The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Whaaa.....Syukurlah..



Pagi pun tiba, Lux diluar gubuk sedang melatih menggunakan pedangnya, Lillith baru bangun


"Pagi Lily" Lux sedang melihat Lillith yang masih setengah sadar.


"Hooaammm.....Pa-pagi tuan" Lillith mengucek matanya


"gimana? Si Amber udah sadar" Kata Lux


"b-belum tuan" Kata Lillith


"Lil, persedian makanan sudah habis ya" kata Lux.


"iya tuan sudah habis, sekarang aku mau memancing ikan disungai dulu" Kata Lillith sambil memegang perangkap buatan dia.


"udah Lily biar aku aja, kamu yang masak ikanya ya" Lux langsung merebut perangkap dari Lillith.


"udah tidak apa-apa, tuan istirahat aja" Kata Lillith


"Nggak, sekali-kali aku bantu kamu" Kata Lux.


"uhh...tapi tuankan sering bantu aku" Kata Lillith.


" Aku aja" Lux memaksa Lillith


" baiklah tuan" kata Lillith


Lux langsung meninggalkan Lillith, Lillith mendengar suara Aneh didalam gubuk.


"heh? suara apa itu?" Lillith kaget.


Lillith mengintip dijendela dan melihat ada kain berwarna biru yang bergerak


"I-itu si-siapa?" Lillith ketakutan


Lillith mengumpulkan semua keberanianya.


"huft...oke aku masuk dan harus menyelamatkan Mbak" kata Lillith


Lillith masuk dan Melihat Amber yang sedang kebingunan sambil melihat-lihat ruangan.


"ehhhh!!! M-m-m-mbak!!! K-kamu su-su-sudah sadar" kata Lillith Kaget.


"oh Lillith, maksudnya? sadar? huh?" Amber bingung


Amber langsung melihat Lillith yang meneteskan Air mata.


"Ehh!!! jangan nangis ada apa? tuan teddy dimana?" Amber panik melihat Lillith.


"Hiks....Mbaaaak....(Lillith langsung berlari memeluk Amber) A-aku kira aku tidak akan bisa bertemu dengan mu lagi" Lillith langsung menangis tersedu-sedu.


Amber langsung memeluk Lillith.


"hihihi, sudah jangan nangis aku sudah ada disini, jangan nangis dong..." Amber mengelus kepala Lillith sambil tersenyum dengan Anggun.


"ba-baik Mbak" kata Lillith menahan tangisanya.


"Ngomong-ngomong, kok kita bisa sampai sini" Amber bingung melihat hutan dan gubuk tersebut


"jadi, Mbak pingsan setelah Melawan Iblis dan Tuan difitnah oleh raja dan para warga desa, sehingga tuan pergi dan menetap disini" Kata Lillith.


"ehh!!!, difitnah warga sama raja? maksudnya?" tanya Amber bingung.


"iblis itu berhasil diusir sama raja dan raja bilang bahwa Tuan lux sengaja mencuri Mbak untuk mainan atau bahan hiburan serta dijadikan umpan melawan Iblis" Kata Lillith.


"trus para warga percaya sama perkataan raja, jadi tuan, aku sama Mbak diusir dari pedesaan" Kata Lillith


Amber sedih, karena Lux terkena sial gara-gara Amber


"Mbak kenapa" tanya Lillith karena melihat Amber meneteskan Air mata.


"e-enggak kok, tuan teddy mana?" Amber langsung mengelap Air matanya.


"oh tuan sedang memancing ikan di sungai" Kata Lillith.


Gedebug!!..(Amber tiba-tiba terjatuh)


Lillith langsung mengangkat Amber.


"Mbak kamu gak apa-apa?" Lillith panik


"ehehehe, kepalaku sedikit pusing" Kata Amber.


"Udah. Mbak istirahat dulu" Lillith langsung mengantar Amber ke tempat tidur.


