
Pagi yang cerah lux dan Amber segera keluar dari kamar dan segera keluar dari penginapan.
"pagi tuan teddy"kata Amber sambil tersenyum.
"Whhoooammmm(*menguap), pagi tuan putri" kata Lux sambil menguap.
"duh!!...tuan-tuan makanya jangan begadang untung aku dobrak pintunya, coba kalau aku gk dobrak pasti tuan bangunya kesiangan duh...duh dasar" kata Amber sebal melihat lux yang susah dibangunin.
" m-ma-maaf putri tapi aku gk begadang" kata Lux sambil memasang kacamatanya.
tiba-tiba Amber melihat gadis kecil berkuping kucing sedang mengangkat Kotak besar dan Ia terjatuh, dan langsung bapak yang duduk di kereta kuda marah.
"Eh..tuan liat deh ada gadis kecil dimarahin ayo kita samperin" kata Amber menunjuk ke kereta kuda berwarna coklat.
"huh?(mengelap kacamatanya), oh itu dia ayo bantu gadis malang itu" kata lux berlari mengikuti Amber.
ketika sampai mereka mengintip di balik tumpukan kotak. dan mereka melihat gadis kecil berkuping kucing yang berpenampilan kotor sedang dimarahi oleh bapak tua.
"Woi angkat tuh yang bener gitu doang gk kuat, tidak ada makan hari ini" kata bapak tua yang sedang marah.
"(*hiks) ma-maaf tuan" kata gadis sambil menahan nangis dan mengusap lututnya yang cedera karena jatuh tadi.
"(aduh...kasian ya, huft...jadi budak itu menyedihkan)" kata Amber berbisik ke lux.
"(iya...oh dia budak!)" kata lux kaget.
tiba-tiba mereka kaget mendengar suara pecutan yang sangat keras.
"CTAKKKK" suara pecutan yang keras.
Lux dan Amber kaget karena gadis itu dipecut punggungnya hingga punggungnya merah dan memar.
lux langsung keluar dari persembunyian dan langsung menghampiri bapak tua itu.
"HEI!!!!......,jangan perlakukan orang seperti itu apalagi perempuan" kata Lux teriak.
Amber panik dan mencoba menenangkan Lux.
"sudah, tuan biarin aja, itu sudah biasa di lakukan oleh para majikan kepada para budak" kata Amber memegang pundak lux.
"jangan ikut campur tuan putri, kamu tidak merasa kasian sama dia, coba kau diposisi dia" kata Lux dengan tatapan serius ke Amber.
"heh? ma-ma-maafkan aku tuan" kata Amber ketakutan melihat sikap Lux yang sedang serius.
"Hahaahahah, hei!! bocah gendut jangan ganggu gw,ini bukan urusan lo!!" kata bapak sambil tertawa.
"huft.....oke aku beli dia, berapa harganya?"kata Lux dengan serius.
mereka bertiga termasuk gadis kecil itu kaget karena perkataan Lux.
"huh? serius? lu mau dia? hhaahahah bodoh sekali ngapain beli rongsokan kaya dia." kata bapak itu sambil tertawa.
"BURUAN!!!,berapa harganya?" kata Lux teriak ke bapak itu.
"oke...oke...Ampun-Ampun bang jago,harganya 2 keping emas" kata bapak itu.
"itu terlalu mahal, jangan begitu dong" kata Amber.
"yaudah" kata lux.
"heh?" Amber kaget dengan perkataan lux.
"hahaha gitu dong terima kasih atas transaksi ny-" ucapan bapak itu terputus karena Lux melempar 2 koin emas tepat ke wajahnya hingga berdarah.
"baik,sekarang kau milik ku,tenang saja" kata Lux mengulurkan tangan ke gadis kecil tersebut.
gadis kecil tersebut melirik ke tuan lamanya menunggu diberikan izin pindah kepemilikan ,tetapi bapak itu langsung menendang gadis malang itu dan ditangkap oleh Amber.
"yaudah,ayok kita pergi" kata lux mangajak mereka ber dua
"kita makan siang yuk" kata Lux menunjuk jarinya ke arah restoran.
"oh oke tuan" kata Amber tersenyum.
setelah sampai kesana mereka ber2 masuk kecuali gadis kecil itu yang tidak mau masuk.
"kamu kenapa gk masuk?" kata Amber.
"maaf tuan tapi i-i-itu" kata gadis sambil menunjuk ke papan yang bertuliskan( manusia setengah hewan dilarang masuk).
"ohhh....ayo biarin aja" kata lux menarik tangan gadis kecil itu.
tiba-tiba ada pelayan restoran yang mendatangi mereka bertiga.
"maaf pak tapi anak kecil itu dilarang masuk" kata pelayan.
"dia itu anak saya" kata Lux
Amber dan gadis itu kaget karena ucapan lux.
"heh?" kata mereka ber2.
"maksudnya tuan teddy?" kata Amber
"ta-tapi pak kalau itu anak bapak kok bed-" ucapan pelayan tersebut terpotong karena lux langsung membantah.
"DIA ITU ANAK SAYA PAHAM" kata Lux dengan tegas.
"ba-baik pak silahkan duduk" kata pelayan yang ketakutan
akhirnya mereka duduk dan Amber merasa bingung karena Lux sifatnya berbeda.
"tuan boleh saya bertanya?" kata Amber penasaran.
"oh boleh tuan putri ada apa?"kata Lux.
pelayan datang untuk menerima pesanan.
"baik silahkan mau memesan apa?"kata pelayan.
"uhh....2 ayam bakar dan 1 paket anak kecil"kata lux.
"baik silahkan menunggu" kata pelayan.
"jadi apayang ingin kau tanyakan?" kata lux.
"kok sifatmu sedikit berubah?" kata Amber melihat kejadian tadi.
"ohh...hehehe,aku teringat masa lalu jdi aku berusaha menyelamatkan gadis ini" kata Lux mengusap kepala sambil tertawa.
dan pesanan akhirnya datang.
"whaaa......harum sekali" kata Amber dengan senyuman ceria.
"hahahaha, sifat anggun mu seketika menghilang" kata lux tertawa karena tingkah Amber.
mereka ber2 langsung memakan makananya kecuali gadis kecil itu hanya melihat makananya.
"ada apa? kamu gk makan? enak lo" kata Amber mengajak gadis kecil itu.
"heh?..ehh.....e-emang bo-boleh?" kata gadis itu malu-malu.
"tentu saja boleh itukan untuk kamu" kata Lux.
"ta-tapi kan (*perutnya bunyi)"kata Gadis menolak tetapi perutnya bunyi.
"hihihih~ dimakan aja, kamu lagi lapar kan" kata Amber dengan senyuman anggunya