The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Selamat datang di desa lucky spring



Pagi tiba, Lux sedang membungkus sesuatu di dapur.


Yumiko baru bangun tidur.


"Huh?, ngapain kak?" Tanya yumiko sambil mengusap mata.


"buat sarapan" ucap Lux.


Yumiko turun dari kasur dan langsung membantu.


"Ehh...itu apa? kok ditutup daun?" tanya yumiko.


"Aku sedang membuat Nasi bakar" ucap Lux.


Yumiko kebingungan.


"Nih, yumi, bakar nasinya di luar" ucap Lux.


"Awo?, baiklah" Yumi langsung keluar.


Lux membangunkan Amber dan Lillith.


" hufft...dasar kalian, Bangun" ucap Lux.


*Kroookk....krookk..( Lillith masih mendengkur)


Lux langsung mengambil gelas yang berisikan Air.


*praat..prat..."bangun oi, dasar gadis kasur" Lux menyiprat kan Air ke wajah mereka.


"Wwwaaaahh...." teriak Lillith.


"ada apa sih, basah-basah" ucap Amber.


"Bangun, Ayo sarapan!!!" teriak Lux


"Huh?, yaudah deh, ayo mbak" ucap Lillith.


"o..ke" ucap Amber sambil jalan sempoyongan.


.


.


.


Lux membawanya keluar taman.


Yumiko sedang membakar makanan.


"Yumiko itu sudah matang, angkat" ucap Lux.


yumiko langsung mengangkat makanan.


Amber dan Lillith kebingungan.


"Ini?" ucap Amber dengan wajah jijik.


"Kok gosong tuan?" ucap Lillith.


"Buka" ucap Lux.


mereka ber3 membuka bungkusan daun pisang dan ternyata ada nasi dan ikan di dalamnya.


"Whaaa..." ekor Lillith bergerak-gerak.


"Nasinya dibakar?" tanya Amber.


Lux menganggukan kepalanya.


Mereka mencium aroma yang sangat enak.


"*Snifff.....Wangi sekali" ucap Yumiko langsung memakan menggunakan tanganya.


"Awas panas" ucap Lux.


"Ahahah sudah kebal aku" ucap yumi.


Lillith mengunyah makanannya dengan pelan.


"Hmm..enak banget, Tuan emang dewa" ucap Lillith.


Lux melihat Amber menjulurkan Lidah sambil mengibaskan tanganya ke mulut.


Wajah Lux merah "Amber kamu kenapa?"


"Hah~Hah~ Pa-panas nasinya" Ucap Amber sambil meniup nasi didalam mulutnya.


setelah itu mereka melakukan aktivitas Masing-masing.


Lux membantu Lillith mencuci.


*Sreekk..srekkk, Lillith menyikat baju.


Lux mengambil pakaian di dalam ember dan ternyata...


"Heh...??, i-ini?" Lux mengambil c3lana d4lam pink bermotif bunga.


"Ada apa tu-"Lillith menoleh ke Lux, "Heh?" wajahnya merah.


"P-pu-pu-punya siapa ini?" Ucap Lux terbata-bata.


Yumiko dan Amber datang menghampiri mereka.


Amber kebingungan.


Tiba-tiba Wajah Yumiko memerah.


"We-we-We, AWOOOO!!!, PUNYA KU" Yumiko langsung merebut c3lana d4lamnya dari tangan Lux.


"ah..Maaf" ucap Lux sambil menutup wajah merahnya.


Setelah itu mereka kembali berkumpul di ruang tamu.


"uhh...Lain kali yang nyuci baju, Aku aja ya.." Ucap Lillith dengan senyum canggung.


"Uh..ma?, I-iya" ucap Lux.


Amber tersenyum,"ngomong-ngomong, Celana dalammu imut juga" ucap Amber.


"Whee..!!, Awoo....Mbak ini!!!" ucap Yumiko sambil memukul-mukul paha Amber.


Lux menonton mereka ber2 berkelahi.


Lux melihat Paha Amber yang kenyal.


Lillith langsung bergegas menutup mata Lux.


"Hmm..matanya jaga" ucap Lillith.


"Ehhh...Maaf" ucap Lux.


.


.


.


Sore tiba, mereka langsung membawa tas yang sudah disiapkan kemarin.


"Eh?, bawa senjata gak?" tanya Lux.


"tidak perlu, kan kita liburan" ucap Amber.


"tenang saja aku bawa kok" ucap Yumiko.


"Dimana?" ucap Amber.


"di dalam tubuhku" ucap Yumiko sambil tersenyum.


mereka langsung mengingat saat Yumiko mengeluarkan sabitnya.


"Jijik" ucap Lux, Lillith dan Amber.


"Apanya yang jijik?" tanya Yumiko.


"Baiklah, ayo berangkat" ucap Lillith.


"Gas?" ucap Lux.


"GASS!!!!!" Teriak Amber dan Lillith.


"AWOOO!!!" Yumiko melolong.


Di pertengahan jalan mereka bertemu dengan laura.


"Hi" Lux menyapa.


Lillith, Amber dan yumiko langsung mematung.


(Dia lagi-dia lagi) ucap Amber dalam hati


(Si judes, grrrr...) Yumiko mendesis.


Laura melihat mereka mematung.


"I-itu temen lu kenapa?" tanya laura menunjuk ke belakang.


