
Pagi pun tiba, Lillith masuk kedalam kamar lux untuk membangunkan Lux.
"tuan....tuan....bangun sudah pagi" kata Lillith menepuk-nepuk tangan Lux
"heh? oh hi Lily" kata lux sambil mengucek matanya.
Lux keluar dari kamarnya dan melihat Amber menggunakan Apron/celemek dan sedang memasak di dapur.
"oh! pagi tuan teddy" kata Amber sedang menyiapkan sarapan.
(lux bengong melihat Amber)
"hei!! tuan" kata Amber menjentikkan jarinya.
"heh? oh iya makasih sarapanya" kata Lux.
Lux dan Lillith mencoba sup yang dibuat oleh Amber dan...
".......(asin banget)"kata lux dalam hati.
Lillith melihat lux dengan bingung.
"tuan rasanya gimana?" kata Lillith.
"ada apa?"kata Amber melihat mereka ber2.
"ng-nggak kok"kata Mereka ber2
Amber langsung mencoba supnya dan kaget karena asin.
"Asin.....!!!" kata Amber mengusap lidahnya.
"aduh..maaf aku salah memasukan bahanya, seharusnya gula" kata Amber malu.
"hahaahahh, tidak apa apa yang penting kamu sudah usaha" kata Lux.
"heh?(*wajahnya memerah), iya...baik tuan aku akan berusaha membuat makanan enak untuk kalian" kata Amber mengepal tangan kananya ke langit
"hehehe mbak-mbak" kata Lillith tersenyu.
**setelah itu mereka pergi kehutan untuk melatih Lillith dan menaikan Level.
istana vancloria**
"ayah!!!" kata Xenzha
"ada apa?" kata raja.
"kita sudah menemukan ksatria lux beserta Amber" kata xenzha.
"dimana kau menemukanya?" kata Raja.
"di desa yang letaknya diatas gunung sana" kata xenzha menunjuk ke jendela
"baik, kita amati dia seminggu sekali, apakah dia ada perubahan" kata raja tersenyum.
"baik ayah" kata xenzha.
6 bulan kemudian,
Lillith, lux dan Amber dikenal sebagai pahlawan desa oleh masyarakat setempat karena sudah banyak mengusir para monster.
di hutan dekat desa.
"huft.. lelah sekali" kata Amber tiduran di padang rumput.
"aku juga capek tuan" kata Lillith bersandar di pohon.
lux sedang memukul pohon
bruk...brak...bruk..
"hei!! kalian jangan gampang lelah ayo latihan lagi" kata Lux.
"aku istirahat dulu tuan, tangan ku pegal" kata Lillith.
"Oh iya ngomong-ngomong tuan!!, badanmu yang dulu gendut sekarang jadi kotak-kotak" kata Amber melihat lux.
Lux menebas pohon menggunakan pedangnya.
srak..srak...srak (suara pohon yang di tebas).
"oh, hahahhaha mungkin karena latihan, emang kenapa?" kata lux.
"heh? (*wajahnya memerah), uhh...ng-nggak kok, cuman ka-kamu kelihatan lebih ke-keren" kata Amber malu-malu.
setelah itu Lux beristirahat dekat Amber dan Lilith.
"hahahah, jangan bercanda Amber" kata lux tertawa.
"oh iya Lillith, 1 tahun yang lalu kamu terlihat seperti anak kecil dan sekarang keliatan kayak gadis umur 15 tahunan" kata Lux melihat Amber.
"ehh?, mungkin karena level tuan, jadi pertumbuhanku lebih cepat" kata Lillith.
"ohh...sekarang kalian Level berapa?" kata Lux.
"aku 15" kata Lillith.
"Aku 19 tuan, bagaimana dengan mu tuan " kata
Amber
"aku 16" kata Lux
"oh...tenang saja aku akan melindungi tuan oke" kata Amber tersenyum.
"hehehe~ terima kasih" kata lux.
mereka sampai dipasar, para warga menyambut mereka bertiga dengan tepuk tangan.
prok...prok....prok....(suara tepuk tangan)
"selamat datang para pahlawan desa" kata warga dengan bahagia.
"hehehe terima kasih" kata Amber melambaikan tanganya
tiba-tiba kepala desa datang menghadap ke lux.
