The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
senjata untuk Lillith



Pagi pun tiba, mereka Amber dan Lillith memasak sarapan dan Lux baru bangun.


" selamat pagi" kata Lillith


"ahh...pagi teddy ini supnya" kata Amber membawakan Sup ke Lux.


" HOaaaammmm, pagi semua" kata lux menguap.


"tuan liat deh sekarang kita level berapa?" kata Amber


"huh? cara liatnya gimana?" kata lux bingung.


"tuan tinggal lihat tangan kanan dan untuk melihat orang lain, tuan harus fokus melihat wajahnya"kata Amber tersenyum.


"whaa....aku level 7" lux melihat Amber


"tuan putri kamu level 8" kata lux senang.


"kalau aku level berapa tuan" kata Lillith.


"ehh...kalau kamu masih level 2, karena kamu tidak ikut membunuh monster" kata Lux melihat Lillith.


"Ma-maafkan aku tuan, aku tidak berguna" kata Lillith bersedih.


"jangan bekecil hati kita akan belikan senjata untuk mu lily" kata Lux mengelus kepala Lillith.


"WHAA~ serius? terima kasih tuan" kata Lillith memeluk Lux.


Amber iri melihat Lux dipeluk Lillith


"Hmph.....mau beli senjata buat lily gk? ayo"kata Amber cemberut.


"oh oke (dia kenapa ya..)"kata lux bingung.


setelah itu mereka ke toko senjata di desa tersebut.


"hallo" kata Amber


"selamat datang pelanggan" kata penjual


"saya ingin belikan senjata yang cocok untuk gadis kecil ini" kata lux sambil memegang kepala Lillith.


"oh ada tiga macam senjata silahkan di pilih" kata penjual.


dimeja sudah ada 3 jenis senjata dagger, knuckle, katapel, Lillith terlihat senang melihat dagger.


"jadi lily kamu mau ambil yang mana" kata Amber.


"ya-yang ini boleh?" kata Lillith memegang katapel dengan malu-malu.


"oke boleh" kata lux terseyum.


"whaa~ makasih papa,eh maksudku tuan" kata Lillith salah menyebut lux.


Amber kaget karena perkataan lux.


"huh? papa?" kata Amber dengan tatapan dingin.


setelah membayar mereka langsung ke luar toko.


"tuan teddy?" kata Amber dengan tatapan dingin.


"heh? i-iya ada apa?" kata Lux ketakutan.


"jawab pertanyaanku yang tadi tuan?"kata Amber.


"yang mana?, oh...aku gk tau lily cuma salah sebut, lagipula kalau aku jadi ayahnya berarti kamu jadi ibunya dong" kata lux menggoda Amber


Amber kaget dan wajahnya memerah.


"ma-ma-maksudnya?" kata Amber malu


"ahahahah, maaf kan aku tuan putri aku hanya menggoda mu" kata Lux tertawa.


Amber kesal dan menjewer telinga Lux.


"HMPH......DAASARR TUAN!!!" teriak Amber sambil menjewer telinga lux.


"aduh...aduh...aduh...ampun" kata lux kesakitan.


"hihihi...mbak dan tuan ternyata Akrab ya" kata Lillith tertawa


"heheheh.....ya begitulah"kata Amber tersenyum.


mereka kembali ke rumah.


"tuan aku tidak tahu cara menggunakannya" kata Lillith bingung


"tuan putri kamu tau cara menggunakan katapel?" tanya lux ke Amber.


"uhh...gk bisa tuan" kata Amber.


"oke, baiklah aku akan mengajarkan kamu cara menggunakan katapel dengan benar" kata lux.


(untung saja aku sudah berpengalaman menggunakan katapel untuk berburu tupai dan burung disawah kakek)"kata lux dalam hati.


"Whaa~ tuan terima kasih banyak" kata Lillith


"yup, sekarang waktunya untuk naik level" kata Lux.


mereka ber 3 pergi ke hutan, untuk naik level dan mengajari Lillith untuk menggunakan katapel.


setelah itu mereka langsung mengumpat di semak-semak dan melihat burung kecil.


