The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Gadis Itu GILA!!!!



Amber dan Lillith sedang mengobrol di gerobak yang ditarik kuda, Telinga Lillith ke Atas, Wajah Lillith langsung panik ketakutan karena mendengar sesuatu.


"Lily ada apa?" tanya Amber


"A-aku mendengar suara orang menjerit kesakitan" Lillith menutup telinganya.


"Dimana?" Kata Lux


"Disana tuan" Lillith menunjuk ke kanan.


Lux langsung membelokan kudanya dan langsung mengikuti suara teriakan orang tersebut, Lux langsung menemukan desa yang sangat sepi.



**Desa tersebut banyak rumah yang hancur,


Lillith Menepuk pundak Lux**.


"Tuan Lurus terus" Kata Lillith


"Oke, Lily" Lux lanngsung mengendarai kudanya dengan cepat.


Mereka melanjutkan perjalan hingga ke hutan tiba2 langsung di hadang oleh 2 bapak tua yang sedang berjaga di sekitar pedesaan


"Ja-jangan kesana" Kata bapak tersebut menghadang menggunakan sapu


"kenapa? kita harus menyelamatkan dia" Kata Lux menujuk ke hutan


"Jangan, Kalian tidak akan selamat" Kata Bapak tersebut sambil menangis


"Biarkan dia dimakan oleh Iblis Hitam" Kata Bapak tersebut dengan wajah yang bersedih.


"Huh?" tanya Amber


"Kami, ini Ksatria" kata Lux


"Tidak bisa, Bahkan Jendral khusus raja Vancloria mati di tempat itu" Kata Bapak tersebut


"Kamu kenal Amber?" tanya Lux sambil menepuk pundak Amber


"Oh ke-kenal dia Jendral Bouyial yang menghilang secara misterius dan yang ditemukan hanya badan dan kulit wajahnya saja" kata Amber.


Lillith dan Lux gemeteran karena mendengar ucapan Amber.


"Se-serius?" tanya Lillith


"Iya" kata Amber mengagukan kepalanya


"kalian hanya ber2 disini, para warga kemana?" kata Lux melihat ke sekitar pedesaan


"Mereka berlindung di dalam rumah masing-masing" kata bapak tersebut


"Huh? emang kenapa? sekarang masih siang?" tanya Lillith


"jadi tolong ceritakan kenapa desa ini menjadi sepi?" tanya Amber.


"Jadi, Semua ini adalah Ulah kerajaan Balaron, yang memaksa kita membayar pajak paksa, banyak wanita yang di perkosa, sehingga kita melakukan perlawanan tetapi kerajaan balaron membakar habis sebagian desa kami, serta para warga yang tertangkap akan di jadikan makanan serigala dihutan sana" kata Bapak tersebut


Lillith mendengar "kerajaan balaron" mengingat suatu hal sehingga kepala Lillith langsung sakit dan pusing


Gedebuk...(Lillith terjatuh)


"Lily!! kamu kenapa?" kata Lux


"Ehhh..? nggak tuan aku hanya mengingat sesuatu" kata Lillith memijit kepalanya


"Oh, baiklah" Kata Lux menatap Lillith dengan penuh penasaran


"Trus asal usul Iblis Hitam itu apa?" tanya Amber


"Kita belum tau pasti , tetapi setelah kejadian itu, iblis hitam bangkit dan mulai memangsa manusia yang berani ke hutan disana atau keluar dari desa pada malam hari" kata Bapak tua sambil menunjuk ke hutan tersebut.


"Apakah kalian sudah memasang perangkap buat iblis itu?" tanya Amber.


"Tidak bisa, bahkan banyak sekali ksatria dan para warga yang ingin membunuhnya tetapi mereka yang terbunuh" kata Bapak tersebut.


"Perkiraan saya, dia sudah membunuh lebih dari 900 orang" kata Bapak tua


"900 Orang!!!" Lillith dan Amber kaget


"Baik. kami akan kesana" kata Lux menepuk pundak bapak tersebut.


"sebaiknya jangan tuan" kata bapak tersebut.


"Tidak apa-apa" kata Lux melihat hutan yang gelap


"iya kan?" Lux melihat Amber dan Lillith


"I-iya aja deh" Lillith dan Amber ketakutan


"Baik, kita akan kesana dulu" Lux naik ke kudanya


"Uhh....hati-hati" kata Bapak tua tersebut.


Mereka langsung melihat suasana Desa lebih menyeramkan yang di halangi oleh banyak kabut dan banyak suara serigala melolong di hutan yang dekat desa tersebut.



AWOOO!!!....(suara serigala melolong)


"Huft...suasananya dingin dan gelap seperti malam hari" kata Lux kedinginan


Lillith dan Amber mendengar banyak suara serigala melolong.


"Heeeek....!!! Tu-tuan ba-balik yuk!" Amber berlindung di belakang Lux


"Shhh..!!" Lux menyuruh Amber diam


"Mbak kayak anak kecil" Lillith berbisik ke Amber.


