The Second Husband

The Second Husband
Pub (Bab.70)



Sebuah pesan singkat tak sengaja terbaca oleh Malaika, wanita yg dinikahi Adam selama kurang lebih 13 tahun itu kini sedang membaca notifikasi pesan masuk yg telah mendarat di ponsel suaminya.


"U2 Istanbul Irish Pub at 21.00 "


Itulah pesan masuk yg secara tak sengaja terbaca oleh Malaika, ia nampak berpikir sejenak sambil terus memegang ponsel itu.


"Nomornya tak di kenal, apa dia sedang membuat janji dengan seseorang?" (Pikirnya dalam hati)


Sementara Adam masih di kamar mandi, namun Malaika nampaknya masih di dera rasa penasaran.


Hatinya benar2 tidak tenang, namun ia mencoba untuk tidak berpikiran buruk tentang suaminya.


15 menit kemudian


Terlihat seorang pria yg keluar dari kamar mandi dengan mengibas ngibaskan rambutnya yg basah.


"Adam !" (Panggil Malaika dengan lembut)


"Hmmm ya !" (Jawab Adam sembari menghampirinya)


"Emmmm ! Aku ingin bertanya sesuatu padamu." (Ucap Malaika sedikit ragu)


"Katakan sayank ! Ada apa ?" (Tanya Adam kemudian duduk disampingnya)


"Aku ? Aku harap kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku." (Ucap Malaika sedikit takut)


Wanita itu pun menundukkan pandangannya, lantaran khawatir Adam akan marah padanya.


"Hey ! Kenapa begitu ? Katakan saja ! Aku pasti akan menjawabnya." (Jawab Adam singkat)


"Adam ! Kau !" (Ucapan Malaika tiba2 terpotong)


Adam pun mengangguk seolah membimbing Malaika untuk segera mengungkapkan pertanyaannya.


"Apa sebenarnya tujuanmu datang kemari ?" (Tanya Malaika mencoba memberanikan diri)


Pria besar itu pun lantas mencium pipi mungil istrinya, ia tersenyum heran saat mendengar pernyataan Malaika.


"Adam ! Aku serius ! Kenapa kau malah tersenyum ? Memangnya apa yg lucu ?" (Ucap Malaika dengan kesal)


"Malai ! (Panggilnya sembari menyibakkan rambut Malaika yg sedikit berantakan), memangnya apa yg ingin kau ketahui ? Aku tidak sedang menyembunyikan sesuatu darimu, aku mengajakmu kemari karna memang aku ingin kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan waktu yg cukup lama." (Ucap Adam mencoba menjelaskannya dengan lembut)


"Hahhhh !!! Bisa2nya dia berkata seperti itu ? Jelas2 aku mendapati ponselnya dengan isi pesan yg mencurigakan ! Dasar pria !!" (Gerutu Malaika dalam hati)


Mendengar penjelasan dari sang suami, wajah yg imut itu tiba2 berubah menjadi murung, ia semakin geram namun Malaika mencoba untuk menahan diri agar tidak emosi.


"Hey !! Kenapa cemberut ?" (Tanya Adam sembari memperhatikan wajah istrinya yg kesal)


"Kau berbohong !" (Jawab Malaika singkat tanpa menatap sedikitpun)


"Hahhh ? Aku ??? Berbohong apa ?" (Tanya Adam bingung)


"Sudahlah ! Itu tidak penting !" (Jawab Malaika dengan malas)


Wanita itu pun beranjak dari hadapan suaminya, sementara Adam kini masih di buat bingung dengan sikap sang istri.


Tak lama kemudian, Adam pun meraih ponselnya yg sebelumnya memang ia letakkan di atas meja tempat tidurnya.


Sebuah pesan masuk yg tanpa sepengetahuannya telah terbaca oleh seseorang. Pria dengan kaos oblong berwarna putih itu pun kini berpikir sejenak dan mulai mengerti kenapa Malaika tiba2 bertanya seperti itu.


Adam pun keluar dari kamarnya dan segera menghampiri Malaika yg kini sedang menyendiri di atas balkon.


Sebuah pelukan hangat menyambar di perut yg masih rata itu, tak lupa kecupan hangat yg turut mengikutinya.


