The Second Husband

The Second Husband
CoffeShop (Bab.37)



Di peluklah tubuh mungil itu dari belakang, sedikit kecupan di bahu Malaika membuatnya cukup salah tingkah.


"Adam please ! Singkirkan wajahmu dari sana, ini masih terlalu pagi !" (Pinta Malaika mencoba melepaskan diri)


"Ini bukan perkara pagi atau siang, kau menangis semalaman, apa yg terjadi ?" (Tanya Adam masih penasaran)


"Menangis ? Benarkah ?" (Malaika berpura pura tidak tahu)


"Yaah ! Pipimu basah, dan kau sesenggukan !" (Ucap Adam masih dengan pelukannya)


"Ahhh ! Kau mungkin salah paham, mungkin aku sedang bermimpi, bahkan aku sendiri pun tidak tau kalau aku menangis." (Ucap Malaika mencoba membela diri)


"Apakah begitu ?" (Tanya Adam)


Malaika mengangguk dengan perlahan.


"Baiklah ! Sekarang lepaskan tanganmu ! Aku tidak akan bisa makan dengan cara seperti ini !" (Pinta Malaika)


Pria dengan kaos oblong berwarna putih itu kemudian melepaskan pelukannya.


"Okey !! Kau mau menemaniku hari ini ? (Tanya Adam), ahh kau seharusnya mau, tidak perlu di tanya lagi !" (Ucap Adam dengan senyuman khasnya)


"Kemana ?" (Tanyanya)


"Pertemuan penting dengan beberapa klien !" (Jawab Adam singkat)


Pria itu kemudian mulai bersiap.


Sementara Malaika masih berdebat tak karuan.


"Kau memintaku untuk menemanimu meeting dengan klien penting? Sementara kau sendiri melarangku untuk bekerja !! Come on please ! Aku bukan sekretaris mu Adam ! Aku disini untuk berlibur, bersenang senang ! Kalau kedatanganmu menemuiku hanya untuk kepentingan pekerjaan sebaiknya kau jangan pernah datang kemari, kembalilah ke Sidney dan selesaikan pekerjaanmu ! Tak perlu menjadikanku alasan untuk sebuah pekerjaanmu ! Baiklah ! Kau ada meeting ? Silahkan selesaikan ! Aku tidak akan kemana mana !" (Ucap Malaika dengan tegas).


Dengan penuh kekesalan, Malaika kemudian mengambil tas slempang dan juga jaket kulit miliknya, ia segera bergegas keluar dari villa, kemudian menuju ke suatu tempat untuk menenangkan diri.


Melihat sikap istrinya, lagi2 Adam semakin merasa bersalah, tidak tahu lagi apa yg harus ia lakukan.


"Astaga ! (Serunya sambil mengusap wajah tampan itu), right ! Baiklah aku salah lagi di matanya !" (Ucapnya dengan sendu).


Sepanjang perjalanan ia menggerutu tak karuan.


"Baru saja aku terbebas dari sangkar besar itu, bisa2nya burung gagak itu datang kemari untuk menerkamku ! Huhhh !" (Gerutu Malaika).


Di ambilah sebuah ponsel dari tas kecil miliknya, terlihat ia sedang menghubungi seseorang.


"Aku segera sampai !" (Ucap Malaika)


Kemudian menutup telepon, wanita dengan T'shirt longgar berwarna putih itu menuju sebuah restoran outdoor di temani satu orang teman wanitanya.


"Wow !! Kau sedikit berisi rupanya !" (Ucap Karen menggodanya)


Dengan sedikit senyum, wanita itu terus menggoda Malaika.


"Rencanaku berantakan gara2 dia !" (Gerutu Malaika)


"Well !! Apa yg menyedihkan dalam hidupmu nona ?, Kau memiliki suami yg tampan, kaya, bahkan aku sangat iri padamu !" (Gumam Karen memujinya)


"Hahh ? Ambil saja jika kau mau !" (Malaika kesal)


"Kau beruntung malai, dia sangat baik, dia juga bukan playboy seperti pria kebanyakan ! (Ucap Karen)


"Bukan playboy ? Whattt ? Apa yg kau katakan Karen, bahkan dia bersikap manis pada semua wanita yg dekat dengannya, berpelukan, saling berciuman, astaga !!! Dia jual wajah tampannya itu pada semua wanita, Aku tidak bisa terima semua itu !" (Ucap Malaika dengan kesalnya)


Menanggapi hal itu, Karen justru tersenyum dengan sikap Malaika.