Lux menoleh dan Melihat mereka ber3 tersenyum dengan lebar.


"Hihihi, kami lagi senang kok."


Lux kembali ke laura.


"Yeee...dia baik-baik saja" ucap Lux.


"Lu mau ikut gak?" ucap Lux.


Mereka akhirnya pergi, Amber, Lillith dan Yumiko mengajak Laura ngobrol.


.


.


.


mereka sampai dan Melihat Agus dengan partner baru.


"Ehh..dia siapa?" tanya Amber.


"Yosh, Tabitha yo! ucap tabitha.


"dan yang satu lagi" tanya Lillith.


"Hi, aku zura" ucap pria dengan kapak besarnya.


Yana dan yuni melihat Lillith dan langsung saling berpelukan.


"Yana, Yuni!!!" ucap Lillith.


"LILLITH!!!" teriak yuni dan yana.


"Ezra keman-"


Ezra datang dengan ibunya.


Mereka semua kaget.


"HEEEEEHH?!!?!?"


"heheh, maaf ibuku maksa aku minta ikut" ucap Ezra.


"Hi~,semuanya" ucap Vui.


"raja tidak ikut?" tanya Tabitha.


"nggak, dia sedang sibuk" ucap ezra.


"Jadi, gimana?" ucap Michael


"Yok, berangkat" ucap Agus.


.


.


.


sementara itu di kerajaan yang sangat gelap.


Edward sedang menunduk di hadapan iblision.


"Angkat kepalamu sayang~" ucap Iblision.


"Aku sudah mempunyai rencana, untuk para pasukan ku" ucap iblison.


"Yaitu?" ucap Edward.


"Memusnakan manusia dari beberapa titik" ucap Iblison.


"Kazab KELUARLAH!!!" teriak iblision.


Kazab si iblis besar dengan pukulan yang sangat keras.


"HAHAHA,ADA APA RATU" ucap Kazab.


"Kau, aku perintahkan untuk musnakan manusia di desa Lucky spring" ucap iblison


"Nanti malam"


"Baik, yang mulia".


"Aku gimana?" tanya edward.


"Kamu ikut aku, oke~" ucap Iblision.


"O-oke" ucap edward mengikuti Iblision.


.


.


.


mereka Akhirnya sampai di Lucky spring (desa kecil yang sangat ramai penduduk).



Michael langsung membawa mereka ke tempat penginapan.


"Whaa...luas ya.." ucap Tabitha.


"Hihihi, terima kasih" ucap Michael.


Yana dan Yuni langsung masuk.


"Hadehh...dasar si kembar" ucap Agus.


Lux langsung membayar semua kamarnya.


Laura melihat Lux.


"Ka-kamu baik ya?" ucap Laura.


"Huh?" tanya Lux.


"Ng-nggak kok" Laura langsung membuang muka.


Vui langsung masuk ke kamar.


"Ezra, Ayo masuk~" ucap Vui.


"Ehh..mama!!! yang laki-laki sama perempuan pisah"Wajah ezra merah.


"hihihi, maaf, Ayo girls kita masuk" Ucap Vui.


dan yang perempuan masuk ke kamar.


setelah itu Lux, Michael, Agus, Ezra dan zura masuk ke kamar.


"hadehh...capeknya" Agus langsung tidur di kasur


Michael dan zura sedang adu panco di meja.


Lux sedang melihat taman lewat jendela.


"Ada apa?" tanya Ezra.


"Gak ada apa-apa(kok perasaan gw gak enak)" ucap Lux.


sementara itu di kamar perempuan.


Amber, Vui dan tabitha sedang bercerita.


"eh, emang bener Lux bukan dari dunia ini?" tanya Vui.


"iya, benar" ucap Amber.


"Pantes aja ganteng, baik dan dingin seperti malaikat di surga" ucap tabitha.


(E-emang ada apa malaikat yanh sifatnya dingin?) ucap Amber dalam hati sambil senyum canggung


"Pacarmu memang terbaiklah" ucap Vui.


"Eehh..!!!" wajah Amber memerah.


Lillith, yana dan yuni sedang mandi di kamar mandi.


Lillith iri melihat Dada Yana dan Yuni.


Lillith melihat ke dadanya yang agak menjendol sedikit.


"siii....." Ucap Lillith.


"Ada apa? Lily" Yana menghampiri Lily.


" mau aku gosok punggungmu?" ucap Yuni.


Lillith semakin kesal karena 4 bola itu dekat dengan Lillith.


(Tcih..dasar gak peka) ucap Lillith.


sedangkan Yumiko sendirian di pojok sambil duduk.


Laura melihat Yumiko yang kesepian.


"Oi, gak bagus melamun, lu kenapa?" ucap


"A-aku kesepian" ucap yumiko.


Laura jongkok dan tersenyum sambil mengelus kepala Yumiko.


"Makanya kamu harus akrab dengan yang lain, jangan malu-malu untuk mendekati mereka" ucap Laura.


Yumiko tersenyum "Kak Laura bisa jadi baik juga ya.." ucap Yumiko dengan polosnya.


"E-emang selama ini lu nganggap gw apa!!!" ucap Laura.


"hihihi" Yumiko tertawa.


Laura tersenyum " terima kasih ya.."


"Baik, nanti malam festival lampionnya akan di mulai, jadi..kita istirahat dulu oke" ucap tabitha sambil berdiri