
Sanctuary, adalah sebuah kelompok rahasia yang berada dibawah naungan Athena Grup yang baru-baru ini terbentuk. Mereka terdiri dari beberapa orang pilihan yang memiliki tatto zodiak dan tatto ksatria perunggu pelindung Athena.
Kini 12 pemilik tatto zodiak telah berkumpul, mereka terdiri dari usia 16-22 tahun dengan Kirania dan Petra yang paling muda.
Para petinggi Athena Grup memperkenalkan dirinya masing-masing lalu menjelaskan tujuan mereka mengumpulkan pemilik tatto zodiak.
"Kami mengumpulkan kalian untuk meminjam kekuatan tatto kalian. Kami ingin melawan Aaron, salah satu mafia terkuat di kota X. Dia adalah pemilik tatto Fenrir, tatto terkuat sekaligus tatto kegelapan." Jelas Aretha panjang lebar.
"Fenrir adalah Violated tatto, tatto itu sangat kuat dan mampu menguasai inangnya. Pemilik tatto itu menjadi sangat kuat yang mampu menghancurkan apapun lalu membunuh inangnya sendiri." Arabella menjelaskan.
"Lalu siapa Aaron itu?" Tanya salah satu diantara mereka dengan penasaran.
"Aaron Masamoto, dia adalah ketua mafia terkuat di kota ini. Dia melakukan penjarahan, pembunuhan dan penjualan manusia dan organ tubuh serta hal ilegal lainnya di kota ini. Kekacauan ini terjadi sejak 2,5 tahun lalu semenjak dia menetap di kota ini." Jelas Ren panjang lebar.
"Baik. Kami akan membantu kalian." Balas Petra dengan semangat dan penuh tekad.
"Kami juga." Sahut yang lainnya serentak.
"Terimakasih atas bantuan kalian semua. Sebelum kita memulai, sebaiknya kalian beristirahat dahulu dan kita akan menyusun rencana besok." Lalu Aretha membagikan kunci kamar pada mereka.
💠💠💠ðŸ’
Kirania menatap sekelilingnya dengan dahi berkerut. Ruangan serba biru dengan seorang pria tampan duduk di sebuah singgasana megah menyapa pengelihatan nya.
"Akhirnya kau menemuiku lagi~" Seru Ganymede sambil tersenyum lebar.
"Bukannya aku sedang tidur, ya?" Balas Kirania jengkel. Dia ingat tadi sedang rebahan dan pria tua itu seenak udelnya memanggilnya kemari? Astaga.
"Aku merindukanmu, bocah~" Ganymede bangkit dari singgasananya dan berlari menghampiri Kirania. Dia memeluk Kirania dengan erat hingga gadis itu kesulitan bernafas. Sadar jika dia memeluk Kirania dengan erat, buru-buru Ganymede melepaskan pelukan mautnya dan mengacak acak kepala gadis itu dengan gemas.
"Ada apa kau memanggilku kemari?" Ucapnya kesal sambil menepis tangan Ganymede yang sibuk mengacak-acak rambutnya. Segera Kirania memperbaiki rambutnya yang berantakan akibat tangan nakal Ganymede.
"Ada yang ingin ku katakan padamu tentang tatto Fenrir." Ucap Ganymede serius membuat Kirania menatapnya dengan penasaran.
"Dia adalah Violated Tatto yang menguasai inangnya, kan?"
"Benar, tapi kurang tepat." Jawab Ganymede lalu menarik nafasnya dalam-dalam. "Dia menguasai inangnya lalu mengendalikan nya sesuka hati. Dia akan membuat kehancuran di mana-mana, tak peduli kawan atau musuh. Setelah bosan dia akan membunuh inangnya sendiri dan akan mencari inang yang baru secara spontan. Kemunculan tatto itu tidak bisa di prediksi." Jelas Ganymede panjang lebar.
"Jadi bagaimana cara mengalahkan tatto itu?" Tanya Kirania penasaran.
