
Setelah mereka selesai sarapan, Mereka ber3 langsung keluar dari rumah.
"tuan, ayok kita ke hutan" Kata Lillith.
Lux menganggukan kepalanya.
Mereka tiba-tiba mendengar suara Langkah kuda,
Ketapak....ketepuk..ketapak...ketepuk.
mereka langsung menghampiri suara kuda tersebut, dan Akhirnya mereka melihat Edward menggunakan kuda putihnya dan Baju zirah berwarna Emas.
"Hah!! Edward?" Lux kaget melihat Edward.
"oh siapa elu?" Kata Edward melihat Lux.
Edward melihat Amber.
"Huh?, Amber sayang~, bukankah kau terbunuh oleh iblis" Edward turun dari kudanya dan menghampiri Amber.
Amber langsung berlindung dibelakang Lux.
"Awas lu, jangan ngalangin" Edward mendorong Lux.
Edward mencium tangan Amber, dan ditonton para Warga.
"pasti kau sedih saat jauh dariku" kata Edward.
"dasar BABI berkacamata, membiarkan gadis sepertimu diserang iblis" Edward mengelus wajah Amber.
Amber menatap Lux minta tolong, Lillith ketakutan mengumpat dibelakang pohon
"HEI..!!!" Lux menarik baju Edward.
"Gk usah ikut campur!!!, Manusia Abu-Abu" Edward melihat Rambut Lux.
"Huft...Gw yamashiro vallux" Kata Lux.
"huh?, Ahahaha mana ada Lux kayak gini" Edward tertawa sambil menepuk kepala Lux.
"BERISIK!!!, Pergi dari sini sekarang JUGA!!!" Lux marah sambil memegang mencekik Edward.
" Ohhh...lu mau ribut sama Gw" Edward Menangkis cekikan Lux.
Shing....(Edward mengeluarkan tombaknya yang berapi)
Tiba-tiba Werner datang menghadap Ke Edward.
"sudah jangan ribut disini, Damailah" Werner menenangkan mereka ber2.
"Bacot kecil!!!" Edward menendang perut Werner.
"Pak Werner!!!" kata Amber.
"uhuk..uhuk...A-aku baik-baik saja" Kata Werner.
"Cih.., Ayok kita duel disana" Lux menunjuk ke Lapangan Hijau yang luas.
"huft...pasti mudah" Edward meremehkan.
Lux, Amber, Lillith dan Edward sampai di lapangan hijau tersebut.
"Baiklah peraturanya tidak boleh menggunakan sihir dan pertarungan akan berhenti sampai ada yang menyerah atau terluka parah" Kata Edward.
"Baiklah" Lux mengeluarkan Pedangnya.
Amber dan Lillith menepuk pundak Lux.
"Tuan hati-hati" Kata Lillith.
"jangan maksain diri" Kata Amber khawatir.
"tenang saja" Kata Lux.
"hohoho pedang yang indah, Ksatria Babi" Edward tertawa.
"huft...." Lux menarik napasnya.
Edward langsung berlari dan menusukan tombaknya.
Shing...Desing..(suara pedang dan tombak yang saling berbenturan)
Edward bergerak sangat Lincah, Lux sulit menangkis Tombak Edward.
Hap...(Edward melompat dibelakang Lux).
Lux melihat belakang dan....
Desing....(pedang Lux menahan Tombak Edward).
Mereka saling menahan serangan.
"Hahaha, udah capek belom?" Kata Edward.
"Grrrr...." Lux tampak kelelahan.
Edward lompat dan menedang kepala Lux.
Pow!....(edward menedang Dagu Lux).
"Ahaahahah, Kamu kuat juga" Kata Edward.
Amber dan Lillith merasa khawatir.
"tuan hentikan" Kata Amber dan Lillith.
"ngk" kata Lux.
Lux melihat profil Edward.
(APA!, edward level 35, gk seimbang ini) Kata Lux dalam hati.
"ada apa ksatria level 27?" Kata Edward.
"kau pasti kalah" Edward menyombongkan diri
Lux berlari.
suara benturan dari senjata mereka semakin keras.
Shing....desing...(suara pedang dan tombak)
buk...bak..buk..buk...(suara pukulan dan tendangan)
Lux melihat Edward kelelhan.
"ini kesempatan" Lux berlari.
Hap....Slash! (Lux melompat dan menebas Edward)
Edward langsung membacakan sihir.
"Time slow" Edward membacakan mantranya dengan pelan.
Tiba-tiba Lux geraknya melambat dan...
Sreek....(edward menusuk dada Lux).
Gedebug...(lux jatuh).
Edward ingin menusukkan tombaknya ke kepala Lux dan di tahan...
"Trappola d'acqua" Lillith langsung membacakan mantranya.
Edward terperangkap dibola Air Lillith.
"Tuan!!!" Amber langsung menyeret tubuh Lux.
"Ak-Aku harus bertarung" Lux berdiri kembali.
" udah tuan jangan maksain diri" Amber menahan Lux.
"TIDAK!!!, Dia sudah meremehkanku" Lux menepis tangan Amber.
Amber melihat Mata Lux yang memerah danAura kemarahan sudah muncul
Amber langsung menarik tubuh Lux dan mencium Pipi Lux.
"Cup!..." Amber mencium pipi Lux.
**Lux sadar dan tubuhnya menjadi lemas.
Edward melihat Amber mencium Lux.
bola Airnya pecah**.
splash..!
"Kurang ajar kau!!, manusia kucing yang lemah" Kata Edward.
" Baiklah coba yang ini" kata Lillith.