"Be-berisik Lily" Kata Amber kesal.


Mereka turun dari kereta kudanya dan langsung melanjutkan perjalanan hingga ke tengah hutan. tiba-tiba Lillith menginjak sesuatu *Kraak..., Lillith langsung melihat ke bawah dan..


"UWAAA!!!! TUAANN!!!" Lillith menginjak tengkorak kepala, Lillith langsung berlari memegang tangan Lux


"Apa?" tanya Lux


"I-itu eeekkkk!!!" Lillith ketakutan.


Lux langsung mengambil tengkoraknya.


"Ini, tengkorak manusia" kata Lux


Amber menghampiri Lux dan Menarik baju Lux.


Mereka langsung melihat Ratusan tengkorak manusia dan Ribuan tulang-belulang dari binatang kecil, serta bangkai kereta kuda vanholus.


"M-mbak itu?" Lillith menunjuk ke kereta kudanya


"Iya tau!!" Amber ketakutan


Lux kesal melihat mereka yang ketakutan.


"Kalian manja banget!!! tidak ada apa-apa disi-" pembicaraan Lux tepotong


tiba-tiba mereka merasakan hembusan Angin yang sangat cepat.


Whooosh!!...


Mereka langsung mendengar suara perempuan tertawa.


*Hahaahahah.....


HIHIHI*.....


Lux langsung membalikan badanya.


"Yuk! ba-balik" kata Lux ketakutan


"O-oke de-" kata Lillith


Mereka langsung di lempar Tengkorak kepala oleh iblis tersebut.


Mau kemana? hihihihi~ makan malamku


Amber dan Lillith semakin ketakutan


"T-tuan aku takut" kata Lillith


"APA!!! makan malam?, udah tamat riwayat kita tuan?" Amber berlindung di belakang Lillith dan Lux.


Lux menyiapkan pedangnya "tunjukan lah dirimu dasar iblis"


Baiklah "kata iblis tersebut


Mereka kaget karena mereka melihat gadis bertudung hitam yang berukuran pendek datang ke mereka.


"Huh?" Lillith kebingungan.


"Aduhh...Adik ngapain disini?, bahaya lo" Kata Amber.


Lux datang menghampiri gadis itu.


"Hei! pulang sana! bahaya disini" Lux mengelus kepala gadis itu.


Gadis itu kesal "Grrrr.....Hap" Gadis itu menggigit jari Lux hingga berdarah.


"Aduh!!!" Lux langsung menarik jarinya.


"Sembarangan!!! manggil aku adik!!! " Gadis itu kesal


"Lu siapa?" tanya Lux


"Aku Iblis desa ini, Nama? tidak penting!!!" kata gadis tersebut


"banyak gaya banget lu, baiklah apakahkau siap merasakan pedang ini" kata Lux


"Cih...Hahahah~ Siap dong...." Gadis itu menyombongkan diri


Gadis langsung mengeluarkan Sabit besarnya menggunakan Mantra.


Summon D**ark Fenrir schyte


Tiba-Tiba di punggung Gadis tersebut mengeluarkan Sabit yang besar, Lillith, Amber dan Lux melihatnya dengan Aneh.


"Ih!! Jorok banget" Ucap Lux


"Gak sakit apa?" tanya Lillith


Amber menutup wajahnya karena tidak sanggup melihat gadis tersebut.


"Akh...? Ehehehe sedikit lagi~" Gadis itu langsung menarik sabit dari punggungnya.


mereka kaget karena Gadis itu memiliki sabit yang besar dan tajam.


"Hihi~ Ayo mulai" kata Gadis itu yang menusukkan jarinya ke sabit hingga berdarah dan mengisapnya.



Amber melihat Gadis itu yang taringnya memanjang dan mata ungu yang di bagian kanan menyala.


"Tuan hati-hati kemungkinan dia hampir sama kekuatanya dengan mu" Amber berbisik ke Lux


"Hei!!!" teriak Gadis itu menunjuk ke Amber dan Lillith.


"Ayo bertarung denganku" kata Gadis itu


"Ini akan menjadi makan malam terenak" kata Gadis itu melihat Amber dan lillith


"Ehh? makan Mbak aja" Kata Lillith


"Lah kok aku?" tanya Amber ketakutan


"Kan Mbak, Badanya lebih besar dari pada Ayam broiler" kata Lillith


"Kamu Gila!!! ya.." kata Amber


Lux menghela napas melihat mereka ber2.


"Huft...dasar-dasar"


"Ayo, Iblis kecil tunjukan Kekuatan Mu yang sebenarnya" Kata Lux memegang pedang besarnya.


"Hmph...jangan bilang aku kecil!!!" Kata Gadis itu


Gadis iblis dan Lux sama berlari berhadapan.


Tang...ting...tang..(suara pedang dan sabit mereka)


*Srekk...srokk...


Tang...Ting...tang*..


"Hihihi~ menarik" gadis itu tertawa


"Yok, Pertarungan baru saja dimulai" Lux menunjuk Ke gadis iblis tersebut.