The Second Husband

The Second Husband
The Jackson Company (Bab.47)



22:00


Pergerakan kursi itu masih mengayun dengan ringannya, ia duduk sambil mengamati layar laptop yg ada di depannya, memantau setiap pergerakan ke 15 perusahaannya, walau tak pernah datang langsung untuk memantau, namun semua itu tak pernah lepas dari kendalinya.


Kaos oblong hitam dan juga celana jeans menyelimuti tubuhnya, Adam masih terjaga dengan beberapa pekerjaannya.


ia berada di sebuah kamar yg akan di tempatinya.


"TOK TOK TOK !!!" (Suara itu membuyarkan konsentrasinya)


Tak lama kemudian, pintu itu terbuka, terlihat samar2 bayangan seseorang mulai menghampirinya di antara gelapnya cahaya redup itu.


"Kau masih terjaga rupanya ? Apa yg sedang kau kerjakan putraku ?" (Tanya sang ayah dengan menepuk pundaknya)


Seketika ayunan kursi itu terhenti ketika sang ayah mengajaknya bicara.


"Hanya pekerjaan kecil ayah." (Jawab Adam singkat lalu kembali menatap layar itu)


"Apa kau selalu memantau pekerjaanmu dari sini ?" (Tanya sang ayah dengan menunjuk ke arah laptop)


Pria besar itu kemudian mengangguk.


"Ke lima belas perusahaan itu ?" (Tanyanya lagi)


"Yah !" (Jawab Adam singkat), bukan sesuatu yg sulit ayah." (Tegasnya)


"Wow ! (Puji sang ayah)


Pria itu kemudian memperhatikan apa yg telah di kerjakan putranya.


"Dan semuanya terkendali hanya dengan satu komputer ? (Puji sang ayah dengan kagumnya) Kau hebat nak ! Bagaimana mungkin kau bisa melakukan semua ini ! Bahkan kau mempercayai semua karyawanmu untuk urusan yg serius seperti ini !" (Tambahnya)


"Aku menggaji mereka dengan jumlah yg cukup tinggi, ayah ! (Tegasnya), itulah mengapa mereka bisa sangat profesional padaku, dan jika ada yg coba2 berbuat curang maka dia harus membayar ganti rugi gaji yg selama ini mereka dapatkan." (Ucap Adam memperjelas)


"Kau berani mengambil resiko sebesar itu hanya untuk membeli kepercayaan mereka ? Apa kau tidak takut bangkrut nantinya ?" (Tutur sang ayah)


"Jatuh bangun dalam berbisnis itu sudah biasa ayah, tergantung kitanya, mau bangkit lagi atau tidak." (Pertegas Adam)


"Hmmm ayah kagum padamu ! (Seru pria tua itu), lantas mengapa kau jarang mendatangi kantormu dan lebih memilih bekerja hanya dari rumah saja ?" (Tanya sang ayah penasaran)


"Saat aku bekerja pada seseorang aku menghabiskan terlalu banyak waktu, sampai aku tidak bisa menikmati uangku, tp saat aku sudah menjadi pemilik perusahaanku sendiri lalu untuk apa aku bekerja lagi ? Lagi pula Malaika dan juga Danthe adalah hartaku yg sebenarnya, mereka tak ternilai ayah, bahkan seluruh dunia pun tak akan setara dengan mereka berdua." (Tuturnya)


"Excellent ! Kau cerdas sekali nak !" (Puji pria tua itu)


"So ? Apa ayah memerlukan sesuatu dariku ?" (Tanya Adam)


"Ah ! Ayah hampir lupa ! (Pria tua itu kemudian tersadar akan urusannya), besok kau bisa datang ke kantor ayah dan lihat beberapa dokumen penting di sana, laporan keuangan, laporan kinerja, track penjualan dan lain sebagainya, kau perlu memeriksa semua itu ! Dan yah ! Semua berkas itu ada di ruangan kakakmu, mereka pasti tidak akan mengijinkanmu masuk, ruangan itu selalu terkunci saat Jonas tidak ada disana, tugasmu sekarang, ambil alih perusahaan itu darinya kemudian ayah sangat berharap kau bisa mengendalikannya !" (Pinta sang ayah penuh harap)


"No ayah ! Aku tidak akan mengambil sesuatu yg bukan menjadi hak ku." (Sahut Adam)


"Tp nak, hanya kau satu2nya harapan ayah, ayah tidak mau semua yg telah ayah bangun bertahun tahun lamanya hancur begitu saja." (Pertegasnya)


"Ayah tenang saja, aku akan coba membantu ayah, aku akan mengendalikannya tp tidak untuk memilikinya, percayalah ayah !" (Ucap Adam dengan menggenggam tangan pria tua itu)


Keesokan harinya


Seperti biasa, dengan penampilannya yg casual, ia berjalan dengan tegapnya, langkahnya penuh percaya diri seolah tak ada rasa takut pada siapapun.