Terra Squeezioz...!!!
Badan Edward diapit 2 gundukan tanah.
Watershot...!! (Lillith membadahi tubuh Edward dengan Air)
"Ini yang terakhir" kata Lillith.
"Thunderolt Kabbir..!!!"
**Awan disekitar Edward menjadi gelap dan Akhirnya menyambar Listrik yang sangat besar Ke baju zirah Edward yang basah.
berpaduan Logam dan Air membuat Tegangan Listrik semakin tinggi**.
"Aaarrgghh..." Edward kesakitan dan tubuhnya Akhirnya lemas.
"uhuk..uhuk...dasar kau...pertarungan ini tidak sah...dasar Kau BABI Pengecut, Dah gw mau pergi " Tubuh Edward gosong karena terkena serangan Lillith.
**Edward pergi dengan menaiki kudanya.
Lux bersandar di pundak Amber**.
"tuan!!! kamu kenapa? keserupan?" kata Lillith.
"Aku gk tau tiba-tiba emosiku meningkat dan aku tidak bisa mengontrol diri" Kata Lux lemas.
"mungkin itu kekuatan tambahan dari Soul spirit tuan" Kata Amber.
"Ayok tuan kita kembali ke rumah" kata Amber.
"Ayo....Arrghh" Lux tidak bisa berdiri karena dadanya sakit.
"Tuan!!!" Amber dan Lillith langsung merangkul Lux ke rumah.
Setelah sampai para warga mengunpul.
"heh? ada apa ini?" Kata Lillith.
"kami ingin melihat kondisi kalian" kata para warga.
"tolong obati tuan kami" Kata Amber sambil merangkul Lux yang pingsan
"Baik" Para Warga langsung membawa kan Air dan Daun yang berwarna ungu.
"Baik Tolong bukakan Baju Teman mu" Kata Tabib.
"heh?" Amber kaget.
"buka saja" kata Tabib sambil mengolah bahanya.
"ba-baiklah" Amber malu-malu.
Amber membuka baju Lux dan dia Melihat Tubuh Lux yang six-pack dan banyak bekas luka.
"heh?" Amber mengelus tubuh Lux dengan lembut.
wajah Amber memerah
"ehem..!, Mbak ngapain?" Lillith menegur Amber.
"heh? Ng-nggak kok" kata Amber canggung.
Tabib tersebut langsung mengoles luka yang ada ditubuh Lux, Tabib itu membacakan mantranya.
"dari dalam tanah hingga Langit sembuhkan lah ksatria ini" tabib sambil menepuk dada Lux seperti gendang
"dia ngapain Mbak?" Lillith melihat tabib itu menepuk Dada Lux seperti Gendang dan Membacakan sesuatu.
"Hush..! dia lagi konsetrasi ngobati tuan kita" Amber menyuruh Lillith diam.
Setelah selesai, Lux langsung sadar.
"Ahh...Oh! Maaf aku pingsan" Kata Lux.
"Tuan Apakah masih sakit" Kata Lillith.
"sudah nggak sakit lagi" Kata Lux sambil memegang dadanya.
Werner datang.
"Maaf, kita tidak bisa melawan dia" Werner menunduk ke Lux.
"udh gak apa-apa" kata Lux.
"Tapi, Kau kenal dia" kata Lux.
"Iya, dia adalah jendral kerajaan sebrang"
"dia bertugas untuk mengambil pajak dari setiap desa"
"pajaknya tiap Bulan Naik 10% dan dia mengambil 30% hasil panen seluruh desa di kota ini" Kata Werner.
"Huh? kok bisa gitu" Amber kaget.
"Aku kurang tau" Kata Werner.
"Baiklah, yang terpenting kalian harus beristirahat dan terus berlatih karena portal iblis itu sebentar lagi" Kata werner.
"IYA!!" Kata mereka ber3.
3 minggu kemudian mereka sudah semakin Akrab dengan para warga, Amber dan Lillith belanja di pasar
"Hallo! Amber" Kata ibu penjual buah.
"Oh hallo" Amber melambaikan tangan.
"Silahkan Ambil buah ini" Ibu itu memberikan sekantong Buah Apel.
"Heh? ini berapa harganya" Kata Amber.
"udh gk usah" kata ibu penjual buah.
"whaa...makasih bu.." Kata Lillith dan Amber
"Pasti tuan Lux senang" Kata Amber.
"hihihi, Jadi inget pas tuan duel dilapangan itu" Kata Lillith menujuk ke lapangan hijau.
"uh..emang kenapa?" Amber bingung.
"Mbak nekat nyium Tuan" Lillith tersenyum.
"Hehh...!!! K-k-k..kenapa kamu mengingat hal itu" Amber canggung dan Wajahnya memerah.
"Aku sampai Kaget pas kamu nyium tuan" Kata Lillith.
"gimana Pipi tuan lembut ngak?" Lillith menjahili Amber.
"Heh...!! uhhh.....i-itu gk penting" Wajah Amber memerah kembali.
"Hahaahah, Mbak kalau malu mukanya Lucu banget" Kata Lillith tertawa.
" B-berisik!!!" Amber memalingkan wajahnya.
"huft....Aku Iri sama Mbak punya keberanian yang tinggi" Lillith berbicara sendiri dengan suara yang pelan.
" huh? ada apa Lily?" tanya Amber.
"nggak kok, Oh iya nanti bilang ke tuan, nanti sore kita Naikin Level yuk" Lillith mengganti topik
"oh boleh" Kata Amber.
Setelah itu mereka sampai dirumah, Lux sedang membuat sesuatu.