The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Skill baru Lillith dan Bunga misterius



Istana vancloria, xenzha datang menghampiri Raja franck


"Ayah?" Xenzha langsung menunduk.


"bagaimana Ksatria Lux? Apakah dia masih Hidup? dan dimana lokasi dia sekarang?" Kata Raja.


"Selama 3 minggu pencarian bersama mata-mata kami, ksatria Lux tidak berhasil ditemukan" Kata xenzha.


"Hahahah, mungkin dia Bunuh diri karena stress atau tersesat dihutan mistis tersebut" Raja franck tertawa puas.


"Ayah bolehkah saya bertanya?" Kata Xenzha.


"tentu saja ada apa?" Kata raja.


"Kenapa kau tidak menghentikan Iblis tersebut karena dia bertarung dengan Amber?, bukankah kita menyuruh dia untuk membunuh Ksatria Lux bukan putri Amber?" Kata Xenzha penasaran.


"biarkan saja iblis itu membunuhnya, misi kita sekarang hanya membuat mental Lux turun sampai Ia berhenti menjadi ksatria dan bunuh diri" Raja franck tersenyum.


"tapi mengapa Ayah mengirimkan dia kesini?" kata xenzha bingung


"Aku merekrut orang secara acak dari masing-masing dimensi, jadi Anak itu datang kesini" kata raja franck.


"baik Ayah" kata xenzha langsung meninggalkan Ayah dengan perasaan Kesal.


Gubuk tua didalam hutan.


Lillith sedang memperaktekkan Sihirnya di buku yang diberikan Lux.


"Flameshot!!!" tangan kanan Lillith menembakan Api


wush.....wush.....wush . .


"whaaa...keren, coba sihir yang lain" Lillith membaca sihir yang lain.


"yang ini kayaknya seru" kata Lillith


"Thunder Zapp" Tangan kiri Lillith menembakan Listrik.


Jgeeer.....jgeeer.....


"whooaaaa, sekarang waktunya berburu menggunakan sihir ini" Lillith langsung pergi mencari hewan buruan.


Lillith menemukan Sapi yang 5 kali lebih besar dari dia.


"waduh....gede banget!!" Lillith kaget.


"Aku pasti bisa" Lillith mengepal tanganya.


"HEI!!! SAPI JELEK!!! Ayo lawan aku kalau berani" Lillith menyombongkan diri


Sapi itu hanya melirik ke Lillith dan tidak menanggapi omongan Lillith.


"oh iya!! dia gk ngerti apa yang aku omongin ya..." kata Lillith


"baik, Rasakan ini Flameshot!!" Lillith langsung menembakan Api itu ke badan sapi tersebut.


wuush.....wush...wush.....


Sapi itu melirik ke Lillith dan siap-siap untuk menyeruduk Lillith.


"ehehehhe maaf...tuan Sapi, aku salah sasaran" Kata Lillith.


Grroooaaahh.....(sapi tersebut menghebuskan napas dan bersiap untuk menyeruduk Lillith)


"heeeehhhhhhhh?" Lillith panik ketakutan


Sapi tersebut mengejar Lillith dan Lillith lari mencari tempat aman.


"Uwwhhhaaaaa!!! ,Tolong aku Mbak, tuan Whaaaaa!!!" Lillith lari sambil berteriak.


Ketepak....ketepuk...ketapak..ketepuk (suara langkah sapi yang keras)


Tap....tap....tap...(Suara langkah Lillith yang cepat).


"Aduh....!!! betisku bisa meledak ini" Lillith sudah mulai lelah.


"itu dia!" Lillith menemukan batu besar, Dia melompat ke belakang batu besar (*hap) dan bersembunyi"


Sapi tersebut terus mencari Lillith.


"Ahh...syukurlah Aman" Lillith lega


"Coba deh aku cari sihir yang baru" Lillith mencari sihir dibuku tersebut.


"whaa ini keren banget ni, coba ah" kata Lillith.


Lillith langsung keluar dari persembunyian, sapi tersebut bersiap untuk menyeruduk Lillith.


"oke semoga bisa"Lillith menarik napas.


"Trappola d'acqua" Lillith membaca mantra pertamanya.


Tiba-tiba dibelakang Lillith keluar Air dan Air tersebut berbentuk bola yang didalamnya Ada sapi tersebut.


blubuk....blububuk....(suara sapi yang didalam bola Air)


"Oke yang terakhir" kata Lillith


"Thunderolt Kabbir..!!!" Lillith membaca mantra terakhir


seketika Langit menjadi Gelap dan Ada petir besar menyambar Bola Air tersebut.


JGEEER......!!!!


Bola air tersebut membuat Aliran Listriknya Sangat kuat.


Grrroaah....(suara sapi kesakitan)


cipratan Air tersebut mengenai Lillith.


"hohoho sangat muda- Aduh ..Aduh...Aduh..masih nyetrum Airnya" Kata Lillith kesakitan


setelah itu Lillith memotong bagian-bagian yang ingin dibawa kegubuk tersebut.


