The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Meninggalkan kerajaan Vancloria



Setelah itu Lux membawa Lillith dan Amber dengan gerobak.


"tuan kamu gk capek, sini aku bantu" Lillith khawatir.


"Gk usah udah aku saja" Lux menahan Air mata.


"kita mau kemana" Lillith semakin bingung apa yang dipikiran lux.


Setelah itu mereka berhenti ditengah hutan yang sunyi dan gelap.


"huft....Amber!..Amber!..Bangun" Lux menggoyangkan kepala Amber.


Lux melihat kiri-kanan.


"Lillith petik daun itu" Lux menunjuk tanaman tersebut.


Lillith memetik banyak daun tersebut.


"ini tuan, tapi buat apa" Lillith bertanya.


"di duniaku ini disebut daun binahong, ini untuk mempercepat proses penyembuhan luka" Lux sedang menumbuk daun binahong tersebut.


"oh ok terus dia apain tuan?" Lillith bertanya.


"Nih, tempelkan diluka Amber" kata Lux.


"oh oke tuan" Lillith langsung menempelkan daun itu ke perut dan punggung Amber.


"Emang bisa sembuh tuan?" Lillith melihat Amber semakin pucat wajahnya.


"Entah, kalau lukanya kecil pasti cepat sembuhnya" Lux membuka Tas yang ia pakai.


"Huft....semoga ini bisa" Lux mengambil buku panduan yang tadi ia baca.


"itu buku sihir ya..." Lillith melihat buku yang dipegang lux.


Lux membuka buku tersebut dan membaca mantra.


"oke, Quick heal!!" Lux menempelkan tanganya ke Luka Amber.


Daun yang dibacakan mantra tersebut menjadi bercahaya.


"whaa....tuan berhasil" Lillith senang melihat mantranya berhasil.


"ini behasil tetapi masih tetap lama penyembuhanya" Kata Lux.


"baiklah, hari ini mulai gelap mari kita cari tempat tinggal sementara" kata Lux.


"oke tuan" Lillith sedih melihat Amber yang belum sadar.


mereka kembali berjalan.


"tuan kondisi Mbak makin buruk tuan" Lillith memegang tangan Amber yang dingin.


Lux kesal karena Lillith terus-terusan bersedih


"BERISIK!!!, Kalau besok Amber sudah tidak bernyawa tinggal kita kubur saja!!, gitu doang gampang" Lux berteriak ke Lillith karena kesal bercampur dengan sedih.


"Hiks....tuan maafkan aku, aku hanya jadi beban tim, a-aku terlahir sebagai makhluk yang gagal" Lillith menangis.


Lux merasa bersalah karena berteriak ke Lillith.


Lux langsung memeluk Lillith.


"ma-maafkan aku Lily, aku telah membuatmu sedih" Lux mengelus kepala Lillith


kesal dan sedih Lillith bercampur aduk.


"hiks....tuan tidak perlu menenangkan aku, kalau tuan merasa aku adalah beban, tinggalkan aku disini saja hiks..." kata Lillith memukul-mukul dada Lux.


"tidak, kalau aku meninggalakan mu, aku akan tambah kesepian" Lux meneteskan Air mata.


"heh? benarkah?" Lillith kaget dengar perkataan Lux.


"iya aku tidak berbohong" Lux kembali tersenyum dan mengelus kepala Lillith


"baiklah, kita lanjutkan perjalanya, Ayo naik kembali ke gerobaknya Lillith" kata Lux mendorong gerobaknya.


setelah itu mereka melihat gubuk tua.


"tuan disana liat deh" Lillith menunjuk ke gubuk tersebut.


"sip, oke kita akan beristirahat disitu oke!" kata Lux.


setelah mereka sampai digubuk tersebut.


"Aku masuk duluan ya" kata Lillith.


"baiklah, aku mau mengangkat Amber dulu" kata Lux.


Lux melihat wajah Amber yang sangat pucat.


(Tuhan selamatkanlah temanku ini, kumohon) kata lux dalam hati.


"baiklah kita bersihkan tempat ini dulu" kata Lux.


"oke!" Lillith langsung membersihkan lantai.


Hari sudah mulai gelap, mereka akhirnya selesai memberesakan gubuknya.


"ayok kita tidur dulu" kata lux sedang tidur dilantai


"ba-baik tuan" Lillith ketakutan.


Lux sadar Lillith sedang ketakutan.


Lux langsung duduk dan memanggil Lillith.


"heh? eng-enggak takut tuan" Kata Lillith.


"Lily sini" Lux memanggil Lillith.


