
Pagi yang cerah, Lux ,Amber dan Lillith sedang mengumpulkan para warga.
"Jadi, Siapkan Fisik dan senjata Kalian Karena Hari ini Portal iblis Akan tiba" Lux berbicara didepan para warga.
"BAIK" kata Para warga.
Pak werner datang dan Membawa 2 Armor.
"ini silahka, dipakai saat pertarungan " Werner memberi Armor ke Lux dan Amber.
"Terima kasih, Tapi Kau lupa ada 1 orang lagi" tanya Amber.
"Maaf kita kehabisan Bahannya, jadi kita hanya membuat 2 Armor saja" Werner menundukan kepalanya.
"oh...baiklah" Lillith terlihat agak kecewa.
"Baiklah saya ingin kerumah untuk menggunakan ini" Lux langsung pergi meninggalkan Werner.
Sesampai dirumah, Amber dan lux ke kamar masing-masing untuk mencoba Armornya, Lillith menunggu dimeja makan.
Lux keluar dari kamarnya.
"humm....Keren juga dan Armornya tidak berat" Kata Lux
"Whaa....tuan terlihat keren" mata Lillith bersinar.
"Amber kau sudah belum?" Lux mengetuk pintu kamar
tok.....tok....tok..
"Ehhh....? kayaknya ini ehh...." kata Amber malu-malu
"Coba Mbak aku mau lihat" Lillith langsung membuka pintunya
"Ja-ja-jangan" Kata Amber
Pintu itu terbuka, Lux dan Lillith melihat Amber yang kesusahan memakai Armor kaki yang sempit dan paha Amber terlihat jelas.
"Hehh..?" Lillith kaget
Lux langsung memalingkan wajahnya.
"Hehhh...?? AWAS!!!" Amber langsung membanting pintu
Duuk..!! (suar pintu tertutup)
"heeeh..padahal Aku cuma mau liat" Lillith kebingungan.
" Ja-ja-jangan Asal main dobrak dong!!!" Wajah Amber memerah.
"Amber, Kalau sudah dipakai keluar ya...Aku mau melihat" kata Lux.
"Uhhh....Ba-baik tuan" Kata Amber dibalik pintu.
(Aduh....Tu-tuan Melihat Pahaku, ...Aku sangat malu sampai aku tidak berani keluar) kata Amber dalam hati.
"Huft..baiklah aku keluar" Kata Amber.
Amber keluar dengan menggunakan Armor bagian bawah.
"ehh....Armor dada gk dipakai?" Kata Lux.
"N-nggak muat Tuan, jangan kan Dada, Armor yang aku pakai juga terlalu ketat" Kata Amber malu-malu.
"oh Aku paham" Lux melihat dada dan paha Amber.
" ya, Jangan diliat juga dong" Amber cemberut
Hmph...dasar tuan...hmph
Lux langsung mengambil Armor dada Amber.
"Nih...coba Lily pakai" Lux memberi ke lillith
"heh? serius? boleh Mbak?" Lillith melihat Amber.
" Gk Bakal muat tuan? " kata Amber.
"Coba aja " kata Lux
"oke aku coba" Lillith langsung masuk kedalam kamar.
"Tuan numpang kamar ya..." Kata Amber.
"Buat apa?" Tanya Lux.
"BUAT BERENANG!!!, tentu saja buat melepas Armor ini" Kata Amber sambil cemberut.
"TUAN!!!" Lillith keluar dari kamar.
"gimana tuan?" kata Lillith
"hmm...bagus kok" kata Lux
"hehehe, tapi Armor dada ini ke besaran jadi masih ada ruang di bagian dada" Kata Lillith.
"pakai Armor lengan saja" kata Lux.
"oke tuan" Lillith langsung melepas Armor dadanya
Amber keluar dari kamar.
"Huft...kakiku sampai kesemutan" Amber sedang memijit kakinya.
Tiba-tiba Terjadi Gempa. seluruh ruang bergoyang.
*drag...drug...drag...
praang!...praang!!...
"Ada apa ini?" Amber panik
"Gempa!" Kata Lux.
"Ayo kalian keluar!!!" Lux menyuruh mereka.
Lillith keluar dari kamar dan langsung berlari ke luar
"Aduh...Tuan, kaki aku semutan" Amber terjatuh.
"Huft...pegangan" Lux langsung menggendong Amber.
"heh?" Wajah Amber memerah melihat Lux
Lux dan Amber langsung keluar dari rumah.
"Huft....syukurlah kalian selamat" kata Lux sambil menurunkan Amber.
"kakiku semutan" kata Amber.
"Tenang, Quick heal" Lillith memegang kaki Amber.
"Wha... terima kasih" Amber menggerakan kakinya.
"iya, sama-sama" Lillith mengangkat jempolnya
JGEER....JGEER....(suara Petir yang besar)
"Tuan! liat" Lillith menunjuk ke langit.
"Huh? Apa itu?" tanya Lux.
Tiba-tiba terjadi Badai dan langitnya menjadi gelap serta ada portal yang mengeluarkan Makhluk yang sangat Banyak.
"Aduh, Portalnya sudah terbuka" Amber langsung mengeluarkan pedang dan perisainya.
Lux langsung mengumpulkan para Warga.
"SEMUA!!! SIAP...KARENA INI PERTARUNGAN YANG MEMPERTARUHKAN NYAWA DAN KELUARGA KALIAN!!! " Teriak Lux didepan para warga
"SIAP!!! " kata para warga sambil mengangkat senjatanya
Para Monster langsung menyerang kampung, Lux dan yang lainnya menyerang monster tersebut.
desing...desing...desing...(suara tombak dan senjata para warga)
Grroaah.... (suara goblin)
monster tersebut memegang tombak.
