
Pagi tiba, Lux terkejut"WHAA...!!!" Lux terbangun dan membuat Yumiko dan Lillith ikutan terkejut.
"Whhaaa..." Lillith teriak
"Awooo" Yumiko ikut terkejut.
Mereka ber3 jalan sempoyongan, *Crrackk...* suara punggung dan leher Lux,"Aduh..Aduh..."Lux memegang lehernya.
"tidur di sofa sambil duduk emang gak enak" Lux memijit lehernya.
Yumiko kesal,"Hei kak, kenapa sih teriak-teriak!!!", "Oh...tadi mimpi aneh, aku kayak di cium gorilla" Ucap Lux.
Amber yang mendengar perkataan Lux, Ia langsung memotong wortel dengan suara Keras *TAAAK..!!!*, "Mbak kenapa?" tanya Lillith.
"N-nggak kok(Dasar tuan kurang ajar)" ucap Amber sambil senyum sinis.
Lillith membuka tas dan menemukan kertas dan langsung di kasih ke Lux."Tuan nih" ucap Lillith.
Lux mengambil kertasnya,"Whaa...terima kasih Lily"
Lux megibaskan kertasnya.
Amber datang sambil membawa mangkuk besar
"Ini supnya, ayo makan sebelum dingin" ucap Amber. mereka akhirnya makan,"Ehem...Besok kita akan mendaftar di Plaza" ucap Lux,
Lillith dan Lux terkejut karena sup buatan Amber sangat enak, "Whaa...enak" lillith tersenyum sambil memggerakkan ekornya, Lux terkejut"e-enak", Amber tersenyum.
setelah makan mereka ke plaza untuk berkeliling, "Tuan kertas wanted itu, belum tersebar sampai sini ya?" tanya Amber, "sepertinya belum, emang kenapa?" Ucap Lux, "penduduk sekitar melakukan aktivitas seperti biasa, dan tidak ada rasa curiga ke kita" ucap Amber.
Amber menarik Lux, "Tuan kita beli baju ya..." ucap Amber, "di-dimana?" ucap Lux, "Disitu" Amber menunjuk ke toko pakaian dalam, Wajah Lux memerah "O-oh yaudah hati-hati ya...".
"Yeey, Yumi,Lily Ayo..." Amber langsung menggandeng tangan mereka.
Mereka bertiga langsung meninggalkan Lux, Lux berjalan mengelilingi pasar sebanyak 3 kali dan tidak tahu mau kemana, "Huft...bosan" Lux akhirnya duduk di samping air mancur sambil memakan sandwhich yang dibeli.
tiba-tiba Lux melihat sekumpulan 7 Pria mengelilingi gadis berambut putih di pojok dekat sungai.Lux melihat gadis itu seperti meminta pertolongan,"Huft...dasar...di siang bolong gini masih ada aja orang s4nge berkeliaran" Ucap Lux menghela napas dan langsung bergegas kesana.
Ketika Lux sampai sana 7 Pria tersebut langsung menghadap Lux, mulut Gadis dan tanganya sedang diikat. "Hei ngapain Lho!!" ucap salah satu dari mereka. "Hiks...hiks..." gadis tersebut meneteskan Air matanya sambil melihat Ke Lux
"nggak bang, gw penonton" Lux kemudian jongkok sambil memegang dagunya.
" Hhahahhaha, bilang aja kau mau menolongnya, tapi KAU tidak sanggup melawan Kami" ucap pria tersebut sambil mendorong Lux.
para pria tersebut menghadap ke Gadis tersebut, Lux langsung memegang tangan dari salah satu pria tersebut.
Pria tersebut menepis "Jangan ikut Cam-" Rahang Pria tersebut Di pukul hingga patah.
6 pria sisanya terkejut, "Whaa...ada yang sok jadi jagoan" Pria tersebut mengeluarkan pedangnya.
"Rasakan Hiyaaaat!!!!" Pria tersebut mengayunkan pedangnya.
*Tang....* Lux menahan pedangnya dan langsung menarik bahunya, Lux menatap Pria tersebut dengan bola mata yang menyala.
Hehehehe, beraninya kau melawan ksatria Iblis, Lihatlah wajah sangeKau berubah menjadi wajah ketakutan ehehehe, Soul Eater, Lux mengucapkan Salah satu skillnya.
"Aaaarrrgghh....!!! TO-TOLONG-" Pria tersebut kesakitan dan Ruhnya Dimakan Lux.
Gadis tersebut melihat Lux dengan wajah ketakutan.
5 pria tersebut membantu temanya, mereka mengayunkan pedangnya dan,
*Tang...* Lux menangkisnya dengan dagger emasnya.
*Ktang...*
*Tang...*
Mereka ber5 kewalahan dan badan mereka bonyok serta berceceran darah, Lux melempar daggernya, "Ayo, gw tangan kosong" ucap Lux, Pria tersebut langsung mengepung Lux.
*Pow...
*Buk...
Lux membanting 2 Pria tersebut dan pingsan.
sisa 2 Pria yang masih bertahan.
"Takut?" ucap Lux sambil tersenyum.
