The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
napas terakhir Mamon



Lillith berdiri sambil mengarahkan snipernya ke arah Mamon.


*sreekk..rekk.rekk...


tubuh Mamon yang hancur, kembali seperti semula.


Tubuh Mamon sudah berlubang, separuh kepalanya hancur dan tangan kanannya hancur.


*creekcek...Lillith mengarahkan snipernya ke mamon.


Mamon tersenyum.


"Perisai darah...."


Tubuh mamon ditutup dikelilingi darah dan menghilang.


setelah menghilang Ratusan iblis mengincar Lillith.


*ROOOAAARR.....


Lillilth mengangkat tanganya, keempat garis merah yang berada dipipi Lillith menyala.


Mata Lillith dan tanganya ber api.


"O...OLA..DE..FUEGO"


*WUSSSSHHHH..........


Ombak Api yang sangat besar seperti Ombak tsunami.


Lux dan Agus serta partynya terkejut.


"Lily.." Ucap Yana dan Yuni.


"A..APA..APA ITU!?!?" tabitha ketakutan.


"Dia menggunakan sihir spesialnya" ucap Lux.


dan....


*BUSSSHHHH........


seluruh Iblis hangus terbakar dan hutan disekitaran istana terbakar hangus.


"Hosshhh...hosshh....PERGI SANA, MAKHLUK JELEK!!!!" ucap Lillith sambil engap-engapan


Lux berdiri di samping Lillith.


"makasih...Tumben kau tidak pingsang"


Lux memegang kepala Lillith.


Ekor Lillith langsung beridiri dan bergerak-gerak.


Agus, Yumiko dan yang lainnya melihat pemandangan hutan yang hangus terbakar.


"HORREEEE......" ucap Tabitha.


.


.


Kerajaan De lavla.


Tiba-tiba para iblis berlari ketakutan dan kembali ke portal.


"PERGI KALIAN..!!!!, BANGS4T....!!!!" teriak Laura.


"Huh...rambut gw berantakan" ucap Laura merapihkan rambut Twin ponytailnya.


salah satu prajurit menghampiri Laura.


"Komandan, apa yang harus kami lakukan"


"Cari Ouil dan kumpulkan prajurit yang gugur termasuk vertus" ucap Laura melihat pemandangan kota yang hancur.


Laura duduk di runtuhan gedung.


"Hufft...." Laura merokok.


"Semoga yang lainya selamat"


.


.


.


setelah itu Lux mencari Amber yang sedang tertidur.


"Sini aku bantu"


"Ahhh..sa..sakit tuan" ucap Amber.


Lux menggendong Amber dan Lux melihat kedua kaki Amber letoy karena tulangnya patah.


"Amber.."


"Hmm..."


"sakit?"


"Hhehehe sedik- Ahhhh" kedua kaki Amber bertabrakan.


"Maaf" ucap Lux.


Yana dan Yuni mencari michael.


"Michael...!!!"


Michael terlihat sedang melambaikan tangan dari kejahuan.


Agus, Yuni dan yana menghampiri Michael.


Tabitha terkejut melihat tubuh Amber 70% anggota tubuhnya patah.


Tabitha menutup mulutnya.


"YAA..AAMPUN KAMU BAIK-BAIK SAJA" ucap Tabitha.


" Hehehe...terima kasih sudah mengkhawatirkan ku tapi aku baik-baik saja" ucap Amber.


Raja Xavier datang dengan membawa pasukan.


"Kalian gimana kondisinya"


"Maaf kan kami, kami hanya bisa menjaga bagian dalam kerajaan saja"


"dan terima kasih sudah membantu kami"


Vui langsung berlari dan memeluk Ezra.


"Ezraaa....."


"A..aku sehat kok maahh..."


Ezra mencoba menahan pelukan Vui.


mereka semua tersenyum.


Agus dan Yana merangkul michael.


"Hahahaah...sungguh melelahkan" Michael tertawa


"Syukurlah kalian selamat semua" ucap Raja xavier.


"Mari kembali ke dalam kastil"


mereka semua kembali ke kastil.


sementara itu mamon sedang berhadapan dengan iblision.


"hihihi benarkan lemah"


Mamon marah "Kau tidak membantu, aku dikeroyok" ucap Mamon.


"sekarangkan tugasnya kamu, aku hanya menyumbang pasukan aja"


"aku bantu kok, kamunya saja yang lemah"


perlahan tubuh mamon menjadi abu.


"ehh..kenapa ini"


"oh kau kehabisan darah, ya ampun... sudah waktunya kau meninggalkan dunia ini" ucap Iblision sambil tersenyum jahat.


"Bagi gw darah..." mamon menarik baju Iblision.


"Oke..oke..." Iblision menusuk kan jarinya ke leher Mamon.


"terima kas-, AAHHHH....." iblision menyedot darah mamon hingga tinggal sedikit.


"HAHAHA...AKU MEMBANTUMU AGAR BISA BERTEMU ANAK TERCINTAMU MAMON" iblision tertawa terbahak-bahak.


"uhuukk...." Mamon sudah kehilangan setengah badannya.


"dan ingat mamon, iblis tidak akan membantu sesama iblis" Ucap Iblision dengan tatapan sinis.


