
Pagi tiba, Lux terbangun dari tidurnya dan mendengar Agus sedang berbicara dengan seseorang pria, Lux turun dari tangga.
"Heh? siapa dia?" tanya Lux sambil mengucek matanya
Yana langsung berlari sambil mendorong Lux ke Atas.
"Oi!! Ap-" teriak Lux
Yana langsung menutup mulut Lux.
"Shh....Raja franck datang" Yana berbisik ke Lux
"huh! terus gimana!!" Lux kaget.
"Tunggu sini aja" Kata Yana.
Agus sedang berbicara dengan Raja franck.
"jadi, eh..? ada apa raja kesini" Tanya Agus gugup.
"Aku sedang mencari putriku" Kata Raja
"uhh...kita tidak tahu raja" Kata yana.
"Hmm....tapi aku menemukan ini" Raja franck menunjukan serpihan botol alkohol
"jadi, dia disekitar sini" kata Raja
"Uhh..tapi itu hanya serpihan botol" Agus kebingungan
"Ini botol Alkohol terlangka dari kota Bogne, dan saya sempat kesana dan bertanya ke warga bahwa Amber dan Lux telah menyelamatkan kota bogne dan diberikan botol alkohol ini" kata Xenzha.
(Aduh...ASEM!!!, seharusnya gw gak lempar botol itu) kata Lux dalam hati.
Lux menguping pembicaraan mereka.
"Uhh..mungkin orang lain" kata Yuni
"Mana mungkin" kata Xenzha.
Franck melihat mereka yang terlihat gugup.
"saya mau masuk dulu" kata Raja franck
"Ehh..? jangan masih berantakan" kata Agus
"Biarkan, saya masuk!!" kata franck dengan tegas
yuni menghadang pintunya, dan salah satu dari penjaga tersebut mendorong yuni hingga terjatuh.
"Jangan ngalangin Raja!!!" teriak penjaga tersebut
Agus dan yana hanya menunduk ke raja.
Lux yang mendengar perkataan itu, Ia langsung masuk ke kamar dan membangunkan Amber dan Lillith yang masih tertidur.
"Ayo ikut Gw!!" Lux menarik tangan mereka.
"Heh?" Amber masih setengah sadar.
"Huh? udah pa-" Lillith langsung di tarik
Lux keluar kamar dan kebingungan harus bersembunyi dimana.
"Aduh gimana nih!" Lux kebingungan
Tiba-tiba *kraak...krakkk* suara tangga kayu, Lux melihat kamar mandi dan langsung.
Brak...(Lux langsung menutup pintu kamar mandi)
tap...tap..tap..(suara pijakan kaki yang semakin mendekat)
"Hmmm....tidak ada orang?" Xenzha mengecek kamar
"liat ada satu ruangan yang belum di periksa disana" Franck menunujuk ke depan
Amber dan Lillith marah ke Lux karena membawa mereka ke kamar mandi.
"Tunggu, maksudnya apa Tuan!!!" Amber kesal
"Tuan jangan bangunin aku tiba-tiba" Lillith marah
Lux menghiraukan mereka, Lux tetap menempelkan telinganya di pintu
"Tuan ngapain sihh!!!" Kata Amber.
"Tuan kenapa panik?"tanya Lillith
suara pijakan kaki tersebut semakin mendekat hingga beberapa langkah lagi sampai
"Kalian tarik nafas" Kata Lux
Lux langsung memeluk mereka ber2 dan menyeburkan mereka ke dalam bak, Xenzha dan raja Franck melihat kamar mandi yang sunyi.
"Hmm....gak ada orang" kata Raja franck.
"Baiklah, kita turun saja" kata Xenzha
Amber dan Lillith kaget.
*Blubuk...tuan bodoh!!!" kata Amber dalam Air.
Blubuk...blubuk..tvan 4kv svsah n4p42ny4" omongan Lillith kurang jelas karean di dalam bak Air*.
Setelah itu Lux mengeluarkan mereka ber2.
"Uhuk...uhuk..maksudnya apa tuan?" kata Amber.
"Uhuk...Uhuk...Pufft...hampir aku mati tuan" kata Lillith
"Tadi ada raja Franck jadi Aku membawa kalian disini" kata Lux
Agus, Yana dan yuni langsung bergegas keatas melihat Lux dan temanya, mereka langsung ke Atas dan melihat Lux, Lillith dan Amber yang bajunya basah.
"Waduh...gimana nih?" Yuni tersenyum
"Ini ritual ksatria Lux sebelum bertarung ya..." kata yana sambil tertawa
"Huft...situasi lagi tegang gini, masih sempetnya mandi bareng" Agus menghela napas.
Lux menjewer kuping mereka ber3.
"Hufft...kalian salah paham" kata Lux menghela napas.
"Kita berlindung di bak mandi" kata Lillith
"Abis itu kalian mandi bareng?" Yana menggoda Amber yang wajahnya memerah
"Gak gitu juga konsepnya Tolol!!" Lux mencubit hidung Yana
"Aduh!!!, sakit!!!,sakit!!!" Yana menjerit kesakitan
"jadi gimana apakah raja franck sudah pergi?" tanya Amber
"Sudah" kata yuni
"Huft...syukurlah" Amber menghela napas
"Yuk, Lillith" Amber mengajak Lillith masuk ke kamar mandi
Mereka ber2 langsung masuk ke kamar mandi, Lux dan Agus sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Enggak kok, cuman, terkadang aku dan yuni juga mandi bareng" kata Yana
"Hmm...kalau laki mand-" Kata Agus sambil melihat Lux
"Lu, lanjutin omonganya, gw hancurin rahang lo" Kata Lux sambil menggenggam tanganya.