"Cih...kurang ajar, Hiyaaaaa!!!!"
salah satu dari mereka menyerang dan..
*Bugg....Pow...Ckraak....Lux memukul dan membanting Pria tersebut hingga Kaki dan Badannya patah.
pria yang terakhir lari ketakutan.
Lux menghampiri Gadis tersebut sambil mengelap bajunya yang berbekas darah.
Lux melepas tali yang mengikat di gadis tersebut.
"Ahh...ma-makasih ya..." ucap gadis tersebut ketakutan.
"Kamu tinggal dimana?" ucap Lux.
"A-aku bukan warga sini, Aku ingin mencari Tempat tinggal tetapi uang sakuku dicuri" Ucap gadis tersebut.
"Nih" Lux memberikan kantong kecil berisi koin emas.
"N-nggak aku gak apapa" Ucap gadis tersebut.
"Ambil saja, dari pada tidur di tanah" Lux menyodorkan kantongnya.
"Ohh..terima kasih" gadis tersebut melambaikan tangannya dan langsung berjalan meninggalkan Lux.
Lux merasakan Hawa Amarah dari kejahuan, Lux menoleh kebelakang dan melihat Amber, Lily dan Yumiko amarah.
"Hmm....pantes aja dia gak ikut, ternyata nyari cewek lagi" ucap amber dengan senyum sinisnya
"Tuan, hmph...Kebiasaan-kebiasaan" Lily memalingkan wajahnya.
"Aku cuma membantu dia kok" ucap Lux,
Lux mencari yumiko, " Yumi kemana?". Tiba tiba pundak Lux dipegang Yumiko dari belakang,"HUUU.....KAKAK INI" Yumiko mengeluarkan Hawa amarahnya.
Lux menjauhi Yumi, "ka-kalian ini!!!" Lux kesal.
"Aku hanya membantunya" ucap Lux.
Amber kembali tersenyum, "Oke!, baiklah"
Lillith dan yumiko menganggukan kepalanya.
Mereka akhirnya sampai ke tempat penginapan.
Amber menarik baju Lux, "tuan, menurut tuan kami cocok tidak dengan pakaian ini", "nanti tuan nilai ya..", Lux terkejut, "ka-kalian beli pakaian dalam" Wajah Lux merah.
Amber menghampiri Lux dan mencubit hidungnya , "Huuu....tuan nih, kita beli baju tidur yang disamping toko pakaian dalam bukan beli pakaian dalam" , Lux kesakitan "Aduh...aduh...i-iya"
setelah itu mereka masuk ke kamar untuk mengganti baju yang mereka beli,
Mereka ber3 keluar dengan baju yang sama, Lux hanya meminum tehnya, " Tuan gimana bagus tidak?" ,Lux mengangguk.
Amber senang, Lux ingat suatu hal "Lily tolong ambilkan kertas yang tentang guild" ,Lillith langsung memberikan ke Lux.
"Hmm...." Lux membaca semuanya, "oke kita datang di pagi hari".
Mereka kembali melalakukan aktivitasnya dan Malam tiba mereka ber3 tidur di kasur, Lux masih melihat pemandangan di balkon, Yumiko terbangun "kak, gak tidur" ,"belum ngantuk" ucap Lux. Yumiko turun dari kasurnya dan mengambil buku, "ajarin aku baca lagi dong kak" ucap Yumiko sambil memeluk bukunya.
"Haduhh...Yumi ini udah tengah malam,nanti aja" Lux menghela napas.
"Oh...baiklah, kakak tidur ya.." Yumiko langsung memeluk Lux dan kembali ke kasurnya.
Lux mengambil tas dan Dia mencari bungkus rokok, Lux merokok di balkon.
"Huft...Ahhh...lelah" Lux menghisap batang roko.
Tiba-Tiba Lux melihat Laura masuk ke dalam Tavern, "eh, ngapain dia kesana" ucap Lux.
Lux diam-diam meninggalkan kamar dan Dia pergi ke dalam tavern, tavern tersebut masih Ramai dan disana banyak para warga mengobrol, banyak pelayan yang sibuk
Lux melihat Laura di pojok sedang duduk sendiri,
Lux langsung menghampiri "Huft...pasti si Abu dungu ngikutin gw ,Dasar penguntit" ucap Laura.
" Lu tau darimana" ucap Lux, " Gw liat lu di balkon" ucap Laura, Laura melihat tangan kanan Lux, ternyata gelang yang diberikan Dia masih di pakai.
"M-masih di pakai ya.." ucap Laura malu-malu, "iya" ucap Lux, "PASTI DIPAKAI LAH!!!, itu kan mahal" ucap Laura dengan judesnya, "bukan karena mahal, karena aku sudah berjanji untuk memakainya" ucap Lux.
wajah Laura memerah "E-eh,.....Hei Lux....S-semoga Lulus dan sukses" ucap Laura sambil meminum segelas bir.
"untuk apa?" ucap Lux, "semoga guild mu diterima...Tolol*ceguk" ucap Laura yang setengah mabuk.
Lux menganggukan kepalanya. Laura lanjut memesan 6 gelas Bir yang besar, Lux meninggalkan Tavern dan langsung ke kamar dan tidur.