
Gadis tersebut mengayunkan sabitnya dengan sangat cepat, Lux kewalahan menangkis serangan Gadis tersebut.
"Tcih... Gesit sekali" Lux menghela napas
"HAHAHAHA, Segitu doang?" gadis tersebut tertawa melihat Lux kewalahan
Lux menggenggam pedangnya dan berlari ke gadis pendek tersebut.
"Slash da Forte!!"
Ketika Lux ingin menebas gadis tersebut gadis itu pun menghilang.
"Apa!?"
"Ahahaha, tangkap aku kalau bisa ahahahaah" gadis itu pun tertawa.
Lux melihat sekitar, Gadis tersebut langsung menampakkan dirinya dan mengangkat sabitnya, Lux menghadap ke belakang dan...
tang.....!! (Perisai Amber menahan sabit gadis tersebut)
"Cih...curang!!!"
Gadis tersebut langsung melompat di perisai Amber.
"Lily!!!" teriak Amber
Lillith langsung menembak betis kanan gadis tersebut hingga gadis tersebut tersungkur.
dor....
"Akh..."
Lux, Lillith dan Amber menghampiri gadis tersebut yang sedang menunduk sambil memegang sabitnya.
"Hei! bangun" Lux menepuk pundak Gadis tersebut
Gadis tersebut mengeluarkan Aura yang berwarna biru muda dan besi sabit gadis tersebut berwarna biru muda, Gadis tersebut mencengkram sabitnya.
"Grrr.....BloodLust"
Gadis tersebut membabi buta menebas mereka, Lengan Amber sobek terkena tebasan dan Lillith berhasil menghindar, "Knockback!!" Lux langsung menendang Gadis tersebut hingga terpental jauh.
"Grrrr...Aku benci ini, benci,benci,benci!!!" Teriak gadis tersebut.
"Amber dan Lillith cepat berlindung, Aku akan melawan gadis ini"
Lux melihat mata sebelah kanan gadis tersebut menyala ungu terang dan Taringnya semakin panjang seperti vampir.
"Kau tidak pantas disini!!!"
"Tenang dulu, gadis kecil"
"Argghhhhh......Aku benci Disebut Gadis kecil"
Gadis tersebut berlari menghampiri Lux,"Wolfclaw's" Gadis tersebut membaca mantra, tebasan sabitnya semakin cepat.
Lillith melemparkan Dagger emasnya Ke Lux.
"tuan pakai itu!!!" teriak Lillith.
"ok"
Lux Menangkis serangan Gadis tersebut dengan santai, Gadis tersebut terlihat kewalahan tetapi gadis itu masih tetap memaksanya.
ting..tang..ting..
"12 tahun aku sendiri dihutan"
"Aku melihat banyak manusia saling membunuh"
"AKU BENCI MANUSIA!!!" teriak gadis tersebut
"Grrr....dan...A-aku sudah bersumpah kepada majikan dan orangtuaku"
"Untuk menjaga Desa dan Rumah Ini dari pembunuh kurang ajar!!!"
"seperti KAMU,KAMU!!!, yang membuat majikan dan orangtuaku bersedih di atas sana"
Lux melihat gadis tersebut yang mencoba menutup kesedihanya dengan wajah marahnya.
"Oi,tenang dulu" Lux menangkis serangan Gadis tersebut.
"Hosh...hosh...kenapa kau tidak terkena seranganku"
(Dia terlihat sangat sedih) kata Lux dalam hati.
Gadis tersebut menjauh dan berlari ke Lux, Lux langsung berlari ke Gadis tersebut sambil membawa pedang besarnya.
" WolfBloods Awoooo!!!" Gadis tersebut melolong sambil mengayunkan pedangnya seperti orang kesetanan
"Aku Akan menepati janji mereka!!!" teriak gadis tersebut sambil berlari
Lux berlari dan berteriak " mereka akan bersedih melihat putrinya berubah menjadi seperti ini!!!"
"Heh?" Gadis tersebut tersadar dan menatap Lux dengan tatapan Kosong.
"Kesempatan" Lux menampar gadis tersebut menggunakan pedangnya dan terpental hingga tubuhnya menabrak pohon yang besar.
*Buk....gedebug..
"ukh*..."
Lillith dan Amber langsung menghampiri gadis tersebut, Gadis tersebut langsung duduk dan menundukan kepalanya.
"Hiks...Bu-bunuh Aku" Gadis tersebut meneteskan Air mata.
"Heh?" Lillith bingung.
"CEPAT TEBAS LEHERKU!!!!" Gadis tersebut membuka tudungnya dan langsung menunjukan Lehernya Ke Amber dan Lillith.
"hei, gak boleh kayak gitu" Amber mencoba memegang tangan gadis tersebut tetapi langsung di tepis olehnya.
"Memang kenapa?, Aku sudah membunuh dan memakan Lebih dari 2000 manusia yang tidak berdosa dan 6000 makhluk hidup lainnya"
"Hiks...Aku adalah Iblis yang pantas dibunuh , semua orang sudah membenciku, Aku pantas dihukum mati didepan para Warga" gadis tersebut meneteskan Air mata sampai bajunya dan tanah basah karena Air matanya.
Lux langsung datang menghampiri gadis tersebut.
"silahkan" gadis tersebut pasrah melihat Lux
Amber dan Lillity menepuk pundak Lux.
