaika pun mengangguk mengiyakan.
2 jam kemudian, Adam tak juga kembali ke ruangannya hingga jam kerja pun berakhir, wanita itu kini nampak berkemas dan menuju ke parkiran, juga di susul staff yg lainnya yg bersiap untuk segera pulang.
Namun alangkah terkejutnya saat ia mendapati mobil Adam yg masih berada disana.
"What ?? (Malaika terkejut saat melihat mobil suaminya)
Dengan segera wanita itu menghampirinya, dan memperhatikan.
"Mobilnya ada disini ? Lalu kemana perginya ?" (Malaika penasaran)
Di perhatikanlah mobil itu dari depan, samping lalu kebelakang. Sampai ia tiba2 menemukan jaket dan juga T'shirt Adam di atas kap mobil bagian belakang.
"Apa ini ? (Ucap Malaika saat menyentuh jaket yg tersandar disana), dan ini ?? (Lalu mengambil t-shirt itu), apa yg dia lakukan ! Dasar jalank ! Bisa2nya dia berbuat ini di parkiran ! (Semakin kesal), dimana dia ? Lihat saja ! Akan ku cari kau di setiap sudut !" (Gerutu Malaika)
Wanita itu kemudian menggedor nggedor pintu mobil.
"DORR DORRR DORRRR !!! (suara itu)
"Cepat keluar ! Apa yg kau lakukan di dalam ! Cepat keluar ! Apa kau tidak mampu membayar hotel sampai kau berbuat ini di dalam mobil ? Dasar pengecut !! Cepat keluar kau bajingan !" (Teriak Malaika)
Merasa terganggu dengan suara Malaika, tiba2 seseorang dengan telanjang dada keluar dari lorong mobil dan menghampiri Malaika.
Pria itu berdiri dan menatap wanita kesayangannya.
"Kau berisik sekali nona ! Kenapa tidak bisa sabar sedikit ?" (Ucap Adam dengan tatapan teduhnya)
Melihat penampilan suaminya yg setengah telanjang itu membuat Malaika sempat tak berkedip, dada yg bidang dan di penuhi otot itu serta postur tubuh tingginya cukup membuatnya membisu dan mematung.
Diperhatikannya dari atas hingga bawah, tubuh indah itu kini jadi pusat perhatian banyak orang yg ada di parkiran, bagaimana tidak saat itu adalah jam2 pulang kerja dimana seluruh staff sedang berada di parkiran untuk mengambil kendaraan mereka.
Mereka semua terperangah saat melihat Adam dengan setengah telanjang dada, walau di penuhi oli dan juga keringat yg mengucur, namun tetap saja tak mengurangi rekor ketampanannya.
"Astaga ? Macam2 saja dia ! Sengaja apa bagaimana ? Lihat saja ! Akan ku penggal kepalanya setelah ini !" (Gerutu Malaika kesal)
Sadar itu sedang berada di parkiran dan telah menjadi pusat perhatian banyak orang, Malaika dengan segera meraih jaket dan juga T'shirt milik suaminya dan meminta Adam untuk segera memakainya.
"Cepat kenakan itu !" (Ucap Malaika sambil melemparkan pakaian itu ke hadapannya)
"Hey ! Aku bahkan sekotor ini ! Kau memintaku untuk mengenakan pakaian ? Setidaknya aku mandi dulu !" (Tuturnya)
"Kau ini pura2 bodoh atau memang sengaja memamerkan itu pada mereka ? Lihat !! Mereka semua melihat tubuh jelekmu itu !" (Ucap Malaika mempertegas)
Mulai mengerti dengan sikap Malaika, Adam nampaknya semakin sengaja melakukan itu.
Pria itu tersenyum dengan tatapan teduh. ia bahkan mengelap seluruh keringat yg ada di tubuhnya dengan pakaian yg di berikan oleh Malaika.
