
Mereka masuk ke dalam rumah dalam kondisi basah kuyup.
"Nih, handuknya!" Yana memberikan handuk ke semuanya kecuali Agus.
"Loh!,loh! kok aku gak dapet?" tanya agus.
"Handuknya kurang" kata yana.
Lillith langsung memberikan Handuknya ke Agus.
"Nih, Ambil aja " Kata Lillith
"Loh? kamu pake apa?" tanya yana.
"Aku berdua sama tuan aja" Kata Lillith dengan polosnya sambil tersenyum
Mereka semua kaget karena perkataan Lillith, Lux yang mendengarnya Langsung wajahnya memerah.
"Hei!! Lillith kamu Ini!!" Amber kesal.
"Eh..? emang kenapa?" kata Lillith.
Lux langsung menghampiri Lillith dengan tatapan serius.
"Heh?" Lillith panik.
Lux langsung mencubit pipi Lillith.
"kamu, kalau ngomong dicerna dulu, jangan asal sebut OKE!!" Kata Lux dengan nada datar sambil mencubit pipi Lillith
"Aww.... Ampun tuan, Cakit..cakit..cakit,,ehhhh" Lillith merengek kesakitan
Agus,yana dan yuni tertawa karena tingkah mereka kecuali Amber cemberut karena Iri.
"Hahhahha, Lily" Yana tertawa.
"kamu terlalu polos Lillith" kata yuni.
(Hmph....Huft...Tuan seneng banget sih!! mainin pipi Lillith) Kata Amber dalam hati.
Amber langsung memegang pundak Lillith.
"yaudah kita ber2 saja handuknya" kata Amber.
"Serius? oke" kata Lillith sambil mengusap pipinya.
"untung ada kamu Amber" kata Lux.
"Eh?..Hmph!!" Amber langsung memalingkan wajahnya dan langsung ke atas.
"Huft...kenapa lagi?" Kata Lux menghela napas
Lux langsung naik ke atas dan langsung ke kamar, menunggu Amber dan Lillith selesai mandi, Lux membuka bajunya dan menjemurnya di balkon.
"Huft..sekarang tinggal nunggu mereka selesai Mandi" kata Lux.
"Aduh..semoga Armornya tidak berkarat" Kata Lux melihat baju dan Armornya di jemur.
di dalam kamar mandi Lillith dan Amber sedang berendam bersama.
"Lily?" tanya Amber.
"Ada apa Mbak?" Kata Lillith yang sedang membasuh rambutnya.
"Kok kamu cepat banget numbuhnya" kata Amber.
"Ehh..kan sudah dibilang mungkin karena Level" kata Lillith.
"Kamu jadi lebih cantik" Amber tersenyum dengan Anggun.
"Ehh...Nggak, Cantikan Mbaklah, Tuan Lux hampir tiap hari memperhatikanmu saking cantiknya" kata Lillith
"Heh? serius? tu-tuan lu-" wajah Amber langsung memerah
"hehehe becanda kok, Mbak kalau malu imut banget" Lillith tertawa melihat Amber malu.
"Hush!!!...berisik!..Hmph..."Amber memalingkan wajahnya.
"Udah, aku mau pakai baju" Amber sedang mengelap badanya dengan handuk.
"Aku abis Mbak" kata Lillith yang masih berendam.
"Nih" Amber memberi handuknya.
"Oke makasih" Lillith langsung mengambil handuknya dan mengelap badanya
Setelah itu mereka meninggalkan kamar mandi, mereka langsung masuk ke kamar dan mereka melihat Lux yang sedang melihat pemandangan Di balkon tanpa pakai baju.
Pffft....(hidung Amber mengeluarkan darah, Amber langsung menutup hidungnya)
"Eh? kamu gpp Mbak" tanya Lillith.
"i-iya gpp" kata Amber dengan wajah memerah sambil menutup hidungnya.
Lux datang menghampiri Amber dan Lillith.
"tuan kok bajunya gak di pake?" tanya Lillith
"aku buka takutnya aku masuk angin" kata Lux.
Amber berusaha tidak melihat Lux, Amber menundukan kepalanya.
"Kamu gpp kan?" kata Lux
Lux langsung mengangkat wajah Amber dan tangan kanan Lux menyetuh dahi Amber.
Pffft....(Amber hampir meneteskan darah di hidungnya)
(Ehhh...!!! tuan,tuan,tuan kenapa? ehhh...!) kata Amber dalam hati.
"Oh, gpp dia, mungkin karena kecapean, istiraht sana" kata Lux melepaskan tangannga dari dahi Amber
Lux langsung keluar kamar dan langsung masuk kamar mandi, Amber langsung terjatuh dan darah di hidungnya menetes di lantai.
Brukk...(Amber terjatuh)
"Ehhh!!! Mbak!!" Lillith panik
"ehehe, aku baik-baik saja" Amber tersenyum.
(Hmm..Mbak mimisan karena Lux) kata Lillith dalam hati.
"Udah, Mbak istirahat kamu kelelahan berarti, makanya mimisan" Lillith mengantarkan Amber ke kasur.
"eh? emang aku anak kecil!!" kata Amber
"Iya, anak kecil karena sama-sama imut" Lillith tertawa.
"Hmph...Aku Mbak kamu, jangan manjain aku dong" Amber cemberut
Lux sedang berendam di bak Air.
"Huft....Abis ninggalin tempat ini, kemana ya?" Lux sedang melihat langit-langit
"Sekarang aku sudah Level 34" Kata Lux.
Lux langsung ke luar dari bak mandi dan langsung menggunakan celana, Lux langsung keluar dari kamar mandi dan langsung ke kamar, Lux melihat Amber sedang tertidur.
