The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Kerusuhan di sekitar kerajaan



Pagi tiba, Seperti biasa Yumiko membuatkan sarapan.


Mereka semua berkumpul di meja makan, kecuali


Lillith


"Lily, makan keburu dingin" ucap Lux.


"Uhuk...uhukk.....duluan" ucap Lillith sambil batuk-batuk.


Wajah Lillith pucat dan ia sedang berselimutan di kasur.


Amber langsung mengabiskan makanya, dan membawa mangkuk ke Lillith.


" Yo,Ayo duduk makanya" ucap Amber.


Lillith duduk di kasur.


"Buka mulutnya Aahhh..." ucap Amber mengayunkan sendoknya.


"Ammm....M-Mbak jangan dimainin sendoknya aku malu" ucap Lillith sambil mengunyah.


Amber menaruh mangkuk dan memberi Lillith segelas Air dan memberikanya.


"glekk...glekk ..Ahhh.."ucap Lillith.


Amber menempelkan dahinya ke dahi Lillith.


"Aduh...demam dia" ucap Amber.


Lux mengangkat tanganya " Mega heal" ucap Lux


"Mana bisa tuan, sihir itu untuk penyakit luar" ucap Amber.


"Oh heheeh" Lux tersenyum.


"Oh iya sekarangkan ada pengunguman tim terbaik" ucap Amber.


"Lily gak bisa ikut dong" ucap Lux.


"Maaf tuan" ucap Lillith.


Yumiko langsung menghampiri mereka


"Aku yang ngurus dia, kalian ber2 pergi saja" ucap Yumi.


"kamu gpp" ucap Amber.


"hmm~ iya aku sudah biasa merawat majikan ku kalau sakit" ucap Yumiko.


"Baiklah kita pergi dulu ya.." ucap Amber dan Lux.


.


.


Mereka pergi ke balai dan ternyata pengungumanya belum di pajang.


"Wha...belum ada" ucap lux.


" mungkin kita ke pagian" ucap Amber.


"Yuk, jalan-jalan, Anggap saja Date" ucap Lux


"h-heh?, d-date???" Amber merah wajahnya.


"ini hadiah karena kamu selalu menemamiku dari awal Amber~" ucap Lux.


"heh??...i-iya" ucap Amber.


Detak jantung Amber berdetak sangat cepat.


"L-Lux, MA-MA-MAKSUDNYA TUAN!!!" Amber sangat gugup.


"hmmm..." ucap Lux sambil berjalan.


"k-kamu gak marah di panggil namanya" ucap Amber sambil menundukan kepalanya.


"Nggak kok, dulukan aku memanggilmu putri tapi sekarang pakai nama" ucap Lux dan langsung melanjutkan jalanya.


Ketika Lux melangkah, Baju Lux di tarik.


"E-eh..L-Lux boleh tidak kita pegangan tangan?" ucap Amber.


Lux melihat kiri kanan.


"Nah..Ayo kesana Amber" Lux langsung memegang tangan Amber.


Lux dan Amber berlari sambil bergandengan ke Toko herbal.


Lux sedang berbicara kepada penjaga kota.


Amber tersenyum sambil memelihat tangan kananya yang dipegang Lux.


Amber mengusap tangan kanannya ke pipinya.


Lux melihat tingkah Amber.


"Ehhh...? Amber?" tanya Lux.


"Heh?!?!.. Nggak" Amber langsung memalingkan badanya.


"Hahaha, Nih obat buat Li-"


*Preeeet...preett....preeet...* Suara terompet kerajaan.


"Tuan,Ayok pengunguman kerajaan sudah dimulai" ucap Amber.


Lux menyusul Amber, ketika sudah sampai sana.


Balai kota menjadi sangat ramai.


banyak petualang yang membaca di papan pengunguman.


Amber menepuk pundak Lux.


"Tuan aku mau buang air kecil" ucap Amber.


"Oh baiklah"


Amber langsung meninggalkan Lux.


Lux menyelak dan melihat papan pengunguman.


Ternyata Tim Lux juara 2.


"Hmm...Ternyata melawan 1000 mudah ya.." ucap Lux.


"Ehem...Minggir!!" ucap seorang pria.


Lux tidak mendengar perkataan pria tersebut


"Gw bilang Awas..Awas" Pria tersebut menarik pundak lux.


Lux langsung menepis dan pria tersebut mendorong Lux hingga barang belinya berserakan.


"Cih...kurang ajar, Lu tuli ya..." ucap Pria tersebut.


"Gw pangeran dari kerajaan hellorn, pergi san-" pria tersebut ingin menedang Lux tetapi di tahan.


Lux melempar orang tersebut hingga memecahkan tong kayu yang berisi wine.


"Hmmm....." Lux mengeluarkan Aura yang mengerikan.


seluruh warga melihat kejadian tersebut.


Amber yang baru dari toilet melihat Lux dari kejauhuan.


"Waduh...tuan marah, ada apa ini" Amber panik.


Lux menghampiri pria tersebut. Pria tersebut mengeluarkan pedangnya yang berwarna emas.


