
"Aku Pulang" Lillith dan Amber masuk kedalam Rumah.
"Aduh...Astaga, Lily kasih ke Tuan" Kata Amber memberi kantong ke Lillith
"Hei mau kemana" Kata Lux.
"Aku lupa membeli Rempah-rempah tuan" Amber langsung mengambil keranjang dan pergi lagi ke pasar.
"Huft...Amber-Amber" Kata Lux.
"Tuan, Ini dari warga" Lillith langsung memberikan kantong tersebut.
Lux langsung mengambil kantongnya.
"kamu, Duduk disitu aku sedang membuat sesuatu untuk sarapan" Lux menyuruh Lillith duduk di meja makan.
"Tuan buat apa" Lillith penasaran.
"Mau bantuin buat sarapan gk?" kata Lux.
"MAU!!!.." Lillith langsung datang ke dapur.
beberapa menit kemudian
"buat bola yang besar dan taruh di panci ya" kata Lux memberi adonan ke Lillith
"oke" Lillith langsung membuat Bola yang besar.
Lux tidak sengaja menyenggol piring.
Klontang...!!(suara piring jatuh)
Amber baru sampai di depan rumah dan mendengar suara tersebut.
"heh? suara apa itu?" Amber menguping
"maaf" kata Lux langsung mengambil kembali piringnya
Lux melihat Bola Lillith.
"whaa...bolanya sebesar kepalan tanganku" kata Lux.
"Hehehe" Kata Lillith
**Amber bingung karena perkataan Lux
"Bola**?"
"hahaha,sini aku bantu" Kata Lux.
"pelan-pelan tuan" kata Lillith.
Wajah Amber memerah.
"heh? A-ada apa disana?" tanya Amber panik
"tidak-tidak mungkin tuan seperti itu, pasti mereka sedang bersih-bersih rumah" Kata Amber berusaha berpikir positif.
"ini kalau sudah matang pasti lembut dan kenyal" Kata lux sambil tertawa tipis
Amber kaget
"Heeeek....!!! tadi tuan ngomong apa" kata Amber.
"bentar ya..aku mau buat kuahnya dulu" kata Lux.
"oke! tuan" kata Lillith dengan semangat
"Ku-ku-kuah???" Amber wajahnya memerah.
Amber langsung mendobrak pintunya.
"HEI!!!, APA YANG KALIAN LAKUKAN" teriak Amber dengan wajah memerah.
"heh? halo Mbak" Lillith sedang membuat adonan Bakso.
"Oi!!, bisa kan pelan-pelan buka pintunya" Lux menegur Amber
"heh?, Bo-bolanya mana?" Kata Amber.
"Disini Mbak" Lillith menunjuk ke panci yang sedang dimasak Lux.
"huft...ternyata cuma masak" Kata Amber mengelap keringat di dahinya
Lux dan Lillith bingung.
"kamu terlihat Lelah, nih!" Lux mengasih Air ke Amber.
"te-terima kasih" kata Amber langsung meminum Airnya
"Lily cuci tangan mu,sebentar lagi sudah mau matang" Kata Lux.
"oke tuan, Ayo mbak" Lillith mengajak Mbak.
Lillith dan Amber menunggu masakan Lux.
"Sudah, matang" Lux membawakan panci.
"Whaa....Hmm...wangi banget tuan" kata Lillith.
"i-ini apa tuan?" tanya Amber.
"ini Bakso" kata Lux.
"Bakso?" kata Lillith dan Amber.
"iya, ini campuran daging giling dan tepung tapioka serta dibentuk bola-bola" Kata Lux
"ohh.." kata Lillith dan Amber.
"Nih, silahkan coba" Lux langsung memberikan ke Lillith dan Amber.
Amber langsung mengisap Kuah Bakso.
"Hmmm....Enak banget" kata Amber.
Lillith langsung membelah baksonya besar.
"whaa...tuan ada telur didalamnya" ekor Lillith naik ke atas
"coba aku, Whaa...ada bakso kecil didalam bakso" kata Amber.
