The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Pembagian Hadiah bagi sang juara



Amber dan Lux membuka pintu kamar dan Melihat Yumiko tertidur dipengkuan Lillith.


Amber dan Lux terkejut.


"Ho?, Yumiko tidur" tanya Lux.


"iya, kalian lama banget?" tanya Lillith.


"kasian yumi, nungguin di depan pintu sambil berdiri" ucap Lillith.


"Maaf, kami diajak ngobrol sama raja" ucap Lux


"Nih, lily minum" Lux memberikan minuman herbal ke Lillith.


Lily meneguknya " hoekk..pahit" ucap Lily.


"Habisin!" ucap Lux.


Lillith meneguknya sampai habis, Lily mual dan langsung menutup mulutnya dan menelannya


"Wleee...pahit, Heh? kok pusingku hilang" Lillith kembali sehat.


"Syukurlah" ucap Amber.


Yumiko terbangun, *HOAAAMMM...heh? udah dateng" ucap yumiko mengucek matanya


.


.


Amber pergi mandi, Lux, Lillith dan yumiko sedang berkumpul di kasur.


Amber keluar dari kamar mandi, melihat Lillith sedang disisir Lux.


"huft...padahal kamu bisa sendiri" ucap Lillith.


"heheheheh enak rasanya kalo disisir tuan " ucap Lillith.


Yumiko melompat dan tidur di pangkuan Lux.


"AWOOOO!!!!" Yumi menyundulkan kepalanya ke dada Lux.


Argh...


"Y-yumi!!!" Lux sesak


Lillith dan yumi tertawa.


Yumi melihat Amber sedang mengeringkan handuknya.


"Hi, Mbak ayok ngumpul" yumi melambaikan tanganya.


"Ng-ngak mau makan malam dulu" Amber memalingkan badanya


"Makan Lagi!?!?!!?, Kamu sudah habis 4 piring lho.." ucap Lux.


Amber sedang meminum susu dari dalam lemari.


Amber mendengar suara Lux.


"Ahh~ ya di situ, ahh...enaknya"


"adududu, sakit-sakit Yumi"


"Ehehehheh, Geli Lily hentikan" Lux tertawa.


"huh? ngapain jam segini?" tanya Amber.


wajah Amber kebingungan.


Lux sedang di pijit oleh Yumiko dan Lillith, Yumiko duduk di punggung Lux sambil memijit dan Lillith memijit di bagian kaki dan tangan.


"Ahh...pegal ku hilang semua, eh? Oh hi Amber" ucap Lux yang sedang tengkurap di kasur.


"Huh.. Tuan-tuan" Amber langsung tarik selimut dan tidur.


.


.


.


Pagi tiba, Mereka pergi ke pasar dan bertemu Agus sedang membeli barang sendiri


"Hi, Agus" Lillith menyapa


Agus melirik dan ternyata Lux dan kawan-kawanya.


"Oh hi, kalian sedang apa?" ucap agus sedang membeli buah.


"Yang lain pada kemana?" tanya Lillith.


"mereka tidak ikut, aku bareng michael" ucap Agus.


michael datang membawa keranjang ikan.


"Yo hallo" Michael melambaikan tangan.


.


.


mereka kembali ke kamar, Lillith dan Amber rebahan di kasur, Lux sedang menulis buku jurnalnya.


Yumiko sedang mimijit bahu Amber.


*Tok...Tok...Tok...suara pintu di ketok.


Lux membukakan pintu dan...


"Hi, sensei ada apa?" ucap Lux membukakan pintu.


"Uh...nih, ada surat dari raja xavier" ucap camellia memberi surat ke Lux.


"Oh..makasih ya.." Lux tersenyum.


"Heh?.."Wajah camellia merah.


Lux langsung menutup pintu.


Deg-Deg-Deg-Deg(hati camellia berdebar).


(heh?..ada apa ini!!, kok berdebar) Wajah Camellia memerah sambil memeremas bajunya.


.


.


.


"surat apa itu?" ucap Yumiko.


Amber dan Lillith terbangun, dari kasur dan langsung menghampiri Lux.


"Tuan, surat apa itu?" Lily melihat Lux dengan tatapan Curiga.


"Hm....Coba buka" ucap Amber


Lux membuka dan ternyata surat undangan dari Kerajaan untuk segera pergi ke Aula kerajaan.


"Oh, ternyata kit harus ke Aula" ucap Amber.


"kirain surat apa..." ucap Lillith lega.


"Yok, kalian siap-siap, abis itu berangkat" ucap Lux.


.


.


.


Setelah itu mereka sampai di Aula kerajaan, aula tersebut ramai oleh para ksatria yang sedang duduk di kursi.


"Yah...kita nggak ke dapetan bangku" ucap Yumiko.


Salah satu maid berdiri diatas panggung.


" Halo semuanya hari ini adalah hari pembagian title bagi yang juara dan peresmian Guild" ucap maid.


Seleuruh orang berteriak "WAHAHAHAHA"


dan bertepuk tangan.


"Kita mengumumkan juara dari segala bidang" ucap Raja.


"Baik juara 3 dalam bidang akademi jatuh kepada Tim Edward" ucap Raja.


seluruh penonton bertepuk tangan.


Amber merasa heran.


"Kok Xenzha gak ada?" bisik ke Lux.


