The Second Husband

The Second Husband
Sudden Trip (Bab.32)



***


Semilir angin cukup menyejukkan di siang itu, nampak seorang pemuda sedang duduk di sebuah coffeshop di dekat pantai, pria dengan jas hitam juga kaca mata yg senada itu tampak sedang menunggu seseorang.


Yaah, dia adalah Jonas kakak kandung Adam, masih dengan ambisinya yg ingin menghancurkan karir dan juga kehidupan sang adik, Jonas tak putus asa untuk mencari berbagai cara.


Di teguklah sebuah cappucino dari cangkirnya, di tataplah deburan ombak pantai yg sedang pasang itu, terlihat dari jauh sosok wanita dengan pakaian yg cukup seksi yg berjalan menghampirinya.


"Duduklah ! (Pinta Jonas)


Wanita itu kemudian duduk dan memesan sesuatu pada salah satu pelayan disana.


"Arabican coffe !! (Seru wanita itu)


"Apa yg membawamu kemari nona ? (Tanya Jonas sedikit penasaran)


"Sepertinya aku tertarik dengan penawaranmu tempo hari (jawab wanita itu)


"Catherin....!! Muda dan sangat berbakat, seksi, idaman semua pria, (pujinya), tp kau lemah soal asmara, ada banyak pria macho disana, dan juga lebih kaya darinya (ucap Jonas sedikit meremehkan)


"Tp adikmu lebih menarik tuan, tidak peduli walau dia sudah menikah, aku akan segera memisahkan mereka berdua, jika aku tak bisa memilikinya maka tak seorang pun akan mendapatkannya ! (Sahut Catherin dengan sinis).


"Hmmm, menarik !! Apa rencananya ? (Tanya Jonas)


"Aku akan buat Adam pergi ke luar negeri karna suatu pekerjaan penting dan dia tidak akan bisa mengelak (ucapannya terpotong)


"Bukankah dia selalu membawa wanita itu kemana pun ?? (Sahut Jonas)


"Tidak untuk kali ini !! (Jawab Catherin tegas).


Dan benar saja, tiba2 Adam mendapatkan panggilan dari kantor untuk memintanya mengurus beberapa pekerjaan di USA, tepatnya California.


"Kenapa mendadak sekali, (gumamnya sambil menatap layar ponselnya)


"Ada apa ? (Tanya Malaika)


"Aku ada pekerjaan mendadak, dan aku harus pergi ke Amerika besok pagi ! (Jawab Adam dengan jelas)


"Besok pagi ? (Sahut Malaika)


"Yapp !! Aku minta kau jaga diri selama aku pergi, (mengusap rambut sang istri).


"Berapa lama ? (Tanya Malaika)


"Two weeks !! (Jawab Adam singkat)


Malaika sempat terkejut mendengar hal itu, namun sebenarnya ia sangat bahagia lantaran dengan begitu ia bisa bebas pergi ke tempat2 yg ia sukai.


" Hahhh?? Dua minggu !!! Really !! Wowww... Aku akan bersenang senang selama 2 Minggu (gumamnya dalam hati)


Wanita itu seketika terlihat senyum2 lantaran bahagia, namun sesekali tiba tiba raut wajahnya berubah menjadi sedih.


"Kau akan membiarkanku sendirian selama 2 Minggu ?? (Tanya Malaika dengan menunjukkan ekspresi sedih), bagaimana mungkin, pasti akan menjadi hal yg paling membosankan... (Gerutunya)


"Hey, tenanglah !! Aku pasti akan segera kembali (ucap Adam mencoba menenangkan)


**Keesokan harinya


Kedua pasangan itu menuju bandara untuk saling berpamitan, nampak Adam mencium kening istrinya kemudian segera berlalu dengan satu koper kecil miliknya.


Wanita itu kemudian melambaikan tangan dan mengucapkan kata perpisahan. Untuk sesaat pemandangan itu cukup mengharukan.


Namun ketika pesawat sudah take cukup jauh, Malaika segera berlari menuju loket.


ia membeli tiket untuk penerbangan ke Indonesia, yaah dia akan melakukan perjalanan sendiri selama suaminya pergi. Tanpa menggunakan kartu debit pemberian suaminya, wanita itu kemudian menggunakan cash untuk setiap transaksinya.


Hal itu ia lakukan agar keberadaannya tak di ketahui oleh Adam.


Tp sayang sekali, mereka semua terkecoh dengan ulah wanita itu.


"Huhhhhh !!! Aku benar2 rindu negaraku !! Aku benar2 rindu makanan Indonesia, aku akan bersenang senang disana !!! Lihat saja !! Bagaimana bisa aku hidup dalam sangkar seperti itu ??? Walau sebesar dan semewah apa pun, sangkar tetaplah sangkar, dan burung tidak akan pernah bisa terbang dengan bebas. (Seru Malaika dengan membentangkan kedua tangannya).


