
pagi tiba mereka langsung pergi tanpa sarapan, pagi yang sangat panas membuat mereka kelelahan dan perut yang terus berbunyi.
krucuk...krucuk...
"suara perut siapa itu?" tanya Lux
"A-aku" Amber malu-malu sambil memegang perutnya
"tuan, kita nggak makan dulu?" tanya Amber.
"kalau sarapan nanti waktunya terbuang" ucap Lux
" padahal masih pagi lho...tapi sudah panas begini" ucap Lillith
" huft...panas banget Lho..." Lux mengelap keringat di dahinya.
Tubuh mereka basah karena keringetan, Yumiko membuka kerudungnya, Lillith dan Amber kaget
"Ih...Yumiko kamu lucu banget!!!" Amber langsung memegang pipi Yumiko
Yumiko berusaha menahan Amber, tetapi tidak kuat
"eh...pipi aku!!!" Yumiko kaget.
Lillith melihat yumiko yang kaget, Lillith tertawa.
"hahahah, Yumiko kalo kaget lucunya gak kalah sama Mbak" Lillith tersenyum.
Lux mendengar keributan, dia langsung melihat kebelakang.
"OI..., berisik banget di dalem" Lux membuka tirai.
(eh yumiko...k-kamu lu-lucu ba-banget) kata Lux dalam hati sambil melihat Yumiko.
Lillith melihat Lux.
"Ada apa tuan?" tanya Lillith
"eh-eh..Nggak" Lux megalihkan pandanganya.
"Aduh....sakit" Yumiko mengusap pipinya yang merah.
"hihihi~, Maaf kelepasan" ucap Amber.
"yuk, mari kita lanjut perjalananya, tapi sebelum itu kita cari sarapan dulu" ucap Lux.
"Asik...." ekor Lillith bergerak
Setelah itu mereka menemukan Kereta kuda di tengah perjalanan, Lux langsung menghampiri kereta tersebut.
"kalian tunggu sini, aku mau kesana" ucap lux.
Lux sampai di kereta kuda tersebut dan melihat seorang pria tertidur di samping ban kereta kuda.
"Pak, permisi" teriak Lux.
"heh?, oh ada yang bisa saya bantu" ucap pria tersebut.
" apakah bapak menjual makanan" ucap Lux.
"wah, kebetulan wahai petualang, disini kami menjual dari makanan sampai alat sihir" bapak tersebut senang.
Lux tidak tahu makanan asal dunia ini, dia lebih sering membuat makanan dibanding beli makanan.
"eh...makanan terfavorit disini apa ya?" tanya Lux.
"ohohoho, makanan terenak adalah Paha phorusrachos Saus Madu dan cherry sundae" Ucap bapak tersebut.
"ehh...phoru- itu daging apa?" tanya Lux
"Hahaahah masa petualang tidak tahu daging ini" Bapak tersebut langsung mengeluarkan paha yang besar dari kereta kudanya.
"Gede banget!!" Lux kaget.
" Baiklah saya beli 2 Daging itu sama 4 Cherry sundae" Ucap Lux.
"Ai...Ai..Ai Kapten" Ucap bapak tersebut.
Lux langsung kembali datang ke kereta kudanya, dan melihat mereka ber3 sedang mengibas dirinya menggunakan buku.
" HEI!!!, Bodoh itu buku aku" Lux melihat Amber.
"heh? Ma-maaf" ucap Amber
"panas banget tuan habisnya" Lillith mengelap keringatnya di dahi.
" Aku sudah belikan makanan untuk kalian tunggu saja" ucap Lux.
"baik tuan" ucap Lillith
Pria itu pun datang membawa 2 piring besar yang diatasnya ada paha phorusrachos yang sudah matang, Aromanya membuat mereka ber4 menghampiri pria tersebut.
"makanan sudah jadi silahkan mencoba" ucap prua tersebut sambil tersenyum.
"Hmm....Aromanya enak banget" ucap Yumiko
"Aku lapar, Makan yuk!" ucap Amber.
"Tuan bolehkan kita makan?" tanya Lillith
"makan saja Lily" ucap Lux
Setelah itu mereka memakan 1 paha tersebut, Lux, Yumiko dan Lillith kekenyangan karena 1 paha yang tadi.
" Burp....Ahh..kenyang sekali" Lux memegang perutnya.
"Tuan perutku mau meledak" Lillith memegang perutnya yang gendut.