"Tatto tidak bisa dikalahkan, namun dia bisa dihancurkan. Karena Fenrir baru muncul, kekuatannya sangat lemah. Kau bisa mengalahkan tatto itu sekaligus inangnya."
"Jadi apa yang harus aku lakukan?"
Ganymede memberitahu Kirania. Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Terimakasih telah memberitahukan aku." Ucap Kirania tulus sambil memeluk Ganymede dengan erat. Kirania tidak pernah menemui Ganymede secara langsung selain mendengar suaranya saja membuatnya merindukan pria itu.
"Apa kau merindukan aku yang tampan ini?" Godanya sambil membalas pelukan Kirania.
"Kau itu sudah tua. Jangan terlalu narsis begitu." Sungut Kirania kesal dan melepas pelukannya.
"Tapi aku masih muda dan tampan." Ganymede menyugar rambutnya.
"Dan jomblo seumur hidup." Ejek Kirania yang berhasil membuatnya kesal.
"Jangan meledekku, bocah! Kau tau kami tidak memiliki perasaan seperti itu!"
"Ah~ Sepertinya aku harus mencari pacar~"
"Sepertinya rencanamu itu tidak akan berjalan mulus mengingat bagaimana seekor singa dan 2 pria tua itu memperlakukan mu." Balas Ganymede dengan nada mengejek membuat Kirania tersadar jika ayah, paman dan kakaknya selalu menatap laki-laki yang menatap dirinya dengan tatapan tajam seperti singa kelaparan membuatnya pasrah.
"Kau tidak ingin mereka mengamuk, kan?"
Kirania menggeleng kan kepalanya cepat-cepat. Dia ingat betul bagaimana guru berkumis baplang itu di kirim ke rumah sakit oleh ayahnya, belum lagi sang paman mengebiri guru itu membuatnya meringis.
"Dia telah melecehkan mu dengan kata-kata nya, jadi ini belum seberapa. Harusnya kau memecahkan testisnya tadi." Jawab Albert santai saat Kirania bertanya kenapa pria itu membawanya ke rumah pak Harres. Setelah itu dia dikirim kerumah sakit tempat Joshua bekerja dan dengan bahagianya pria itu menyuntikkan sesuatu pada alat vital pak Harres. Meskipun sang paman harus rela kehilangan pekerjaannya.
Kirania hanya bisa menghela nafas pasrah dengan kelakuan paman dan ayahnya yang sangat absurd itu. Seperti rumor yang beredar, mereka sangat gila dan kejam jika menyangkut sesuatu dengannya.
"Sepertinya aku tidak bisa berpacaran." Keluh Kirania sambil merengut sebal yang langsung mendapat tawa mengejek dari Ganymede.
💠💠💠ðŸ’
Albert menyortir berkas kerjasama dengan aura hitam menguar dari tubuhnya. Udara disekitarnya seketika menurun drastis membuat Joshua dan Roy menggigil seketika.
"Jangan memandang berkas itu dengan raut seperti itu, Albert. Kau mau membuat kami membeku kedinginan, hah?!" Seru Joshua sambil mengeluarkan hawa panas.
"Bukannya kau memiliki tatto Phoenix api? Harusnya kau menggunakan tattomu itu untuk menghangatkan tubuhmu." Balas Albert.
"Tapi Roy akan membeku disini."
"Aku akan melelangnya nanti jika dia membeku." Balas Albert yang membuat Roy kesal.
"Kenapa kau mengeluarkan aura dingin seperti ini? Tinggal tanda tangani saja berkas-berkas itu dan pekerjaan mu selesai." Balas Roy sambil menggigil kedinginan.
"Kau pikir ini surat kerjasama, hah?" Lalu Albert melemparkan berkas itu yang kini mendarat di depan mereka. Seketika suhu ruangan mendadak berubah menjadi panas saat Joshua membaca berkas itu.
