
Sepanjang perjalanan kedua suami istri itu terus berseteru.
"Kau !!! (Menunjuk ke arah wajah tampan itu), aku tidak akan mengampunimu !" (Gerutu Malaika dengan kesalnya)
Pria itu hanya menoleh menatap istrinya sembari tersenyum. Satu tangannya terfokus pada kemudi sementara satu tangan lainnya mencoba menggenggam jemari wanita kesayangannya itu.
Melihat sikap suaminya tampaknya Malaika hanya melirik dengan kesalnya, ingin melepaskan genggamannya tp sayangnya jemari mungil itu terlalu lemah untuk meronta.
Seolah memberikan isyarat untuk mengajaknya bergurau, Adam kemudian mengedipkan mata padanya.
"Ashhhhh ! Sudahlah ! Jangan coba merayuku !" (Seru Malaika yg sedikit jual mahal)
Semakin gemas dengan tingkah sang istri, kini genggaman tangan itu semakin erat dan sesekali ia mengecupnya dengan mesra.
Tak lama kemudian tiba2 kendaraan itu berhenti di suatu tempat.
"What ? Apalagi ini ?" (Malaika bingung)
Tanpa memperdulikan ucapan istrinya, Adam segera turun dari mobilnya.
"Hey !! Ini sudah petang ! Apalagi rencanamu ?" (Teriak Malaika kesal)
"Come !" (Ucap Adam seraya memintanya untuk turun dari mobil)
Merasa tidak ada pilihan lain, akhirnya Malaika pun mengikutinya.
"Oh my God !!! Ok baiklah !" (Malaika pasrah)
Setelah turun dari mobil nampaknya Malaika sedikit bingung mengapa Adam mengajaknya untuk pergi ke tempat spa.
"Apa ini ?" (Tanya Malaika saat membaca reklame pada tempat itu)
Tanpa menjawab pertanyaan Malaika, Adam pun segera merangkul istrinya dan memaksanya untuk masuk ke dalam.
"Hey !! Astaga ! Konyol sekali ! Kau mengajakku ke tempat spa di sore hari seperti ini ? Oh my God ?" (Gerutu Malaika)
"Hari ini aku sangat lelah, dan aku tidak akan merepotkan mu untuk memijatku di rumah ! Setelah ini kita bisa tidur nyenyak ! Okay ! Mmmmmmuach !" (Jawab Adam dengan spontan mendaratkan sebuah kecupan di pipinya)
"Wait wait wait ! Stop ! Stop it Adam ! (Ucap Malaika mencoba menghentikan langkahnya) What do you mean ? (tanya Malaika dengan tatapan tajamnya), Kau tidak akan merepotkan ku untuk memijatmu saat di rumah ? Ohhh Jadi kau akan lebih senang jika mereka yg memijatmu ? Begitu ? (Tanyanya lagi dengan kesalnya), Huhhhh dasar pria jalank ! Bisa2nya kau mengelabuhiku ! Ok right ! Silahkan ! Silahkan masuk tuan Adam Jackson ! (Pinta Malaika dengan sinisnya), Mereka sudah menunggumu dan siap melayanimu ! Oke bye ! Aku akan pulang sendiri ! Nikmatilah waktumu bersama mereka ! (Gerutu Malaika dengan kesalnya) Huhhh ! Semua laki2 sama saja !" (Seru Malaika)
Dengan begitu kesalnya akhirnya Malaika memutuskan untuk pulang sendiri menggunakan taksi yg kebetulan melintas di depannya.
Melihat sikap Malaika, Adam hanya tersenyum gemas dan tidak mengerti dengannya, ia berniat melakukan spa agar ia dan juga istrinya tidak merasa lelah sedikit pun karna seharian selesai beraktifitas, namun hal itu rupanya malah di salah artikan oleh ibu satu anak itu.
Sesampainya di rumah, terlihat Malaika rupanya sudah terlelap saat sedang membaca buku di sofa dekat kolam renang.
Adam yg saat itu telah selesai mandi mengetahui bahwa istrinya sudah terlelap disana, masih dengan handuk yg melilit pinggangnya pria itu segera membopong sang istri ke atas ranjang.
Di pandangilah tubuh mungil itu mulai dari atas hingga bawah. Sesekali ia tersenyum dan menatapnya.
"Kenapa susah sekali membuatmu mengakui bahwa kau mencintaiku ? Kenapa harus ku buat cemburu dulu baru aku bisa melihat cinta itu ? (Ucap Adam perlahan, sambil mengusap pipi merona itu), kau adalah wanita terbaik yg pernah ku miliki, walau tidak mudah bagiku untuk membuatmu jatuh cinta padaku, tp aku yakin kau memanglah tercipta untukku." (Bisiknya perlahan)
Tanpa sehelai pun pakaian di tubuhnya, Adam segera memeluk istrinya yg sedang terlelap, hanya berbalutkan selimut yg menutupi tubuhnya, pria itu kemudian turut terlelap dalam kehangatan.