Yumiko tidak bisa ngomong apa-apa karena kekenyangan, tiba-tiba * Krucuk...krucuk* Suara perut Amber yang masih berbunyi.
"Hei!! suara perut siapa itu?" Lux kaget.
"huh??, masih lapar???" Lillith kaget.
"baiklah makan saja paha yang 1 lagi" ucap Lux
"hihihi, Asik..." Amber melahap daging tersebut dengan cepat.
Pria tersebut datang lagi sambil membawakan 4 gelas Mug Besar yang isinya Ice cream sundae dan cherry di atasnya, Lillith dan Yumiko terlihat senang, Amber sedang sibuk dengan makananya.
"whaa...Apa itu" Mata Lillith berkilau.
"hahaha gadis kecil, ini namanya Cherry sundae" pria tersebut tertawa.
Amber mendengar kata *sundae* langsung melirik ke mereka.
" Sundae?, mau dong" Amber menghampiri mereka.
" I-itu ada darahnya?" yumiko menunjuk ke gelas tersebut.
" darah? Bukan yumi, itu sirup cherry " ucap Amber.
"baiklah kalian makan es nya, Aku mau bayar dulu" ucap Lux.
yumiko dan Lillith menyuap sundae dan kaget karena rasanya enak.
" hmm.....enak Mbak" ucap Lillth sambil ekornya bergerak-gerak.
"e-enak tapi dingin" Ucap yumiko
Lux langsung datang dan mengambil gelas sundaenya, Lux memasukan es krimnya.
" Apa-apaan ini manis banget, tapi lumayan sih" ucap Lux.
"jangan gitu, enak kok esnya, liat deh mereka" ucap Amber.
Amber dan Lux melihat Lillith kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Lily kamu kenapa?" tanya Lux.
" sakit kepala aku" ucap Lillith
Lux tersenyum dan Amber tertawa.
"hahhah kamu kena brain freeze, makanya makan es nya pelan-pelan" ucap Amber.
Lux dan Amber melihat yumiko makan es krimnya belepotan di sekitar wajahnya, Amber tertawa gemas melihat yumiko.
" hahah...yumiko sini Mbak elap" Amber langsung mengeluarkan sapu tangan dan mengelap wajah Yumiko
"Gemasnya melihat mereka ber2 makan es krim" ucap Lux sambil tersenyum.
" heh? iya mereka imut seperti anak kecil" Ucap Amber.
"hmm...kita sudah seperti Ayah dan ibu ya.." ucap Lux.
Lux sadar atas ucapanya barusan, Amber melihat Lux dengan wajah merahnya *eh..? tu-tuan??*, Lux langsung memalingkan wajahnya yang merah.
" Ayo, setelah kalian selesai kita berangkat" ucap lux.
" baik" ucap Yumiko dan Lillith dengan semangat
" Ba-baik" ucap Amber malu- malu
setelah itu mereka menaiki kudanya dari siang hingga Malam tiba, mereka tersesat karena jalananya berkabut dan udaranya dingin.
"Hachi.... Tuan di-dingin" Amber terkena Flu
Lux langsung memberikan selimut ke Amber
" Nih, pakai" ucap Lux
"heh???.terima kasih " Ucap Amber malu-malu
Mereka langsung keluar dari kereta kuda dan langsung duduk di sekitar kereta.
"sini aku buat kan api unggun" Lillith mengambil kayu bakar dan " Flameshot!" Api tersebut mengenai kayu bakar tersebut.
"ahhh...terima kasih Lily" ucap Amber.
" hihihi sama-sama" Lillith tertawa.
Lux melihat Yumiko yang sedang berdiri menatap kabut yang tebal.
"yumik-" ucap Lux
"shhh....Aku mencium bau yang tidak beres di sekitar sini" Yumiko menutup mulut Lux.
"bau apa yumi?" tanya Lux.
"seperti bau Bangkai dan busuk" Ucap yumiko
"Biar aku kesana" ucap Lux
" hati-hati tuan" ucap Amber dan Lillith.
Lux berjalan menelusuri kabut kereta kudanya hampir tidak terlihat, langkah Lux terhenti karena bau busuk yang menyengat, Lux mendengar suara
auman yang membuat Lux pusing.
"Apa ini?" tanya Lux sambil memegang hidungnya.
Lux melihat ke atas dan..
Monster besar muncul di balik kabut yang besar.
*Grrrroooaung....grooaung...
Auman monster tersebut sangat keras*.
"Hah???? M-Monster A-apa itu???" Lux panik dan gemeteran.