"eh! jangan gitu aku harus bantu" Amber memaksa berdiri tetapi kepalanya pusing sehingga ia kembali duduk.


"Udah mbak aku aja, tunggu tuan Lux oke" Lillith langsung pergi menyapu disekitar gubuk.


Lux datang membawa 3 ikan salmon yang besar.


"Halo Lily, nih ikannya!" Lux langsung mengasih ikan tersebut ke Lillith.


"Whaa....gede banget"Lillith senang.


"Oh iya! Mbak Amber akhirnya sudah sadar kembali" Kata Lillith


"wah....syukurlah, baik aku masuk" Lux langsung masuk ke dalam gubuk


Amber membuka matanya sedikit, dan dia Melihat sesosok Pria tampan berambut Abu-Abu yang berada di depanya.


"si-siapa kau" kata Amber menyipitkan matanya karena silau


"A-aku manusia yang sering kamu sebut teddy" Kata Lux dengan suara yang lembut dan agak sedikit berat.


Amber mengenal suaranya, Amber langsung membuka matanya.


"Ka-ka-kamu tu-tu-tuan Lux" Amber kaget karena penampilanya berubah.


"iya" Kata Lux.


Amber langsung memeluk lux dan mengeluarkan Air mata.


"Lu-lu-lux A-aku minta Maaf.....Hiks....Hiks..." Amber yang memeluk erat Lux


"udah....cep..cep...cep....jangan nangis, malu udah gede" Kata Lux


"Bu-bukan i-itu tuan!, tuan tersiksa karena ulahku, seharusnya Aku tidak memaksakan diri" Amber menangis kejer.


"Hei!!!, Tidak apa-apa kok aku tidak marah" Lux langsung mengelus kepala Amber.


"heh?(wajahnya memerah)" Amber menatap Lux dengan Mata yang berAir


"Puft.....Wajah elegant mu seketika menghilang" Lux menahan tawa karena wajah Amber.


"be-be-berisik!!" Amber langsung mengelap Air matanya di baju Lux.


"Oi!!!, Basah tau!" kata Lux.


"ehehehe" Amber kembali tersenyum.


Lillith melihat dari jendela.


"Dramatis banget si.."Kata Lillith cemburu


Lillith langsung masuk kedalam Gubuk.


"Tuan,Mbak ini ikanya sudah aku bersiin isi perutnya" Kata Lillith.


"whaa....Lily kamu sudah menjadi perempuan yang hebat" Amber langsung mengelus kepala Lillith.


"ehehehe, sekarang tinggal kita Bakar tuan" Kata Lillith.


(Lux mengangukkan kepalanya)


"baik, aku mau ngambil kayu bakar dulu" kata Lillith.


"Aku ikut ya..."Kata Amber.


"oh oke Mbak" Kata Lillith.


"Nih tuan kayunya" kata Lillith dan Amber.


"Oke" Kata lux.


"sekarang tinggal kita, mencari cara untuk menyalakan api unggunya" kata Amber


"tenang saja Aku bisa Mbak" Lillith langsung mengankat tangan kananya


"Flame shot!!"Lillith membacakan mantranya dan Api unggu ya langsung menyala.


"Whaaa....kamu hebat Lily" kata Amber.


"ehehehe" Lillith tersenyum


"Nih ikanya kalian bakar masing-masing" Lux langsung memberi ikan nya ke mereka ber2


Setelah itu mereka Asik membakar ikanya.


"Hmmm....baunya enak sekali" Kata Amber.


" sabar dulu ini belum matang ikanya" Kata Lux.


Setelah itu ikan bakar mereka akhirnya matang.


"whaa.....selamat makan" kata Lillith langsung menggit ikannya yang masih panas


"Awas panas Lily" kata Lux.


"Aw!!...eheheh iya tuan" mulut Lillith kepanasan.


"oke selamat Makan" Lux langsung memakan ikannya


Amber tidak makan ikannya , dia hanya bengong melihat Lux dengan mata yang bersinar.


Amber Terpesona.