"baik tuan" Lillith langsung datang menghampiri lux


"tidur disini oke!" kata lux menaruh kepala Lillith dipahanya


"heh? enggak tuan gk usah" Lillith malu-malu.


"udah gk apapa, hihihi maaf pahaku tidak sebesar dan selembut Amber" Lux tertawa.


"uhhh...gk apa-apa tuan, terima kasih" Lillith tersenyum dan langsung memejamkan matanya.


"Lillith kamu tidurnya manis juga" kata lux tersenyum.


"Lily?" lux bertanya ke Lillith.


Grooookk...grookkk...(Lillith mendengkur tidurnya)


"Hahahah, imut-imut tidurnya ngorok" lux tertawa pelan sambil mengelus kepala Amber dan Lillith


"baiklah selamat malam semuanya" lux langsung memejamkan matanya.


Pagi pun tiba, Lillith berteriak.


"TUAN!!!...TUAN!!!..."Lillith berteriak hingga membangunkan Lux.


"ada apa Lilith? (*Hoaaaamm) pagi-pagi gini udah teriak aja" Lux Bangun dan langsung memakai kacamatanya.


"Tuan, Mbak Amber sudah bernafas kembali" Lillith sangat senang.


"huh? coba" lux langsung menempelkan jari telunjuknya dibawah lubang hidung Amber.


"benerkan tuan" Lillith sangat senang.


"Huft...syukurlah" kata lux lega.


"oke, Lillith kumpulkan daun binahong lagi" Lux sangat senang Amber kembali bernafas.


"Baik tuan" Lillith langsung keluar dan mencari daun binahong.


mereka setiap pagi melakukan hal yang sama selama 5 minggu berturut-turut, tetapi hasilnya masih tetap sama Amber tidak kembali sadar.


"tuan...."Lillith sedih melihat Amber.


"Ada apa?" Lux melihat Lillith menahan air matanya.


"kok Mbak masih belum sadar" kata Lillith.


"coba deh Lily ambilkan buku panduan itu" Lux menyuruh Lillith.


"Maksudmu buku sihir? baik tuan" Lillith langsung berlari dan memberi buku sihir ke lux.


Lux membaca dari halaman awal sampai Akhir.


"huft....buku ini hanya berisi ilmu sihir yang sangat dasar" Kata Lux.


"terus gimana tuan?" Kata Lillith.


"yaudah, Bagaimana kalau aku pergi dari hutan ini dan mencari obat untuk menyembuhkan Amber" kata Lux.


"Ta-tapi tuan aku gk bisa bertahan tanpa tuan" Lillith sedih.


"bisa kok, Nih buat kamu" Lux memberi Lillith dagger emas yang dikasih oleh kepala desa.


"kalau masih kurang kuat, baca aja sihir dibuku itu pasti tidak ada yang bisa menggangumu" Lux mengelus kepala Lillith.


"tu-tuan" Lillith bersedih.


"ini demi keselamatan Mbak kamu oke!" Lux memegang pundak Lillith.


"o-oke b-baik tuan selamat tinggal, hati-hati dijalan" Lillith kembali tersenyum


"hehehe, oke" Lux langsung mengambil pedang dan tasnya


"dadah Lily" Lux melambaikan tanganya ke Lillith.


"dadah" Lillith membalasnya.


setelah itu Lux pergi, Lillith terus melihat wajah Amber.


"huft....mbak-mbak kamu gegabah banget" kata Lillith.


"Oke, sekarang aku akan bertahan layaknya manusia pada umumnya, PASTI MUDAH" kata Lillith bersemangat.


waktu sore tiba.


"Huaaaaaa, tuan....tuan....aku kesepian Huaaaaa" Lillith menangis kejer seperti anak kecil


Lillith mengusap Air matanya


"sekarang bukan waktunya nangis, majikan aku sedang sakit aku harus Membantunya" Lillith langsung keluar dari gubuk dan mengumpulkan Daun binahong.


"tadi tuan ngapain teh?, oh iya! ditumbuk daunya" Lillith langsung mengambil batu dan menumbuk daun tersebut


"oke sekarang tempelkan daun ini ke luka Mbak" Lillith menempelkan daun ke perut dan punggung Amber.


"Oke, ini yang terakhir Quick heal" Lillith menempelkan tanganya ke daun dan membacakan mantranya.


mantra yang dibacakan Lillith berhasil.


"Whaa....berhasil" Lillith senang karena mantranya berhasil.


"baiklah, mulai besok aku akan banyak mempelajari buku ini dan merawat Mbak serta melatih kemampuanku menggunakan senjata ini Yosh..." Lillith bersemangat sambil melihat dagger dan buku sihir tersebut.