
keesokan harinya, mereka sedang mengemas barang ke dalam gerobak.
"huft....Tuan aku sudah" Lillith sedang menaruh barangnya ke gerobak.
"Aku juga" kata Amber.
dan para Warga datang membawa kuda yang berwarna coklat.
"tolong terimalah hadiah dari kami" Kata para warga.
"heh? tidak us-" pundak Amber disentuh Lux.
"Baiklah terima kasih saya terima ini" Lux langsung mengambil kudanya.
Lux membuka kantongnya.
"Nih, untuk kalian semua" Lux melempar kantong tersebut.
"apa ini?" kata Para warga.
"buka saja" Kata lux.
kantong tersebut dibuka dan mereka melihat ada 4 batang emas.
"whaaa....kau dapat darimana?" kata istri Lux
"Aku dapat saat membunuh ogre besar dan membuka kantongnya" kata Lux.
*Hikss....para warga menangis dan langsung memeluk mereka ber3
"heh?..."Lillith kaget.
"Hihihi....aku tidak akann melupakan kalian semua" Amber tersenyum anggun.
"Hufft...." Lux menghela napas.
Lux dan Lillith sudah lepas dari pelukan warga, kecuali Amber yang masih dikerumuni warga.
"Ya Ampun..." Amber kebingungan.
"Oi,Oi,Oi bubar...bubar udahan dulu peluk-pelukannya" Lux langsung menarik Amber.
"Ma-maaf kan aku" para Warga langsung menundukan kepalanya.
Mereka ber3 langsung menaiki gerobak, para warga melambaikan tangan.
"Sampai jumpa lagi!!!" Lillith melambaikan tangan
"bye! bye!" Amber melambaikan tangan sambil mengelap air matanya.
"hufft...akhirnya dapat kuda, jadinya enak aku tidak perlu menarik gerobak" Kata Lux yang sedak menaiki kuda.
"tuan nama kudanya siapa?" tanya Lillith.
" eh....Apa ya" Lux bingung.
"Di istana aku punya kuda namanya rider, Nama rider sepertinya cocok untuk kuda ini" kata Amber.
"Iya, benar namanya Rider" kata Lux
"Sedih..ya kita nggak kerasa kita sudah tinggal dengan mereka selama 6 minggu" kata Lillith.
"iya, semoga mereka Aman ya..." Amber melihat desa itu dari kejahuan.
"kita sekarang mau kemana tuan?" kata Amber.
" entah" kata Lux sambil membuka peta.
Tiba-tiba Lillith merasa ada yang mengukiti mereka.
"hei kalian ngerasa ada yang ngikutin kita gk?" kata Lillith.
"Ehhh...emang kenapa Lily" Amber ketakutan.
"Aku mendengar suara orang berlarian di sekitar kita" kata Lillith mengerakan telinganya
"Hush...jangan ngada-ngada, ini masih siang Lo" kata Lux.
"Ta-tapi tuan, Lillith dia manusia kucing jadi pendengaranya tajam" Kata Amber.
"Mungkin kupingnya lagi konslet" Lux tersenyum.
"Huu..." Lillith memalingkan mukanya.
**Mereka berjalan hingga sore, dan mereka beristirahat di belakang danau.
mereka sedang duduk dipinggir danau**
"Tuan aku lapar?" Lillith memegang perutnya.
"Tunggu sebentar" Lux mengambil perangkap ikan.
"Nih"
"baik, tuan" Lillith langsung menggulung celananya dan langsung memasang perangkapnya.
Lux melihat Amber yang sedang membasahkan kakinya di danau.
cek....cek...cek..(suara pijakan kaki Amber)
"Tuan Ayo main! Airnya dingin" Kata Amber.
Lillith langsung ikut Amber main Air.
"Mbak...aku ikut main" Kata Lillith.
Lillith langsung menyemprotkan Air ke Amber.
"Huu...basah tau, Sekarang aku" Amber membalas semprotan Lillith.
splash...splash..splash..
Lux duduk dipinggir danau melihat mereka ber2.
"Huh? jadi inget ayah,ibu sama Lala" Lux tersenyum.
Tiba-tiba Amber terpeleset dan jatuh kedanau.
"heh? Adu-" Kata Amber.
Byuuur......
Amber langsung bangun.
"Aduh....telingaku ke masukan Air" Amber melompat-lompat.
Lux melihat Amber yang melompat-lompat.
Boing!...boing!...boing!(Lux melihat dada Amber)
Lillith langsung lari menutup badan Amber.
"TUAN! Mata keranjang!!!" Lillith menunjuk ke Lux
"huh? ehh..." Lux memalingkan wajah
Lux langsung mengambil handuk dan memberikan ke Amber dan Lillith.
"Ayo, udahan nanti masuk angin" Lux melempar handuk ke mereka.
"Baik, tuan" Lillith langsung ke daratan.
"Hihihi~, tuan Sudah seperti Ayah saja" Amber tersenyum
"bukan itu, nanti kalau sakit aku yang repot" Lux
Amber tersenyum.