"terimakasih telah mengusir para monster di sekitar desa ini" kata Kepala desa sambil menundukkan kepalanya.
"ehehehe gak usah menunduk seperti itu pak" kata Amber.
"ka-kamu putri dari raja vancloria ya?" kata kepala desa melihat Amber.
"iya" kata Amber.
"whaaa~ cantiknya, ma-maksudnya yang terhormat" kata Kepala desa.
"hehehe~ iya terima kasih" Kata Amber tersenyum canggung
"baiklah, sekarang kalian akan saya kasih hadiah" kata Kepala desa.
"uhh...gk usah repot-repot pak" kata Lillith.
"udh gpp" kata kepala desa.
mereka langsung pergi kerumah kepala desa tersebut.
para warga mengintip di jendela rumah karena ingin melihat Amber dan Lillith.
(eh itu putri raja ya.. ,cantik nya aku pengen jadi suami idamanya)
(eh..liat deh si gadis kucing gemesin ya..pengen ku cubit pipinya) kata para warga yang mengintip di jendela.
"huft...dasar" kata Lux menghela napas
tiba2 bapak kepala desa membawa 2 kantong berukuran sedang dan dagger berwarna Emas.
"ini buat kalian" kata kepala desa.
"terimakasih pak" kata Amber.
"dan ini buatmu ksatria" kepala desa memberikan Dagger berwarna Emas.
"baik, terima kasih" kata lux.
setelah itu mereka kembali berjalan ke rumahnya
Tiba-tiba xenzha dan pasukanya melihat Lux sedang berjalan.
"eh!!! tuan xenzha apakah dia si ksatria gendut ?" kata prajuritnya xenzha
"iya kau benar, mari kita amati dia" kata xenzha dan Iangsung berlindung disemak-semak.
Lillith mendengar suara aneh disemak-semak, Lillith menoleh ke semak-semak tersebut.
"(eh Awas!!! ada yang liat kita)" kata xenzha berbisik
"ada apa lily? kamu liat apa?" kata Amber melihat Lillith.
"e-enggak kok mbak, tapi aku mendengar ada suara aneh disana" kata Lillith menunjuk ke semak-semak
"hihihihi, gk ada apa-apa kok kamu jangan takut" kata Amber tersenyum Anggun.
"Aku bukan anak kecil mbak!!!" kata Lillith kesal
"hihihihi~" Amber tertawa dan mengelus kepala Lillith
setelah itu mereka masuk kedalam rumah tersebut, Xenzha dan pasukanya segera pergi dari tempat tersebut.
"akhirnya kita sudah mendapatkan informasi baru" kata xenzha dengan senang.
"kerja bagus tuan xenzha" kata pasukan xenzha.
kerajaan Vancloria
"Ayah!! Ayah!!, aku sudah mendapatkan info penting" kata Xenzha sambil berlari.
"ada apa? kamu tidak perlu berlari-lari pangeran Xenzha" kata Raja bingung.
"jadi info penting apa yang ingin kau sampaikan" kata raja
"*hosh....hosh...hosh..ksa-ksatria Lux dia sudah berubah fisiknya menjadi kekar bukan gendut lagi seperti ciri-ciri yang ada di bola ajaib tersebut" kata Xenzha kelelahan.
"APA?? terus bagaiman dengan pedangnya,rambutnya dan baju yang dia gunakan" kata Raja panik ketakutan.
"yang berubah hanya postur tubuhnya saja sisanya belum berubah" kata xenzha.
"baik, minggu depan kita akan memusnakan dia dan selamatkan putri ku" kata raja.
"baik,ayah tapi bagaimana cara memusnakanya?" kata xenzha bingung.
"Dengan ini" kata raja.
sang raja mengeluarkan buku yang tebal dan sangat tua.
"dengan ini aku akan memanggil pasukanku untuk membunuh sang ksatria itu" kata raja.
"itu bukanya buku sihir el-diablolus yang bisa memanggil para iblis" kata xenzha tersenyum.
"Hahahahah benar sekali putraku, Ksatria Lux umurmu tinggal seminggu saja" kata raja franck tertawa jahat.
"hihihihi, tentu saja dan Amber akan menjadi milikku kembali" kata Xenzha tersenyum jahat