"Ada apa? gak dimakan ikannya" kata Lux melihat Amber yang bengong.


tangan kanan Amber langsung mengelus pipi Lux dengan lembut.


pipi Amber menjadi memerah dan matanya bersinar.


"ehem....tuan...kita ber3 tau! ,jangan nganggap aku sebagai tanaman" Lillith cemburu.


"Bukan aku" kata Lux


"ehh!!..Ma-maaf A....Nyam..nyam" Amber langsung memakan ikan tersebut dengan cepat.


Uhuk....uhuk...uhuk..(Amber tersedak)


" huft.....pelan-pelan makanya, nih!" Lux langsung memberi gelas ke Amber.


"glek...glek..glek..Aaaah~ te-terima kasih" Kata Amber.


Lillith menatap Amber dengan penuh rasa penasaran.


Setelah selesai makan Lux sedang membereskan Api unggunya, Lillith dan Amber sedang melihat pemandangan langit yang penuh dengan bintang.


"indah sekali pemandangan malam ini" kata Amber.


"iya mbak" kata Lillith


"Mbak boleh tidak aku bertanya?" kata Lillith.


"boleh ada apa?" kata Amber sambil tersenyum Anggun


"Jujur ya.., Mbak pasti suka sama Tuan Lux, iya kan" Kata


Lillith.


seketika senyuman Anggun Amber berubah, Wajahnya memerah dengan senyuman malu.


"Ehh...!!! ng-nggak..nggak aku menganggap dia sebagai sahabat" Kata Amber malu-malu.


"Ohhh oke" Kata Lillith dengan senyuman yang mencurigakan.


"kenapa kau bertanya seperti itu dan kenapa memasang wajah seperti itu?"


"ehehehe nggak kok aku cuma bercanda" Lillith tertawa


" uuuhhh....hmph..kamu ini" Amber kesal.


Lux memanggil mereka ber2.


"Hei! kalian tidur sana, hari sudah mulai gelap" Kata Lux.


"ba-baik tuan" Kata mereka ber2.


Mereka masuk kedalam gubuk.


"tuan kita tidur dimana?" Amber bingung.


"kita tidur dilantai" kata Lux.


"Alasnya?" Kata Amber.


"Pake kulit hewan Mbak, dijadiin karpet" kata Lillith


"oh..ok, Tapi saat aku pingsan aku tidur dimana?" kata Amber.


"sama tapi kau pake ranjang jadi lebih tinggi" kata Lux.


"ohh...terus ranjangnya mana?" kata Amber.


"dijadiin kayu bakar" kata Lux.


"oh..ok" Kata Amber.


Lux langsung menggelar karpet tersebut.


"maaf tempat tidurnya gk sebagus di istana" kata Lux.


"ehh...tidak apa-apa kok" kata Amber.


"Hooaammm...Aku ngantuk" Lillith langsung tidur disebelah kiri Lux.


"eh..!!" Amber kaget.


"hei Lily!!! sempit tau!" kata Lux.


Lillith langsung berpura-pura tidur.


grook...grook..


"huft....dasar Lily" kata Lux.


"tu-tuan" kata Amber malu-malu sambil menggeser badanya sedikit, agar dekat dengan Lux


"Ada apa?" Kata Lux.


"Bo-boleh tidak?" Amber menggeser badanya hingga tangan Amber dan Lux berdeketan.


"huft...sempit tau!, itu luas" kata Lux sambil menunjuk keluar gubuk


"A-aku takut tuan" kata Amber malu-malu.


"huft....padahal udah gede lo" kata Lux.


(Rambut Amber yang indah dan wangi , Aku bisa mencium badan Amber yang sangat wangi) Kata Lux dan wajahnya memerah.


"ya-yasudah lah" Kata Lux.


"te-terima kasih tu-tuan" Kata Amber.


Mereka Akhirnya tidur berdempetan, Lux berada ditengah ,kiri Lillith dan kanan Amber.