The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
De lavla (kota yang berbeda dengan yang lain)



**Kerajaan Vancloria


Raja franck sedang melihat dijendela istana dan Xenzha sedang duduk dikursi sambil meminum teh dicangkir** .


"Huft...sudah 8 minggu, ksatria Lux tidak menampakan diri" kata Xenzha.


"Cih....Biarkan saja mungkin dia sudah stress tinggal didunia" Raja franck kesal.


Tap...tap...tap...(ada suara orang berlari ke mereka ber2).


"Raja dan Xenzha Aku mendapatkan Info yang sangat penting" Edward langsung menundukan kepalanya.


"Ada apa?" tanya Raja.


"Si Lux dan mereka ber3 ternyata masih hidup" kata edward.


"dan yang lebih parah Si Lux penampilanya sudah berubah" kata Edward.


Raja Franck kaget *Puffft.....xenzha memuntahkan minumanya.


"Dimana terakhir Kau menemukanya dia?" Kata Raja franck.


"terakhir saya menemukanya di desa Kerdil" Edward menunjukan posisi desa tersebut.


"Baik, Besok kita akan kesana" kata Raja Edward.


"Baik Ayah" kata Xenzha.


Mereka beristirahat di bawah pohon . Lux sedang bersandar dibatang pohon, Amber dan Lillith sedang tiduran di tanah melihat langit yang cerah.


"Mbak! liat deh Awanya" Lillith menunjuk ke langit.


"Iya, Ada Apa?" Amber melihat ke langit.


"Bentuknya mirip Kupu-kupu" Kata Lillith.


"oh iya mirip lucunya" kata Amber.


"heeheh" Lillith tersenyum.


Lux langsung berdiri.


"baik, Ayo kita lanjutkan perjalanan kita" kata Lux.


"Hehhh...? Baru sebentar" kata Lillith.


"Yaudah kalau gk mau, Kita tinggalin Lily" kata Lux.


"iya iya iya tuan aku ikut" kata Lillith


Mereka melanjutkan perjalananya, Tiba - Tiba mereka di hadang 5 pria berbadan besar yang memegang senjata tajam.


"Hei!!! Berikan semua harta kalian" Kata bandit.


"Huft... "Lux menghela napas dengan wajah yang tenang.


"Oi!!...Gw serius!! Harta atau Nyawa" kata Bandit.


Lillith berlindung dibelakang Amber, Amber menepuk pundak Lux.


"Tuan, berikan semua harta kita, supaya kita bisa bebas" Amber panik ketakutan.


"Huh? Gk perlu" Kata Lux.


Bandit tersebut tersenyum melihat Amber dan Lillith yang sedang ketakutan.


"Baiklah, jika kau tidak mau memberikan hartamu" kata Bandit.


Bandit tersebut menghampiri Amber.


"Hmm...Berikan gadis ini kepada kami" Bandit tersebut mengelus wajah Amber.


plak...(Lux menepis tangan bandit tersebut)


"Cih..berani juga Lo!" kata Bandit.


Lux turun dari kudanya.


"Tuan!!! " Amber khawatir.


Lux menunduk dan mengeluarkan pedangnya.


"hahaha ,Mana mungkin bisa melawan kita"


"5 lawan 1 mana Cuku-" Suara bandit tersebut terpotong.


"*Slash da forte"


Slash......(Lux menebas salah satu dari kepala bandit tersebut.)


Srek...Croot....!!!(kepala bandit tersebut putus dan mengeluarkan banyak darah*)


bandit tersebut melihat temanya mati tergeletak.


"Arnold!!!, Cih...Hiyat!!!"


Swish....(Bandit tersebut mengayunkan pisau ke Lux.)


*Hap...(Lux menangkap tanganya dan membanting bandit tersebut)


Gedebug...(bandit tersebut terjatuh*).


3 Bandit tersebut berlari sambil mengayunkan pedangnya ke Lux.


Swish....swish....swish...


Tap...tap ..tap...(Lux melompat dan menghindar seluruh tebasan).


"Cih...." bandit tersebut menyerang Lux dari belakang.


Lux mebalikan badanya dan..


Kraaakk......(lux mematahkan tangan bandit tersebut).


Akh...!


Lux menarik tangan bandit tersebut dan...


Pow!....(Lux memukul rahang bandit).


Bandit itu pun terjatuh dan menyisakan 1 orang yang masih selamat


"huh? Ayo maju "Lux mengangkatkan kelapanya.


"Ehh...." Bandit tersebut berlari dan meninggalkan ke 4 temanya.


"Huh dasar Hama" Lux menepuk tanganya.


Amber dan Lillith tersenyum melihat Lux.


"Whaa...tuan kau pemberani ya.." Lillith takjub.


"Terima kasih " Kata Amber.


Lux mengangukan kepalanya, Mereka langsung melanjutkan perjalananya.


Lux membuka peta.


"yosh..hampir sampai" kata Lux.


"Kita mau kemana" Tanya Lillith.


"ehh..? ke Steam punk City?" Lux bingung


"Oh...Steampunk village itu kota yang sangat terkenal karena teknologinya lebih canggih dari kita" kata Amber.


"(oh Wow kayak game yang dulu aku sering mainkan)" kata Lux dalam hati


"masyarakat disana sangat Berbeda dari kita" kata Amber.


"Maksudnya?" Kata Lillith.


"terkadang tangan dan kaki mereka ditempelkan besi yang aku tidak tau fungsinya" kata Amber.


"Ohh..semacam Robot" kata Lux.


"Bukan, Itu steam punk" kata Amber.


"iya tau, mirip Robot kan?" kata Lux.


"Bukan tuan itu steam punk, S-T-E-A-M Punk" Amber mengeja hurufnya.