5 jam kemudian, tepatnya di menit ke 59 pukul 00.00 tengah malam, Malaika kemudian terbangun lantaran lapar, namun ia sangat terkejut tiba2 kaki besar itu menindih badannya, wanita itu kemudian tersadar.
Dengan perlahan Malaika kemudian membuka selimut yg telah menutupi mereka berdua, dan betapa terkejutnya ia saat mendapati bahwa Adam memeluknya tanpa sehelai pakaian.
"Hahhhhhh !" (Malaika spontan terkejut)
Dengan segera ia menutupnya kembali.
"Bisa2nya dia melakukan ini ? Dia menyentuhku malam ini ? Tp mengapa aku tidak merasakan apa2 ? (Gumamnya), tunggu2 !! Tp aku masih mengenakan pakaian yg lengkap, bagaimana mungkin ? (Malaika kembali membuka selimut), Apa dia memakaikan kembali pakaianku ? (Sejenak berpikir), Ahssss tidak mungkin ! Bahkan dia sama sekali tidak peduli saat selesai melakukan itu !" (Gerutu nya lagi)
Dengan perlahan Malaika mencoba melepaskan diri dari dekapan suaminya, satu lengan besar itu mulai berhasil di pindahkan, namun kaki itu terlalu berat untuk di angkat, ia pun berusaha keras agar Adam mau menggerakkan tubuhnya, namun apa yg terjadi, kakinya memang sedikit bergerak namun lagi2 lengan besar itu kembali meraih tubuhnya.
"Oh tuhan ! (Gerutu Malaika), Adam ?? (Rengeknya) please ! Aku sangat lapar, tolong biarkan aku ke dapur ?" (Pinta Malaika dengan manjanya)
Mendengar rengekkan istrinya, pria itu lantas membuka sedikit matanya untuk meliriknya.
Dengan senyuman nakalnya ia kembali memejamkan matanya seolah berpura pura memang sedang terlelap.
Bukan segera melepaskan pelukannya, Adam justru semakin mempererat dekapannya sehingga membuat ibu satu anak itu terlihat pasrah.
"Dasar jalank ! Kenapa egois sekali ? Di kantor dia tebar pesona ! Di rumah bersikap seolah pangeran yg tiada duanya ! Astaga ! (Gerutu Malaika), hey !! (Masih berusaha untuk melepaskan diri), oh my God Adam ! Tubuh besarmu sangat menggangguku, tolong lepaskan aku ? Aku sangat lapar, please !" (Rengek Malaika dengan manjanya)
"Just once !" (Bisik Adam yg tiba2 mengeluarkan suara tanpa membuka mata)
Mengetahui hal itu Malaika sangat terkejut dan merasa kesal.
"What ??? Kau tidak tidur rupanya ??? (Tanya Malaika kesal), hey ! Buka matamu ! Cepat buka sekarang juga!" (Pinta Malaika dengan sedikit memaksa)
Dengan perlahan, Adam kemudian membuka kedua matanya, pria besar itu lalu tersenyum saat menatap wajah kesal istrinya.
"Astaga !!! (Seru Malaika), cepat singkirkan tubuh besarmu ini !" (Pinta Malaika)
"Bagaimana jika aku tidak mau ?" (Tuturnya)
"Oh tuhan ! Berikan aku kesabaran untuk menghadapi burung gagak ini !" (Gerutu Malaika)
"Bahkan tuhan tidak akan mendengarkan do'a seorang istri yg menolak permintaan suaminya !" (Celetuknya santai)
"Hahhh ? Apa maksudmu bicara seperti itu ?" (Tanya Malaika yg sedikit kesal)
"Just once !!" (Pinta Adam seolah memberikan isyarat untuk melakukan hubungan suami istri)
Mendengar hal itu Malaika kemudian menghela nafas dan berkata :
"Huhhh ! (Membuang nafas), kau akan membiarkanku mati kelaparan setelah ini ! Bisakah aku makan dulu ?" (Pinta Malaika dengan kesal)
"Makan saja juniorku ! Dia sudah tersiksa sejak tadi ! Apa kau tidak kasihan ?" (Pinta Adam seraya menggodanya)
"Bodoh !" (Jawab Malaika ketus kemudian berhasil melepaskan diri)
Adam pun hanya tersenyum geli melihat gelagat gemas istrinya.
Akhirnya Malaika pun terlepas dari dekapan suaminya, wanita itu lantas menunju ke dapur untuk membuat makanan, rasa lapar yg menyiksa perutnya benar2 tidak bisa tertahan.