Adam berjalan memasuki perusahaan ayahnya, The Jackson Company yah perusahaan yg bergerak di bidang tekstil dan lebih mengarah pada fashion wanita.


Tanpa keraguan sedikitpun ia membuka pintu kantor seolah itu adalah miliknya sendiri.


Langkahnya yg cepat itu sempat menarik perhatian banyak orang yg ada disana, termasuk resepsionist dan juga beberapa keamanan.


Walau ia sempat terkejut saat pertama kali memasuki kantor itu, bagaimana tidak, semuanya terlihat berantakan, beberapa karyawan banyak yg tidak bekerja sebagaimana mestinya, mereka sangat tidak disiplin, ada yg bergosip, ada yg makan saat jam kerja, ada yg cuma bermain main dengan ponselnya, ya walau ada sebagian yg bekerja, tp pemandangan itu cukup memprihatinkan baginya.


Namun pria besar itu hanya sepintas memperhatikan aktifitas mereka, ia kemudian meneruskan langkahnya menuju ke ruangan pribadi CEO.


Belum sampai disana, tiba2 seseorang menghentikan langkahnya dan bertanya :


"Excusme, sir ?" (Tanya salah seorang pria)


Adam kemudian berhenti.


"Can i help u ? Ummmh i mean, may be u want to meet a someone ?" (Tanya nya kembali)


"No ! Aku tidak sedang ingin bertemu dengan siapa2." (Jawab Adam dengan ramah)


"Ahmmm sorry sir ! Saya manager disini (tegasnya), i'm Jay (memperkenalkan diri), Jay Erizon !" (Mengulurkan tangan untuk berjabat)


Semua orang yg ada disana nampak memperhatikan percakapan dua orang pria itu, mereka sangat penasaran tentang siapa pria yg tiba2 datang ke kantor tanpa permisi itu.


"Siapa dia ? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya ?" (Bisik seorang staf pria)


Kemudian mereka saling bergerombol untuk mengetahui.


"Wow ! Dia sangat keren ! Tubuhnya besar sekali !" (Seru salah seorang wanita)


"Hmm yaa bahkan dia sangat tampan sekali ? Siapa dia ? Ada keperluan apa dia datang kemari ?" (Timpal seseorang lagi)


"Entahlah ! Setelah Mr. Jonas rupanya masih ada lagi yg lebih tampan darinya !" (Sahut yg lainnya)


Melihat gerak gerik karyawan yg ada disana, Adam kemudian meminta manager itu masuk ke sebuah ruangan.


Manager itu masih tidak mengerti dengan sikap pria yg ada di hadapannya, awalnya ia sempat kesal lantaran sikap Adam yg terkesan tegas.


"Sir ! Apa yg anda lakukan ! Siapa anda ? Kantor ini punya aturan ! Jangan bersikap seenaknya ! Anda sangat tidak sopan, jika anda memiliki urusan harusnya anda mendatangi resepsionist terlebih dahulu, ada sistem keamanan juga disini, anda tidak bisa seenaknya tuan !" (Cecar pria itu)


Mendengar celotehan manager itu Adam segera mendorong tubuh manager itu hingga ia terduduk di sebuah kursi yg kebetulan ada dibelakangnya.


"Siapa aku ? Mengapa aku ? (Bentak Adam dengan kesal)


Pria itu sedikit ketakutan namun ia mencoba untuk tetap tenang.


"Dengar ! Kau manager disini bukan ! Jika aku seenaknya dikantor ini, lantas mengapa kau biarkan seluruh karyawan bekerja semaunya, bagaimana kinerjamu ! Kalian makan gaji buta ! Jika ku lihat bulan depan masih seperti ini, aku tidak akan membiarkan kalian semua berada disini ! (Ancam Adam dengan amarahnya)


"Ta tapi tuan ! Siapa kau sebenarnya !" (Ucap manager itu gugup)


Tak lama kemudian suara ponsel berdering memecahkan ketegangan antara mereka berdua.


Rupanya ponsel tersebut adalah milik manager itu, dengan segera ia mengangkat teleponya.


"Yes sir !" (Ucap sang manager masih dengan ketakutan)


"Hei Jay ! Aku lupa memberitahumu bahwa hari ini putra bungsuku akan datang ke sana dan mengambil alih perusahaan untuk sementara waktu, aku minta kerja sama kalian, karna dia bukan orang sembarangan seperti putraku yg satunya, tolong beritahu yg lain !" (Ucap seseorang dalam panggilan itu)


"Yes sir !" (Balas sang manager kemudian mengakhiri panggilan)


Rupanya orang tersebut adalah ayah dari Adam, Setelah mendengar penjelasan darinya, manager semakin tegang karna ternyata pria yg ada di hadapannya adalah putra bungsu dari bos besarnya.


"I'm sorry sir ! (Ucap sang manager dengan gugup), saya tidak tau bahwa anda adalah putra bos besar !"