Wajah mamon terkejut dan kemudian menghilang.


"CIH....PERINGKAT 5 RENDAHAN" ucap iblision.


"Sampah, b4jingan dan gak ads bakat sama sekali. cuihh...." iblision meludah ke Abu Mamon.


Iblision langsung kembali ke dalam portal.


.


.


di dalam istana sudah di sambut para warga.


*Prookk....PROOKK......prookk...


seluruh warga tepuk tangan.


mereka semua tersenyum kecuali Lux.


Tiba-tiba ada gadis berkimono menghampiri Lux.


"Stop..."


"Ehh...sensei?" tanya Lux.


Amber membuka matanya dan melihat camellia.


"Amber cedera parah sini aku obati" ucap Camellia.


"Yumi, Lillith kalian ikut sama agus ya...gw mau nemenin Amber" ucap Lux menggendong Amber.


"Okeyy..." ucap Yumiko.


"Baik tuan"


mereka langsung mengikuti party agus untuk pergi ke aula kerajaan.


.


.


sementara itu Camellia membawa Lux dan Amber ke dalam rumah yang dipenuhi banyak korban peperangan.


"Sini, amber tidur aja" ucap Camellia.


Lux membantu menidurkan Amber.


"Aduh..." kaki kanan Amber berbelok


"Ma-maaf" Lux membantu meluruskan kaki Amber.


"Ahhh..."


Camellia datang sambil membawa buku sihirnya.


"peperangan kali ini parah sekali ya.." ucap Camellia.


"Ya..." ucap Lux.


Camellia mengankat sedikit Rok Amber, Lux melihat paha Amber.


Amber menahan rasa sakit


"Hmm...." Camellia tersenyum melihat Lux.


"Ahh..aku gak liat apa-apa, lanjutin operasinya" ucap Lux.


leher, tangan dan kaki Amber ditutupi kain, Camellia memetik daun bunga dikepalanya lalu ditumbuk serta dicampurkan dengan air.


"Sensei?" tanya Lux.


"iya...ada apa" Ucap camellia sedang menumbuk.


"kenapa sensei tidak ikut perang?" tanya Lux.


"ohh...aku disuruh mengobati hellorn yang ditembak, trus ketika aku mau perang, ehh...banyak pasukan yang terluka jadi aku disini aja" ucap Camellia.


"Tapi..seserem itu apa iblis neraka luar?"


"Nggak begitu serem tapi, dia sangat pintar menggunakan skillnya"


"Baik" Camellia membalurkan ramuanya ke tubuh Amber yang patah.


ketika Camellia ingin membaluri paha Amber.


"ahh~ dingin" ucap Amber.


Amber langsung menutup mulutnya.


seketika wajah Lux merah


(Hufft...kalian m3sum sekali, aku iri) ucap Camellia dalam hati


setelah Amber diobati.


*jreekk...suara pintu dibuka.


ternyata Azure sedang membawa keranjang obat.


"Nih....obat" ucap Azure.


Lux melihat baju maid azure yang sobek.


"lu ikut perang"


"iya " azure menganggukan kepalanya.


"oke aku ambil obatnya, Lux temenin Amber ya..." ucap Camelia.


*toning...toning.... suara notifikasi Hp Lux.


Lux melihat pesan dari laura.


Lux sedang mengetik.


Amber curiga "Laura ngomong apa?"


"hmm..?, dia nanya kondisi" ucap Lux


pipi Amber seketika merah sambil melihat Lux sedang mengetik di Hpnya.


"Tuan..?"


"hmm..?" ucap lux masih fokus mengetik hp.


"kamu denger gak?"


"denger apa?"


"ucapan iblision tadi..." ucap Amber.


seketika Lux mematikan Hpnya dan melihat Amber dengan pipi yang merah serta memasang wajah malu-malu.


"i..ya emang kenapa?"


"pasti Tuan sudah menganggapku perempuan tidak baik".


"nggak kok Lu ma-" ucapan Lux terpotong.


"padahal aku sudah melupakan masa lalu itu, dan aku sudah mensucikan tubuhku dengan air suci tiap hari dan aku sudah melupakan kenikmatan-kenikamatan yang pernah aku alami" ucap Amber.


"tetapi yang namanya j4lang ya...tetap j4lang benar kan Tuan..?" ucap Amber senyum terpaksa.


" jadi tuan, mungkin petualangan kita sampai sini saja, karena aku pembohong, boros dan tidak sekuat dan se lincah Yumiko dan Lillith" amber tersenyum sambil menahan air matanya.


"benarkan, kalau aku tidak bersamamu, pasti hidup mu akan lebih mudah, tidak perlu merawat gadis tua ini, yang sudah berumur 329 tahun ini" ucap Amber.


Lux langsung memeluk Amber.


"JANGAN...!!!, TINGGALAH..BERSAMAKU" teriak Lux.


Amber terkejut dan tangisannya pecah.


"Ehhh...."


*HIKSS....UWEEEEEE....UWEEEEE...UWAAAAA....


Lux mengusap kepala Amber.


"Shh....jangan menangis putri"


para pasien melihat kejadian tersebut.