The Second Husband

The Second Husband
Folk Pool & Gardens (Bab.40)



Angin riuh mulai menggemparkan aktifitasnya, kilat bersautan mengeluarkan cahaya. Gemuru mulai terdengar menandakan bahwa hujan akan segera turun.


Malam itu, Adam nampak tergesa gesa menuju rumah sakit, sementara awan gelap semakin mencekamnya.


Di injaklah pedal gas itu dengan kencangnya, kemudian mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


Suara klakson memadati jalan raya, sebuah kemacetan panjang telah terjadi.


Adam semakin kesal di buatnya, kegelisahan terus menjalari pikirannya, di ambilah ponsel itu kemudian menghubungi istrinya.


"Hallo ! Malai !" (Panggilnya)


"Hmm yaa, apa ?" (Jawab Malaika terdengar lemas)


"Are u okay beibhy ?" (Tanya Adam cemas)


"Yaa i'm okay." (Jawabnya lagi)


"Suaramu terdengar tidak bagus ? Apa yg terjadi ?" (Tanya Adam cemas)


"Aku baik baik saja Adam, kau membangunkanku !" (Jawab Malaika lirih namun mencoba untuk tersenyum)


"Ooh i'm sorry malai, aku tidak tau !" (Ucap Adam)


"No, i'm okay ! (Jawab Malaika perlahan), apa kau masih sibuk ?" (Kembali bertanya)


"Tidak ! Aku sebentar lagi sampai, disini sedang terjadi macet, dan sebentar lagi akan turun hujan, (pungkasnya). Kau mau sesuatu ?" (Tanya Adam)


"Aku sedikit lapar, bisakah kau bawakan makanan untukku ?" (Tanya Malaika yg sedikit menggodanya)


"Baiklah ! Kau tunggu disana !" (Jawab Adam singkat)


Tak lama kemudian Malaika mulai tertawa, suara itu terdengar jelas di telinganya.


"Kau tertawa !" (Tanya Adam bingung)


"No Adam ! Aku hanya bercanda, tak usah bawakan apa pun, di luar sedang hujan, kau kemarilah dengan selamat itu sudah menenangkanku !" (Ucap Malaika memperjelas)


Mendengar hal itu Adam pun tersenyum bahagia, rupanya Malaika sedang mengkhawatirkannya.


"Tidak, aku akan tetap bawakan makanan untukmu, aku juga belum makan apapun malam ini, kau tunggulah di sana !" (Pinta Adam lirih)


"Okay see you !" (Ucap Malaika kemudian mengakhiri panggilan)


Beberapa saat kemudian, sampailah Adam di rumah sakit dengan membawa beberapa makanan dari luar.


Terlihat Malaika tengah duduk bersandar pada bantal di atas tempat tidurnya, ia tersenyum ketika Adam mulai menghampirinya.


Di ciumlah kening itu dengan lembut.


"Hey ! (Panggilnya dengan lembut), maaf ! kau menunggu terlalu lama." (Ucap Adam kemudian duduk di sampingnya)


"It's oke !" (Jawab Malaika singkat)


Pria dengan setelan kemeja terbuka itu lalu menyajikan makanan tersebut.


Perlahan ia mulai menyuapi wanita kesayangannya itu.


"Buka mulutmu !" (Pinta Adam)


"Hey apa2an ini ! Aku masih bisa makan sendiri !" (Sahut Malaika)


"Diamlah malai ! Kau sedang tidak sehat, kau sakit karna aku jadi biarkan aku merawatmu, okay !" (Paksa Adam)


"Whatt !! (Malaika terkejut), aku tidak semanja itu Adam !" (Sahut Malaika)


"Sudahlah turuti apa kata suamimu ! Kau akan berdosa bila melawannya ! (Tuturnya), cepat buka mulutmu !" (Pinta Adam)


"Ok baiklah !" (Jawab Malaika pasrah)


Pemandangan itu berlangsung cukup lama, seiring berjalannya waktu sepertinya Malaika mulai peduli dengan suaminya itu, yg semula ia sangat ketus dan cuek pada Adam.


3 hari kemudian, Malaika mulai terlihat sehat kembali. Ia kembali lincah dengan tingkahnya yg kadang sedikit konyol.


"Aku berangkat dulu, ada beberapa owner yg ingin bertemu denganku, mungkin mereka ingin bekerja sama denganku." (Ucap Adam lalu mengusap rambut Malaika)


"Pergilah !" (Ucap Malaika)


Di ciumlah pipi kanan dan kirinya, kemudian berlalu meninggalkan istrinya.


"KRIIIING !!!" (Suara telepon berdering)


Malaika kemudian mengangkat ponsel itu.