"Kau cemburu rupanya ?" (Goda Karen)


"Hahhh ? (Terkejut), aku ? Cemburu ? Hey kau tau aku sama sekali tidak ada perasaan apa pun padanya, bagaimana mungkin aku cemburu ?" (Malaika heran)


"Kau kesal dengan sikapnya, kau tidak suka dia berinteraksi dengan wanita mana pun, apa kau bisa jelaskan semua itu ?? Ap apa itu namanya malai ?" (Karen semakin menggodanya)


"Astaga Karen ! (Membuang nafas), ok baiklah ! Aku hanya tidak suka dengan sikapnya, itu saja !" (Ucap Malaika mencoba meredam emosi)


"Sudahlah malai, akui saja ! Kau memang sudah jatuh cinta padanya kan ? Wanita mana yg tidak terpesona dengan pria tampan dan mapan seperti dia !! Kau tidak mencintainya, tp kau bisa hamil anaknya ? Apa itu namanya ? Come on Malaika !! He's so perfect !" (Ucap Karen)


"Okey ! Lalu bagaimana mungkin kau bisa tidur dengannya tanpa adanya perasaan apa pun ?" (Ujarnya)


"Bahkan pelacur manapun pasti juga bersedia tidur dengan burung gagak itu," (sahut Malaika)


" Apa ? Kau menganggap dirimu pelacur begitu ?? Hmm kau terlalu naif nona !" (Seru Karen)


"Ayolah Karen ! Jangan memojokkanku seperti itu !, Aku bisa tidur dengannya atau bahkan sampai hamil anaknya itu karna aku memang memenuhi kewajibanku sebagai istrinya !" (Ucap Malaika memperjelas)


"No malai ! Aku sangat mengenalmu ! Kau jatuh cinta padanya, sudahlah akui saja !" (Ucap Karen dengan tegas).


"Kau sama menyebalkannya dengan dia ! (Ucap Malaika kesal), kau tunggu disini, aku ingin ke toilet sebentar !" (Pinta Malaika)


Wanita itu berlalu menuju kamar mandi, ia menanggalkan ponsel dan juga tas.nya di meja.


Beberapa saat kemudian, ponsel milik Malaika berdering, tertera nama Adam disana, ada beberapa chat juga yg belum di baca olehnya. Sepertinya memang sengaja di abaikan.


Dengan keberaniannya, Karen mencoba mengangkat ponsel Malaika tanpa sepengetahuannya.


"Where are u malai ?" (Tanya Adam dalam panggilan tersebut)


"Sorry Adam, aku bukan malaika, dia sedang pergi ke kamar mandi, kau butuh sesuatu ?" (Tanya Karen)


"Ahh sorry aku pikir ? Ok right, dimana dia sekarang, ada siapa saja disana ?" (Tanya Adam)


"No Adam, dia hanya bersamaku, i'm Karen , teman sekolahnya dulu !" (Jawab Karen).


"Oh okay ! Bisakah kau sebutkan dimana lokasi kalian ?" (Tanya Adam)


"Coffeshop western ! Tp aku sarankan kau jangan datang kemari !" (Pinta Karen)


"Why ?" (Sahut Adam)


"Dia sangat kesal padamu, aku sudah coba meredamnya tp tetap saja dia seperti itu, jika kau datang kemari itu akan semakin membuatnya marah !" (Ucap Karen)


"Oh begitu ?? Apa kau tahu mengapa dia marah dan kesal padaku ?" (Tanya Adam penasaran)


"Aku tidak bisa menjelaskan padamu secara detail, intinya dia hanya cemburu dengan para wanita yg dekat denganmu, dia tidak suka jika kau bersikap manis pada setiap wanita, (ujarnya), sudah yaa aku tidak bisa berlama lama bicara denganmu, aku rasa sebentar lagi dia keluar dari kamar mandi !" (Ucap Karen dengan nada rendah)


"Baiklah ! Hapus riwayat panggilan ini, agar dia tidak tau !" (Pinta Adam).


Panggilan itu pun berakhir, dan seperti yg di katakan Adam, Karen segera menghapus riwayat panggilan itu sebelum Malaika datang.


Di satu sisi, Adam mulai tersenyum ketika mengetahui bahwa Malaika marah padanya lantaran cemburu.


"Baiklah nona, aku akan sabar menunggu cinta itu tumbuh dalam hatimu." (Seru Adam dalam hati).


Selesai dari pekerjaannya Adam kembali mencari Malaika melalui ponsel miliknya, di lacaklah nomor ponsel istrinya itu, yg kini berada di sebuah butik ternama.


Cukup besar dan sangat terkenal, rupanya tempat itu juga sering di kunjungi oleh mereka dari kalangan atas. Dan secara kebetulan sekali ia bertemu dengan salah seorang teman wanitanya.


"Adam !" (Seru wanita tersebut)


"Haii !" (Sapa Adam dengan senyum khasnya)


Wanita itu kemudian menghampiri Adam dan memeluknya.


"Senang bertemu denganmu !" (Ucap wanita itu), oh yaa sedang apa kau disini ?" (Tanyanya kembali)


"Aku mencari sesuatu !" (Jawab Adam dengan ramah)


"Ohwww ! Apa aku bisa membantu ?" (Tanya wanita itu)


"No thank's, aku akan mencarinya sendiri !" (Adam menolaknya dengan lembut)


"Ehmmmm ! Kau selalu menolak pemberianku !" (Gumamnya)


Pemandangan manis itu cukup menyita perhatian Malaika yg juga berada disana, wanita itu mengetahui kedatangan suaminya, awalnya emosinya sudah mulai mereda, namun ketika Adam berjumpa dengan temannya, amarah Malaika kembali terusik.


Karna suasana hati yg buruk, Kini wanita itu berlalu dari butik tersebut, dan membatalkan agenda blanja pada hari itu.