The Second Husband

The Second Husband
Middle Park Beach (Bab.64)



"kriiiiiing !!! (Suara telepon berdering)


Kriiiiiiiing !!!


Sekali lagi suara telepon itu memecah keheningan pagi yg melelapkan, Adam yg semula masih terlelap tiba2 tersentak ketika dering ponsel mengusik telinganya.


Pria dengan telanjang dada itu kemudian terbangun lalu meraih ponsel miliknya.


Di tataplah layar ponsel itu, sebuah nomor tak dikenal berada dalam daftar panggilan tak terjawab.


Masih penasaran dengan nomor tersebut, Adam kemudian turun dari ranjang dan segera keluar untuk memastikan siapa pemilik nomor asing itu.


Dengan segera ia kembali menghubungi nomor tersebut.


"Hallo ? (Sapa Adam), siapa ini ?" (Tanyanya kembali)


"Hallo, good morning !" (Balas seseorang yg berada dalam panggilan itu)


Terdengar suara seorang wanita yg telah menghubunginya, suara itu terdengar lembut.


"Siapa kau ?" (Tanya Adam singkat)


"I'm Jessy, bisakah kita bertemu siang ini ?" (Ucap wanita itu tanpa basa basi)


"Aku tidak bertanya tentang namamu, tp apa keperluanmu ?" (Sahut Adam jelas)


"Oh i'm sorry ! Saya dari diamond group ingin bertemu dengan anda, saya ingin mengajak kerja sama dengan perusahaan anda." (Ujar wanita itu)


"Hmmmm ! (Gumamnya), harusnya kau hubungi managerku, semua kendali sudah ku serahkan padanya, dan kau hanya perlu berbicara dengannya, bukan denganku." (Jawab Adam tegas)


"Maaf, bukannya anda ownernya ? Aku sudah menghubunginya tp mereka menyuruhku untuk menghubungi anda secara langsung ?" (Cecar wanita itu)


"Hmmm baiklah ! Silahkan tentukan waktu dan tempatnya !" (Pinta Adam kemudian mengakhiri panggilan)


Rupanya ada yg ingin bermain main denganku, akan ku tunjukkan bagaimana cara mainnya !" (Gumam Adam dalam hati)


Tak lama kemudian, sebuah pesan singkat mendarat di ponselnya yg berisi


"Middle park beach at 11 am"


Sontak membuat Adam terkejut.


"Siapa dia ? Kenapa membuat pertemuan seperti ini ?" (Hatinya terus bertanya tanya sembari menatap layar ponsel itu)


Melihat kecemasan suaminya, Malaika yg datang tiba2 nampak penasaran akan hal itu.


Wanita dengan segelas susu segar itu lalu menghampiri Adam lalu bertanya.


"Why ?" (Tanya Malaika dengan santainya)


Sontak pertanyaan itu mengejutkan lamunannya.


"Oh ! Malai ? No ! Nothing honey ! It's ok !" (Ucap Adam yg mencoba menutupi)


"Okey !" (Balas Malaika masih dengan rasa penasarannya)


"Aku, aku akan pergi mandi !" (Ucap Adam sembari menunjuk ke arah toilet kamarnya)


Pria besar itu pun menanggalkan ponselnya pada sebuah meja di dekat tempat tidurnya, ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Adam tengah membersihkan seluruh tubuhnya, kini Malaika diam2 mulai memeriksa ponsel miliknya, ibu satu anak ini nampak penasaran pada sang suami ketika melihat kegelisahan dalam diri Adam.


"Apa yg membebani pikirannya ? (Malaika bertanya tanya sembari meraih ponsel itu), aku akan memeriksanya !" (Timpalnya kemudian mulai membaca isi pesan tersebut)


Tak lama kemudian, rasa penasaran itu kini berubah menjadi sebuah kepasrahan, raut wajah yg sumringah kini berganti menjadi suram dan pasif.


ia kembali duduk dan menikmati susu segar di tangannya, seolah tidak terjadi apa2, Malaika terlihat biasa ketika Adam telah keluar dari kamar mandi.


Wanita itu mencoba tersenyum seperti biasa saat menyambut tatapan teduh suaminya.


"Aku perhatikan, akhir2 ini kau lebih sering minum susu" (ucap Adam sembari mengelus rambut sang istri)


"Ya, aku hanya sedang ingin." (Jawab Malaika datar namun mencoba untuk tersenyum)


"Itu bagus, kau akan lebih sehat." (Balas Adam dengan hangatnya)


"Kau mau pergi kemana ? (Tanya Malaika dengan polosnya), bukankah kau bilang, kau akan cuti hari ini ?" (Tanyanya lagi)


"Hmmm (gumamnya), iya sayank ! Aku memang sedang cuti hari ini, tp ? Ada pekerjaan mendadak yg mendesakku !" (Tuturnya)


"Kau pergi ke Jepang lagi ? Bukankah Minggu lalu kau sudah ke Jepang ?" (Cecar Malaika masih mencoba untuk tersenyum, walau sebenarnya hatinya telah kecewa)


"Tidak, aku tidak pergi ke jepang ! Aku hanya ada pertemuan dengan klien penting !" (Jawab Adam terus menutupi)


"Emmmmh ! Baiklah ! Take care !" (Balas Malaika dengan senyuman palsunya)


Wanita dengan bandana mocca itu kemudian berlalu darinya, ia bergegas keluar untuk menenangkan diri.


