
Kerajaan vancloria, Raja Franck,xenzha dan edward sedang makan siang di istana.
"jadi, gimana kondisi tim mu" tanya Franck
"Baik-baik saja" kata Edward.
"Jadi, bagaimana keadaan sekitar negeri ini, saat kita menyebarkan kertas Wanted keseluruh kota" kata Xenzha.
"Gw masih belum ada informasi baru" Edward menyuap makananya.
Tiba-tiba *Pooft... ada Asap yang berwarna hitam dan Datanglah Iblison.
"Wah~wah~ kalian pada makan apa?" tanya iblison
"Cih...Awas kau" Xenzha kesal
"ehehehe~ Hmmm...Nyam" Iblison merebut sendok xenzha dan mengambil makanan Xenzha.
Xenzha berdiri*Brakk...memukul meja dan langsung menodong pedang Ke Leher Iblison.
"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!!!" teriak Xenzha
"Waduh...Lu mau lawan gw chemical weathering" Ibision menatap Xenzha dan membaca mantranya.
Besi pedang Xenzha langsung meleleh.
"Huh?" Xenzha kaget.
Raja franck berdiri.
"Sudah xenzha!!!, sebagian harta kita sudah dimiliki dia" Kata Franck
Xenzha mengingat perjanjian waktu itu
"Ta-tapi, Ayah dia tidak membunuh Lux" kata Xenzha gugup.
"Deal adalan deal sayang" kata Iblison tersenyum.
"Cih..."xenzha langsung meninggalkan mereka ber3
Edward hanya menyimak mereka ber3 berantem.
"yah..gk asik gitu doang berantemnya" kata Edward.
Raja Franck kesal melihat Edward, Iblison Menghampiri Edward.
"Kalau mau asik, kita aja berantem ber2" kata Iblison sambil mengelus wajah Edward.
"Uhuk...uhuk..." Edward langsung tersedak.
glekk...glekk....(edward langsung minum)
"Hufft...dasar Iblis penggoda" Edward tersenyum.
Pagi pun tiba, Amber berteriak ke Lux yang ketiduran.
"Tuan!!!,tuan!!!,tuan!!!, bangun" Teriak Amber panik
"Heh? Ma-maaf aku ketiduran" Lux mengucek matanya.
"Tuan!!!, Liat Lillith!" Amber menunjuk ke Lillith yang masih tertidur.
"Eh? Ada apa berisik sekali?" Lillith pun terbangun dari tidurnya.
"Eh? Lillith?"Lux kaget.
Amber dan Lux kaget karena Lillith sudah berubah menjadi gadis yang berumur 20 tahun dan Gips yang di tangan dan Lehernya lepas.
"Ada apa tuan?" Lillith kebingungan
Lillith langsung melihat tanganya
"heh? heh? kok?" Lillith bingung karena wajahnya membesar
Lillith melihat dadanya.
"Eh? benda apa ini" Lillith panik sambil memegang dadanya.
Lux melihat Lillith yang sedang memegang dadanya
"Hmmm.....menarik" kata Lux dengan nada datar
Amber langsung menutup mata Lux.
"Hei, Tuan gk boleh diliat tau!!!" Kata Amber.
"Eh? *uhuk..ehem, aku gak liat apa-apa" kata Lux sambil pura-pura batuk.
Lillith melihat Amber dengan tatapan senang.
"Yeey..Mbak sekarang aku Bukan anak kecil lagi" Lillith melompat kesenangan.
"hihihihi, kamu masih seperti anak kecil Lily" Amber mengelus kepala Lillith
"Eheheh, mungkin masih" Lillith tertawa sambil ekornya bergerak-gerak ke atas
"Oh iya tuan, kita mau kemana lagi?" tanya Amber.
Lux melihat petanya
"Hmm...mungkin kita akan ke-"
Tiba-tiba mereka mendengar suara langkah kuda.
"siap kan, senjata kalian" kata Lux.
Lux dan Amber menyiap kan pedang, Lillith menyiap kan mantra sihirnya.
Tiba-tiba mereka melihat tim Agus sedang melakukan patroli.
"heh? kamu Putri Amber kan" Agus kaget melihat Amber.
"ehhh....!!!, jangan-jangan kamu-" yana kaget
"LILLITH!!!" yana dan yuni berlari dan memeluk Lillith.
"eh? sudah kita tidak bertemu" Lillith membalas pelukan mereka ber2
Agus bingung melihat seorang pria berambut Abu-abu dan bermata merah sedang melihat Lillith di peluk yana dan yuni.
"ehh..? tuan putri, itu siapa?" tanya agus menujuk ke Lux.
Amber langsung menarik pundak Lux.
"ini Lux dia sudah berubah ya?" kata Amber
"oh wow, kamu kenapa bisa sampai seperti itu" tanya agus.
"uhh...panjang ceritanya" kata Lux.
"Oh..ok, kalian mau kemana sekarang?" tanya Agus.
"kurang tau" kata Amber.
