The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Desa para orang kerdil



Pagi tiba, Lux sedang berlatih ditaman, Amber baru bangun tidur.


"Hoooaam.....Tuan Lux tumben" Kata Amber.


"Yup, Aku tidurnya gk nyenyak karena pengap" kata Lux sedang push up.


"hihihi~ maaf tuan" Amber menggaruk kepalanya.


Lillith akhirnya bangun dari tidurnya.


"oh pagi Lily" kata Amber.


"huh? oh pagi Mbak" Kata Lillith yang masih setengah sadar.


"tuan aku buatkan minum ya..." Amber langsung masuk kedalam gubuk


" Ok " kata Lux sambil melatih pukulanya dipohon.


Minuman yang dibawa Amber Akhirnya datang.


"Tuan!! Mbak udah bawakan Minumnya" Lillith teriak ke Lux.


"oh ok" Lux langsung datang menghampiri mereka ber2.


Lux meminum Air yang diberikan Lillith.


"Ahhh....Terima kasih Amber" kata Lux.


"Sama-sama tuan" Amber tersenyum.


"Amber gimana sekarang kondisimu?" Lux bertanya Ke Amber.


"Kondisiku sudah baik tuan" kata Amber.


"Oh Baiklah, Lily tolong Ambilkan peta di dalam" Lux menyuruh Lillith mengambil peta didalam tasnya.


"Baik tuan" kata Lillith


Lillith memberikan petanya Ke lux


"ini tuan"


"terima kasih" kata Lux.


Lux langsung melebarkan petanya.


"Kita mau kemana tuan?" kata Amber


"kita akan pindah dari sini ke desa seberang" Lux menunjuk ke peta.


"emang kenapa tuan?" Kata Lillith


" kita harus keluar dari sini dan mencari tempat perlindungan sebelum Portal Iblis itu datang" Kata Lux.


"Ehhh..!!! portal itu kapan munculnya?" Kata Amber.


"Kurang lebih 5 minggu lagi" Kata Lux.


"Tuan tau darimana?" Kata Lillith.


"dari ini" Lux mengeluarkan Arloji kuno dari kantongnya.


"ehh..?? itukan jam biasa" Lillith bingung.


"itu bukan jam biasa tetapi Alat ukur waktu, kapan Portal iblis itu muncul" kata Amber


"Oohh..." Kata Lillith


" Baiklah, Siapkan Barang yang ingin kalian bawa dan taro di gerobak" Kata Lux.


"BAIK TUAN"kata mereka ber2.


Setelah itu semua barang-barang sudah ditaru di gerobak


"yang membawa gerobaknya siapa tuan?" Tanya Amber.


"Tentu saja Aku" Kata Lux.


"Ehh...!! tuan tidak keberatan?" Amber kaget.


"gk kok" Lux langsung menarik gerobaknya.


"baiklah tuan" kata Amber


**Amber dan Lillith mengikuti di samping Lux.


Mereka Akhirnya keluar dari hutan tersebut**.


"huh? Aneh perasaan waktu itu aku sulit banget keluarnya" Lux bingung.


"Mungkin ada penjaganya tuan" Kata Amber.


"Penjaganya?" tanya Lillith.


"Iya, biasanya disetiap hutan ada penjaganya, dan hutan ini dikenal Berbahaya dan mistis karena yang menjaga Hutan ini adalah Dark Dratite Dragon, monster itu sudah hidup 307 tahun yang lalu dan telah membunuh kurang lebih 2 juta orang" Kata Amber


Lux kaget dan seketika berhenti menarik Gerobaknya


"Ada apa tuan?" Lillith panik melihat Lux.


Lux tiba-tiba muntah darah, dan matanya dibagian Irisnya Berwarna Merah serta pupilnya berwarna ungu


"Tu-tuan!!!" Lillith panik.


Amber langsung memberikan Kendi kecil ke Lux.


"ini tuan minum" Kata Amber.


"huh..huh..te-terima kasih" Lux meminum Airnya dan melihat Amber.


Amber kaget melihat Mata Lux yang berubah.


" Tu-tuan jangan-jangan kau berhasil membunuh naga tersebut" Kata Amber terkejut.


" I-iya Aku berhasil membunuhnya, monster itu telah menghalangiku untuk mengambil bunga langka untuk mu" Kata Lux.


Amber langsung mengeluarkan Air matanya dan memeluk Lux.


"Tu-tuan...hiks...kau rela berkorban nyawa demi menyelamatkan aku hiks..." Amber menangis.


" itu sudah menjadi tugas sang ksatria" Lux melepas pelukan Amber.


mereka langsung melanjutkan perjalananya


" ohhh....jadi ,setelah tuan membunuh Naga itu, tuan langsung berubah penampilanya" Kata Lillith


" trus pas tuan berubah, apa yang tuan rasakan?" Tanya Lillith


"Sakit banget, seperti ada makhluk yang masuk kedalam tubuhku" Kata Lux.


"Whaaa~, berarti naga itu telah menjadi Soul spirit tuan" kata Amber.


"berarti saya mempunyai kekuatan Naga" Kata Lux


"Benar sekali tuan" Kata Amber menjentikan jarinya


"tetapi apakah tuan bisa menggunakan skill dari soul spirit tersebut?" tanya Amber.


"Belum bisa karena belum cukup Levelnya" Kata Lux.


Lillith melihat desa di depan mereka


"Tuaan!!! itu ada desa" Lillith menunjuk ke depan.