"Surat perjodohan dengan dalih kerjasama?" Beo Joshua dan menatap Albert dengan serius. Seketika wajah pria tampan berambut cokelat dihiasi kedutan.
"Itu berarti aku menjual putriku sendiri dan membuatnya menderita, heh?" Senyum kejam terpatri di wajah tampan Albert, tidak lupa kedutan menghiasi wajah tampan pria itu.
Suhu ruangan berubah menjadi panas dingin membuat Roy ingin menangis. Dia yang memiliki tatto garuda dengan elemen angin hanya bisa pasrah pada 2 pria pemilik tatto naga es dan Phoenix api ini.
"Kita apakan mereka, Albert? Aku tidak ingin keponakan cantikku jatuh ditangan mereka." Ucap Joshua dengan nada membunuh. Aura hitam dengan api berkobar-kobar menjadi background Joshua.
"Sepertinya kita harus mengubur mereka hidup-hidup. Mereka ini tidak pantas untuk putriku yang berharga." Balas Albert dengan hawa dingin menguar. Dia terlihat seperti singa yang ingin menerkam mangsanya detik ini juga.
"Kita harus melindungi Kirania dari predator itu, bagaimanapun caranya." Ucap Joshua dengan menggebu-gebu.
"Kalian berdua tenanglah." Roy yang tersiksa mencoba menenangkan Albert dan Joshua yang terlihat ingin memutilasi seseorang.
"Bagaimana aku bisa tenang jika mereka menginginkan putri kesayanganku dengan menukarkan sahamnya begitu saja? Kirania lebih berharga daripada setumpuk kertas tidak berguna itu." Ucap Albert pedas membuat Roy meringis. Apa segitu bucinnya Albert hingga mengabaikan tawaran saham yang membuatnya kaya hingga tak bisa habis selama tujuh turunan?
"Aku tidak rela jika Kirania menjadi milik orang lain dengan cepat. Usianya tidak cukup untuk hal picisan seperti ini." Celetuk Joshua sambil meremas kertas itu dengan kesal.
"Kenapa kalian tidak memberikan kebebasan dalam pergaulannya? Bukankah usianya sudah pantas untuk menggandeng pacar atau sekedar berpacaran?" Tanya Roy penasaran. Seketika suhu ruangan kembali berubah membuat Roy menelan ludahnya paksa.
'Glek'
"Tidak akan kubiarkan dia menderita karena hal seperti itu. Putriku bukan alat transaksi." Geram Albert.
Joshua mengambil berkas itu dan melipatnya menjadi kapal kertas, bahkan sesekali dia membakar nya dengan apinya.
Albert segera beranjak meninggalkan ruangannya dan bergegas keluar ruangan meninggalkan Roy dan Joshua disana.
"Sepertinya dia sangat menyayangi Kirania, ya?"
"Kami mencintai nya. Sejak kecil Kirania tidak pernah mendapatkan cinta dari keluarganya.
Kami berusaha mengisi kekosongan hatinya dan gadis itu masih trauma dengan beberapa hal." Jelas Joshua membuat Roy terdiam.
"Albert dulu adalah hasil ujicoba dari Damian sejak remaja setelah dijual oleh ayahnya sendiri. Dia berhasil selamat dan sampel DNAnya diujicobakan ke Kirania yang saat itu masih bayi." Jelas Joshua membuat Roy membelalakan matanya.
Sementara Albert menuju kamar Kirania dan mendapati gadis itu terlelap. Dia menyelimuti Kirania dan mengecup pucuk kepala gadis itu dengan sayang. Terlihat setetes air mata mengalir di pelupuk mata gadis itu. Segera Albert menghapusnya dan menenangkan Kirania.
"Tenanglah. Papa disini bersamamu." Ucap Albert lembut sambil menepuk-nepuk pundak Kirania. Pria tampan itu merebahkan diri di sebelah gadis itu dan ikut terlelap ke alam mimpi.