The Second Husband

The Second Husband
Seasot Garden (Bab.74)



"hmmm benarkah ? Mungkin kau sedang merindukan seseorang ?" (Tebak Adam dengan spontan)


"Well, i think so ! But i don't know, siapa yg harus ku rindukan, sedangkan dia setiap hari ada di depan mataku." (Balas Malaika seolah menyindir pria yg ada didekatnya itu)


Adam pun tersenyum lembut mendengar pernyataan sang istri, pria itu nampak tersipu ketika sebuah pujian Malaika menggema di telinganya.


"Jangan bicara omong kosong di depanku nona, itu tak akan merubah apa pun." (Balas Adam dengan santai)


"So, whatever tuan Adam Jackson !" (Ucap Malaika seraya beranjak dari tempat itu)


Malam pun tiba, pria besar itu terlihat sedang bersiap untuk pergi ke suatu acara, jas formal berwarna hitam juga setelan yg senada.


Pemandangan itu pun sangat tak asing bagi seorang Malaika, ia hanya terdiam mengamati setiap gerak gerik suaminya.


"Kau tidak bertanya padaku, kemana aku akan pergi ?" (Tanya Adam dengan polosnya)


"Tidak perlu mengulang pertanyaan yg sama kan, lagi pula jawabannya sudah pasti tak berubah." (Balas Malaika seraya memandangi pria besar itu di depan cermin riasnya)


"Kau terlalu jujur Malai !" (Tuturnya sembari merapikan dasi di lehernya)


"Hmmm apa pedulimu, lagipula jika aku melarangmu pergi, apa itu akan merubah keadaan ?" (Balas Malaika dengan remehnya)


"Percayalah aku tidak akan lama (ucap Adam menegaskan), akan ada pertunjukan balap untuk kelas mobil sport mereka, dan mereka memintaku untuk mensponsorinya." (Tegasnya lagi)


"Hmmm, pergilah sesuka hatimu Adam ! Tidak akan ada yg menghalangimu !" (Jawab Malaika sedikit sinis)


"Hey ! Kau marah padaku ?" (Tanyanya dengan cemas)


Seketika tubuhnya berbalik menghadap istrinya, tatapannya gelisah seolah merasa bersalah.


"Tidak ada gunanya aku marah padamu, tuan !" (Jawab Malaika sedikit malas)


"Aku janji aku akan segera kembali !" (Pungkasnya sembari memeluk tubuh mungil itu)


Tak lama kemudian, pergilah pria besar itu meninggalkan Malaika seorang diri di apartemen.


"Dia selalu menjadikanku alasan untuk pekerjaannya, padahal dia sendiri sibuk dengan pekerjaannya, tidak di Sidney, tidak di Melbourne, tidak di Turki, tidak dimana pun, dia selalu seperti itu, bilangnya mengajakku jalan jalan, tp akhirnya aku sendiri yg terabaikan ! Benar2 menyebalkan ! (Gumamnya dalam hati), hufffft baiklah ! Ini Indonesia bukan, aku akan mencari kesenanganku sendiri ! Tidak perduli apapun pendapatnya nanti !" (Gumamnya lagi)


Waktu berlalu begitu singkatnya, tak terasa 3 jam ia hanya berdiam diri di kamar menunggu kedatangan suaminya, namun sampai kini Adam tak juga kembali.


"Aku sudah coba menghubunginya lewat pesan, tp dia malah mengabaikanku, ini sudah jam 1 dini hari, huffft astaga ! Kenapa burung gagak itu slalu menyiksaku seperti ini, tidak ada gunanya aku disini, aku bahkan seperti manekin toko yg hanya di pajang untuk menarik pembeli, benar2 tak berguna !" (Celetuknya dalam hati)


Matanya terus terjaga seolah berat untuk terpejam, wanita itu benar2 lelah menghadapi suami tampannya.


Di ambilah sebuah ponsel miliknya, ia berniat untuk memesan tiket pesawat ke Lombok melalui ponselnya, namun setelah di pikir pikir lagi, ia pun membatalkan rencana itu.


"Emmm, tidak tidak ! Kalau aku memesannya lewat online pasti burung gagak itu akan tau ! Hmmm baiklah sebaiknya aku lihat jadwal penerbangannya saja, besok aku akan datang ke bandara dan membeli langsung disana ! Yah benar, kali ini aku benar2 ingin melewati liburanku dengan baik, tak seorang pun boleh merusaknya !" (Gumam Malaika)


Setelah berkecamuk dengan rencananya, akhirnya wanita itu memutuskan untuk tidur.


Beberapa jam kemudian,


Pagi yg masih buta itu rupanya dengan cepat membangunkannya.


Matanya terbuka melihat sekeliling, sebuah jas dan juga celana nampak terbengkalai di sembarang tempat, bahkan aroma alkohol pun sangat menyengat menusuk penciumannya.


"Astaga ! Dia mabuk ?" (Malaika terkejut saat melihat tubuh besar itu sudah berada disampingnya)


Wanita itu segera turun dari ranjang dan merapikan segala yg berserakan di lantai.


Langit masih terlihat gelap kala itu, tepatnya di jam 03.00 pagi, setelah selesai merapikan segalanya, Malaika kembali melanjutkan tidurnya.


Hingga tak terasa 5 jam berlalu, wanita itu kemudian tersentak tatkala sinar matahari menembus pandangannya.


ia nampak panik ketika melihat arah jarum jam menunjuk di angka 8 pagi.