"Hallo !" (Sapanya)


"Heyy Malai, cepatlah kemari ! Kami semua sudah menunggumu !" (Ucap seseorang dalam panggilan itu)


"Ok ok Ten minutes !" (Jawab Malaika dengan tergesa gesa)


Mengenakan outfit yg kasual Malaika nampak sedang menghadiri acara reuni sekolahnya.


Folk Pool & Gardens


Adalah restoran yg menjadi pilihan untuk Malaika dan teman2nya mengadakan acara reuni bersama.


Restoran yg bernuansa klasik itu juga di lengkapi oleh kolam renang serta lebih dominan pada pemandangan alam sehingga sangat cocok untuk tongkrongan anak anak muda.


Mereka adalah teman2 kuliah Malaika, tepatnya sekitar 10 tahun yg lalu mereka mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan.


Berjumlah 25 orang yg hadir disana, dan kebanyakan membawa pasangan dan juga anak masing2, sementara Malaika hanya seorang diri disana.


"Dimana suamimu ? Kenapa tidak kau bawa ?" (Tanya Evelyn sambil menyuapi bayinya yg baru berusia 8 bulan).


"Dia ada pekerjaan ! Lagipula ini adalah acaraku dia sama sekali tidak boleh menggangguku !" (Jawab Malaika)


"Wah ! Kau jahat sekali malai ! Apa kau takut jika suamimu beralih pada kami hahahaha !" (Canda ria)


"Hay ! Bagaimana kabarmu malai ? Kau terlihat tak berubah !" (Tanya Teddy)


"Tubuhnya tidak berubah karna dia belum punya anak, coba kalau dia sudah pernah melahirkan, pasti tubuhnya sudah seperti kulkas empat pintu ! Hahahaha !" (Canda Nadine)


Yg lain pun ikut tertawa menikmati seruan itu.


"Ah kalian ini !" (Seru Malaika membalas)


"Cepat pesan makanan !" Kita akan habiskan makanan disini !" (Canda Maura)


"Benarkah !" (Sahut Nadine)


"Tentu saja ! Siapa yg paling kaya disini dia yg harus membayar tagihannya hahahaha !" (Candanya lagi)


"Kau gila ! Jangan seperti itu, kita disini untuk reuni, bukan untuk memamerkan kekayaan !" (Tutur Teddy)


"Hahaha kau bicara seperti itu karna kau tidak mampu kan ? Benar kan ? Dasar parasit dari dulu tidak berubah !" (Maura terus berisik)


"Sudah2 kalian berisik sekali, cepat pesan semua makanan yg kalian suka !" (Pinta Nadine)


"Waiters !" (Panggil Sandy)


Sang pelayan pun menghampiri, lalu satu per satu dari mereka mulai memesan makanan.


"Aku mau steik ayam 1 !" (Pinta Dino)


"Mozzarella steik !" (Pinta Yossie)


"Spaghetti tanpa mayo !" (Sahut Evelyn)


"Aku mau dimsum udang sama greentea !" (Pinta Malaika)


Dan yg lainnya terus bersaut sautan memesan makanan yg mereka sukai.


Sambil menunggu makanan datang, mereka berbincang bincang satu sama lain.


"Aku dengar kau tinggal di luar negeri ?" (Tanya Evelyn penasaran)


"Begitulah !" (Jawab Malaika dengan ramah)


"Woww ! Pasti seru sekali !" (Seru Evelyn) suamimu kerja apa malai ?" (Tanyanya lagi)


"Hanya bisnis kecil !" (Jawab Malaika singkat)


"Aaaaaa ! Pebisnis rupanya ! Keren sekali ! (Serunya), lalu kau kemari ?" (Sahutnya lagi)


"Hanya berlibur, kebetulan dia juga ada pekerjaan disini !" (Jawab Malaika santai)


"Aku jadi penasaran seperti apa suamimu !" (Ucap Evelyn penasaran)


"Aaa tidak ! Hanya laki laki biasa seperti yg lainnya !" (Jawab Malaika dengan merendahkan diri)


"Hmmm ! (Gumamnya) kalo di liat dari outfitmu sepertinya dia bukan laki laki biasa !" (Ucap Evelyn)


"Aaah kau ini berlebihan sekali !" (Ucap Malaika)


"Coba saja kau mengajaknya kemari, pasti sangat seru ! Kita jadinya bukan sekedar reuni melainkan pamer suami juga ! Hahaha !" (Canda Nadine)


"Kau ini bisa saja ! Hehehe !" (Tambah Malaika), sepertinya teman2 kita sudah menikah yaa ! (Ujarnya), bahkan anak kalian sudah besar2 (seru Malaika dengan senyum riangnya)


"Yaaa ! Dan hanya kau yg tidak membawa suamimu kemari ! Ini hari Sabtu, apa sesibuk itu sampai2 dia tidak bisa menemanimu !" (Ujar yg lainnya)


"aaa tidak ! Dia tidak seperti itu, dia sama sekali tidak tahu kalau aku datang ke acara reuni !" (Jawab Malaika dengan santainya)


"Haaa ?? Jadi kau tidak meminta izin suamimu untuk datang kemari ?" (Sahut Maura)


Malaika pun menggeleng dengan senyuman.