Setelah berjalan beberapa menit Akhirnya mereka sampai didesa tersebut, penduduk desanya berukuran Pendek dan rumah-rumahnya mereka kecil.


"ini desa Apa?"Tanya Lux ke Amber.


"ini desa kerdil, ras manusia yang hampir musnah dan terkenal dengan kemampuan Pandai besinya" Kata Amber.


"hampir musnah? maksudnya Mbak?" Tanya Lillith.


"ras ini hampir musnah saat 3 kerajaan iblis bersatu dan menghancurkan kerajaan Vanholus dan sekitarnya" Kata Amber.


"ohh.."Kata Lux dan Lillith.


Dan kepala desa datang menghampiri mereka ber3.


"hai, penjelajah selamat datang di desa kerdi" kata kepala desa.


mereka melihat kebawah.


"oh!, hihihi~ halo"Kata Amber tersenyum.


Kepala desa melihat Lux dan Amber yang membawa pedang.


"apakah kalian seorang ksatria?" Kata kepala desa.


"iya" Lux menganggukan kepalanya.


"WHAAA....Akhirnya, Nama saya werner kepala desa di desa ini" Werner senang karena telah datang seorang ksatria.


"nama saya Vallux dan ini putri kerajaan vanclorian namanya Amber" Lux mengenalkan Amber ke werner


"Salam kenal" Amber menundukan kepalanya.


"dan ini partnerku yang satu lagi Namanya Lillith" Lux mengenalkan Lillith ke Werner.


"hal-halo" Lillith menundukan kepala.


"Hahaha, bolehkah saya minta 1 permintaan?" Kata Warner.


"Tentu saja" Kata Lux.


"tapi, sebelum itu mari ikut saya ke rumahku" Werner mengajak mereka ber3.


Setelah itu mereka sampai dirumah Werner yang kecil.


"hehehe~ Aku lupa kalian bukan manusia kerdil ya" Werner tertawa.


"tunggu sini, nanti akan aku bawakan minum" Werner masuk kedalam rumahnya


Werner membawakan Gelas yang sebesar tangan Anak Sd kelas 3.


"nih, gelasnya silahkan diminum" Kata Warner.


"Imut banget gelasnya" Kata Amber.


gleek....gleekk...gleekk (mereka ber3 meminum susu yang digelas).


"Whaa....segarnya" Kata Lillith sambil tersenyum


"oke, bisakah kalian menetap disini lebih lama lagi" Werner memohon ke Lux.


" Untuk apa?" Kata Lux.


"sebentar lagi portal iblis akan datang bisakah kalian membantu kami" Kata Werner.


"Baik, Imbalanya Apa?" kata Lux.


"hei!!! nggak boleh gitu tuan" kata Amber.


"Baiklah, Imbalanya saya berikan Armour yang spesial" Kata Werner


"Emang kalian bisa buat Armour terbaik?" Kata Lux.


" Eh..! jangan salah tuan, mereka membuat Armour khusus untuk para raja bahkan Ayah Angkatku menggunakan Armour buatan bangsa ini" Kata Amber.


"Benar yang dikatakan perempuan tadi, Kami ras kerdil dari bangsa Villagio-hadid " Kata Werner.


"oh Baiklah" Kata Lux.


"sekarang waktunya kita siapkan tempat tinggal untuk kalian" Werner menyuruh rakyatnya membuat rumah untuk Lux,Lillith dan Amber.


Waktu malam pun tiba, mereka berhasil membuat Rumah yang muat untuk 3 orang.


"ce-cepat sekali membangun rumahnya" Lux takjub.


"itulah keahlian kita" kata para warga


"Whaaa....makasih" Lillith senang melihat rumahnya.


"Awwww.......tentu saja gadis imut" kata para warga.


" terima kasih semua" Kata Amber dan Lux.


Mereka langsung masuk kedalam.


" cukup luas untuk 3 orang ya..dan kamar tidurnya ada 2" kata Lux.


"kalian tidurnya ber2 saja" Kata Lux.


"Baik tuan" kata mereka ber2


" tuan tidur yuk..." kata Lillith.


"kalian ber2 saja, Aku ingin mempelajari Skill baru" Lux sedang membaca buku.


"yuk...Mbak tidur" Kata Lillith


"oke" Kata Amber.


Beberapa jam kemudian.


"huft.....Amber dan Lillith sudah seperti Adik Kakak" Lux melihat Amber yang tidur memeluk Lillith.


" Baiklah selamat malam" Lux Langsung masuk kekamarnya dan tertidur.


Pagi pun tiba


Lux membangunkan Amber dan Lillith.


"Oi!! bangun sudah pagi" Lux mengetuk pintu kamar Amber.


"Hooaaaam......ha-halo tuan" Kata Amber.


" oh, pagi tuan" kata Lillith.


"Aku sudah buatkan sarapan" Lux menunjuk ke meja makan.


"Hmm.....Aromanya sangat nikmat, ini apa tuan?" Kata Amber.


"Nasi goreng, masakan dari duniaku" Kata Lux.


"Whaa..." Lillith sangat gembira dan menyuap makananya.


Mereka ber2 kaget karena belum pernah memakan makanan ini.


"i-ini enak banget tuan" Amber kaget


"Enak, Nyam...nyam..nyam" Lillith melahap nasi gorengnya.


"kalau sudah selesai, nanti kita ke hutan untuk menaikan level kita" Kata Lux.


"BAIK TUAN" kata mereka ber2