Lux hanya tersenyum melihat tingkah mereka seperti anak kecil.
"iya, aku yang memasukan kedalam bakso tersebut" kata Lux.
Setelah itu mereka selesai makan.
"Tuan nanti sore kita naikin level yuk" kata Lillith.
Lux menganggukan kepalanya.
Sore pun tiba, mereka langsung pergi ke hutan yang dekat dengan desa.
"Huft....para warga bilang hutan ini banyak monster" Kata Lux.
"taunya, cuma monster slime doang" Kata Lillith sedang menebas monster menggunakan daggernya.
Tiba-tiba....
"Groahh...Awoooo" suara Anjing berkepala 3.
"Cerberus?" Lux kaget.
"siap kan senjata kalian" Kata Lux.
"Lily!!" kata Lux.
"baik tuan, Terra Squeezioz...!!!" Lillith membacakan mantranya.
Anjing tidak mempan dengan sihir Lillith.
"Aduh...tuan" Lillith panik.
Amber langsung melompat.
Angel slash...!!
slash..slash..(salah satu kepala anjing itu putus)
Anjing tersebut menggit lengan baju Amber.
Gedebug...(Amber terjatuh)
Anjing tersebut ingin memakan Amber tetapi ditahan Pedang Lux.
Shing...Ktang(suara pedang dan gigitan anjing tersebut).
"Lillith!!!" Teriak Lux.
"Trappola d'acqua"
Anjing tersebut terperangkap kedalam bola Air
Hap...Queen's Attack!!
Amber melompat dan menancapkan pedangnya dibola Air tersebut.
Boom..! (suara bola Air yang meledak)
Anjing itu pun Mati.
" Huft...huft...huft..."Lillith kelelahan
"Tuan..huft...kita berhasil" Kata Amber.
"buat apa tuan?" tanya Lillith.
"Buat nambah Skill baru" Lux menempelkan kulit ke krystal dipedangnya, dan kulit tersebut masuk kedalam krystal yang ada dipedang Lux.
"Skill apa tuan?" Tanya Amber.
"Cerberus bite" kata Lux.
"Yok kita kembali ke pedesaan" kata Lux.
"baik tuan" kata Lillith dan Amber.
sesampai di desa.
Amber langsung dikerumuni Warga.
" Wah~, Ada apa ini?" Amber bingung.
"Tolong gunakan handuk ini"
"Mau saya buatkan minuman"
"Hai cantik, Sini numpang tidur di rumahku"
"mau aku pijat badanya" (Para warga menawarjan ke Amber)
" Huft....dasar Warga cabul" Lux memegang dahinya
" Hihihi, Mbak Cantik sih makanya banyak yang suka" Lillith melihat Amber tersenyum canggung sambil melihat para Manusia kerdil
Werner pun datang, dan para warga bubar dan melakukan Aktivitasnya masing-masing.
"Ma-maafkan saya atas perilaku para warga" Kata werner sambil tersenyum.
"e-enggak apa-apa kok" Kata Amber.
" Huft....soalnya kamu dianggap dewi keindahan dan keberuntungan oleh para warga" Kata werner.
"heh? kok bisa gitu" Kata Amber
" mungkin karena sikapmu yang Anggun dan pemaaf serta Wajahmu yang cantik" kata werner.
" Emang benar tuan?" Amber melihat Lux dengan matanya yang menyala.
" uh.. iya"
Wajah Amber memerah
"Baiklah" Lux langsung pergi menuju ke rumah.
" Pak Werner permisi" Amber menundukan kepalanya dan langsung mengikuti Lux.
" Duluan pak" Kata Lillith
Pak werner tersenyum melihat mereka ber3.
Beberapa hari kemudian, Lux sedang melatih fisiknya, Lillith dan Amber sedang Sparing.