"Hihihi, Amber-Amber" Lux tersenyum sambil membuka tas Amber.
Lux membuka Tas Amber untuk mengambil bajunya, Lux langsung memakai bajunya.
"Heh? Lillith mana?" tanya Lux.
"Hei!! Lux Ayo makan disini" Agus mengajak Lux.
"baiklah" Lux langsung duduk di kursi yang disediakan.
"Tuan putri kemana?" tanya Agus
"Tidur dia, dia atas" kata Lux.
"hihihi tuh kan Bener, Dia kecapean" Lillith tertawa
Yana datang membawakan panci besar yang berisi Sup yang masih hangat.
"Hmm....enak sekali" Agus mengisap Supnya
"Kamu pintar masak ya Yana" Lillith tersenyum ke Yana
"oh hehehe" Yana menggaruk kepalanya.
Yuni memberikan mangkuk Ke Lux yanh sedang memakan supnya.
"Ini kasih ke tuan putri" Kata yuni
Lux langsung menghabiskan supnya dan langsung ke atas sambil membawa sup.
"wow, supnya masih panas langsunh dihabisin sama Lux" Agus kaget.
"Tuan begitu, kalau soal Mbak pasti semangat" Lillith cemberut dan Langsung mengisap supnya.
"Oalah...pantes" kata yana
Lux langsung masuk ke kamat dan melihat Amber yang masih tertidur.
"Amber,Amber bangun makan nanti masuk angin kalau gak dimakan" Kata Lux
"Huh? Emang aku anak kecil!!!" Amber terbangun dan langsung cemberut.
"*Hachi..!" Amber langsung bersin.
"Huft...dibilangin nih makan" Lux menghela napas.
"Iya, nanti dulu" kata Amber
"Manja banget sih!!, Nih, A!!! buka mulutnya" Teriak Lux sambil menyodorkan sendok ke Amber
"Heh?" Amber malu
"Buka mulutnya!!!, nanti kalau sakit ngerepotin Agus" Kata Lux
"Hmph...Baiklah*Nyamm" Amber langsung menyuap makananya.
(Huft...Amber kalau sakit manja banget, ya...wajar sih anak raja) kata lux dalam hati
Lux terus menyuapi Amber hingga Supnya hampir Abis, Tiba-tiba Amber melihat ada yang mengintipnya.
"Whaa....Tuan putri di suapin pangeranya, Manisnya...." Yana tersenyum.
"Huft...pantesan Lux buru-buru" yuni menghela napas.
"Aduh...Ya Ampun Mbak!! selalu saja mengambil kesempatan"Lillith memalingkan wajahnya.
Mereka ber3 mengintip, Amber langsung menarik mangkuknya dan langsung makan sendiri.
"*nyam...nyamm...nyamm" Amber langsung makan sambil menahan rasa malu
"eh..tadi si Amber susah disuruh makan, jadi aku paksa suapin" kata Lux dengan nada datar.
Lux langsung mengisi gelas dengan Air dan membaca mantra.
"Quick heal, nih minum kalau sudah makan" Kata Lux menaruh gelas di samping Amber.
"Oh ok makasih" kata Amber.
Malam pun tiba, mereka sedang berkumpul di meja makan.
mereka sedang membicarakan banyak hal sambil makan malam bersama.
"Jadi, Besok kalian mau meninggalkan tempat ini?" tanya Agus
"Iya" kata Lux
"Maaf ya.. dari kemarin ngerepotin" Amber tersenyum
"ah!! gpp santay aja" kata Agus
"Lux kamu harus berhati-hati ya" kata yana
"soalnya, kamu sekarang diincar banyak orang"kata yana
"Bahkan edward juga" kata yuni
"Ah iya baik kita harus berhati-hati" Lux memegang pundak Lillith dan Amber.
"Kamu sudah dapat spirit Animal Lux?" tanya Agus.
"Sudah" kata Lux
"dapat apa?" kata Agus
"kamu dulu" kata Lux
"Burung hijau" kata Agus sambil memegang busur panahnya.
"Ohh...Aku dark dratite dragon" kata Lux
Yuni yang sedang mencuci piring kaget mendengar perkataan Lux, Yuni langsung datang menghampiri Lux
"Heh? kamu dapat darimana?" tanya yuni dengan mata yang bersinar
"Di hutan dekat vanclorian" kata Lux
"Ohh..." kata Yuni
"emang kenapa Yun?"tanya agus
"Itu salah satu spririt animal terlangka" kata Yuni
"Oh jad-" ucapan Amber terpotong
Tiba-tiba *Braak..!* Lillith mengantuk sehingga wajah Lillith mengenai meja.
"ASTAGA!! Lily kamu gpp?" Amber kaget
"Heh?" Lillith bangun sambil mengusap wajahnya.
"HAHAHA, ketiduran dia" Agus tertawa terbahak-bahak
"maaf tuan" Kata Lillith
"Hahaha, yaudah sekarang waktunya kita tidur" yana tertawa melihat Lillith
"Oh yaudah, yuk tidur" Lux langsung naik ke atas
"Selamat malam, semuanya" Kata Amber Sambil tersenyum
"Ayo Lillith jangan tidur disini" Amber menggendong Lillith
Amber dan Lillith sampai ke kamar dan melihat Lux yang tertidut lelap, Amber langsung menaruh Lillith ke kasurnya.
"Hihihi, Lux pasti kelelahan" Amber tertawa tipis
"Baiklah, selamat malam" Amber langsung menarik selimut dan memejamkan matanya