"Bangun ! (Pinta Adam singkat), berikan kunci ruangan CEO !" (Timpalnya)


"Ba baik !" (Ucap manager itu kemudian berlalu)


Kedua pria itu kemudian berjalan menuju ruangan CEO dimana ruangan itu selalu terkunci ketika Jason tidak berada disana. Dan sama sekali tidak ada yg berani membukanya termasuk ayahnya sendiri.


Melihat pemandangan itu para staff dan juga karyawan yg bergerombol nampak terkejut dan semakin di buat penasaran.


"Astaga ! Apa yg dia lakukan disana !" (Sahut seseorang)


"Bukankah tidak ada yg boleh menyentuh ruangan itu saat bos tidak ada ?" (Tambah yg lainnya)


"Jay ! Dia benar2 cari masalah !" (Sahutnya lagi)


Setelah Adam memasuki ruangan tersebut, ia kemudian menutup ruangan dan Jay kembali bekerja di ruangannya, namun sebelum itu salah seorang wanita yg ada disana memanggilnya dan menginterogasinya.


"Hey bodoh ! Apa yg kau lakukan ! Kau biarkan orang asing memasuki ruangan bos tanpa perintah ! Kau benar2 membiarkan kami dalam masalah besar !" (Gerutu salah seorang dari mereka)


"Iyah benar ! Kau ingin mempertaruhkan nasib kami semua ! Bagaimana setelah ini ?" (Sahut yg lainnya dengan kesal)


Mereka semua nampak panik dan bingung.


"Sudahlah ! Kalian semua kembalilah ke meja kerja masing2, bekerjalah dengan baik ! (Pinta manager itu dengan lesu)


"Apa ? Kau menyuruh kami seolah kau adalah bosnya, hey bodoh ! Sejak kapan kau yg memimpin perusahaan ini ? Bahkan setelah bos menjadi buronan tidak ada yg boleh memberi perintah pada kami kecuali bos besar sendiri !" (Celetuk salah seorang wanita)


"Aku malas menjelaskan semuanya pada kalian, sebaiknya kalian Googling saja cari tau informasi tentang putra bungsu bos besar, kalian akan tau jawabannya !" (Pinta manager itu kemudian ia berlalu)


"Apa ? Putra bungsu ? Bos besar memiliki putra bungsu ?" (Mereka bertanya tanya)


"Aku pernah mendengarnya tp aku tidak pernah melihatnya sebelumnya, bahkan bos besar sendiri tidak pernah mempublikasikan tentang putra bungsunya." (Timpal yg lainnya)


"Benarkah !" (Sahut yg lainnya)


"Mungkin si tolol itu benar, sepertinya kita harus mencari tau informasi tentang putra bungsu bos besar, dengan begitu kita tidak akan dibuat penasaran seperti ini !" (Saran seorang wanita)


"Baiklah ! Come on come on !" (Ajak yg lainnya)


Segerombolan orang itu kemudian berpindah tempat ke satu meja kerja seseorang, disana mereka benar2 membuka google dan mencari informasi tentang putra bungsu bos besar mereka.


Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui pria besar itu adalah putra bungsu dari bos mereka.


"ADAM JACKSON, CEO termuda yg sukses dengan 15 cabang perusahaannya, 7 di ausy dan 8 di Jepang." (Ucap seseorang saat membaca informasi dari google), astaga ! (Terkejut)


"Bahkan dia lebih kaya dari bos besar kita, bagaimana mungkin ?" (Ucap salah seorang dengan kagumnya)


"Lihat ! Selama ini dia tinggal di Sydney, menjauh dari keluarganya kurang lebih 7 tahun lamanya, namanya ADAM Corporate, bahkan dia sama sekali tidak menggunakan embel2 nama ayahnya dalam perusahaan itu, luar biasa ! Bukan hanya tampan, tp dia juga cukup sukses dan juga kaya raya ! Lulusan terbaik MBA ! Wow ! Ini benar2 berita penting !" (Seru salah seorang wanita)


"Bagaimana mungkin berita penting seperti ini bisa lolos dari kita, bahkan kita sama sekali tidak tau kalau dia adalah putra bungsu bos besar !" (Tambah yg lainnya)


Kesemua dari mereka masih bergosip sambil menatap layar komputer itu.


Tak lama kemudian, manager itu kembali menghampiri mereka.


"Ehemmmm !" (Suara dehem menghentikan aktifitas mereka)


Seketika orang2 itu menoleh nampak sedikit gugup.


"Bagaimana ? Sudah selesai bermain mainnya ?" (Ucap manager itu yg sedikit berbisik)


"Kenapa kau tidak bilang terus terang bahwa dia adalah putra bungsu bos besar ?" (Tanya seorang wanita)


"Nanti saja basa basinya, kalian semua kembalilah ke meja kerja masing2 ! (Pinta sang manager), atau dia akan benar2 membunuhku ! Dia lebih menakutkan dari harimau." (Timpalnya).