"Astaga ! Kenapa keras kepala sekali ! Cepat kenakan pakaianmu Adam !" (Pinta Malaika bersikeras), ini benar2 memalukan !" (Gerutu Malaika)
Sekitar 50 meter dari arahnya, terlihat segerombolan wanita juga tengah menyaksikan pemandangan itu, tak sedikit dari mereka juga kagum akan keindahan itu, bahkan banyak dari mereka yg semakin jatuh cinta pada bos baru itu.
"Wow !! Aku tidak pernah melihat ini sebelumnya ! Bahkan ini lebih angker dari film horor !" (Gerutu Mira)
"Ini seperti di film2 laga, tubuhnya ! Astaga ? Benar2 keindahan ?" (Tambah Eren)
"Aku rasa aku benar2 jatuh cinta padanya !" (Gerutu yg lainnya)
"Nikmati saja ! Atau kalian akan patah hati setelah ini !" (Tutur jenny meremehkan)
"Hey ! Apa maksudmu ? Apakah mereka memiliki hubungan ? Bukankah wanita itu hanyalah sekretarisnya ?" (Tanya Mira seolah menyindir Malaika)
"Lihat saja dan perhatikan !" (Pinta jenny dengan santainya)
Pemandangan itu pun kembali berlangsung, terlihat Adam sedang bersandar pada kap mobil sambil mengelap peluh keringat yg melekat di tubuhnya, sementara Malaika yg ada disana terus mengomel dan memintanya untuk segera mengenakan pakaian, namun semua itu tak di indahkannya hingga membuat Malaika merasa kesal lalu memutuskan untuk pergi dari hadapannya.
"Kau tidak mau mengenakan pakaianmu ? Oke baiklah ! Terserah kau saja ! Terserah ! Aku tidak peduli !" (Ucap Malaika sambil melempar jaket Adam ke lantai)
Wanita itu kemudian berlalu dengan penuh kekesalan, ia melangkahkan kakinya untuk segera beranjak dari sana. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba2 Adam segera meraih tangannya sehingga membuat Malaika jatuh di pelukannya, kedua pasangan itu saling bertatap mata hingga berlangsung selama beberapa menit.
Sontak pemandangan itu pun mengejutkan para wanita yg ada disana, seperti kejatuhan sebuah barbel berkilo kilo, mereka di buat patah hati oleh pria bertubuh besar itu. Bagaimana tidak, awalnya mereka cukup mengagumi Adam karna pesonanya, namun setelah mengetahui Adam sudah beristri, nampaknya mereka semua akan berpikir dua kali.
"Apa ? Jadi mereka berdua memiliki hubungan spesial ?" (Ucap Mira yg sedikit kecewa)
"Rasanya seperti tertimpa luka bertabur garam, perihhh !" (Tambah yg lainnya)
"Kalian lihat itu sekarang ? (Tanya jenny), rasakan itu !" (Timpalnya)
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal kalo mereka adalah sepasang kekasih ?" (Tanya Mira yg sedikit sedih)
"Hey bodoh ! Mereka itu bukan sepasang kekasih !" (Sahut Jenny)
"Tp kenapa mesra sekali !" (Tanyanya kembali)
"Ya ! Mereka memang bukan sepasang kekasih ! Tp sepasang suami istri !" (Pertegas jenny)
"Apa ? Suami istri ?" (Sahut Eren)
"Yah !" (Jenny mengangguk)
"Astaga ! Aku benar2 patah hati ! Aku harap setelah ini Asam lambungku tidak naik !" (Turu Mira)
"Kalian ini benar2 ! Makanya sebelum mengagumi seseorang, cari tau dulu latar belakangnya !" (Tutur jenny menegaskan)
"Rasanya aku seperti berhenti bernafas !" (Ucap Mira masih dengan kesedihan)
"Kau ini membual saja ! Ayo cepat bubar ! Hari sudah mulai petang !" (Ajak jenny)
Kesemua perempuan itu pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah masing2, begitu pula dengan Adam dan juga Malaika.