The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Aku tidak mau menikah dengan dia...



Camellia melihat surat yang ada di dalam kotak.


Camellia menahan air mata sambil membaca suratnya.


Lillith masuk ke perpustakan dan mendengar suara tangisan.


"Hmm...suara siapa itu?" tanya Lillith.


Lillith melihat pintu yang tertutup.


"Jangan-jangan ini tempatnya" ucap Lillith.


Lillith menempelkan telinganya di pintu.


Lillith mendengar suara Camellia.


"kenapa ini??, surat nikah dari pangeran Igor kerajaan Hellorn, A-aku tidak bisa terima ini"


"Kami sebagai prajurit setia kerajaan helorn, sudah sepakat Igor menikah dengan anda" ucap Prajurit hellorn.


"Pokoknya aku gak bisa!!!"teriak camellia sambil menampar meja.


*Braakk...!!!


"Kalau, anda tidak mau menikah dengan Pangeran, kau harus membayar hutang orang tuamu" prajurit tersebut marah.


Lillith kesal mendengarnya, Lillith mengepalkan tanganya.


(Cih...Dasar Igor...Maksa banget sih...) ucap Lillith dalam hati.


"MANA BAYAR HUTANG MU...!!!!!!" teriak prajurit.


"100.000 KEPING EMASSS..!!, terakhir Minggu depan, Kalau tidak kau harus menikah pangeran atau hidupmu tidak akan bebas lagi" Teriak Prajurit hellorn.


Lillith terkejut pupil matanya mengecil,(HAAHH...ASTAGA!!!, banyak banget).


Camellia terdiam dan tidak sanggup menahan air matanya dan Camellia pun menangis.


*Hikss...Hikss...


"PAHAM..!!!,JANGAN PERNAH BANTAH KAMI OKE..!!!" teriak prajurit tersebut dengan keras.


*Braakk...Prajurit tersebut membalikan meja dan Karamel apel yang diberi Lux jatuh dan Di injek oleh Prajurit hellorn.


Camellia menganggukan kepalanya sambil menangis.


Prajurit tersebut berjalan menuju depan pintu.


"Aduh..sial" Lillith langsung meninggalkan tempat tersebut dan berpura-pura baca buku.


Lillith melihat prajurit itu dengan sinis.


Lillith kembali ke tempat dan mencoba untuk masuk dan ternyata di kunci Camellia.


"Waduh..dikunci" ucap Lillith.


"Gawat nih..kasih tau Tuan ah" Ucap Lillith.


Lillith berlari meninggalkan perpustakaan.


sementara itu, Camellia membereskan Meja dan mengepel Bekas Apel.


Camellia mengelap air matanya menggunakan tangan kananya.


"Huftt...A-aku harus merahasiakan ini ke semuanya" ucap Camellia.


"T-teru-terutama L-Lux*Hiksss" ucap Camellia terbata-bata sambil meneteskan air matanya.


Lillith berlari dan bertemu dengan Lux, Lux sedang bercerita dengan Yumiko dan Amber.


Lillith langsung membuka pintu.


*Braakkk...


"Hoshh...hoshh..." Lillith engap-engap


"Ada apa Lily?" tanya Amber.


"Kenapa lari-larian dikejar anjing ya..." ucap Yumiko.


Lux berdiri "Woi, buka pintu jangan kenceng-kenceng" ucap Lux.


"Ma-maaf TapiTuan tadi-" Lillith langsung sadar ada Yumiko dan Amber.


"Tadi?" tanya Lux.


"Ehh...tadi?, ehh...ROK KU BOLONG...." ucap Lillith langsung berlari ke kamar.


*Hap...Lillith langsung melompat ke kasur.


Lux, Yumiko dan Amber kebingungan.


"Kenapa dia?" tanya Lux.


"Aneh banget gak biasanya dia begitu" ucap Amber.


"Lagi pula dia kan pake celana bukan rok" ucap Amber


"Mungkin capek dikejar anjing" ucap Yumiko.


"Tapi...didalam istana tidak ada yang memelihara Anjing" ucap Amber..


"Ehh..ada kok" ucap Yumiko.


"Iya ada" ucap Lux.


"TUH KAN AWOOO" yumiko melolong.


"Kamu Anjingnya Yumi" ucap Lux.


"Ehhh..!!?!??, Aku serigala bukan Anjing, huu...gak sopan tau" Yumiko Cemberut.


Lillith menutup kepalanya dengan bantal.


(A-aku mau cerita ke Lux t-tapi ada Mbak Amber) ucap Lillith.


tiba-tiba Lillith mendengar sesuatu.


"Lily...Kamu kenapa?" ucap Lux.


Lillith membalikan dan ternyata Ada Lux yang duduk di samping ranjang


Lux langsung menempelkan tangannya ke Dahi Lillith.


"Heh? j-jangan tuan" Lillith terkejut.


"Hmm..Kamu baik-baik aja, Istirahat sana!!!" ucap Lux.


Yumiko dan Amber menghampiri Lillith.


"Hmph...Lillith pura-pura sakit tuuh" ucap Amber cemberut


"Ahh...gitu doang sakit" ucap Yumiko.


.


.


.


Malam tiba, Yumiko dan Amber tidur lebih awal, Lux melihat pemandangan di balkon.


"hmm..tumben Amber tidur awal, hahah mungkin Winenya habis" ucap Lux tertawa


Lillith mengintip dan Mengagetkan Lux.


*Bakk..."Lillith menepuk kedua pundak Lux"


Lux yang sedang merokok tiba-tiba rokoknya tertelan karena terkejut.