"oke sekarang kamu isi katapel tersebut dengan batu, lalu tarik karetnya kemudian arahkan ke target dan lepas karetnya" kata Lux memperagakan caranya ke Lillith.


Lillith langsung mencoba dan batunya tidak mengenai burung tersebut tetapi mengenai sesuatu yang ada di belakang semak-semak.


"Aduh...sakit kepala aku" ada suara gadis kesakitan


"kamu gpp"ada suara pria.


"tuan, kayaknya gk asing deh suaranya"kata Amber.


"iya, coba kita kesana"kata lux


lux langsung datang dan ternyata melihat ksatria Agus sedang berburu monster.


"AWAS!!!" kata agus mengarahkan panahnya ke lux.


"heh? maaf" kata lux.


"oh!!! kamu lux ya? maaf" kata agus mengusap kepalanya


"heehehe maaf sudah membuat kalian terkejut" kata Lux tertawa.


"whaa ada putri" kata rekan tim agus.


"oh perkenalkan rekan timku michael sang prajurit pedang emas, dan si penyihir kembar yana dan yuni" kata Agus memperkenalkan mereka


"halo salam kenal aku yana sang penyihir api dan adik ku yuni dia memiliki kekuatan untuk berubah menjadi hewan" kata yana


"wha~ salam kenal" kata Amber.


"dan siapa bocah yang ada di belakang putri Amber" kata Agus menunjuk ke Lillith yang berlindung di belakang Amber.


"oh dia Namanya Lillith, Lily dia teman kok" kata lux.


"ha-halo namaku L-Lillith" kata Lillith malu-malu.


"whaa~ manusia kucing lucunya" kata yana dan yuni.


yuni dan yana langsung mengelus kepala Lillith.


"iihhhh lucunya" kata yuni


"heh? ehehehe" kata Lillith sambil ekornya ke atas.


"oke kita sudahi dulu ya, semoga sukses kalian ber3" kata Agus melambaikan tangan.


"Dadada~ tuan putri dan lily " kata yana melambaikan tangan ke Lillith


hari sudah mulai gelap, mereka langsung balik ke rumah.


"wah, mereka levelnya lebih tinggi" kata lux.


"emang berapa tuan" kata Lillith.


"mereka sudah pada Level 16" kata lux


"whaa~ jauh ya, oke aku akan semangat berlatih supaya lebih kuat dari mereka" kata Lillith mengepalkan kedua tanganya.


"hahahah, semangat mu tinggi ya, baiklah aku juga ingin menguruskan badan ku dan berlatih lebih giat" kata lux tertawa.


"hehehehehe, tuan elusin kepala aku hehehe~" kata Lillith manja ke lux


Amber iri dengan kelakuan Lillith,


Amber langsung duduk disebelah kanan lux.


"heh? ada apa tuan putri?" kata lux bingung.


"Hmph...." Amber berpalingkan wajahnya.


"hehh?" lux semakin bingung"


"aku punya nama tau!!!" kata Amber kesal.


"maksudnya?"kata Lux bingung


"kita sudah berpetualang bersama kurang lebih 2 bulan, tetapi kamu tidak pernah memanggil ku dengan nama asliku"kata Amber cemberut.


"ehh...bukanya tidak sopan tuan putri" kata lux


"Hmph..."Amber berpalingkan wajahnya


"oh...iya, hi....ehh??? aku lupa namamu tuan putri" kata lux lupa.


"Hmph...tuan pelupa..na-nama ku Amber"kata Amber malu-malu.


"oh oke Amber" kata lux tersenyum.


"se-sekali lagi"kata Amber malu-malu tapi mau.


"apa? tuan putri" kata lux.


"se-sekali lagi tuan!!!" kata Amber malu


"hehehe baiklah Amber" kata lux tersenyum.


"te-terimakasih" kata Amber dengan nada yang kecil.


"apa?~" kata lux menggoda Amber.


"udah tidur sana" kata Amber langsung menutup pintu kamarnya


setelah itu mereka ke kamar masing-masing untuk istirahat