Sebuah kamar tamu sengaja ia pilih untuk menjauh dari suaminya, seolah tak bisa membendung kekecewaannya, Malaika segera mengunci pintu dan menangis.


"Aku sudah tidak peduli mau sedekat apa dia dengan wanita manapun, tp kenapa dia harus berbohong ? (Hatinya terus merintih kesakitan), aku sudah menganggap ini adalah sebuah resiko karna memiliki suami dengan paras dewa, tp kenapa dia harus menyembunyikan itu dariku ? (Malaika terus menangis tanpa suara), aku benar2 tidak mengerti dengan sikapnya, jika dia benar mencintaiku lantas mengapa dia tidak bisa menjaga perasaanku ?" (Batinnya terus berteriak seolah menuntut keadilan pada sang pencipta)


Di sisi lain, nampaknya Adam benar2 menemui wanita itu di sebuah pantai yg telah di tentukan.


Sesampainya di tempat.


Terlihat seorang wanita dengan postur tubuh tinggi, sedang berdiri di bibir pantai untuk menunggu kedatangan seseorang.


Di hampirilah wanita itu dengan posisi yg membelakangi Adam.


"Hay ! (Sapa Adam dengan ramahnya), apa kau yg bernama Jessie ?" (Tanya Adam seolah memastikan)


Mendengar suara Adam, wanita itu kemudian berbalik dan membuka kacamatanya.


Betapa terkejutnya Adam ketika mengetahui bahwa wanita itu adalah seseorang yg sangat ia kenal.


Wanita itu memiliki nama asli Georgina, seseorang yg dulunya sangat tergila gila padanya, namun Adam menolaknya lantaran memang tidak memiliki perasaan apa2 padanya.


Penolakan itu pun akhirnya membuat Georgina merasa depresi dan hampir bunuh diri. Sehingga membuat Adam akhirnya menjauh dari kehidupannya.


Tahun demi tahun, Georgina masih terus mencari Adam hingga ke penghujung dunia, sampai akhirnya ia mendengar kabar bahwa Adam kini telah menjadi orang ternama se Antero negeri.


Namanya hampir di kenal di berbagai kota bahkan negara.


Mengetahui hal itu, wanita dengan blasteran Turki itu kemudian menemui Adam menggunakan nama samaran, karna jika ia mengakui yg sebenarnya maka Adam tidak akan pernah mau menemuinya.


"Apa kabarmu ?" (Tanya Georgina sembari memperhatikan tubuh Adam dari atas hingga ke bawah), kau bahkan semakin tampan meski di makan usia (celetuknya dengan tatapan aerotisnya), Adam ! (Panggilnya), aku bahkan tidak pernah sedikitpun mengurangi perasaanku padamu, aku masih sama, aku masih mencintaimu Adam ! (Tuturnya sembari menjamah dada yg bidang itu), kau tau ? Aku sudah berusaha keras mencarimu, aku bahkan hampir gila karna mencarimu ! (Ucapnya lagi), sekarang kau ada di depan mataku, aku harap kita bisa bersatu Adam, aku benar2 tak bisa hidup tanpamu !" (Tuturnya lagi)


Mendapat perlakuan seperti itu, pria besar itu nampak sedikit risih namun ia berusaha untuk tetap ramah.


"Tolong , kau jangan seperti ini, kita sudah berbeda, kita sudah memiliki kehidupan masing2, kau harus meneruskan hidupmu ?" (Pinta Adam sembari melepaskan tangan itu dari tubuhnya)


"No, Adam ! Kau sudah ada di depanku, aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini lagi, kita harus bersatu !" (Ucap Georgina dengan sangat)


Lagi2 wanita itu menyentuh wajahnya.


"Hey, dengar ! Kita bisa berteman, berteman baik ! Kita juga bisa jadi saudara ! Aku janji aku tidak akan kemana mana lagi ! Tp maaf kita tidak bisa bersatu, ku mohon kau mengerti, aku sudah berkeluarga, dan aku sangat mencintai istriku" (pinta Adam mencoba menjelaskan)


"Aku tidak peduli, walau aku harus jadi istri kedua, asal aku bersamamu Adam, please !" (Terus memohon)