"Kamu serius mau bunuh gadis ini?" tanya Amber.
Lux tidak menjawab pertanyaan Amber, Lux langsung memeluk gadis tersebut.
"Tenang saja, Aku akan mengampunimu, kalau kau sudah berhenti membunuh orang yang tidak bersalah"
Gadis tersebut kaget dan tangisanya pecah.
"Hiks...hiks..ta-tapi?"
Lux mengelus kepala Gadis tersebut.
"Siapa namamu?"
Lux melepas pelukan yumiko dan Langsung berdiri, Lux langsung mengulurkan tangan ke Yumiko.
"Bangun, nanti bajumu kotor"
Yumiko melihat Amber dan Lillith yang tersenyum lebar serta Lux yang mengulurkan tangan.
"Eh?" Pipi yumiko memerah seperti buah persik
"Kita, akan membalas orang yang telah menyakitimu dan membantu orang yang sudah kau sakiti" kata Amber
"Tenang nanti aku bantu oke" kata Lillith
"Kalau kamu ada masalah silahkan cerita" Amber mengelus kepala Yumiko
"Hiks...b-baik" Yumiko memegang tangan Lux.
"Dan...yang sulit adalah-" kata Lux
"keluar dari sini" kata Amber.
"Tenang saja Aku bisa"
Yumiko langsung menundukan kepalanya "WolfSmell" Yumiko langsung menarik napas dalam-dalam.
"Lewat sana!" Yumiko menunjuk ke sebelah kiri
"Kamu tau darimana" tanya lillith
"Berkat Saya membunuh Serigala raksasa, saya mampu mencium Darah manusia yang masih hidup atau yang sudah mati "
"Pist..tuan itu spirit Animal si yumeko, Fafnir" Amber berbisik ke Lux.
Lux menganggukan kepalanya
"Yumiko, kamu depan"
"S-siap"
Yumeko terus mengendus disetiap perjalanan.
"Hihihi kayak Anjing" Lux tersenyum.
"ish!! jangan gitu" Amber langsung mencubit bibir Lux.
Lillith menggerakkan telinganya dan langsung menunjuk.
"Aku mendengar suara Warga, Kita hampir sampai"
"Ayo!" kata Lux
Setelah itu mereka keluar dari hutan dan sudah banyak para Warga menunggu di depan, Para Warga memegang Arit dan Obor.
"mau ngapain kalian? kudeta raja?" Tanya Lux
"tentu saja kami ingin membantumu" ucap para warga
"Cuih, Iblisnya Ez, mudah" Lux menyombongkan diri
Para warga terlihat Gembira, kecuali Amber dan Lillith yang kesal melihat tingkah Lux.
"Huft...padahal yang lawan yumiko bukan dia sendiri lho" bisik Amber ke Lillith
"Iya, dasar Lux, tukang haus pujian" Bisik Lillith
"A-aku juga gak menggunakan semua skill ku" ucap Yumiko
Salah satu dari warga bertanya ke Lux.
"dan sekarang dimana kepala atau mayat iblis tersebut?"
Amber dan Lillith panik kecuali Lux
"Nih" Lux mengesampingkan badanya dan para warga melihat Yumiko yang berlindung di belakang Lux.
"Kenapa kau tidak membunuhnya!!!!" teriak Para warga kesal
Yumiko menangis di belakang badan Lux, Lillith dan Amber langsung mengelus punggung Yumiko.
"Hiks...benarkan semua ingin aku mati..hiks"
"Ssst...jangan gitu" ucap Lillith
Lux menepuk tanganya ,"Diam, saya Akan mengawasi dia. dan apabila dia membunuh orang tanpa sebab, saya langsung menebas lehernya" Para Warga merasa kurang yakin.
"Kau serius?"
"Iya, saya ingin mengubah sikap dia"
"Trus bagaimana cara membalas kesalahan dia"
Lux langsung berjalan meninggalkan Para Warga, Amber,Yumiko dan Lillith kebingungan.
"Tuaan!!!" teriak Lillith
"Mau kemana!!!" teriak Amber.
Lux mengambil 7 kantong besar yang berisikan Puluhan batang Emas dari gerobak.
"Yaelah, Lily, Amber lebay Amat, saya cuma mau ngambil ini"
Lux melemparkan 7 kantong tersebut ke warga
"Nih, Ambil buat Desa kalian"
"Dan maafkan teman kami yang telah membuat orang tersayang kalian tiada"
Para Warga langsung menunduk ke Lux, "Terima kasih Lux"
"Bukan apa-apa"
"Ta-tapi kita tidak bisa membalas kebaikan kamu"
Lux melihat sebelah kiri, dia melihat kereta kuda bekas kerajaan vanholus.
"Kereta kuda itu masih bagus, saya Ambil itu saja"
" Eh? serius" kata kepala warga.
"iya"
Lux langsung membawa Ryder(kudanya Lux) ke kereta kuda yang baru.
"Nah, sekarang kalian sudah tidak ke panasan lagi" Lux tersenyum melihat mereka ber3.
"Kalian masuk"
"Ba-baik tuan" Yumiko, Amber dan Lillith masuk kedalam kereta kuda tersebut.
"kita pergi dulu ya..." Amber melambaikan tangannya
"Dadah, sampai jumpa lagi"
Para warga mulai melambaikan tangan ke mereka, Lux mengacungkan Jempolnya.