
*ting....tang....
suara pedang yang saling beradu.
"MATI KAU...TIKUS!!!!!" ucap igor.
Pedang igor terus diayun sampai mata pedangnya mulai tumpul.
"Arrgg..." Lux menahan pedang Igor sekuat tenaga.
tang...tang...tang... Suara pedang yang bercampur dengan suara penonton yang bersorak.
Lux dan Igor saling beradu kekuatan suara tebasan antara kedua pedang sangat bising, Igor menepis dan mendororng Lux.
Lux kelelahan sambil menggenggam pedangnya.
"Hoshh...hoshh..."
"Huh, segitu doang?" ucap igor.
"RAAAAAA......." TERIAK LUX SAMBIL MENGANGANGKAT PEDANGNYA.
"GRRRAAAAAAA.....!!!!!!" TERIAK IGOR.
Tingg.....!!!!ktang..tang...praakk...
pedang Lux terjatuh dan Ujung pedang igor menodong ke leher Lux.
"Selamat, kau kalah pe...cun..dang" ucap Igor tersenyum jahat.
Camellia langsung menutup Mulutnya karena terkejut.
para warga bersorak sambil tepuk tangan.
"Tenang-Tenang warga ku" ucap Igor dengan bangganya.
para penonton pun diam.
"karena gw menang, sebagai gantinya Camellia akan ku nikahkan dan....rekan tim mu, akan kami ambil dan dijadikan budak Penghibur seluruh anggota kerajaan" ucap Igor menunjuk ke Amber,yumiko dan Lillith.
para penjaga langsung memborgol mereka ber3.
Amber Memberontak "Tung-tunggu..!!!!"
"Tolong lepaskan-*Hiks" ucap Lillith.
badan Yumiko dirantai karena memberontak.
Igor menghampiri Camellia.
"Sayang, aku mau 5 anak, kuat kan?" ucap Igor mengelus pipi Camellia.
Camellia pasrah "B-baiklah..."
Lux menggenggam pedangnya dan.....
"TIDAAAAKKKKKK......!!!!!!!!" teriak Lux langsung berdiri disamping kasur.
Lux sempoyongan.
"Awooo....!!!!" Yumiko kaget dan menjatuhkan mangkuk yang berisi sup.
Lillith dan Amber menghampiri Lux.
"Kamu kenapa?" ucap mereka ber2.
Lux mengusap wajahnya.
"Ahh..untung mimpi doang".
"Mimpi buruk ya?" ucap Lillith.
Amber langsung menggenggam tangan kiri Lux.
"Terima kasih" ucap Lux ke Amber.
"Mimpi apa Kak?" tanya Yumiko sambil mengelap lantai.
"Ahh...mim-" Lux ingin berbicara dan langsung ditutup mulutnya oleh Amber.
"jangan diceritain, takutnya kenyataan" ucap Amber sambil tersenyum.
"Uhh..maaf" ucap Lux.
.
.
.
Setelah itu Lillith memasak untuk sarapan, setelah makananya matang mereka langsung makan bersama.
"selesai sarapan kita naikin Level" ucap Lux.
"Horeee...." Yumiko senang.
"Baik tuan" ucap Lillith sambil tersenyum.
"Tumben sekali" ucap Amber.
.
.
Lux mengajak partyanya ke Gua yang minim cahaya .
"kita ngapain Tuan?" tanya Amber.
Lux langsung menancapkan pedangnya ke dalam tanah.
*Tang...(suara pedang Lux bergema)
*grrurrrrrkk.....grruukkk....(suara gemeru dari dalam tanah).
"Heh? apa ini?" Yumiko panik.
"Kata Raja Xavier ini monster penggangu kawasan kerajaan, kita akan menjadi kaya apabila membunuhnya" ucap Lux.
dan...."Groooaaaaahh....!!!!!"
suara monster melompat tepat di depan mereka.
"Whuaaaa....!!!!!, gede banget" ucap Yumiko terkejut.
Lillith melihat di mulut monster tersebut ada tangan manusia.
"A-ada ta-tangan" ucap Amber gemeteran.
*Kerokk..kerokk...suara monter tersebut.
Lux berlari dan.....
*Slasshh....slasshh.....
Lux mencoba menebas tetapi badan monster tersebut berlendir, serangan Lux meleset.
"Eww...kodok besar ini berlendir" ucap Lux melihat pedangnya penuh lendir.
kodok tersebut menjulurkan lidah ke Amber.*claaaaa.....
Amber langsung menepis menggunakan perisainya.
Lillith memegang snipernya dah...
dor.....!!!!
pelurunya tembus kedalam kodok tersebut.
"Huhh...!!! kok bisa??" Lillith kaget.
Kodok tersebut menjulurkan lidah mengincar Lillith dan.....
*Sreekk.....Lidah tersebut ditebas Sabit Yumiko.
"Awooo....Bloodlust" Yumiko berlari sambil mengayunkan sabitnya dengan cepat.
Yumiko melompat dan....
*Hap...langsung dimakan kodok.
"Heh?"Lux bingung.
"YUMI..!!!!" teriak Amber dan Lillith.
*Cuhhh.....Kodok tersebut meludah dan keluar Yumiko.
"Uweee....Jorok" Ucap Yumi.
