
Dengan mengenakan setelan jaket kulit berwarna coklat, ia berjalan memasuki gedung pertemuan.
Hari itu sedang di adakan sebuah acara peresmian peluncuran produk baru salah satu perusahaan, memang bukan milik Adam, namun ia telah mensponsori perusahaan tersebut.
Suasana terlihat begitu riuh, ketika pria berparas rupawan itu berjalan naik ke atas panggung, bagaimana tidak, selain ia sukses dalam karirnya Adam juga mendapatkan tempat tersendiri dihati para wanita mana pun.
Senyumnya yg candu mampu menyihir semua kaum hawa yg melihatnya, pria yg memiliki pribadi humble itu banyak di sukai para wanita bukan lantaran parasnya saja, Adam memiliki sikap yg rendah hati pada siapa pun, ia bahkan tidak pernah pilih2 dalam berteman.
Mengenakan dress yg senada dengan warna pakaian yg di pakai Adam, Malaika terlihat elegant saat turut menghadiri acara tersebut.
ia kagum pada sosok suaminya itu, ia baru menyadari bahwa Adam adalah satu2nya laki laki terbaik yg pernah ia temui setelah mendiang almarhum suaminya terdahulu.
ia tersenyum melihat Adam yg tengah berpidato, namun tak lama kemudian Malaika merasakan sakit di area intimnya.
"Astaga ! Kenapa nyeri sekali, dia benar2 menyiksaku pagi ini ! (Gerutunya dalam hati), Awhhhh uhhhh !" (Keluhnya)
Wanita itu lantas segera beranjak dari keramaian itu, dengan langkah yg terburu buru ia menuju ke toilet.
Masih mengeluhkan rasa sakitnya, Malaika kemudian memutar kran di atas wastafel, mengucurlah dengan deras air yg keluar dari sana.
"Aduhhh ! Kenapa semakin sakit rasanya !" (Keluhnya)
Di ambilah sebuah ponsel dari tas miliknya, kemudian di tekanlah nama Adam disana.
"Hal hallo ! Adam !" (Panggilnya gugup)
Mendengar suara Malaika yg gugup, Adam merasa sepertinya sedang terjadi sesuatu yg buruk pada istrinya, pria itu segera menghampiri Malaika yg kini berada di toilet.
Terlihatlah disana Malaika yg sedang tersandar pada dinding toilet, menahan sakit yg luar biasa hingga ia tak sanggup lagi untuk berdiri.
"Malaika ! Apa yg terjadi padamu !" (Adam panik)
"Sakit ! Rasanya sakit sekali Adam ! Aku seperti terluka parah !" (Ucapnya dengan nafas tersenggal senggal)
Dengan sigap Adam segera membawa istrinya ke rumah sakit terdekat.
Singkat cerita, Malaika sedang di tangani oleh dokter dan Adam masih menunggunya di luar.
Beberapa saat kemudian.
"Bagaimana dok ?" (Tanya Adam panik)
"Tidak ada yg perlu di khawatirkan tuan, ibu dan bayinya masih selamat !" (Ucap sang dokter)
Mendengar pernyataan dokter Adam bernafas legah, namun ia masih penasaran mengapa Malaika mengeluhkan rasa sakit yg luar biasa.
"Lalu mengapa dia merasa kesakitan dok ?" (Tanya Adam penasaran)
Dokter pun tersenyum.
"Hanya luka kecil, area intimnya mengalami sedikit robekan tp anda tak perlu khawatir kami sudah menjahitnya." (Ucap sang dokter dengan sedikit senyum), saya sarankan anda jangan terlalu agresif saat berhubungan itu akan melukainya (pinta sang dokter sambil menepuk bahu Adam).
Mendengar pengakuan dokter, Adam sangat terkejut dan malu di buatnya.
"Astaga, kau tidak perlu membongkar aibku seperti itu, dokter sialan !" (Gerutu Adam dalam hati)
Dokter pun berlalu, kemudian Adam pun segera menghampiri istrinya.
"Malai ! (Panggilnya dengan lembut), are u okay ?" (Tanya Adam sambil mengusap rambut istrinya itu)
Dengan tatapan melotot, Malaika nampaknya kesal dengan suaminya itu.
"Kenapa tidak kau bunuh saja aku ! Aku belum pernah melahirkan dan sekarang aku sudah mendapatkan 5 jahitan di area intimku ! Aku akan menghukumu Adam !" (Ucap malaika kesal)
"I'm sorry beibhy, i'm sorry !" (Pinta Adam dengan lembut)
"Bullsyitt dengan ucapan itu ! Kau harus di hukum !" (Sahut Malaika)
"Baiklah ! Berikan saja hukuman yg pantas untukku ! Agar aku tidak mengulanginya !" (Ucap Adam pasrah)
"Selama satu bulan kau tidak boleh menyentuhku !" (Ucap Malaika)
Mendengar ucapan istrinya, Adam sangat terkejut dan tidak terima dengan hukuman itu.
