
mata Camellia seketika berkilau melihat Lux sedang menjitak Amber.
"Tuan...Ampun sakit, Kamu gak tau rasa sakit apa?, UWEEE...." Amber merengek kesakitan.
"Kak, ini di tempat umum!!!" ucap Yumiko sambil menunduk.
"Tuan malu diliatin warga" ucap Lillith
Lux melihat ke warga dengan tatapan sinisnya.
"Apa yang kalian Lihat HUH?" ucap Lux
para warga takut dan langsung membubarkan keramian kecuali Camellia.
Lux melepas jitakan, Amber mengusap kepalanya.
"Sakit tau!!!, Huu...botak kepalaku kalau diginiin terus" ucap Amber.
"Makanya kalo mau ngomong disaring dulu" ucap Lux.
"Hmph..." Amber cemberut.
"Ayok" ucap Lux melanjutkan perjalananya.
*Hap....Camellia melompat tinggi.
Lux dan kawanya melihat Kimono Camellia mekar ketika turun.
"Tunggu!!!" Camellia menghadang mereka.
"Ada apa sensei?" tanya Amber.
"Kenapa Sensei?" tanya Yumiko
"Ehh...Gimana yak?" Camellia lupa apa yang ingin di bicarakan.
"Kalau gak ada kita mau balik ke kamar" ucap Lux.
Lux dan partynya meninggalkan Camellia sendiri.
"Ehh..?" Camellia bingung.
"ahh..ma-maaf sensei, tuan pengen istirahat" ucap Lillith.
Amber menundukan kepalanya.
"Mohon maaf tapi kami ingin pergi dulu" ucap Amber.
Amber langsung menghampiri Lux.
"Mouuhhh....Aku lupa mau ngomong apa ke mereka" Camellia cemberut.
"Oh iya!!, Lux persiapanmu giman-" ketika Camellia ingin bicara Lux dan Partynya sudah hilang dan hanya hembusan angin aja.
"Eh? EHHHH....!!!!!" teriak Camellia.
.
.
sementara itu dikerajaan Hellorn Igor sedang asik merayakan pesta di dalam istana.
"HAHAAHAH.....*BURP...Bir ini emang terbaik" Ucap Igor setengah mabuk.
"Nak, Selama ini kamu tidak latihan, bagaimana kalau kamu kalah duel nanti" ucap raja.
"Hahaah tenang-tenang dia levelnya dibawahku, mustahil kalah,OII..!!! SEGELAS BIR LAGIII...!!!" ucap Igor sambil berteriak ke maidnya.
*Nyam....
"Babi panggang dengan Bir emang nikmat yang tiada duanya" ucap Igor.
"Nanti pas gw menang, Huuu....Gw siapin kamar yang mewah agar bisa bersenang-senang dengan Guru berkimono itu....SAMPE PAGI!!!" teriak Igor sambil mengayunkan gelas birnya.
"HAHAHAH...anak ku sudah besar" Ucap Raja.
"Umur Gw naik ke 28, Hahahaha Makin tua makin kuat" ucap Igor.
"Ayah aja masih tampan dan berani walau sudah 58"
Mereka ber2 asik tertawa terbahak-bahak di meja makan, Kecuali sang ratu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Hadeehh...anak,bapak sama saja" ucap Ratu sambil memakan daging yang dipiring.
.
.
Waktu sore tiba, Seperti biasa Yumiko memasak dan Lillith membantu yumiko, Amber membaca buku dan Lux sedang membuat jurnal.
Lux kemudian membaca Profilnya.
"Hmm...2 skill baru terbuka" ucap Lux.
Lux berdiri dari kursi.
"Hei kalian Nanti malam ada yang ingin aku bicarakan"
"Nanti setelah makan malam kita ke balkon ya" ucap Lux.
"Oh..Baiklah" ucap Amber.
Yumiko dan Lillith menganggukan kepalanya.
Lux langsung rebahan dikasur dan melihat ke meja.
"Huh? oh iya" Lux langsung mengambil smartphone yang diatas meja.
"Hufft...Nggak ada Games, Browser cuman ada telepon dan..." Lux terkejut karena melihat ada kamera.
"Huh? Kamera" ucap Lux.
Lux langsung mengklik ikon kamera dan...
"Whaaaa....jernih banget" Hp tersebut mengarah ke lantai kamar.
"Apa itu tuan?" tanya Amber.
Lux mengarahkan Hp ke Amber.
Lux melihat betapa cantiknya Amber ketika dikamera.
(C-cantiknya) Wajah Lux memerah sambil melihat layar Hpnya.
"Huh? sini pinjam" Amber mencoba merebut Hpnya.
"Heii..!!!! benda apa itu~" Amber penasaran
Lux menepis tangan Amber
"Senyum!!" ucap Lux.
"Ehh...O-Oke" ucap Amber.
*Ckreek...
"Ehh..ada suaranya" Ucap Amber.
Lux terkejut melihat senyuman manis Amber di kamera sambil memegang buku yang barusan ia baca.
"Tuan? ada apa?" Amber melihat Lux sedang melotot melihat Hp.
"Sini aku pinjam!!!" Amber merebut Hp Lux
"iya..itu namanya foto bukan cermin, bodoh" ucap Lux
"Foto? apa itu?" tanya Amber.
"Kayak..gambaran atau lukisan instan, tanpa membutuhkan kuas, cukup dengan lensa" ucap Lux
"Ohh...canggihnya" Amber memegang Hp Lux.