"HEI!!!! Kalian udah jangan berantem" ucap pria berambut biru.


"Cih...HIYAAAAT!!!!" Igor berlari dan mengayunkan


pedangnya.


*Wushhh....wushhh....


Lux terlihat santai.


Ketika Igor ingin menusuk Lux. Ujung pedangnya di pegang Lux.


Seluruh warga terkejut dan mulai berbisik- bisik


"Cukup!!!, Barrier wind!!!" Pria tersebut menjulurkan tangannya dan membaca mantra.


Lux dan Igor terpental jauh.


"Igor dan kau tenang, jangan buat keributan di kerajaan ku, Baik para warga bubar" ucap pria tersebut.


"Cih...menjauhlah dari pandangan ku, Ezra" ucap igor


"Kau sering membuat kekacauan disini" mata ezra menjadi biru.


Igor merasa takut.


"Pergi dari sini, Tim mu Resmi KALAH!!!!" ucap Ezra.


Igor membuang ludah dan meninggalkan mereka ber2.


Ezra menghampiri Lux, yang sedang memungut barang belinya.


Amber menghampiri Lux.


"Kamu gp-" Amber dan ezra mengucapkan secara bersamaan.


"Eh?" Lux melihat ke 2nya.


Ezra terpesona melihat Amber yang sedang membantu Lux.


"Udh biarkan biar aku ganti" ucap Ezra.


"Terima kasih, pangeran Ezra" ucap Amber sambil menunduk.


Wajah Ezra memerah.


setelah itu ezra mengganti barang beli Lux,


"Hai, siapa nama kalian?" Tanya Ezra.


"Perkenalkan Nama ku Amberilla vanholus" ucap Amber.


"Saya, Yamashiro Vallux" ucap Lux.


Ezra terkejut karena dia bertemu dengan orang incaranya.


"K-Kamu L-Lux" ucap Ezra.


"Iya"


"Whhaaa...kebetulan, mari ke istana " ucap Ezra mengajak Lux dan Amber.


.


.


.


Sesampai di istana.


Raja Xavier langsung bersalaman Ke Lux.


"Hahahah, tidak disangka, si penjebol tembok jadi juara" Raja Xavier tertawa.


"Uhh? padahal kami juara 2" ucap Lux.


"hahahah, kamu hanya membaca papan yang ditengah ya..." ucap ratu Vui.


"emang ada lagi?" Lux bingung


"Ada di sebelah kiri dan kanan Lux.." Ezra menjitak kepala Lux.


Amber tersenyum melihat wajah Lux yang kebingungan.


Xavier dan Vui melihat Amber.


"Whaaa...cantiknya, kamu kekasihnya Lux? " ucap Raja Xavier


Seketika Lux dan Amber terkejut dan wajah mereka memerah.


Ratu Vui mengingat suatu hal tentang wajah Amber.


"Hai kamu, kamu anak angkat dari Ratu minerva" ucap Vui.


"Heh? i-iya" ucap Amber.


(Whaaat!!!! anak Angkat dewi perang Romawi!!!) Lux terkejut.


"Aku turut berduka atas hilangnya Kekaisaran vanholus dan Kedua orang tuamu" ucap Vui.


"Iya tidak apa-apa" ucap Amber.


"Oh iya bagaimana dengan kakakmu Luna" ucap Vui.


"Aku belum pernah bertemu kakaku selama 70 tahun" ucap Amber.


"Bentar-bentar Amber kamu punya kakak ?!?!" Lux terkejut.


" hihihi iya" Amber tertawa tipis.


"What?!?!" Wajah dingin Lux berubah menjadi wajah anak kecil kaget.


mereka ber3 tertawa-tawa.


"hahaahah, masa kamu gak cerita tentang masa lalu" ucap ezra.


"heheheh, padahal mau, tapi belum siap" ucap Amber.


mereka berbincang-bincang hingga waktu sore


"hahahahah, Lux dulu gemuk, sampai Armor seukuran sapi gak muat" Raja Xavier terawa.


Mereka ber3 tertawa terbahak-bahak mendengar cerita masa lalu Lux.


Lux hanya tersenyum.(seru ya..., walaupun harga diri gua ilang setengah) ucap Lux dalam hati.


.


.


"Baiklah waktu menjelang malam, besok kita ada pembagian title bagi sang juara" ucap Ratu Vui.


"Baik raja dan ratu, terima kasih" ucap Amber.


Lux dan Amber akhirnya keluar dari kerajaan, Amber melambaikan tangan ke mereka.


Raja Xavier berbisik ke Ezra.


"Itu kekasih Lux cakep juga ya.." ucap Xavier.


"Hmm..manis dan anggun sifatnya" ucap Ezra.


Ratu Vui mendengar perkataan mereka, Vui langsung menjewer telinga mereka.


"hmph...Ayah, udah ada aku masih aja" ucap Vui.


"aduh..aduuh..k-kamu kan sudah tua" ucap Xavier kesakitan


"AAPPAA!!!, aku masih 35 Tau!!! kamu udh 48" ucap Vui sambil cemberut


Ezra tertawa melihat tingkah ibunya.