"Eh...hehehe" Agus tersenyum
"Huft...gw mau ganti baju kalian turun saja" Lux langsung menutup pintu kamar.
Brukkk!!!....
Tiba-Tiba pintu kamar terbuka dan Melihat Lillith yang menggunakan Handuk
"Pe-permisi tuan, Aku mau ngambil baju" Kata Lillith malu
"oh..Eh..iya" Lux langsung membalikan wajahnya
Lillith langsung membuka tas Amber dan langsung mengambil Baju Amber dan bajunya, Lillith langsung masuk ke kamar mandi.
"Huft....ternyata Lillith sudah tumbuh dewasa ya..." Lux menghela Napas.
Mereka ber2 langsung masuk ke kamar melihat Lux yang sedang duduk di kursi sambil meminum teh di cangkir
"uhh...tuan?" Tanya Amber
"Iya, ada apa?" kata Lux sambil mengisap gelasnya.
"Ta-tapi itu cangkir ku" kata Amber dengan wajah yang memerah
"Trus? kenapa?" Tanya Lux
" Eh? n-ggak Ja-jadi Tuan" Amber malu
(Haduh...itu ciuman secara tidak Langsung)" kata Amber dalam hati
Yana memanggil mereka di bawah.
"Ayo!! makan siang sudah jadi!!!" teriak Yana
"Yuk, makan Tuan" Lillith menggandeng tangan Lux
Amber kaget melihat tingkah Lillith
"Hmph...."Amber cemberut
Lux melihat Amber, Lux langsung mengulurkan tanganya.
"Huft...Yuk, dasar anak manja" Lux menghela napas
"Hmph...Aku bukan Anak kecil!!!..Hmph" Amber memegang tangan Lux sambil cemberut.
Mereka langsung turun dari tangga dan melihat Yana dan yuni sedang menyiapkan Makan siang.
"Oh, hi" kata Yuni
"Yuk, makan siang sudah jadi" kata Yana.
"Agus mana?" tanya Lux
"ohh...sedang mandi dia" kata yuni
Mereka makan siang bersama, dan Agus akhirnya datang.
"Maaf. telat" Agus menggaruk kepalanya
"Iya, tidak apa-apa" Kata Amber
Setelah mereka selesai makan, Lux langsung berdiri dan menghadap ke Agus sambil mengambil barang di kantongnya.
"Nih, buat kalian" Lux memberikan Berlian Ke Agus
"Eh? tidak usah repot-repot" Agus menolak berlianya
"Justru kita yang ngerepotin, Udah Ambil" Kata Lux menaruh berlian ken kantong dada Agus
"Oh, yaudah terima kasih" Agus bersalaman dengan Lux
"Jadi, kalian mau melanjutkan perjalanan?" tanya Yuni
"Iya" kata Lux
Wajah Lillith terlihat sedih, Yana dan Yuni langsung memeluk Lillith.
"Ehehe, semoga kita bisa ketemu lagi ya...Lily" kata Yana
"Iya,jangan lupain kita" kata Yuni
"Eheheh, iya Aku gak bakal lupain kalian" wajah Lillith kembali tersenyum.
" Terima kasih" Lux menepuk pundak Agus, Yana dan Yuni
"Iya" Kata mereka ber3
"Baik, kalian semua bawa barang kalian, Aku tunggu di luar" kata Lux langsung keluar
"Baik, tuan" Lillith langsung ke atas
"Awas jangan sampai ada yang ketinggalan" kata Agus
"Baik, Ksatria Agus" kata Amber.
Mereka langsung mengambil barangnya, Amber melihat Armor dan Baju Lux yang masih berjemur di balkon.
"Duh...kebiasaan Tuan" Amber langsung menaruh bajunya di tasn dan Membawa Armornya.
"Itu, Armor tuan ya?" tanya Lillith
"Iya, huft...tuan pelupa-pelupa" Amber menghela napas.
Mereka langsung ke luar dan melihat Lux dan Agus sedang mengobrol.
"Duh!!! tuan, Barang sebesar ini masa lupa?" Amber memberikan Armor badan Ke Lux
"Oh iya, hehehe Maaf" Lux menggaruk kepalanya.
"Tuan-tuan" Lillith menggelangkan kepalanya
Setelah itu mereka langsung naik ke gerobak yang ditarik oleh kuda, dan langsung meninggalkan rumah Agus
"Baik, thank u ya..."Amber melambaikan tangan
"Dah...dah...dah..." Yana melambaikan tangan
Agus, Yana dan yuni melambaikan tangan hingga Lux sudah tidak terlihat, Yuni Melihat Agus yang senyum sendiri setelah melihat Amber melambaikan tangan.
"Tuan keranjang" kata Yuni
"Ehh? salahku apa" Tanya Agus
"Intinya mata keranjang" Yuni langsung ke dapur untuk mencuci piring
"Tuan sudah punya kita, malah ngelirik ke putri" Yana cemberut
"Ehehe maaf" Agus menggaruk kepalanya
"Nggak boleh ya..." Yana menunjuk ke Agus
"iya" Agus tersenyum