"Jangan pedulikan aku, kau masuk saja ! Aku masih ingin disini !" (Jawab Malaika yg sedikit culas)


"Hmmmm !!! (membuang nafas), kau masih marah ?" (Tanya Adam perlahan)


"Entahlah ! Aku masih berhak marah atau tidak !" (Jawab Malaika singkat)


"Hmm ? Kenapa begitu ?" (Sahut Adam)


"Karna tidak penting ! Untuk apa aku marah pada sesuatu yg sebenarnya tidak penting ? Tidak penting juga untukmu kan ?" (Balas Malaika dengan sinis)


"Hey ! Dengar ! (Panggilnya lembut), aku tau apa yg kau pikirkan, kau pasti berpikiran yg bukan2 tentang diriku, aku sangat paham sekali dengan sifatmu malai. (Ucap Adam mencoba menjelaskan), tp ini bukan seperti yg kau pikirkan sayank ! Ini bukan tentang wanita ! (Perjelasnya lagi), dengar ! (Ucap Adam sambil menggenggam tangan mungil itu), aku sedang ingin menyelamatkan saham perusahaan ayah yg hilang entah kemana, aku melacaknya selama kurang lebih dua tahun, dan kini aku telah mendapatinya, orang suruhanku baru saja menghubungiku, ia mengatakan bahwa keberadaan saham itu telah terdeteksi, dan kabarnya nanti malam akan ada transaksi ilegal yg akan terjadi di sebuah bar yg telah di sepakati." (Tuturnya dengan penuh kesungguhan)


"Really ?" (Sahut Malaika dengan tatapan tajamnya)


"Trust me !" (Jawab Adam dengan singkat)


"Lalu kenapa kau berbohong ?" (Tanyanya lagi)


"Malai ? Aku ! Bukan begitu maksudku !" (Ucap Adam yg mulai kehabisan kata kata)


"Dasar pria ! Kalau belum ketahuan mana mungkin kau akan mengatakan yg sebenarnya ? Entahlah ! Kenapa sepertinya kau susah sekali untuk terbuka padaku ? Kau bilang aku istrimu ? Tp kau sama sekali tidak menganggapku sebagai istri, kau ingat ? Sudah berapa kali kau berbohong padaku ? Sulit dipercaya !" (Gerutu Malaika penuh kekesalan)


"Heyy malai ! (Sahut Adam perlahan), kenapa kau mengoceh terus, sudah malam ayo cepat tidur !" (Pinta Adam sembari mengajak istrinya untuk segera masuk ke kamar)


"Ini masih jam 8 tuan Adam Jackson !! (Jawab Malaika dengan nada tinggi), kau sengaja memaksaku tidur supaya kau bisa pergi lebih awal kan ? Iya kan ? Pasti kau juga ada janji dengan perempuan lain, lihat saja aku tidak akan mengampunimu !" (Gerutu Malaika dengan amarahnya)


Tanpa memperdulikan ocehan sang istri, Adam pun segera membopong Malaika untuk masuk ke kamar.


"Cepatlah tidur ! Aku tau kau sangat lelah !" (Bisiknya perlahan)


"Lalu kau akan pergi, begitu ?" (Sahut Malaika perlahan)


"No, no malai ! Aku akan pergi sesuai dengan waktu yg telah di tentukan oleh orang suruhanku ! Aku akan tetap disini sampai waktunya tiba !" (Tuturnya)


"Really ?" (Sahut Malaika)


Adam pun mengangguk mengisyaratkan.


"Tidurlah !" (Pintanya dengan lembut)


Pria itu pun lantas mendekap istrinya dengan penuh kehangatan.


30 menit kemudian, suasana hening mulai terasa, tak ada kebisingan sedikitpun dari suara wanita mungil itu. Ia terlihat sangat lelap dalam tidurnya.


Seperti yg telah di rencanakan, sebuah tempat dan waktu akan segera terlaksanakan.


Sebuah pesan masuk melalui email.


"A woman named Zeynep, wearing a blue elegant dress, straight blonde hair, she will use that woman to sell her shares to a man named Aydin, who is of Swedish nationality".


"Seorang wanita bernama Zeynep, mengenakan gaun elegant berwarna biru,berambut pirang lurus, dia akan menggunakan wanita itu untuk menjual sahamnya pada seorang pria bernama Aydin, yg berkebangsaan Swedia"


Tak lama kemudian, satu pesan kembali masuk ke dalam akunnya.


"Itu sangat mirip dengan anda pak, karna wajah anda sedikit memiliki campuran darah eropa, jika anda datang lebih awal dari pria bernama Aydin, maka itu akan berhasil, good luck sir !"


Di ambilah sebuah jas hitam lengkap dengan tuxedo dan juga sepatu yg senada, juga sebuah topi yg melengkapi penampilannya.


20:45


Seperti yg telah di ketahui sebelumnya, transaksi akan segera di lakukan saat jam menunjukkan di menit ke 00 pukul 9 malam.