"Whaa.....akhkhh..*Uhuk...uhuk..." Lux batuk sambil mengeluarkan asap.


Lillith panik dan langsung berlari mengambilkan Air.


"Ma-ma-maaf tuan ini airnya.." ucap Lillith.


Lux langsung meneguknya *Gleek..gleek...


"Ahh......" Lux langsung mencubit pipi Lillith.


"Belum tidur?" ucap Lux.


"Seharusnya aku yang nanya begitu" ucap Lillith.


"Jadi ada masalah apa lagi?" ucap Lux.


"Jadi gini tuan, misalkan tuan dipaksa nikah sama orang yang bukan pilihan tuan, apa yang tuan rasakan" ucap Lillith.


"Ahh...gak tau belom pernah" ucap Lu dengan entengnya.


Lillith menatap Lux dengan tatapan sinis.


"Misalkan tuan,misalkan" ucap Lillith.


"eehh.....sedihlah" ucap Lux


"Sedih ya.., Itu yang dialami sensei" ucap Lillith.


"Emang kenapa dia?" ucap Lux


"dipaksa sama igor" ucap Lux.


"igor?..Ohh..pangeran tengil yang sok jago" ucap Lux.


"Cih..masih jagoan gw" ucap Lux menghisap rokoknya.


"Uhukk...uhukk...sombong bet" ucap Lillith batuk.


"Baiklah, besok pagi aku kesana, Lily tidur sana, asep rokok bahaya lho" ucap Lux.


"tuan jangan sering ngerokok oke, aku tidur dulu ya.." ucap Lillith.


Keesokan harinya, Yumiko memasak untuk sarapan.


"Nih, selamat makan" ucap Yumiko.


Lux,Lillith dan Amber melihat daging ikan yang berukuran kecil.


"ini buat ber4?" ucap Lux.


"Iya?" ucap yumiko.


" kok kecil" ucap Lillith.


"Lagian siapa suruh, jajan banyak banget di festival udah gitu gak semuanya kemakan lagih..gara- gara ada kerusuhan" ucap Yumiko.


Mereka langsung melihat ke Amber.


"Heh?..Maaf" ucap Amber sambil menundukan kepalanya.


*Hap...Lux langsung melahap semua ikanya.


Lillith langsung melihat piringnya yang kosong.


"heh..ikanya?" tanya Lillith.


"Kak?" ucap yumiko.


*Burrpp..Lux bersendawah.


"Kalian lama sih, yaudah aku haibisin semua" ucap Lux.


mereka kesal.


"TUAANN...!!! BAGI DONG...!!!" ucap mereka ber3 sambil menyodorkan piring ke Lux.


"eh...mau gimana lagi udah diperut" ucap Lux.


mereka akhirnya pergi ke pasar dengan uang yang seadanya untuk membeli sarapan.


.


.


.


"Oh iya, ngomong-ngomomg gimana kondisi Laura" ucap Yumiko.


"Cieee...nanyain kangen ya..." ucap Lux.


Yumiko langsung menampar tangan kanan Lux yang di gips.


"Aww.." teriak Lux.


"Bukan begitu, dia kan paling parah lukanya selain Zura" ucap Yumiko.


"Ohh..dia masih dirawat, Tulang pipi dan tangan kirinya Patah" ucap Lux.


"Kok tau?" Amber menatap sinis.


"Ahh..kemarin aku menjenguk dia bareng Lillith" ucap Lux.


Lillith manganggukan kepalanya.


"Ohh...Hah!?! date don-*plakk..." Amber langsung ditampar pipinya.


"OTAK KAU..date, kita cuma jenguk"


Lillith cemberut.


.


.


Camellia sedang beres-beres Mejanya di kelas.


"Ini buku bahasa, buku sihir,buku matematika Sip..ahh...lelahnya" Ucap camellia sedang bersandar di kursi.


Lux bersandar di pintu depan kelas.


Camellia sedang menyapu kelas.


*praakk...prookk..Lux tepuk tangan.


Camellia menengok kebelakang dan ternyata ada Lux menepuk tanganya.


"Heh?...L-Lux" ucap Camellia.


"Di bayar berapa? jadi pembantu" ucap Lux.


"Huu...Aku ini guru tau, gak sopan" Camellia memalingkan wajahnya dan lanjut menyapu.


"Ngomong-ngomong, selamat ya..." ucap Lux


"Selamat apa?" tanya camellia.


"Jadi putri atau mungkin ratu" ucap Lux.


"Huh?, ketinggian impian mu" ucap Camellia.


.


"kamu dilamar dengan Igor kan?" ucap Lux sambil duduk di meja guru.


Camellia seketika terkejut dan menjatuhkan sapunya.


"Ka-kamu tau dari mana?" ucap Camellia menahan air matanya.


"Ada deh" ucap Lux


Camellia menundukan kepalanya dan air mata berjatuhan ke lantai, Lux langsung menghampiri dan berusaha menenangkanya.


"Oi,oi,oi, jangan nangis, udah gede" ucap Lux.


Camellia langsung memeluk badan Lux, Lux terkejut.


"*Hikss..A-aku s-sebenarnya gak mau nikah dengan dia..."


"A-aku masih mencari lelaki yang tepat, Kumohon yamashiro Vallux bantu aku" Camellia menangis di dada Lux.


Lux terkejut karena dia masih mengingat nama panjangnya.


"Hmm...baik" ucap Lux.


mata camellia melotot sambil berkaca-kaca.


"Serius?, *Hiksss..." Camellia melihat lux dengan wajah penuh air mata.