"mungkin ada masalah internal kali" ucap Lux


"Iya, mungkin ada masalah antara mereka Xenzha gak suka kalo ada masalah terkadang dia menjauh" ucap Amber.


"Baik juara 2 jatuh kepada Tim Lux" ucap sang raja.


"Whaa...kita menang" ucap Lux


dan tim Lux berdiri dipanggung.


"whaaa...."Lillith terlihat gembira dilihat para penonton, ekor Lillith bergerak-gerak


Amber melompat-lompat sambil melambai ke penonton.


Para penonton melihat Amber melompat.


para ksatria pria melotot melihat Amber.


Lux sadar dan langsung ditutup oleh badanya.


"lah...kok ditutup" ucap Amber.


"Kontrol badan mu, Amberr...." ucap Lux


"dan juara 1 pada bidang akademik jatuh kepada Tim...."


suara gendang berbunyi.


"TIM AGUS...." ucap Raja Xavier.


Tima agus berdiri dan menaiki panggung


setiap ketua tim berdiri didepan dan mengambil kantong yang berisi hadiah, para penonton bertepuk tangan.


pembagian hadiah selesai kemudian para juara turun.


"hohohoho" Agus melempar-lempar kantongnya


*crekk..crek...suara koin emas di kantong.


"selamat ya..." Amber memberi ucapan ke tim Agus.


"Uh..i-iya " wajah Agus memerah.


"Makasih Amber" ucap Michael


"UHUM..SELANJUTNYA JUARA DALAM BIDANG JURUS/KEKUATAN" teriak maid di depan panggung.


Ratu vui datang sambil membawa kertas , semua penonton memandang vui.


cantik sekali,wah..ini ratu kerajaan xvuil


Raja franck melotot.


"yang mulia, hentikan tatapan seperti itu" ucap xenzha.


"Baik semuanya, saya akan sebutkan siapa Tim terkuat" ucap ratu vui.


Para penonton bertepuk tangan.


"Baik juara 3 jatuh kepada....Anak ku" ucap Vui.


Ezra dan timnya berdiri didepan panggung, Ratu Vui datang dan langsung memeluk Ezra, kepala Ezra didada Ratu Vui.


Lux dan Agus melihat.


"Hmm...pasti Empuk itu" ucap Agus


"Jadi pengen di posisi di-" ucap Lux.


*Plakkk.....Amber menampar bagian kepala mereka.


"HMM...JAGA MATAMU!!!" ucap Amber dengan sinis.


"Eh..iiya" Lux dan Agus mengusap kepalanya.


Ezra melepas pelukan ibunya.


"Mak!!! malu" ezra berbisik ke Vui.


Ratu Vui hanya tertawa sengan Anggun.


"Baik juara 2 jatuh kepada Tim.....ouil" ucap sang ratu.


"kayak kenal? " ucap Lux.


dan tim ouil berdiri dipanggung termasuk Laura.


"Eh!!..ada Laura" teriak yumiko.


Amber melambai ke Laura.


"HEI..LAURA HEIII" Amber melambai tanganya


Laura melihat mereka dan menutup wajahnya menggunakan tangan.


"lah...kok ditutup" ucap Amber.


"Dia pasti malu, Mbak Amberr..." ucap Lillith


"dan yan terakhir, dia adalah tim yang memiliki skor palinh tinggi selama 3 abad ini yaitu tim..." ucap Ratu Vui.


"TIM LUX!!...tepuk tangan semuanya" ucap Ratu vui.


"Apaa!!! kita menang lagi??" Yumiko senang.


"Bentar skor teringgi selama 3 abad terakhir?" tanya Lillith.


"Yeey...akhirnya" ucap Amber.


Lux menarik tangan mereka.


"Udah, gak usah banyak omong, Ayok naik lagi" ucap Lux.


mereka akhirnya naik di panggung.


.


.


.


Setelah itu juara 1 bidang akademi dan kekuatan berkumpul di istana.


"Whaaa....selamat datang para juara" ucap raja.


"Silahkan duduk" ucap Ratu Vui.


"Jadi apakah kalian siap mengabdi untuk kerajaan kami" ucap raja.


Lux dan Agus saling melirik.


"Maaf, raja tetapi saya menolak" Lux menunduk.


"Saya masih ingin melanjutkan perjalanan" ucap Lux sambil menunduk


Agus bingung


"kalau anda?" tanya raja.


"Ehh..sama deh" ucap Agus.


"Hm...baru pertama kali ada orang menolak tawaran ini" ucap Ratu.


"Hahaha namanya anak muda, selagi masih muda banyak lah mengeksplorasi dunia luar" ucap Raja


"Baiklah, kita tidak memaksa" ucap raja.


"terus, yang menjaga kerajaan ini siapa?" tanya Lux


"ada ezra dan kawanya, dan ini" ucap Raja memberikan kristal.


"Uh..ini apa?" tanya Agus.


"Ini kristal the eye's of hope atau EOH, Kristal ini mampu membaca kekuatan, Level dan seluruh data seseorang" ucap Raja.


"Dan dapat menangkal sihir, tetapi disaat kau menggunakan ini untuk menangkal sihir, sihir yang kamu miliki juga tidak bisa di pakai" ucap Ratu.


Agus dan Lux menunduk dan langsung bersalamn ke raja dan ratu sebum berpamitan.


"terima kasih atas semuanya" ucap agus.


mereka menininggalkan istana dan kembali ke kamar masing-masing.