The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Pakaian baru



lux dan mereka ber2 masuk kedalam toko tersebut.


"halo selamat datang" kata mbak penjaga toko.


"wha~wha~wha ada putri, ada yang bisa saya bantu" kata mbak penjaga toko sambil nunduk ke Amber


"hi, saya ingin membeli pakaian untuk gadis ini" kata Amber menunjuk ke lilith.


mbak penjaga toko gemas melihat lilith yang berlindung di belakang amber sambil malu-malu.


"halo gadis kecil namamu siapa?" kata mbak penjaga toko.


"heh? Anuuu.....li-lilith"kata lilith masih berlindung di belakang Amber.


"Lilith nama yang cocok untuk mu" kata mbak sambil tersenyum.


"hei Lillith ayo ukur badanya" kata mbak sambik mengulur tanganya.


setelah itu Lilith berdiri tegak untuk diukur. mbak penjaga toko tidak sanggup menahan kegemasan lilith sehingga Ia mencubit pipi Lilith.


"aduh.....tuan putri anak mu gemes banget" kata mbak itu sambil mencubit kedua pipi Lilith


"heh?(wajahnya memerah setelah melihat lux) a-anak?, bukan" kata Amber malu-malu.


"dia bukan Anak tuan putri tapi budak saya" kata lux.


"huh? baru pertama kali ada majikan yang merawat budak seperti anak sendiri" kata mbak yang masih mencubit pipi Lillith.


"eeeee....Mbak....cakit mbak...eeeee" kata Lilith kesakitan karena pipinya masih dicubit.


"hehehe maaf ya, kamu gemes banget soalnya,oke sekarang aku buat dulu baju yang cocok untuk kamu" kata Mbak itu sambil ke mesin jahit.


setelah itu mereka menunggu dan Amber bertanya ke Lux.


"hihihi....jadi inget pas kamu ke toko armor" kata Amber tersenyum anggun.


"heh jangan di ingetin lagi lah" kata lux malu.


"hihihihi"kata Amber dengan senyuman anggunya.


"hei tuan teddy?" kata Amber bertanya serius


"ada apa tuan putri" kata lux.


"uhhh....inget gk yang kamu tanya soal nama ku"kata Amber dengan suara pelan.


"uhh....inget,tapi kalau kamu belom siap jangan cerita,lupain aja" kata lux merasa kasian.


"b-bu-bukan itu aku siap kok" kata Amber malu-malu.


"baiklah aku siap dengarnya" kata Lux serius.


"uhh...jadi dahulu vanholus adalah kerajaan terkuat serta banyak warganya keturunan Angel, ayah dan kakekku dulu raja paling dihormati , masyarakatnya terkenal ramah dan sopan, tetapi banyak dari kerajaan luar mulai menyerang kerajaan karena kita memiliki sbarang terkuat dan terlangkah yaitu crystal of cursed , pertarungan pertama kita menang tetapi kakek ku mati tertangkap oleh kerajaan musuh,dan ayah ku diangkat sebagai raja,awalnya damai tetapi setelah 50 tahun kemudian ada 3 kerajaan iblis yang bergabung menjadi 1 untuk merebut crystal of cursed , aku melihat banyak darah, tubuh terpotong,tangisan anak kecil,kebakaran di sekitar perumahan warga, aku berusaha menolong ayahku tetapi ayahku menolak, dan setelah kerajaan ku runtuh ayah ku meledakkan dirinya bersama dengan Crystal nya didepan ibuku dan aku tetapi aku di tutup matanya oleh ibuku, setelah itu warga yang keturunan Angel terbang dan pergi ke langit dan tidak kembali ke bumi,sedangkan manusia biasa habis di makan dan dijadikan budak oleh para iblis itu dan aku dan ibuku tinggal di hutan selama 30" kata Amber sambil menahan Air mata.


"terus bagaimana kau bisa di kerajaan raja franck?"kata lux masih penasaran.


"setelah itu xenzha menolongku dan ibuku setelah itu ibuku dan raja frack menikah setahun kemudian raja franck berhasil merebut wilayah kerajaan iblis yang dulunya itu kerajaan vanholus dan mengganti nama menjadi Vancloria" kata Amber makin sedih.


"jadi kamu dan ibumu sampai sekarang aman" kata lux


tiba-tiba tangisan Amber pecah.


"i-i-ibuku sudah tidak ada " Amber memangis


Lilith merasa kasian dan langsung memeluk paha Amber.


"m-mbak jangan nagis, mbak kan bilang jangan nangis kan ada kita" kata Lilith dengan polosnya.


Lux langsung mengelus kepala Amber, dan Amber kaget.


"heh?, kenapa tuan?" kata Amber kaget.


"yang sabar ya.....,kita akan memusnakan iblis itu" kata Lux mengelus kepala Amber dengan lembut.


"(*hiks) tangan tuan bisa membuat mood ku membaik terimakasih tuan" kata Amber kembali tersenyum.


dan mbak penjaga toko keluar dan menunjukan baju yang baru di buatnya.


"ini dia....lucu kan" kata mbak itu sambil memamerkan bajunya ke Lilith.


"whaa~ aku boleh pake gak?" kata Lilith terlihat senang.


"kamu suka warna pink ya?" kata Amber.


"iya suka aku suka warna pink" kata Lillith langsung berlari ke ruang ganti untuk mencobanya.


mbak itu melihat Amber matanya basah dan wajahnya merah.


"tuan putri kenapa wajahmu merah" kata mbak.


"ehh...i-ini aku abis" kata Amber gugup.


mbak itu langsung melihat lux dengan tatapan curiga.


"hmm....kayaknya gara gara si kacamata deh" kata mbak melihat lux mencurigakan.


"lah kok aku?" kata lux.


"salah kamu kan, liat noh tuan putri mukanya lemes matanya basah bibirnya pucat, jangan-jangan kamu...." kata Mbak takut ke lux.


"b-bukan itu,tadi aku cerita sesuatu sedih jadi aku nangis" kata Amber.


"oh hehehe maaf ya, aku sudah berburuk sangka" kata mbak sambil menjitak sendiri kepalanya.


Dan Lillith keluar dari ruang ganti.


"tuan, Mbak Amber g-gimana?" kata Lillith malu-malu.


"Whaaa~ ihhh... lucu kok cocok di kamu" kata Amber tersenyum.


"ahhh...iya cocok " kata Lux.


"ppfffttt...(*mimisan), aduh.....gemez bingit sini sama tante " kata mbak penjaga toko sambil menutup hidungnya dengan tangan kanan nya.


"huft....dasar lolicon" kata lux menghela napas


setelah itu mereka ke kasir untuk membayar bajunya.


"jadi berapa mbak?" kata Lux.


"ja-jadi 5 koin perak" kata mbak.


"oke ini silahkan" kata Lux.


"sampai jumpa lagi" kata mbak melambaikan tangan.


"dadah~"kata Amber sambil melambaikan tangan


setelah keluar ke toko


"oke, sekarang kita sudah siap berpetualang oke?" kata lux mengepal tangannya ke atas.


"oke!!" kata Amber dan Lillith mengepal tangan ke atas