The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Desa dipuncak gunung



Istana Vancloria


"bagaimana perkembangan para ksatria sekarang?" kata raja ke xenzha.


"Agus sudah mengusir iblis di desa-desa kecil,edward terlihat lebih kuat dari sebelumnya tetapi saya dan mata-mata saya belum melihat Amber dan lux minggu ini " kata Xenzha melapor ke raja.


"kapan terakhir kau melihat lux dan Amber?" kata Raja


"kurang lebih 2 minggu lalu, ia sedang datang ke toko senjata Greg bersama putri" kata xenzha.


"tapi, ayah apa kau masih percaya dengan Mitos para warga" kata xenzha.


"belum pasti tetapi kita tunggu saja, apakah tuan lux ada perubahan" kata Raja sambil memegang dagunya.


di hutan lux,Amber dan Lilith sedang memburu para monster.


"hiyaahhh.." kata lux menebas monster tersebut.


"huft.. huft...putri ini monster apa? banyak sekali" kata Lux menghela napas.


"i-ini namanya momoni, slime kecil berwarna hijau" kata Amber sambil menebas monster tersebut.


Lillith hanya berlindung di belakang Amber.


"AWAS!!!" teriak lux.


"huh?" kata Amber menengok ke belakang


tiba-tiba ada manusia hijau berlidah panjang menarik tangan lilith.


"MBAK!!! TOLONG!!!" teriak Lillith di tarik tanganya.


Amber langsung menebas tangan kanan iblis tersebut.


"CRRAAAKKK...." suara tangan monster yang putus mengeluarkan darah hitam.


monster tersebut langsung memegang tangan Amber dan langsung menjilat Amber, lux langsung menusuk menggunakan pedangnya hingga mati


"eww.....Apa ini?" kata Amber bajunya basah dan lengket.


"kalian tidak apa-apa" kata lux.


"aku baik-baik saja tapi Mbak?" kata Lillith melihat ke Amber.


"Aduh.....bau dan lengket baju dan rambutku" kata Amber menutup hidungnya.


"ayo kita tinggalkan tempat ini" kata lux.


"Lilith bawa tangan monster dan beberapa slime ke tasnya Amber" kata lux menyuruh lilith.


"baik tuan" kata Lillith.


setelah itu ada gadis desa melihat mereka bertiga.


"HAH?" gadis itu bingung.


gadis itu melihat baju dan rambut Amber yang lengket dan basah


"WHAAAA......" gadis itu teriak ketakutan melihat lux dan Amber.


"HEI kau salah paham" kata Amber.


"udah lupain aja ayok, kau bersiin dulu" kata lux


mereka langsung pergi ke kolam yang waktu itu.


"oke Amber mandi dulu sana, Lillith juga" kata lux.


lux melihat baju Amber yang menyetak dan nembus sehingga terlihat lekukan tubuh Amber.


"heh? ada apa tuan? " kata Amber bingung


Amber langsung melihat kebawah dan sadar, Amber Lansung menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"HEH?(wajahnya memerah),ja- jangan di liat tuan!!!" teriak Amber malu.


"e-enggak kok" kata lux membalikan tubuhnya


"ayo kita mandi mbak" kata Lillith menarik-narik baju Amber.


"o-oh baiklah, tuan!!! mohon menjauh dari kawasan kolam ini oke" kata Amber


"baiklah" kata lux.


lux menunggu dan datang Lilith.


"tuan dipanggil sama Mbak" kata Lilith.


"huft....baiklah" kata Lux.


setelah sampai di kolam Lux melihat Amber menggunakan handuk.


"heh? ada apa ini?" kata lux melihat Amber yang malu-malu


(tahan lux.....tahan lux...ini bukan mimpi ini dunia asli jangan melakukan hal aneh-aneh lux tahan...) kata lux dalam hati.


"heh? maksudnya?"kata Lux bingung.


"bajuku masih basah jadi tolongkan belikan baju dong" kata Amber.


"oh ok baiklah" lux lansung pergi.


lux langsung menemukan toko pakaian.


"selamat datang" kata penjaga toko.


"eh....saya ingin membeli pakaian wanita" kata Lux.


"baiklah ukuranya apa?" kata penjaga toko.


(aduh...sial gk sempet nanya lagi, apa ya?) kata lux dalam hati.


"ukuranya yang standar sama wanita di sini" kata lux bingung.


"uhhh....baiklah ini bajunya, tapi warnanya cuma coklat "kata penjaga toko.


"oh tidak apa-apa, terimakasih" kata lux bayar dan meninggalkan toko


lux sampai ke kolam.


"ini tuan putri bajunya" kata lux mengasih ke Amber.


"oh terimakasih" kata Amber.


lux langsung keluar menunggu Amber ganti baju.


setelah itu lux tiba-tiba disentuh pundaknya yang ternyata Amber


"tu-tuan kayaknya" kata Amber malu-malu.


lux lansung menengok ke belakang melihat Amber menggunakan baju barunya tetapi kekecilan di bagian dad**a sehingga kancing yang ditengah tidak di pasang**.


"heh?, ma-maaf kan aku,aku tidak tahu ukuranya apa?" kata lux sujud ke amber.


"eh? eng-enggak usah begitu" kata amber malu-malu.


"baiklah aku pinjamkan jas ini" kata lux langsung membuka jas bajunya.


"heh? te-terimakasih tuan" kata Amber menggunakan jasnya lux.


"sekarang dada mu lebih tertutup ya kan mbak" kata Lillith.


"hihihi iya" kata Amber mengelus kepala lilith.


"baik sekarang kita akan pergi ke atas gunung sana


untuk petualangan selanjutnya" kata lux sambil melihat peta.


setelah itu mereka bertiga berjalan melewati hutan untuk pergi ke puncak.


((*menghirup jas) lux, baunya mirip sekali sama bau lux) kata Amber mengendus lengan jas sambil tersenyum.


"Mbak kenapa?" kata Lilith dengan polos.


"e-enggak kok gpp" kata Amber wajahnya memerah.


"oh iya tuan ini pakaian apa ya?" kata Amber.


"maksudmu pakaian ku?" kata lux


"i-iya" kata Amber


"ini seragam sekolah" kata lux.


"kamu bangsawan tuan kok sekolah?" kata Amber kaget.


"hahahaha, di duniaku sekolah untuk semua orang" kata lux tertawa.


setelah itu mereka sampai ke desa.


"whaa~ desanya terlihat sejuk karena di atas gunung" kata Amber sambil menghirup udara.


lux melihat wajah Lillith yang kelelahan.


"lillith kamu lelah ya?" tanya lux.


"eng-enggak kok" kata Lillith, ekornya bergerak lemas dan wajahnya terlihat lelah.


"baiklah kita akan mencari tempat istirahat" kata lux.


"ehh....nggak perlu gitu tuan" kata lilith menolak


"kenapa aku juga lelah kok" kata lux pura-pura menguap.


"oh baiklah terimakasih" kata Lilith malu-malu.


"bisa aja kamu tuan teddy" bisik Amber sambil menyenggol pundak lux.


"hehehehe" kata lux tertawa.