"Kenapa kau begitu panik, tidurmu cukup baik malam ini !" (Puji Adam dengan santainya)


"Hahhh ! Kau pikir ini lucu ? (Celetuknya), lihat ! Bahkan kau pulang pagi buta dan sekarang mau pergi lagi !" (Sindir Malaika tatkala melihat Adam kembali rapi dengan setelan jas warna lain)


"Aku harus menandatangani beberapa saham pagi ini, mereka client penting !" (Celetuk Adam dengan santai nya)


"Kalau begitu kenapa semalam kau pulang ? Katanya sebentar, tp pulang2 bau alkohol ? Wanita mana yg sedang kau kencani ?" (Sahut Malaika dengan kesalnya)


"Tenanglah nona ! Kenapa kau selalu berburuk sangka padaku ?, Mereka menghidangkan beberapa minuman untuk sambutan hangat, apa aku harus menolaknya ?" (Mencoba menjelaskan)


"Whatever !" (Balas Malaika sinis)


Tanpa mengurangi rasa bersalah sedikit pun, pria besar itu kembali menghampiri sang istri yg sedang kesal, seperti biasa ia selalu mendaratkan beberapa kecupan kecil sebagai tanda untuk berpamitan.


"Huhhhh !!! (ia melenguh perlahan)


Tenaganya mengendur, nafasnya pasrah seolah tak tau lagi bagaimana cara mengendalikan suami tampannya.


"Teman2ku selalu iri padaku, mereka bilang aku sangat beruntung memiliki suami yg tampan dan kaya raya, tp kenyataannya ? Bahkan aku sendiri tak bisa mengendalikan suamiku, penampilannya, paras tampannya, waktunya, bahkan hidupnya, bukan sepenuhnya milikku, huffffft !!! Aku bisa stresss kalau berlama lama sendirian seperti ini !" (Gumamnya lesu)


Beberapa menit kemudian, Malaika tampak rapi dengan setelan yg kasual, ia berjalan keluar apartemen dengan langkah yg tegas, tak lupa sebuah koper sedang juga menemani langkahnya.


Tibalah di sebuah bandara, seperti yg telah di rencanakan sebelumnya, ibu satu anak itu berniat untuk menghabiskan waktu liburannya di lombok, pemandangan disana begitu indah dan exotic.


Tampak seorang petugas mengarahkannya untuk segera masuk pesawat karna penerbangan akan segera take.


"Thank you !" (Ucap Malaika dengan ramah)


Duduklah ia di kursi pesawat, tatapannya mengarah pada jendela besar itu namun pandangannya kosong tak terarah.


Di tangannya masih menggenggam ponsel, tak lama kemudian getar di ponselnya membuyarkan lamunannya.


Sebuah pesan dari Adam, suami tampannya yg kini tengah sibuk dengan urusannya.


"Aku akan kembali petang hari, kau mau dibawakan apa?" (Ucapnya dalam pesan singkat tersebut)


Semakin kesal dengan isi pesan itu, Malaika hanya membaca tanpa membalasnya sedikitpun, kemudian ia kembali mengabaikan ponselnya, bahkan ia juga menonaktifkan.


"Hahhhhhhh !!!" (ia menghela nafas panjang)


Singkat saja perjalanannya, wanita dengan kaca mata itu telah sampai di tempat dimana ia bisa merasa tenang, relax bahkan sangat menyejukkan mata.


SEASOT GARDEN


Sebuah taman wisata yg merupakan kawasan hutan dan sungai jernih, lokasinya berada di seasot narmanda lombok barat, tempat ini juga memiliki spot foto yg indah seperti luncuran air terjun, bebatuan besar dan gazebo2 yg cocok di gunakan untuk tempat piknik keluarga.


"Wow !! So wonderfull !" (Seru Malaika ketika mengamati alam dengan begitu jelasnya)


Wanita yg tengah hamil muda itu segera mengambil kamera kari tasnya, ia begitu antusias ketika melihat pemandangan alam yg begitu eksotis, air terjun yg mengucur dari ketinggian, serta batu2 besar yg mengelilinginya.


"Huhhhhh !! (Menghela nafas panjang), udara disini benar2 fresh, bersih, paru2ku terasa seperti di guyur hujan akibat panas berkepanjangan, ini benar2 liburan, sayank sekali Adam tak bersamaku sekarang, coba saja jika dia mau meluangkan sedikit waktunya untukku, pasti aku akan sangat merasa bahagia." (Gerutunya dalam hati)


ia pun hanya tersenyum kecil karna menyayangkan ketidak hadiran suaminya. Malaika benar2 merasa kesepian karna tak pernah mendapatkan kebersamaan dengan suami tampannya.


Memiliki suami dengan karir bagus tak membuat ibu satu anak ini merasa bahagia, sejak pertama kali tinggal bersama Adam, sudah jelas sekali bahwa Adam adalah orang yg sangat penting dimana pun dia berada, dan itu membuatnya kehilangan waktu bersama keluarganya.


Entah mengapa itu mengingatkan Malaika pada masa lalu suaminya, sebelumnya Adam memanglah putra seorang konglomerat yg kurang kasih sayank di keluarganya, kedua orang tuanya sangat sibuk dengan pekerjaan masing2, sehingga membuat putra bungsu itu cenderung menghabiskan waktu di luar dan hampir tidak mengenal orang tuanya, hingga ia dewasa pun nampaknya Adam telah terbiasa mandiri tanpa dedikasi orang tuanya.


Sontak ingatan itu mengejutkan Malaika, ia khawatir jika putra semata wayangnya akan mengalami nasib yg sama dengan ayahnya.