The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Gadis yang ceria



**Setelah Amber pamit ke ayah dan kakaknya, lalu Ia langsung pergi ke pasar dan melihat lux yang sedang kebingungan.


lux sedang melihat suasana pasar tiba-tiba ia melihat gadis berambut blonde dengan model rambut wavy curl yang sedang melambaikan tangan ke Lux****.


"itu siapa?" kata Lux sambil membersihkan kacamata nya.


setelah membersihkan kacamatanya Lux langsung melihat bahwa yang melambai ke dia adalah putri Amber.


" oh,hi putri raja, kenapa kamu berlari" kata lux


Amber sudah sampai di depan Lux


" hosh.....hosh...hosh.....capek ya! , lari dari istana sampai ke pasar" kata Amber sambil mengelap keringat di jidatnya.


" wahai ksatria teddy bear, i....i..izinkan aku me..mem...menjadi PASANGANMU" teriak Amber dengan malu-malu.


"huh! ksatria teddy bear? dan pa...pa..pasangan?" kata Lux kebingungan dan kaget karena Amber ngomong pasangan.


seketika suasana pasar jadi sunyi karena Amber berteriak keras di tengah ramainya pasar. dan Amber pun sadar dan Ia malu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"b...bo...bodohnya aku, seharus nya aku tidak perlu berteriak." kata Amber sangat malu.


dan ada warga yang menghampiri mereka ber2.


"wahai ksatria apakah kau memiliki hubungan asmara dengan tuan putri Amber" kata salah satu warga bertanya ke Lux


" heh? uh......aaa... gimana ya" kata Lux gugup


"huh? asmara? enggak kok, aku mau menjadi rekan petualangan sama ksatria ini kok." kata Amber membantah kesalahpahaman para warga.


(Aduh......ASEM! gua ditolak mentah-mentah, Ahhh........dasar putri bodoh!) kata lux kesal dalam hatinya.


"ohh....ternyata salah paham, akhirnya kita masih memiliki kesempatan" kata penjual di belakang.


setelah kesalahpahamnya sudah selesai para warga langsung kembali melakukan kegiatan pasar


tiba-tiba edward yang baru selesai makan siang di restoran ia melihat lux dan Amber berdekatan. dan ia langsung menghampirinya.


"HEI!!....gendut ngapain lu, putri Amber kau tidak apa-apa?" teriak Edward


" Ah....aku baik-baik aja kok" kata Amber menjawab pertanyaan Edward.


"Awas lo gendut!, jangan sentuh putri raja" mendorong lux dan terjatuh.


" wahai putri yang cantik mau kah kau ikut berpetualang bersama ku." kata Edward sambil menundukan kepala.


"k-kamu nggak apa-apa?" kata Amber sambil menjulurkan tangan ke lux.


"ah..iya aku baik-baik saja" kata lux menggengam tangan Amber yang di ulurkan.


Wajah Amber memerah karena memegang tangan lux dan edward iri karena lux sudah memegang tangan Amber.


(huh....dasar babi yang beruntung awas aja, putri Amber akan jadi milik gua) kata Edward dalam hati.


"tuan putri yang terhormat mengapa kau tidak mau bergabung dengan party ku" kata Edward


"uh.....kamu udah ada 4 orang, sedangkan ksatria teddy bear ini gk punya rekan, yaudah aku temenin aja" kata Amber menjawab pertanyaan Edward.


"whaa....tuan putri kau menjuluki rekan mu dengan sebutan teddy bear lucunya" kata rekan Edward


"tutup mulut mu chiku, kau tidak pantas memberikan pujian ke orang seperti dia" kata Edward memarahi chiku (rekan Edward yang perempuan)


"ma-maafkan aku tuan" kata chiku ketakukan.


"huh! yaudah gw mau naikin level dulu, baik tuan putri bersenang-senang lah dengan manusia setengan babi itu" kata Edward meninggalkan Lux dan Amber.


"duh...kasian ya rekannya Edward sampai ketakutan gitu" kata Amber merasa kasian.


"iya, kasian sekali dia"kata lux.


"oh iya, aku panggil kamu tuan teddy bear ya?" kata Amber sambil tersenyum dan melompat-lompat seperti anak kecil


(hufft......ini nasib apa takdir sih! ,gk didunia asli atau didunia fantasy pasti ada aja yang manggil gw beruang) kata Lux dalam hati.


"tuan teddy ada apa?" kata Amber kebingungan.


"oh ng-nggak kok, tapi kok kamu manggil aku tuan teddy?" kata lux kebingungan


" karena kamu gendut, hihihihi~ lucu kayak boneka teddy" kata Amber sambil mencubit perut lux


"adu...adu..aduh geli tuan putri" kata Lux ketawa kegelian.


mereka berdua berjalan mengelilingi pasar yang sangat ramai


" tuan putri, sekarang kita ngapain?" kata lux sambil berjalan mengelilingi pasar


" oh iya, baiklah kita nanti langsung ke toko armor agar mudah melawan musuhnya" kata Amber sambil berjalan di samping lux.


"oh oke baiklah tuan putri" kata lux