"Gitu doang masa gak tau, bodoh" ucap Lux.
"Huuu.....daritadi kamu manggil aku bodoh mulu..hmph...wajar aku kan belum pernah megang ini" Amber cemberut.
Amber mengarahkan kameranya ke Lillith dan Yumiko yang lagi memasak.
"Whaaa.....Bagus banget hasilnya, Liat deh" ucap Amber sambil menunjukan ke Lux.
Lux menganggukan kepalanya (padahal burem hasilnya, Amber tetap Ceria dasar aneh) ucap Lux dalam hati.
"Foto lagi ah.."
*Toing...
Amber mendengar suara notif Di hp Lux.
"Huh...suara apa itu"
Amber meng scroll dan melihat notif Chat dari Laura.
"Huh?, Tu-an...." ucap Amber dengan suara yang datar.
"Huh?" ucap Lux dengan santai.
"Ini Apa!!!!" Amber menunjukan Hp ke Lux.
"ohh..Chat dari laura, kenapa?"
"Huu...Tuan selama ini Chattan sama Laura ya..." Amber cemberut.
"HUH!!!, NGGAK LAH, baru kali ini dia Chat" ucap Lux.
Amber menatap Lux dengan sinis.
"Sumpah demi Apapun" Ucap Lux sambil menyilangkan tanganya.
"Hmm...baiklah tapi!!!, setiap sebulan sekali aku cek HPnya oke!!" Ucap Amber menunjuk ke Lux.
"Hufftt...(Udah kayak istri ke suami aja, arrgghh...ribet)" Lux menghela napas.
"Awoo, udahan belom pacaranya?" ucap Yumiko.
"Si-Siapa yang pacaran??" wajah Amber merah.
"Mesra-mesraan mulu,(Aku mau....)" ucap Lillith.
"Nggak pacaran cuman si pirang su'udzon(berprasangka buruk) ke Gw" ucap Lux.
"makan yuk!!!, Keburu dingin" ucap Lillith.
mereka makan di meja makan, Lillith menggeser kursinya hingga dekat dengan Lux.
"Uhh..Lily? sempit" ucap Lux.
Lillith langsung memakan makanannya tanpa dan menghiraukan ucapan Lux.
*Nyamm...Nyam..Mmmm....Enak.
Amber melihat Lillith dengan wajah kebingungan.
Yumiko tersenyum "Dasar...Dimabuk cinta dia" ucap Yumiko dengan suara kecil.
(Dasar Lux, nggak peka dia) ucap Yumiko.
Yumiko langsung menghabisi makanannya dan langsung pergi ke dapur, saat melewati kursi Lux, Yumiko langsung menyenggol Lux yang sedang ingin menyuap makanannya, sehingga sendoknya tumpah ke baju Lillith.
*Ctang...tang...sendoknya jatuh ke lantai.
"Aduh!!!...Ma-maaf kepeleset" ucap Yumiko.
Bubur tersebut tumpah mengenai baju Lillith.
"Ahh~ Panas~" teriak Lillith
"Cih...hati-hati kalau jalan Yumi" ucap Lux
"Amber ambilkan Kain" ucap Lux.
Amber langsung mengambilkan kain.
"Kamu gpp?" tanya Lux.
"I-iya gakpapa" ucap Lillith.
"Nih" Amber langsung mengasih ke Lux.
Yumiko melihat Amber dengan wajah bingung sambil mencuci piringnya.
"Huh? kok dia gak iri, biasanya iri" ucap Yumiko.
"Ganti baju sana, kalau sudah kita ngumpul di balkon" ucap Lux.
"baik" Lillith langsung mengambil baju ditasnya dan langsung ke kamar mandi.
setelah itu, Lux menunggu dibalkon sambil mengisap sebatang rokok, Kemudian mereka ber3 datang.
"Jadi gini, Yumi dan Amber gw pengen ngomong sesuatu" ucap Lux.
"Lily nggak?" tanya Yumiko.
"sebenarnya Gw dapet info dari Lillith, bahwa Camellia dipaksa menikah dengan ksatria igor atau membayar hutangnya" ucap Lux.
Yumiko dan Amber terkejut.
"emang berapa hutangnya?" tanya Amber.
"sekitar 100 ribuan keping emas"
"Ba-banyak banget" ucap Amber
"*Gasp...terus gimana?" ucap Yumi.
"ksatria igor?, oh..yang waktu itu dorong kamu ya?" ucap Amber.
Lux menganggukan kepalanya "Jadi, Gw akan duel sama dia kalau menang Camellia akan bebas dan dia hanya perlu membayar hutangnya, kalau kalah ya..."
"Di paksa nikah" ucap Amber.
"betul" ucap Lux.
"makanya gw sering berbincang dengan Lillith tanpa kalian" ucap Lux sambil mengisap rokoknya.
"*Fuhh....Maaf gw gak ngomong dari awal" ucap Lux sambil mengembus asapnya.
Yumiko memegang paha Lux.
"Santai aja kak, kita gak bakal marah yang penting kakak sudah jujur" ucap Yumiko.
Amber menepuk pundak Lux.
"Sifatmu memang begitu penolong, jadi gakpapa" Amber tersenyum dengan manis.
Lillith ikutan menepuk pundak Lux sambil tersenyum.
Lux hanya tersenyum tipis.