
**Istana vancloria
sang raja merasa bingung karena ksatria Lux mendapatkan pedang besar, dan Ia mengingatkan kepada suatu mitos atau cerita rakyat yang sangat di percaya hampir seluruh kerajaan di dunia ini.
tiba-tiba sang peramal istana datang menghampiri raja franck yang gelisah**.
"yang mulia, mengapa kau terlihat sangat gelisah" kata peramal kerajaan
"Apa kau tau, si ksatria yang gemuk dia memilki pedang besar, saya khawatir mitos dari para rakyat akan menjadi nyata" kata Raja franck memberitahu peramal.
"baik tuan mari ikut saya untuk meramal kerajaan ini" kata peramal mengajak ke ruangan peramal.
setelah sampai mereka duduk dan sang peramal mulai mengeluarkan bola ajaib dan dia mulai mengusap bola nya dan mengucapkan beberapa mantra.
"wahai bola Ajaib berikanlah saya gambaran tentang kerajaan ini" kata peramal yang membaca mantra.
mereka berdua terkejut karena istananya hancur terbakar karena ksatria berbaju hitam yang sedang memegang pedang besar berwarna hitam.
"uhhh......apakah ini benar?" kata raja yang semakin khawatir.
"ini benar tuan tetapi dari postur tubuh dan warna pedang terlihat berbeda sama ksatria gemuk waktu itu" kata peramal.
"oh sepertinya pedang itu sudah berpindah tangan ke orang lain sehingga di salah gunakan" kata raja
"tapi tuan bukanya senjata milik ksatria tidak bisa berpindah tangan ke orang lain" kata peramal.
" sebenarnya bisa, asalkan orang itu memiliki crystal of cursed " kata sang raja.
"tapi barang itu sudah hancur 300 tahun yang lalu tuan"
kata peramal yang penasaran.
"baik, kita lihat nanti saja apakah ksatria lux ada perubahan, kalau ada perubahan kita akan langsung menghancurkanya " kata sang raja.
pasar kerajaan.
"huft...huft...tuan-tuan kamu makanya berat badan itu turunin dong biar gk malu" kata Amber.
"iya maaf,trus kamu juga jangan langsung masuk dong kan aku malu" kata Lux.
"A-aku kan penasaran yaudah aku buka aja, terus ketika aku membuka tirainya aku melihat sesuatu yang menonjol" kata Amber membuang muka.
"huh? menonjol?, he-eh (wajahnya memerah) ja-ja-jangan-jangan" lux kaget dan malu karena perkataan Amber tadi.
"Apa?,eh......Maksudku yang menonjol itu perut oke,dasar tuan teddy pikiran mu ini! hmph......." kata Amber membuang muka karena menutup wajahnya yang memerah.
(pa-pa-padahal yang nonjol bukan perut doang,aduhhh....(wajahnya memerah)tidak menyangka hari ini bisa seaneh ini) kata Amber dalam hati dengan wajah yang masih memerah.
" tuan putri kamu tidak apa-apa" kata Lux kebingungan.
"heh?....uh....*uhuk(pura-pura batuk) aku baik-baik aja kok, ya Aku sehat sentosa" kata Amber tersenyum canggung.
"ehh....oke baiklah" kata lux bingung dengan tingkah Amber.
hari mulai gelap, lux dan Amber mencari tempat penginapan.
"tuh, liat teddy ada tempat penginapan" kata amber sambil menunjuk ke sebuah rumah bertingkat.
"oke kita akan kesana" kata Lux mengikuti Amber.
setelah masuk mereka langsung memesan 2 kamar
" whaa....ada tuan putri ada yang bisa saya bantu" kata penjaga penginapan.
" aku ingin memesan 2 kamar" kata Amber sambil mengangkat 2 jari
"baik harga penginapanya menjadi 20 perak saja" kata penjaga penginapan.
"whaa....murah banget, tuan teddy kamu yang bayar" kata Amber
" baik tuan putri ini satu keping emas" kata lux.
"baik, ini kembalinya" kata penjaga
"oke terima kasih" kata Amber.
mereka ber2 langsung jalan kekamar masing-masing untuk beristirahat.
" tuan teddy!!" kata Amber sambil tersenyum.
"Ada apa tuan putri?" kata Lux.
"Bobo bareng yuk~♡" kata Amber menggoda Lux.
"he-eh (wajahnya memerah) m-ma-maksudnya?" kata Lux malu-malu.
"hihihi~ bercanda kok, oke selamat malam tuan teddy jangan begadang ya..." kata Amber dan langsung menutup pintu kamar.
"hufft......oke selamat malam" kata lux.