
Malam pun tiba, Lillith sedang memasak makanan untuk mereka ber3, Amber dan lux sedang menunggu di sofa.
"makanan sudah siap!!" Lillith membawa 2 piring ke mereka.
"terima kasih, selamat makan" Kata Amber.
Mereka langsung memakan ikan panggang yang dimasak Lillith .
"Hmmm....enak ya.."Amber tersenyum.
"heheheh~" Lillith tersenyum sambil menggarukkan kepala.
"Tuan enak gk ikannya?"tanya Lillith.
"Hmm" Lux menganggukan kepalanya sambil mengunyah.
Setelah mereka semua selesai makan malam, mereka ber3 langsung ke balkon untuk melihat pemandangan.
"suasana kotanya ramai sekali" kata Lillith.
"iya padat seperti didunia ku" kata Lux.
"oh iya aku hampir lupa!" Amber langsung masuk kedalam dan mengambil sesuatu.
"Ini dia!!" Amber memegang botol alkohol dan gelas.
"Hari ini dingin juga ya..,Mau minum ini gak biar badan hangat" Amber tersenyum sambil menunjukan botol ke Lux.
"Kalo dingin pakai jaket atau selimut bukan minum alkohol" kata Lux.
"Huft...Mbak nih, jangan minum banyak-banyak loh!"kata Lillith.
"Enggak kok *glek..glek.." Amber langsung menuangkan minumanya ke gelas dan meminumnya.
"Aaah...enak lo, Nih, coba deh badan kamu jadi anget" Amber menawarkan gelasnya ke Lux.
"Dasar keras kepala! aku tidak minum itu Amber" Lux langsung menyentil dahi Amber.
Tak...
"Hihihi~, yaudah aku minum sendiri saja" Amber tersenyum sambil meminum alkoholnya.
Lux melihat muka Lillith yang kelelahan.
"Lily, kalau kamu ngantuk tidur duluan saja" kata Lux.
"eh? oh baik tuan" Lillith langsung masuk ke kamar dan tidur.
Lux dan Amber masih melihat pemandangan kota di balkon.
"Huft...Kota ini keren sekali" kata Lux.
Amber tersenyum dan..
Hap..!(Amber langsung memeluk Lux)
"eheheheheh~ Tuan~Tuan~ peyuk~peyuk~" Wajah Amber merah sambil memeluk Lux.
"Oi!! Apa-apaan ini!" Lux langsung mendorong Amber.
"Ehehe~ *Glekk...Glekk..." Amber tertawa sambil meminum botol alkohol.
"Mabuk dia!" kata Lux.
Lux melihat Amber yang ingin membuka resleting gaunnya.
"Oi!! Bodoh jangan buka disini ini diluar lo" Lux langsung menarik Amber kedalam kamar.
"Whaa..ada kasur Tuan,..Bobok yuk♡" Amber tersenyum sambil membuka resleting gaunya.
"Hei!! jangan dibuka gaunya" Kata Lux.
Lux langsung menaruh Amber ke sofa.
"Tuan~ tuan~ *glekk...glekk.." Teriak Amber sambil meminum botol alkoholnya.
"Shush..! jangan teriak nanti Lily bangun"Kata Lux.
"Sini! botolnya, Apa! botol Alkohol seliter tinggal setengah" Lux menggoyangkan botolnya.
"Udah! jangan minum lagi" kata Lux
hap...(Amber langsung memeluk Lux hingga terjatuh)
(*sniff...Bau Alkoholnya menyengat) kata Lux dalam hati.
"Ehehe~ Elus~ elus~ elus~" wajah Amber mengelus di badan Lux.
"Oi!! Hentikan bo-bodoh" Lux kesal dan wajahnya memerah.
Wajah Amber semakin mendekat ke wajah Lux, Lux Melihat Amber malu-malu dengan wajah yang memerah.
"heh? Amber kamu mau ngapain?" Kata Lux panik.
"Tu-Tuan" Amber langsung memanyunkan Bibirnya.
Lux langsung mencubit bibir Amber.
"Hentikan!" Lux mencubit bibir Amber.
"Aduh~ cakit~" Kata Amber.
"Huft..." Lux langsung berdiri dan menggendong Amber ke kasur.
"Nih, minum" Lux langsung memberikan Air putih ke Amber.
Glek..glek...glek..
"Ahh..." wajah Amber mulai mengantuk
Lux langsung memberikan Selimut dan Bantal ke Amber.
"Dah! tidur sana!" Kata Lux.
"Huft...capek juga, kasur nya dua-duanya sudah dipake lagi" Lux menggarukan kepalanya.
"Huft...yaudah deh" Lux langsung tidur disofa.
"Setidaknya sofa ini lembut, selamat malam" Lux langsung memejamkan matanya.
Pagi pun tiba, Amber dan Lillith bangun.
"Hooam....Pagi Mbak" Lillith mengucek matanya
"Heh? Tuan Mana?" Amber panik.
Lillith langsung melihat Lux tidur disofa dengan nyenyak.
"Tuh, Mbak" Lillith menunjuk ke sofa.
"Hihihi~, Tidurnya manis juga" Amber tersenyum.