"Dasar istri kurang ajar !" (Seru Maura)


Tak lama kemudian beberapa makanan datang dan menghampiri meja mereka.


Semuanya tampak bersuka cita menikmati moment itu.


"Wahh ini lezat sekali ! Aku suka makanan disini !" (Seru Nadine)


"Benar ! Rasanya enak sekali !" (Tambah yg lainnya)


Cuaca cerah semakin menyempurnakan moment itu, meski panas terik namun masih terasa sejuk lantaran tempat tersebut lebih didominasi alam dan banyak pepohonan yg cukup rindang.


Di sela sela mereka menikmati makanan itu, tiba2 terlihat seorang pria tegap mengenakan jas berwarna hitam datang menghampiri meja mereka, dengan langkahnya yg gagah serta kaca mata hitam yg senada semakin menghidupkan aura ketampanannya.


Dia adalah Adam yg datang secara tiba2 tanpa sepengetahuan Malaika, pria itu kemudian berhenti di sampingnya lalu dengan spontan mencium pipinya.


Melihat pemandangan itu, mereka semua yg ada disana tampak terkejut di buatnya. Begitu juga dengan Malaika yg saat itu sedang menikmati gigitan dimsum di mulutnya.


Matanya terbelalak ketika ciuman mesra mendarat di pipinya secara tiba2.


"Adam !" (Ucap Malaika perlahan)


"I'm sorry aku sedikit terlambat ! (Ucap Adam perlahan)


Pria itu kemudian duduk di samping Malaika, dan mengatakan permohonan maaf pada teman temannya lantaran sedikit terlambat.


"I'm sorry guys ! Aku sedikit terlambat !" (Seru Adam dengan ramah)


Pria itu lalu melontarkan senyuman pada mereka, namun kesemua dari mereka tampak diam mematung saat melihat kedatangan Adam yg tiba2.


Mereka sangat terkejut bahwa ada pria setampan itu yg tiba2 berada di lingkaran mereka, sebagian ada yg mengenali sebagian tidak.


"ahhhh ! Bukankah dia ?" (Ucapan Teddy terpotong)


"Hahhhh ! Tolong ! Aku ingin pingsan !" (Seru Maura)


"Benar2 tidak bisa ku percaya, apakah benar dia suamimu Malaika ?" (Tanya Nadine masih tak berkedip)


"Relax guys ! Yaa benar ! I'm Adam, Adam Jackson ! Suami Malaika ! Senang berkenalan dengan kalian !" (Seru Adam dengan ramah)


Suara Adam kemudian memecah keheningan mereka, tak berapa lama akhirnya kebisingan itu kembali bersua.


Mereka semua nampak gugup saat berhadapan langsung dengan CEO besar itu.


"Adam !" (Panggil Malaika berbisik)


"Ya sayank !" (Jawabnya)


"Kenapa kau datang kemari ?" (Tanya Malaika perlahan)


"Bukankah mereka semua membawa pasangan ? Bagaimana bisa kau tidak mengajakku ?" (Tanya Adam)


"Kau sendiri yg bilang kalau kau ada pekerjaan ?" (Ucap Malaika)


"Sudah ku katakan padamu kan ! Tidak ada yg lebih penting darimu ! Aku melihat ponselmu dua hari yg lalu, kau akan menghadiri sebuah acara, bagaimana mungkin aku membiarkanmu melewatkan moment ini sendirian sementara teman2mu membawa pasangan masing2." (Jawab Adam santai)


"Wow ! Kalian romantis sekali !" (Seru Teddy)


Malaika mencoba untuk tersenyum di depan teman2nya, tp mulutnya masih meracau tak karuan.


"Setidaknya kau beritahu aku dulu Adam ! Mereka pasti akan menggodaku, aku sangat malu !" (Gerutu Malaika dengan berbisik)


"Relax lah !" (Jawab Adam lalu mengusap rambut istrinya)


"Wow ! Kau menyembunyikan suami setampan ini dari kami ? Jadi itulah sebabnya kenapa kau tidak ingin mengajaknya kemari !" (Seru Maura yg menggodanya)


"Benar ! Aku rasa suamimu ini buta karna telah memilihmu menjadi istrinya ! Coba saja lihat ! Dia setinggi menara Eiffel sementara Malaika hanya setinggi tiang listrik ! Hahaha " (Goda Nadine)


"Bahkan sepertinya dia harus mengenakan heels yg tinggi untuk berciuman mesra ! Hahahaha (tambah Maura)


"Aaaa diam kalian !" (Ucap Malaika sedikit kesal).