Baju yumiko perlahan Bolong-bolong karena lendir Kodok tersebut.
Lux melihat Yumi.
"Ehhh...!!!! B-baju ku" Yumiko menutup dadanya.
"Grrr..gw colok mata Lu tuan" Amber kesal.
"Ayo..!!!, bantai Monster ini" Ucap Lux dengan semangat
"Cih...m3sum" Ucap Lillith.
Amber menyerang kaki Kodok tersebut.
*Slaaasshhh.....
kaki kanan kodok tersebut putus.
*Jreekkk....kaki tersebut langsung tumbuh.
"Ap-" Amber langsung ditendang.
Lillith terus menembak.
*Dorr...dorr....
Amber dan Lillith terus menyerang kaki Kodok tersebut.
Lux berhasil menebas Mata Kiri kodok tersebut.
Mereka bertarung dengan serius, sementara itu Yumiko duduk di pojokan sambil memegang sabit dan menutupi Dadanya.
"Di-Dingin"
"Uwaaaa...kenapa harus aku yang dimakan, Aku masih mau main...Awooo" Yumi ngambek
Lillith membaca mantranya.
"Thunderolt Kabbir"
Kodok tersebut tersetrum dan pingsan.
"Kesempatan" Lux melompat dan mancapkan pedangnya ke kepala kodok tersebut dan....
*Jleeebbb.....
"Lah...kok nyangkut!!!!!" ucap Lux panik
Kodok tersebut langsung sadar dan Mengeluarkan Lendirnya tepat kena Baju Lillith.
"Nyyaaa.....Tidak" Ucap Lillith.
Lux terjatuh dari badan Kodok tersebut.
"Sial pedangku nyangkut"
Badan Lillith terlihat jelas.
Lux tersenyum.
*Ktaaang....!!!!
Amber langsung melempar perisainya tepat dikepala Lux.
"Aduh..!!!" ucap Lux.
"Fokus, Tuan Fok-" ucap Amber.
Amber langsung terkena Lendir.
Lekukan Tubuh dan Badan Amber terlihat jelas.
"Ahh~ bau~kena lagi" ucap Amber
(siall....Amber ikut kena!!!, maksudku Syukurlah dia kena) ucap Lux dalam hati.
Lux mencoba memalingkan wajahnya.
"Hei, hidung mu berdarah tuan" ucap Amber.
"Ahh..maaf aku pusing abis jatuh" ucap Lux.
Lux mengangkat tanganya dan membaca mantranya.
Blue Lava....
Lux menembakan api biru tepat di kepala kodok tersebut dan.....
*Booommmm.....
kodok tersebut pecah dan ledirnya dimana-mana.
"kenapa gak daritadi pake sihir itu" ucap Lillith.
"Kamu sengaja ya....!!!!!" ucap Amber.
"N-nggak" Lux langsung membelakangi Amber dan Lillith.
"Grrr..." yumiko, Lillith dan Amber kesal.
Lux ikut terkena dan Bajunya ikut terurai.
tetapi badan Lux tidak terlihat.
"Heh?, kok tuan gak telanjang" ucap Amber.
"Hahahaha, Aku memakai baju besi".
"makanya aku gak banyak gerak" ucap Lux.
"Grrr.....Curang...." Yumiko kesal.
"Aku berjanji demi pedang dan Perisaiku, Untuk menghukummu" ucap Amber.
"hahaha Ampun, yok balik" ucap Lux tersenyum.
Mereka langsung meninggalkan tempat.
Yumi,Lillith dan Amber ditutup oleh karung goni.
mereka langsung pergi ke kamar.
Lux melihat profil dan naik Lvl.
"Wah...kita dapat 7000 exp" ucap Lux.
"kerja bagus sem-" Lux melihat Lillith dan Yumi cemberut.
"mpshh...mpshh...
Lux mendengar suara napas amarah dari belakang dan ternyata Amber membawa Tongkat kayu.
"Sesuai janjiku Tuan".
Lillith mengambil talenan Kayu.
"Te-tenang, ma-maaf kan aku oke!!!"
"Plisss...."
"Lucunya kalau kakak Mohon-mohon" ucap Yumiko di belakang Lux.
Yumiko langsung mematikan Lampu.
*Brraakkk....bruukkk......
"AHHHH........MAAAAFF...!!!!!!" teriak Lux
.
.
Malam tiba, Yumiko dan Amber pergi keluar untuk membeli obat untuk Lillith.
Lux duduk disamping Lillith yang tertidur dikasur.
"Ma-maaf aku ngerepotin" ucap Lillith.
"N-nggak" ucap Lux.
"Tuan?" ucap Lillith mendekati Lux.
"Ada apa?" tanya Lux.
Lillith langsung menarik tangan kanan Lux dan Lillith menempelkan pipinya di telapak tangan Lux.
"T-tuan udah gak patah lagi tanganya jadi aku pinjem" ucap Lillith.
"Oi!!, udah gede berat tangan ku" ucap Lux.
*Ngroookk....ngrookk...Lillith mendengkur.
Lux teringat saat Amber koma dan dia tidur berdua bersama Lillith di gubuk.
Lux tersenyum "Kau merindukan ini ya..."
Lillith langsung menutup wajahnya dengan poni rambutnya.
(pura-pura tidur tadi dia) ucap Lux dalam hati.