Amber menyerang goblin tersebut,
Srakk... srak... srakk(Amber menebas goblin tersebut).
Amber mengelap keringat di dahinya "Huft...banyak sekali"
"Wahai para warga sekalian semangat dan jangan sampai tanah kita diambil..." Werner berdiri di depan para Warga.
Tiba..tiba *jleb.....Tombak tersebut tepat mengenai dahi werner hingga menancap.
gedebug..! Werner terjatuh dan para warga serta yang lainnya
kaget.
"Huh? WERNERRRR.....!!!" Lux langsung menghampiri Werner
"Grrr...Kurang ajar kalian SEMUA!" Amber marah.
ANGEL GRAVITY!!!
Amber menancapkan perisainya ke tanah.
Para Monster terjatuh, Lillith mengankat Tangannya.
Ola de fuego...!
Whooosh....whoosh...( Lillith mengeluar kan Ombak Api yang besar.)
"Aaarrrgh..!!!" Para monster kebakar.
Amber ,Lux dan Para warga kaget.
"Satu lagi, Thunderolt KABBIR..!!!"
Seketika langit menjadi gelap, Dan.
Jgeer.... Jgeer....Jgeer.. (para Monster mati kesetrum).
Gedebug...! Lillith terjatuh.
"Lily!" Amber panik.
"dia kecapean" Kata Lux.
"Aduh...Monsternya masih banyak" Amber panik.
"Tenang" kata Lux dengan nada datar.
Mata Lux bersinar.
"Kekuatan Naga kegelapan, SHADOW SMASH..!"
Srak....sreekk......sraak.....Lux langsung berlari menebas Para monster.
Amber menaruh Lillith di semak-semak dan Langsung membantu Lux.
"Huft...Valkyrie Smash!"
Amber langsung melompat di tengah kerumunan monster dan diserang.
"AMBER!!!" Teriak Lux
Tiba-tiba Lux melihat cahaya ditengah kerumunan monster.
dan...
BOOM..!!! (para Monster terpental)
Lux kaget melihat Amber yang dipunggungnya ada sayap, pedang dan perisai Amber bercahya.
HOLY SLASH...! Amber menebas para monster tersebut dengan cepat.
Slah...slash...slash....
Lux bertemu dengan ogre yang besar.
"GRooaahh..."
Ogre tersebut mengayunkan Palu besarnya *Syut...syut.. Lux menghindar serangan ogre tersebut dan...
Slash da Forte berlari dan mengayunkan pedangnya.
*Sreek...srekk..(lux merobek tangan ogre tersebut).
Arrggh....
Ogre tersebut mengyunkan Palunya dengan cepat.
Lux menghindar dan....
Blamm!....kepala Lux terkena palu ogre dan jatuh.
"Oke" Lux tersenyum.
Lux melompat dan * Shadow slash.!, Lux menebas monster tersebut dengan cepat *Swooosh...swoosh..
Ogre tersebut kewalahan dan berceran darah.
Grrrr.....(ogre meraung)
Hap....Slash da forte (Lux melompat dan menebas kepala Ogre tersebut)
Tiba-tiba langit mulai cerah, Para monster berlarian dan masuk kedalam portal.
"huh? ada apa ini" Tanya Lux.
"huft...huft....po-portal tersebut sudah selesai" Amber kewalahan.
Amber langsung membawa Lillith yang pingsan.
Lux dan Amber melihat suasana Pedesaan menjadi hancur dan banyak Warga yang kehilangan Anggota tubuh.
para warga berkumpul melihat werner.
" hikss....Maafkan kami, kami terlalu lalai" kata para warga.
Amber memegang tangan Lux.
"A-aku tidak mau mati" Amber menahan nangis.
" huft.....semua yang bernyawa pasti akan mati Amber~" Lux mengelus kepala Amber.
*Hikss...(Amber mengelap Air matanya)
"wahai ksatria apa yang harus kita lakukan?" kata salah satu dari para warga.
"kubur dia dan berdoa agar pak werner di tempatkan di tempat yang layak" Kata Lux.
Mereka langsung membawa Werner dan langsung menguburnya.
Mereka menundukkan kepalanya di sekitar kuburan Werner.
tiba-tiba istri werner datang.
"t-tidak mungkin" Ia melihat kuburan tersebut dengan tatapan kosong.
"SUAMIKUUU!!!" Istri Werner menangis histeris di atas kuburan Werner.
Suasana semakin sedih, Amber dan Lillith meneteskan Air mata.
Seminggu setelah kejadian tersebut.
Lux, Lillith dan Amber didatangi para Warga.
"ada yang bisa saya bantu?" kata Amber.
"Apakah kalian ingin meninggalkan desa kami" Kata Para Warga.
"Iya" kata Lux.
para warga bersedih.
"tapi, kalau ada portal lagi kita tidak bisa melawan monster tersebut" kata istri werner.
"Nih, untuk kalian" Lux mengasih 4 lembar kertas.
"untuk apa" tanya istri werner.
"Gunakan ini saat dalam bahaya, ini sihir yang sering digunakan Lillith" Kata Lux.
"ohh...terima kasih ksatria Lux" Istri werner dan para warga menunduk ke Lux.
"iya" Lux menganggukan kepalanya.
"Baik, siapkan barang kalian besok kita akan pindah ke tempat yang lain" kata Lux.
"Baik tuan" kata Amber dan Lillith