"oh baiklah, yuk ikut ke tempatku" kata Agus.
"Wha...boleh" Kata Amber.
mereka langsung memanggil Yana,Yuni dan Lillith.
"hei, Lillith Ayo kesini" teriak Amber.
Yana dan yuni langsung naik ke kudanya masing-masing, Amber dan Lillith naik ke gerobak yang ditarik kuda.
"Yuk!, ikuti kami"kata Agus.
"iya" Lux menganggukan kepalanya.
ketepak....ketepuk....ketepak...ketepuk....
Waktu sore tiba, mereka langsung melihat Rumah Agus yang terlihat Sederhana dan dekat sungai dan hutan yang rindang.
"Whaa...indahnya" kata Lillith.
"Hehehe, ini sebenarnya bukan rumah utama kita" kata Yana
"Eh..? kamu punya berapa rumah" tanya Amber.
"Kita punya 7 rumah" kata Agus.
"Oh wow, banyak sekali" kata Lillith
"bukanya setiap ksatria mendapatkan rumah ya.." tanya Yuni.
"Tidak, Kita berbeda" Kata Lux dengan nada datar.
"Iya, ksatria Lux sedang mengalami masalah, jadi kita membawa mereka ke sini" kata Agus sambil turun dari kuda.
mereka semua langsung masuk ke dalam rumah tersebut.
"Hmm..luas ya" kata lux.
"iya ini 2 lantai, kalian tidurnya di atas ya" kata Agus.
"Baik, terima kasih" Amber menundukan kepalanya.
Tiba-tiba Yana dan yuni datang menarik lengan Lillith.
"Lil, kita main di sungai yuk" kata yana.
"ehh..? tuan boleh tidak" Lillith melihat Lux.
Lux menganggukan kepalanya, mereka langsung berlari ke luar.
"Awas masuk angin" teriak Agus
"eh..? aku ikut " Amber berlari ke Luar.
"Huft..Gus kamu gk ikut mereka" Kata Lux.
"ahahhaa, Emang kita bocah" agus tertawa.
Agus membawakan Teh hangat dan Kursi kayu.
"Teh ngeteh bro?" kata Agus memberikan Gelas teh Ke Lux.
"ahaha" Lux tertawa.
"mau kemana?" Lux melihat agus membawa kursi ke luar
"Mau liat mereka lagi main Air" kata Agus.
"Huft..gus,gus aku ikut" Lux membawa kursi keluar.
Lux dan Agus sedang bersantai menikmati teh sambil melihat sore hari dan para gadis yang sedang main Air.
"Eh...basah tau!!!" Teriak Amber.
"ahaha Tuan putri takut Air" Yuni tertawa.
"hmph...Awas kamu ya..." Amber mengejar yuni
byur....byur...byur..
"Hahaha, Kucing kan takut Air" Yana Menyipratkan Air ke Lillith
"Hihihi Aku kucing yang cinta Air" Lillith mengangkat tanganya.
Watershot!! (Lillith menembakan Air ke Yana)
"Hei, curang pake sihir!!" Yana kebasahan
Baju para gadis basah sehingga lekuk tubuh mereka tercetak, Agus menikmati pemandangan itu.
"Ahhh....Ini namanya hidup" kata Agus sambil menghirup tehnya.
"huft..dasar mata keranjang" Lux menghela napas.
Lux menghirup tehnya.
(hmm...enak juga tehnya) Kata lux dalam hati sambil bersandar di kursi.
Amber sadar bahwa mereka sedang di liat oleh para tuanya, mereka mulai berbisik.
"itu para gadis sedang apa dah?" tanya Agus.
"Nemu ikan kali" kata Lux.
"Hei!! para lelaki mata keranjang!!" teriak yana
Lillith langsung mengangkat tanganya.
Terra Squeezioz...!!!
Lillith membaca mantra, Lux dan Agus badanya di apit oleh tanah.
"Oi!!! apa-apaan ini" kata Lux
"Hihihi" Amber tertawa
"oke, tarik napas ya..." kata Lillith.
"Mega Aqua Ball"
Lux dan Agus melihat di atas mereka ada Bola Air yang sangat besar.
"eh!! " Lux kaget.
"Ei,ei,ei lepasin" agus memberontak.
"Oi,Oi,Oi lepasin!!! ini perintah tuanmu" kata Lux.
"hihihi, Release!!" Lillith membaca Mantranya.
**Tiba..Tiba..
Byur**..!!!
Bola Air itu pun pecah dan Membasahi mereka ber2
"uhuk...uhuk..."Lux batuk batuk
"Hoekk....A-Ampun" Agus muntah karena terlalu banyak menelan Air
"hohohoho, itu lah makanya jangan suka jangan melihat yang Aneh-aneh" kata Yana.
"Huft...lu yang ngeliat, gw juga yang kena" kata Lux menghela napas.
"Hahah, siapa suruh ikut gw keluar" Agus tertawa.
"Huft..bener juga" Lux menghela Napas