"huft....sekarang tinggal mencari daun binahong deh" kata Lillith sambil memasukan Daging tersebut kedalam keranjang.


Setelah itu Lillith melihat daun binahong tersebut dan segera memetiknya.


"Yosh....Sekarang waktunya pulang" Lillith senang.


Hari mulai gelap Lillith akhirnya sampai di gubuk tua tersebut.


"Aku pulang, Oke! sekarang waktunya memandikan Mbak" Kata Lillith.


Lillith langsung membuka baju Amber dan membasuh tubuh Amber menggunakan kain yang basah, Lillith melihat Luka Amber yang semakin menghitam.


"tuan....cepatlah pulang dan bawa obatnya, Temanmu


semakin parah kondisinya" Kata Lillith sedih sambil mengeringkan badan Amber dan memakaikan bajunya.


Setelah itu Lillith memasak daging sapi tersebut untuk mereka ber2.


"Asik......sudah matang, hmm.....harum banget" Lillith senang karena ia berhasil memasak makanan


"baiklah! Aku harus membuat daging ini halus, agar Mbak bisa menelan makanan ini" Kata Lillith sambil menumbuk dagingnya menggunakan sendok.


"yosh....oke Mbak, aku buka mulutnya ya..." Lillith membuka Mulut Amber dan menyuapkan daging halus tersebut ke mulut Amber yang masih tidak sadar.


" oke sedikit dorongan" Lillith membuka mulut Amber dan memasukan kendi yang berisi Air agar Amber bisa menelan makanan tersebut.


"sekarang giliran aku yang makan" Lillith mengambil daging tersebut


nyam...nyamm...nyam


"HMMM....enak banget daging sapi ini" Kata Lillith sambil mengunyah makanannya.


Setelah itu Lillith ngantuk dan ingin tidur tetapi Lillith ketakutan.


"ihhh..gelap" Lillith melihat jendela luar.


"M-Mbak aku tidur disamping mbak ya..." kata Lillith malu-malu.


Lillith langsung tiduran di paha Amber.


"hehehehe terima kasih mbak, paha Mbak empuk banget kalau tuan Lux tidur dipaha Mbak pasti dia tidak akan bangun dari tidurnya hehehhe~" Kata Lillith berbicara sendiri dan langsung memejamkan matanya.


Sementara itu Lux yang masih tersesat dihutan yang sangat gelap dan banyak suara serigala melolong.


"Awoooo....!! Awooooo...!!"


"sekarang sudah malam, aku masih belum bisa menemukan Jalan keluar" Lux bersandar di pohon.


"huftt....apa yang Lillith lakukan hari ini ya?." Lux berbicara sendiri.


"Amber kapan sadar ya?" kata Lux


Lux mengecek panduan dipedangnya dan dia menemukan Informasi penting.


"Whaa...syukurlah aku bisa menemukan bagaimana cara untuk membuat seseorang kembali sadar dari komanya" Lux langsung membaca panduan tetsebut.


"Aku harus menemukan bunga Middlemianus Bloom" kata Lux.


"APA? bunga ini mekar 1000 tahun sekali"Lux kaget.


Tiba-tiba Lux mendengar suara bisikan yang persis dengan suara Saat Lux masih didunia asalnya.


"huh? ada apa ini? siapa kau?" Lux menggenggam erat besarnya.


halo..kau pasti tersesat?....tidak ada jalan keluar lagi....


" MAKSUD KAU APA?" Lux berteriak sambil melihat kiri-kanan.


"tunjukan dirimu sebenarnya?" Lux marah sambil membacakan Mantranya.


"death slash..!!" Lux menebas ngasal yang membuat beberapa pohon tumbang.


Lux langsung melihat bunga middleamianus bloom berwarna merah muda yang sangat bercahaya.


"Akhirnya aku menemukan bunga langka itu"


Lux langsung datang dan ingin memetik bunga tersebut tiba ada sosok bayangan Hitam yang besar datang menabrak Lux


brak...bruk..brak....(Lux terseret jauh)


"Arrrgghhh...." Lux mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.


Lux langsung berdiri


"S-si-siapa kau?" Kata Lux sambil mengelap kacamatanya


Setelah Lux mengelap kacamatanya dan memakainya, Lux kaget Melihat Naga hitam yang Sangat besar Menghadap Lux.


"Huh? ja-jangan-jangan kau penjaga bunga itu" Kata Lux gemeteran.


Gruoahhh!!!. ... (naga itu bersuara)


naga itu melebarkan sayapnya yang robek-robek dan mengeluarkan Api yang berwarna ungu dari dalam mulutnya.


Wush.....wush....wush...(suara naga mengeluarkan apinya).


Lux langsung berlari dan akhirnya berlindung di belakang pohon.


"Huft...ini namanya Duel yang sangat gila" Kata Lux sambil memegang erat pedangnya