"Oh iya! Mbak kita persediaan makanan habis" kata Lillith.
"Oh kita beli yuk di pasar sini" Amber membawa keranjang.
"Tapi tuan gimana" Lillith melihat Lux yang masih tidur.
"Udh kita tinggal saja, cuma sebentar kok" kata Amber.
"oh yaudah" kata Lillith
"Hosh...hosh..." Amber kelelahan.
"Masa, cuma turun tangga doang langsung cape" Lillith melihat Amber.
"Aku capek jalan bawa ini" Amber melompat.
*Boing!...Boing!...(ada yang memantul didada Amber).
"Oalah, pantes berat" kata Lillith.
Mereka langsung keluar dari hotel dan mulai mengelilingi sekitar kota.
"Wha...pagi yang cerah ya..." Amber menghirup udara.
"iya Mbak" kata Lillith.
Setiap Amber dan Lillith berjalan selalu dilihat oleh para warga dan mulai membicarai tentang dia.
Amber melihat mereka tersenyum dengan tatapan cabul.
"Aduh...diliatiiin terus, ada apa sih!" Amber malu.
"kayak nya gk aman deh Mbak" Kata Lillith.
Lillith dan Amber berlari dan banyak Om-om makin melirik ke Amber.
Lillith langsung menyuruh Amber berhenti berlari.
"Mbak!, mending kita gk usah lari deh!" Kata Lillith.
"terus gimana" Amber semakin malu diliatin terus.
Lillith melihat sesuatu yang Aneh dibelakang gaun Amber.
"Whaa!!!!..M-mbak gaunmu terbuka" Lillith panik dan langsung menarik resletingnya.
"Eh..!" Amber wajahnya memerah.
Para warga sudah tidak melirik ke Amber lagi.
"Huft...emang keliatan kan ketutupan rambut" kata Amber.
"Keliatan Mbak sebagian " kata Lillith
"Huft....M-mbak masih mau lanjut belanja" kata Lillith.
"GK Ah Maluuu..." Amber langsung berlari ke hotel.
"Tung-gu Mbak" Lillith langsung mengikutinya.
Mereka sampai ke hotelnya dan langsung berlari ke lantai 8 dan langsung berlari ke kamar.
Brak...!!(Amber membuka pintu dengan keras)
Lux melihat Amber dan Lillith kecapean.
"Oi....bukanya jangan kenceng-kenceng" Lux sedang menghampiri mereka
"Hosh...Hosh..Ta-ta-ta-tadi siMbakftdhhfgfdfbhfdugaunya" Lillith berbicara tidak jelas karena kelelahan.
"Ngomong apa sih!" Lux bingung.
"Tenang dulu, tarik napas" Kata Lux.
"Huft...." Lillith tarik napas
"jadi, ada apa kalian dikejar siapa? Anjing? Orang gila? apa Debt Collector?" Tanya Lux.
"Bu-bukan tadi si-" ucapan Lillith terpotong.
Amber langsung berlari dan memeluk Lux.
"Uwaa!!!....Ayo kita lanjut perjalananya, Aku malu,Aku malu,Aku malu" Amber memeluk Lux dengan erat.
"Uhuk..uhuk..Hentikan" Lux menahan pelukan Amber.
"Ada apa sih" Lux melihat pipi Amber memerah.
"Tadi Mbak itu ba-" Bibir Lillith langsung di tutup sama tangan Amber.
"Ehehehe nggak kok, cuman pengen peluk tuan saja" Amber tersenyum canggung.
"eh...ok?" Lux kebingungan.
"yuk, pulan-" kata Amber.
Booom.....!!!
Ada suara ledakan yang sangat besar sehingga mereka mersakan getaranya.
"Apa yng terjadi" Lux langsung membuka jendela dan...
Dor...Dor...Dor..(suara senjata api).
Lux melihat Roket besar mengenai gedung ini.
"SEMUA!! MERUNDUK!!!" Lux langsung berlari menjauhi jendela.
Booom!....
Craang!...craang!...craang!...(suara jendela kaca yang pecah).
Lux melihat mereka.
"kalian baik-baik saja" Kata Lux.
"Iya" kata mereka ber2.
"Ayo!! turun!" Lux menyuruh mereka turun.
Setelah sampai mereka langsung keluar dari hotel dan melihat pemandanga kota yang sangat menyeramkan.
Warna langit menjadi gelap akibat kebakaran, gedung-gedung pada hancur banyak tempat-tempat yang hancur.
Lux langsung mengambil kudanya.
"Ayok rider, kalian naik ke gerobak" mareka meninggalkan sekitar kawasan.
dan mereka melihat benda asing di atas mereka
Sebuah kapal raksasa mengeluarkan para prajurit serta menembakan beberapa Meriam.
Booom!....Booom!...
"Kita harus menyelamatkan kota ini tuan" kata Lillith.
"Iya" Lux menganggukan kepalanya.
"Aduh...musuh lagi, musuh lagi oke aku harus bersiap" Amber mengeluarkan pedang dan perisainya
"Baik pertarungan dimulai" Lux turun dari kuda dan mengeluarkan pedangnya
"Aku siap" Lillith menyiapkan beberapa sihir.