**Sesampai di tempat.


"Wow it's so wonderful !!! (Seru Malaika saat menjejaki kakinya di kota Jakarta). Tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya aku bisa kembali ke tempat ini.


Tak ingin berlama lama disana, dengan lincahnya ia segera menuju ke hotel untuk memesan kamar kemudian berburu kuliner ke tempat2 yg mewah hingga makanan pinggiran lalu pusat perbelanjaan, serta berbagai tempat excotis lainnya.


Wanita yg tengah hamil muda itu sangat antusias menikmati setiap perjalanannya, walau tanpa di dampingi sang suami rasanya itu bukan masalah baginya.


Masih dengan rencana jahatnya, Catherin dan Jonas berencana menculik Malaika saat Adam sedang tidak ada.


Malam itu saat semuanya terasa hening, rumah besar itu nampak gelap dan sepi, benar2 seperti tidak ada penghuni sama sekali.


Catherin yg bertugas berjaga di luar, sementara Jonas menyelinap masuk mengenakan pakaian serba hitam tak lupa pula topeng yg menutupi seluruh kepalanya.


Pria itu berjalan dengan penuh hati2, walau rumah itu terlihat sepi namun kedua penjahat yg ada di depan nampaknya masih siaga dalam tugasnya.


Perlahan pria itu masuk melalui samping rumah Adam, di panjatlah dinding besar itu, lalu berhasil masuk, tak lama setelah itu terlihatlah sebuah cahaya terang dari jendela lantai atas.


Jonas mengira mungkin itu benar kamar mereka (Adam dan Malaika).


Sejenak terdiam dan berpikir, bagaimana caranya agar ia bisa memanjat jendela itu, sedangkan letaknya berada di atas dan cukup tinggi, sehingga sangat beresiko jika hanya di panjat melalui dinding saja.


Sebuah tangga tergeletak di sana , rupanya itu memberikannya ide cemerlang untuknya bisa menuju ke atas.


Di letakkanlah tangga itu tepat searah dengan jendela yg ada disana, di panjatlah kemudian dengan penuh hati2.


Pria itu sangat antusias dengan rencana yg telah di jalankannya. ia sangat yakin bahwa ini semua akan berhasil.


Dengan penuh percaya diri, Jonas kemudian membuka jendela itu dengan perlahan.


Nampaknya jendela itu memang sengaja tidak di kunci, lantaran ia sangat mudah saat membukanya.


Masuklah Jonas ke dalam kamar pribadi pasangan suami istri itu, begitu terang namun tak ada siapa pun disana, seluruh perabotan masih tertata rapi, nyaris tak tersentuh oleh siapa pun.


"Hey, tidak ada siapa2 disini, apa kau yakin wanita itu ada di rumah ini ?? (Tanya Jonas saat menghubungi Catherin melalui telepon)


"Apa kau yakin itu kamar mereka ?? Coba periksa sekali lagi !! Mungkin kau salah kamar ! (Seru Catherin dengan ocehannya)


Pria itu kemudian berlalu menuju kamar lain, di periksalah 10 kamar yg ada di rumah besar itu, tp hasilnya nihil.


Jonas kembali menghubungi Catherin dan memarahinya.


"Jangan coba2 mempermainkanku !! Tidak ada siapa2 di rumah ini !! (Ucap Jonas dengan kesal)


"Hey keparat !!! Wanita itu tidak bersama Adam saat ini, aku yg melihat sendiri Adam pergi seorang diri, ia meninggalkannya tepat di bandara itu (balas Catherin semakin geram)


"Lalu kemana perginya setelah itu hahhh !!! (Sahut Jonas masih dengan kekesalannya)


"Mana aku tau, aku tidak mengikutinya setelah itu !! (Jawab Catherin dengan nada tinggi).


"Dasar bodoh !!! (Seru Jonas)


"Baiklah baiklah !!! Sekarang kembalilah sebelum para penjaga itu menemukanmu !! Kita akan kembali lagi di lain waktu !!! (Balas Catherin dengan tegas)


"Cihhh !!!! (Seru Jonas kemudian mematikan teleponya)


Kedua orang itu akhirnya meninggalkan rumah besar tersebut dengan perasaan kesal lantaran usahanya belum berhasil.


"Kalau aku tau kerjamu seperti ini, aku tidak akan mempercayakan ini padamu !!! (Seru Jonas dengan kesalnya)


"Hehhh bajingan !!! Bukankah kau sendiri yg menawarkan ini padaku !! Dengar !!! Dengan atau tanpa campur tanganmu aku akan urus ini sendirian !!! Camkan itu !!! (Seru Catherin dengan tegas).