"Aku mau mengambil perangkapnya dulu" Lux meninggalkan mereka ber2.
"Ada apa Mbak?" kata Lillith.
"Hihihi, dulu kamu itu kotor dan pemalu sekarang sudah menjadi gadis yang imut" Amber mengelus kepala Lillith.
Lux menghanpiri mereka ber2.
"iya, saking kotornya aku tidak bisa membedakan Antara Kamu dan Tikus got" kata Lux.
"Huuuu....tuan nih, ngeledek terus!!!" Lillith cemberut.
"hihihi"Amber tertawa tipis.
Lux melihat Amber yang masih memakai baju yang masih basah.
"eh? jangan diliat terus" Amber malu-malu.
"bukan itu, ganti baju nanti kamu masuk angin lo" Kata Lux.
"Nggak k-*Hachi!...." Amber bersin.
"MAMPUS!!, dibilangin ganti baju" kata Lux.
"Hmph...baiklah, jangan ngintip" kata Amber
Lillith langsung menutup mata Lux.
"Awas , tuan kita mata keranjang" kata Lillith.
"Sembarangan kalau mgomong!!!" Lux kesal.
"hihihi Aku sudah" kata Amber Menggunakan baju pajamas.
"Tuan aku bersiin isi perut ikanya ya..." Lillith langsung mengambil perangkapnya.
"Sip" Lux mengacungkan jempolnya.
Lillith datang membawa 2 ikan dan perangkap.
"tuan ini ikanya cuma2" kata Lillith.
"iya gpp" kata Lux.
Waktu malam tiba, Mereka sudah menyalakan Api unggunya.
"Nih, bakar ikanya" Lux memberikan ikanya ke mereka ber2.
"baik tuan" kata Lillith.
Amber melihat Lux yang sedang melihat danau.
"Tuan nih" Amber memotek ikanya dan dikasih ke Lux.
"udh makan saja" kata Lux.
"Ini ambil aku udh motekin buat kamu" kata Amber.
"huft..baiklah" Lux langsung memakan ikanya.
Amber dan Lux sedang duduk ber2 ditepi danau.
(pasti Mbak dan tuan lagi romantis-romantisan) kata Lillith dalam hati
Lux mengajak Lillith untuk bergabung.
"Lily sini duduk bareng" kata Lux.
Lillith langsung berlari mendekati Mereka ber2.
"jadi inget ketika diduniaku" Lux tersenyum.
"emang kenapa tuan" tanya Amber.
"ketika aku bosan, aku sering ke danau untuk menghilangkan rasa bosan" kata Lux.
"hihihi, tuan kayak orang tua aja" Amber tersenyum.
"Huft....semuanya aja orang tua" kata Lux
Lux berdiri.
"baiklah kalian tidur, karena besok kita akan melanjutkan perjalanan" kata Lux.
"Tuan gk tidur?" kata Lillith.
"tidak aku menjaga kalian semua" kata Lux.
"Baiklah, Ayo Mbak" Lillith mengajak Mbak.
"Nih pake buat bantal" Lillith menempelkan ekornya ke wajah Amber.
"Lembut banget" kata Amber.
Mereka ber2 langsung tertidur lelap, Lux sedang mengecek peta dan profilnya.
"portal monster waktu itu membuat aku naik levelnya lebih cepat" Lux melihat Profinya Level 37.
Pagi pun tiba, Amber dan Lillith baru bangun tidur dan melihat Lux sedang membakar 3 ikan.
"Pagi tuan" Lillith mengucek matanya
"pagi" kata Lux.
Lux mengankat ikan bakarnya.
"Nih,makan mumpung masih Anget" kata Lux.
"terima kasih Nyam....nyam..." Amber langsung memakan ikanya.
"Oh iya, tuan kita abis ini mau kemana" tanya Lillith.
"kita akan ke desa bogne" Lux menunjuk ke peta.
"whaa...itu desa yang terkenal karena mereka mebudidayakan Gandum "Kata Amber.
"Kamu tau semua ya" kata Lux
"tentu saja karena aku seorang putri" kata Amber.
Mereka berjalan menelusuri hutan.
"Tuan ini tempatnya salah ya ,kok kita harus ke hutan?"tanya Lillith
"iya, di peta kita disuruh lewat sini" kata Lux.
Mereka ber3 menelusuri hutan selama 9 jam.
"Tuan kita masih belum sampai" kata Amber.
"Tuan Pantat ku pegal" Lillith memegang ekornya.
"ini sebentar lagi, Tuh dia" Lux menunjuk ke depan.
Mereka keluar dari Hutan dan melihat Desa yang sangat Luas.
"huft...syukurlah akhirnya sampai" Kata Amber.
"Hore...."Lillith senang dan ekornya ke atas.
"Baik, sebentar lagi sampai " kata Lux sedang mengandarai kuda.
"emang disana ada apa Mbak?" tanya Lillith.
"Aku, terakhir kesana dikasih makanan yang terbuat dari gandum dan minuman Anggur yang nikmat" kata Amber.
"tapi liat saja nanti" kata Amber.
Lux dan Lillith menganggukan kepalanya.