40...41...42...43 (Lux sedang menghitung push-up nya)
"Coba Mbak tahan Serangan ku" kata Lillith
"oke" Amber menyiapkan perisainya
Flame shot!! (lillith membaca sihirnya)
Whus...whus...(Lillith menembakan 3 Api)
Boom...Boom..(Suara perisai Amber menangkis sihir Lillith)
Lillith membaca sihirnya lagi.
*Terra squezzioz..!( Amber diapit tanah)
Double copy Flame shot (Lillith menembakan 6 falmeshot*)
Amber tersenyum.
immunity...! (Amber membacakan mantranya)
Serangan Lillith membuat kekebalan Amber bertambah.
"Hehh...? bisa gitu?" Lillith kaget.
"hihihi dan sekarang gantian aku" Kata Amber
Hap....(Amber melompat)
Lillith terus menembakan Flame shot.
Set...Set...set(Amber mengindar serangan Lillith)
Hap....Aku menang.( Amber melompat dan menodong pedangnya Ke Lillith)
"Yaaah....Aku kalah" Kata Lillith.
" hihihi, Tapi tadi kamu lumayan hebat lo!!" kata Amber
Lux datang menhampiri mereka ber 2
"huft...kalian sudah selesai sparingnya?" kata Lux
"sudah tuan" Kata Amber.
"oh...Yok, Kita kembali ke rumah"
Malam pun tiba, Lillith dan Lux sedang menunggu di meja makan menunggu masakan Amber.
"Mbak masak apa?" tanya Lillith
"jadi ingat pas Amber pertama kali masak untuk kita" Lux tersenyum.
"oh iya hihihi" Lillith tersenyum.
"Hmph...Tuan ngeledek mulu" Amber kesal.
"ini akan menjadi makanan terenak didunia" Kata Amber.
"Hmm...baiklah" kata Lux.
Setelah itu Amber langsung membawaka masakanya ke meja makan.
"Hmmm....harum" kata Lux
"ini Ayam panggang ya?" Tanya Lillith.
" iya kamu benar, Silahkan dicoba" Amber tersenyum
Lux dan Lillith langsung mengigit Ayam pangganya dan...
(Hmm...Kok Asem ya..) Lux menatap Lillith
(Asem..banget kayaknya Mbak salah masukin bahan deh) Lillith menatap Lux
Amber melihat mereka yang saling menatap
"Hmm?, Ada apa?" Amber bertanya.
"M-mbak coba deh Ayamnya" Kata Lillith
Amber langsung mengigit ayamnya.
"A-A-Asem banget...sepertinya aku terlalu banyak menggukan Lemon" Kata Amber.
"Huft....kapan aku bisa masak?" Amber menundukan kepalanya.
"teruslah berjuang aku akan mendukungmu, jadi jangan menyerah" Kata Lux dengan nada yang datar.
"heh?, iya baik tuan" kata Amber.
"baik, setelah ini kita langsung istirahat karena portal iblis akan tiba" Kata Lux
"huh? besok datangnya?" Amber kaget.
"iya" kata Lux
"cepet banget" Kata Lillith.
**Setelah itu mereka langsung ke kamar masing-masing.
Lillith dan Amber tidur ber2**.
"Huft....Akhirnya bisa beristirahat dengan tenang" Lux langsung memejamkan matanya
"Mbak aku boleh tanya gk?" tanya Lillith.
"Tentu saja" Kata Amber.
"Mbak gk kangen sama kerajaan yang Mbak tinggal" Kata Lillith
Amber tersenyum.
"Terkadang aku merindukan mereka, tetapi aku lebih menyukai tinggal bersama kalian" Amber mengelus kepala Lillith.
"hihihi, telinga kucingmu lembut banget" Amber memegang telinga Lillith.
"Ahhh~ ja-jangan dipegang Mbak" Kata Lillith.
"Ya Ampun Maaf kalau itu bagian sensitif mu" kata Amber.
"tidak apa-apa Mbak, selamat malam" Lillith langsung memejamkan Matanya.
"Hihihi~, selamat malam Lily" Amber langsung tidur.