"IYA DIDUNIAKU DISEBUTNYA ROBOT!!!" Teriak Lux


"Ohh...heheheh" Amber tersenyum.


"emang sama tuan" tanya Lillith.


"contohnya?" tanya Amber.


" tempat pembuatan makanan, mereka hampir semuanya menggunakan mesin" kata Lux.


"trus manusianys ngapain tuan?" tanya Lillith.


"mungkin, Hanya mengawas Robotnya saja"kata Lux.


"ohh..." Kata Amber dan Lillith.


Mereka melihat banyak Asap dari kejahuan.


"itu Asap apa?" tanya Lux.


"Whaa~ kita hampir sampai tuan" kata Amber.


"Itu asap dari kota steam punk, mereka menggunakan mesin bertenaga uap" kata Amber.


"Oh yaudah yuk kesana" Lux langsung mengendarai kudanya.


Mereka sampai dan melihat suasana kota yang padat dan banyak orang yang berpakaian Aneh.



(Woow...kayak didalam game) kata Lux dalam hati


"Whaa...Aku baru pertama kali kesini" Amber melihat setiap gedung dikota.


"Aku juga" kata Lillith.


"yuk, kita jalan-jalan ke sekitar kota" kata Lux.


"Ayok!" kata Amber dan Lillith


Mereka berkeliling disekitar Kota dan mereka dilihat oleh para Warga.


*Dia darimana?


Liat deh cowoknya ganteng ya..


Itu yang rambutnya* Blonde *oke juga.


Eh, Ada mutant Kucing lucu ya*..


Para warga berbisik sambil melihat Lux,Amber dan Lillith


"Huft...di gosipin terus" Lux menghela napas.


"Hihihi~, Kita kan orang asing tuan" Amber tersenyum Anggun.


"Heh? Mu-mutant?"Lillith kaget.


Mereka Melanjutkan perjalan hingga ke tengah-tengah kota, Lux Melihat Robot manusia yang berjalan seperti Manusia normal.



"Wih...didunia ini ada kota yang secanggih ini" Kata Lux.


"Heheh iya tuan, tapi Kota ini sangat tertutup sehingga para raja dari kota lain tidak berinteraksi dengan kota ini" kata Amber.


"Mbak itu manusia besinya bisa jalan" kata Lillith.


Lillith melihat robot tersebut berbicara dengan manusia.


"Huh! Bisa ngobrol dia" Lillith kaget.


"Uh...itu apa ya?" Amber kebingungan sambil melihat Lux


"Itu robot Amber" Kata Lux.


"Ohhh.." Lillith dan Amber menganggukan kepala.


"Hari sudah mulai gelap kita cari tempat penginapan yuk!" kata Lux.


"Baik tuan" kata Amber.


Setelah beberapa jam kemudian, mereka akhirnya menemukan tempat penginapan.


mereka melihat tulisan didepan gedung.


"Vanwal Hotel and Cafe?" Tanya Lillith.


"yuk, turun kita sudah sampai" kata Amber.


Lux mengikat kuda dan gerobak tersebut di tempat yang sudah disediakan, tiba-tiba ada pria asing datang ke Lux.


"Ini ada sewanya" kata pria asing


(Buset!! di dunia fantasi ada tukang parkir) kata Lux dalam hati


"ehh..? berapa pak sewanya" tanya Lux.


"2 koin perak permalam" kata pria tersebut.


"bayar sekarang pak?" kata Lux.


"Nanti saja, kalau kau sudah selesai menginap dihotel ini" kata pria tersebut sambil memainkan kumisnya.


Lux langsung masuk kedalam hotel tersebut.


"jadi bisa saya bantu?" kata penjaga hotel.


"2 kamar untuk 2 Malam" kata Lux.


"Maaf tuan, kamarnya tinggal 1" kata panjaga hotel.


Amber terlihayt senang dan Lillith melihat Lux dengan senyuman yang imut, Lux melihat mereka.


"Huft...baiklah jadi berapa?" Lux menghela napas sambil menggarukkan kepalanya.


" jadi 3 koin emas" kata penjaga hotel.


(Mahal banget, kota ini terkenal karena mahal sama canggih ya..)" kata Amber dalam hati"


Penjaga hotel tersebut memberikan kunci kamar ke Lux.


"ini tuan, kamarnya ada di lantai 8" kata penjaga hotel.


"baik" kata Amber.


Mereka langsung naik ke lantai 8.


"huft...capek ya" kata Amber.


"kita kamar nomor berapa tuan" tanya Lillith


"Nomor 279, itu dia!" kata Lux.


Lux langsung membuka pintu kamar hotel dan



Mereka bertiga membuka mulutnya karena melihat Kamarnya yang luas dan mewah.


"Eh Tuan...Tuan....Ada jendelanya" Lillith berlari membuka pintu kacanya.


"Wha...kita bisa melihat pemandangan kota" Lillith ke balkon dan terlihat senang.


Ekor Lillith bergerak ke Atas


"Hmm....sofanya empuk ya." kata Lux sambil memegang sofanya.


Amber langsung berlari dan melompat ke kasur.


"hihihi~, Empuk banget kasurnya gk kalah sama yang diistana" Amber memeluk gulingnya dan tersenyum manis.


Lux melihat Amber tersenyum.


"Hei Amber senyuman mu lucu juga" kata Lux.


"Heh..?" Amber wajahnya memerah.


Lux langsung memalingkan muka dan memanggil Lilith.


"Hei Lily!, jangan lama-lama diluar nanti masuk Angin" kata Lux.


"Oh! baik tuan" Lillith langsung masuk ke dalam


"Baiklah, istirahatlah, besok kita akan lanjut berkeliling di kota ini" kata Lux


"oke" kata Lillith.


"baik tuan" kata Amber.