The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Berkeliling disekitar kerajaan



Amber dan Lux sedang berjalan di sekitar pasar untuk mencari toko perlengkapan senjata, tetapi banyak warga kerajaan yamg mulai menggosipi mereka ber2 karena Iri dengan ksatria Lux.


"uhh.....Anu...?" kata Lux malu karena dilihat oleh banyak warga.


" eh?, kamu kenapa tuan?" kata Amber melihat wajah lux sambil menundukan kepala.


"k-kamu nggak malu apa di liatin banyak orang ?" kata lux sambil melirik ke warga yang terlihat kesal dan iri.


Amber langsung melirik ke kiri dan kanan dan benar banyak warga yang iri melihat mereka ber 2 dan Amber melambaikan tangan ke para warga.


" HALO SEMUANYA, SEMOGA SEHAT SELALU YAAA....!" teriak Amber sambil melambaikan tangannya.


"tenang saja putri aku baik-baik aja" kata pedagang buah.


*bruuk* Ada suara orang terjatuh


" dior bangun ! bukan kamu aja yang ditanyain kabar tapi semua warga, bangun dior !" kata pedagang sayur sedang menyadarkan temanya yang pingsan.


(lebay banget ini warganya sampe segitunya tergila-gila sama putri) kata Lux dalam hati kebingungan.


"hihihihi~ lucu nya tingkah warga kerajaan vancloria" kata Amber tertawa tipis sambil menutup mulutnya.


"mereka iri sama kamu karena bisa jalan bareng putri tercantik di dunia ahahaha~" kata Amber sambil jari telunjuknya menunjuk ke langit.


"hehehehe, Percaya diri banget kamu" kata Lux tertawa.


Setelah itu mereka sampai ke toko perlengkapan senjata.


"sudah sampai, ayo masuk tuan teddy" kata Amber membukakan pintu toko.


"k-kamu tidak perlu bersikap seperti itu putri" kata Lux


" selamat datang ke tokoh senjata greg ada yang bisa saya bantu, whaa...ternyata ada tuan putri dan ......., siapa dia?" kata greg sambil menundukan kepala dan bingung melihat lux.


" tuan teddy ini greg cuilos, pak greg dia ksatria Vallux ksatria baru istana kami." kata Amber memperkenal


mereka ber2.


"salam kenal pak" kata lux menundukan kepala


"oh...ksatria, tapi dari badan kayaknya gk cocok deh" kata Greg kebingungan.


" Aduhhh!!!.......pak greg jangan bilang gitu dong,dia itu bakal nyelamatin kita kalau ada musuh, jangan liat dari badan nya" kata Amber kesal.


"ahahaha maaf kan aku tuan putri jadi ada yang bisa saya bantu" kata greg.


"saya ingin armor badan, bisa tolong carikan ukuran yang pas untuk saya" kata lux.


"ehh....kayaknya agak susah deh, tunggu saya cari dulu" kata Greg sambil ke gudang.


"tuan putri boleh kah saya bertanya?" kata lux


"tentu saja boleh" kata Amber tersenyum manis


" kenapa nama marga mu berbeda dengan ayah dan kakakmu?" kata Lux penasaran.


Seketika Amber wajahnya sedih karena mengingat suatu hal yang, dan lux melihat wajah Amber yang menunduk.


"ma-ma-maaf kan aku tuan putri, aku tidak bermaksud bertanya seperti itu, lupakan saja" kata Lux merasa bersalah.


"t-t-tidak aku gk apa-apa(mengusap air mata), tapi aku belum siap cerita ke orang lain, nanti aja kalau aku sudah siap oke!" kata Amber dengan senyum terpaksa.


dan greg datang membawa 3 armour yang berukuran besar.


" nih, coba dulu kalau muat bilang ke saya" kata Greg


lux sedang keruang ganti pakaian dan Amber menunggu di luar.


" tuan udh belom?" kata Amber penasaran


"Aku sudah coba semua tapi tidak muat" kata Lux dibelakang tirai.


"huh? masa sih? sini aku liat" kata Amber menarik tirai.


"ja-ja-jangan di buka dulu tuan putri" kata Lux panik.


Amber kaget karena melihat lux yang memakai armor badan yang sempit sehingga pusernya terlihat dan lux tidak memakai celana panjang hanya memakai boxer


"h-h-heh!! (wajanhya memerah) m-maaf, aku gk liat apa apa, sumpah demi pedang dan perisai keadilan!!."kata Amber membelakangi lux sambil menutup mata.


Lux langsung menutup tirainya dan greg langsung datang karena ada suara keributan.


"aduh.....aduh...ini ruang ganti bukan ruang mesum kalian berdua bisa kan bedain nya" kata greg


" b-b-bukan itu pak, t-t-tuan lux armornya kekecilan." kata Amber dengan wajah masih memerah.


" oh....hahahaha, kami sudah habis armor yang lebih besar" kata greg tertawa.


Setelah itu mereka tidak membeli apa-apa dan keluar toko dengan rasa malu dan canggung.


"ma-ma-maaf kan aku tuan" kata Amber menunduk ke Lux.


"uhh..oh iya gak apa-apa" kata Lux.


Setelah itu mereka lanjut berkeliling sekitar pasar