"Baiklah ! Kalau begitu, kita akan tidur terpisah !" (Ucap Malaika)
"No !" (Jawab Adam tegas)
"Hey ! Ayolah ! Kenapa egois sekali !" (Seru Malaika)
"Tidak malai, aku tidak akan bisa melakukan itu, aku tidak mau tidur terpisah denganmu !" (Ucap Adam masih bersikeras)
"Astaga ! Bocah nakal ini benar2 ingin membunuhku rupanya !" (Gerutu nya)
"2 Minggu saja, bagaimana ? (Tanya Adam), aku akan menahannya selama 2 Minggu sampai lukamu benar2 sembuh." (Pinta Adam)
"Hissssssht ! Sialan ! Sudahlah aku ingin istirahat ! Pergi dari sini dan jangan pernah menggangguku !" (Ucap Malaika yg semakin kesal).
Di ciumlah kening itu kemudian ia bergegas meninggalkan Malaika seorang diri, ia akan membiarkan istrinya beristirahat dengan nyenyak.
Tak lama kemudian ia di kejutkan oleh suara dering di ponselnya.
"Hallo Ayah ! Ada apa ?" (Tanya Adam saat coba mengapa ayahnya melalui telepon)
"Kau dimana ? Ayah perlu bicara secara pribadi denganmu !" (Jawab sang Ayah)
"Katakan Ayah !" (Ucap Adam singkat)
"Tidak nak, ayah tidak bisa mengatakan ini melalui telepon, katakan kau ada dimana ? (Tanyanya sekali lagi)
"Aku sedang ada pekerjaan di luar ayah !" (Jawab Adam simpel)
"Baiklah, kapan kau kembali ?" (Tanya sang ayah)
"Hmm tidak tau, mungkin 1 atau 2 Minggu lagi." (Jawab Adam singkat)
"Ya sudah, hubungi ayah jika kau sudah kembali !" (Pinta sang ayah)
"Hmm okay !" (Jawabnya kemudian mengakhiri panggilan).
Di tataplah jam tangan yg terbalut di pergelangan tangannya.
"Aku harus mendatangi dua seminar lagi, Malaika benar2 sendirian sekarang ! (Gerutu Adam dengan cemasnya), bagaimana ini ?" (ia bingung)
Langkahnya terburu buru karna mengejar deadline, pria bertubuh tegap itu selalu profesional dalam pekerjaannya, bahkan ia tak pernah mengecewakan klien sedikit pun.
Sebuah seminar yg terselenggara di Bali cukup memadati aktifitasnya, tidak ada rencana untuk event ini, bahkan sebenarnya ia pergi ke Bali hanya untuk menemui Malaika, namun entahlah, sebuah pekerjaan selalu mendatanginya.
Pria yg memiliki 15 perusahaan itu juga menanam saham di berbagai perusahaan lain, dalam maupun luar negeri, hingga prestasinya mampu menggeser perusahaan milik ayahnya sendiri.
Parasnya yg rupawan, dan penampilan yg selalu terlihat cool semakin menyempurnakan hidupnya, tak sedikit wanita yg ingin mendekatinya, namun ia lebih memilih cuek dengan semua bualan mereka.
Memiliki jiwa petualang yg sangat tinggi dan sudah terbiasa hidup sederhana sejak kecil, mengajarkannya untuk selalu mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, termasuk ayahnya sendiri yg sudah kaya raya lebih dulu.
ADAM
Putra bungsu dari seorang konglomerat yg hidupnya sudah terjamin sejak kecil, namun ketika ia menginjak remaja ia lebih memilih untuk hidup sederhana dan lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah.
Bahkan sangat jarang sekali ia pulang, lantaran meski ia tinggal di rumah besar namun semuanya terasa sepi, kedua orang tuanya sibuk mengurus perusahaan, sementara kakaknya juga bersekolah di jerman saat itu.
Hidupnya hampa tak ada warna, hari2 ia hanya di temani oleh seorang pembantu.
Kesepian itu kemudian mengusiknya untuk melakukan perubahan, dan pada akhirnya ia lebih memilih tinggal di asrama bersama teman2 sekolahnya.
Hingga masuk ke perguruan tinggi pun, Adam hampir tak pernah pulang mengunjungi keluarganya, memangnya siapa yg mau di kunjungi, rumahnya selalu sepi, kedua orang tuanya hanya pulang untuk beberapa menit saja kemudian kembali lagi dengan kesibukannya.
Selama kuliah di Australia, ia lebih memilih tinggal di asrama, ia juga lebih sering melakukan hal2 sosial dan juga beberapa hobby lainnya seperti berpetualang ke hutan atau bahkan traveling ke tempat2 yg exotis untuk mengisi waktu luangnya.
Memiliki paras tampan sejak lahir tak membuatnya menjadi sombong dan angkuh, bahkan ia sangat rendah hati pada siapa saja. Uang bulanan dari ayahnya juga tak sepenuhnya ia gunakan untuk hal2 pribadi.
Seratus ribu dollar australia bukanlah jumlah yg sedikit, jika di kurs kan ke mata uang rupiah menjadi satu milyar lebih, itu adalah uang yg di terima Adam setiap bulannya dari sang ayah.
Meski begitu ia tak begitu serakah dengan uang tersebut, ia pakai seperlunya kemudian sesekali ia gunakan untuk membantu sesama yg membutuhkan.
Hingga suatu ketika, saat ia baru lulus dari kuliah ia kembali ke Indonesia kemudian melakukan petualangan ke hutan untuk mengisi waktu liburannya, dan disana lah kehidupannya bersama Malaika di mulai.