The Rise Of The Demon Knight

The Rise Of The Demon Knight
Melawan Naga misterius



Lux langsung melihat skill yang ada di pedangnya.


"oke! aku ingin menggunakan skill ini." Lux langsung mengeluarkan Skill nya.


" slash da fotrte...!!!" Lux langsung berlari dan mencoba menebas Naga tersebut.


tap.....tap...tap..(lux berlari)


Naga tersebut menebas menggunakan ekornya dan mencakar dada lux hingga sobek dan berdarah.


"Aaaakkhh...!!!" Lux memegang dadanya yang berdarah.


Naga tersebut menggigit baju Lux dan membawa terbang.


"Lepaskan!!!" Lux berteriak.


"slash da forte..!!!" Lux langsung menebas mata kanan naga tersebut hingga berdarah.


Naga tersebut melepas Lux, Lux terjatuh dari langit.


Bruk....(lux berceceran darah).


"Akh..d-dia terlalu kuat Health barku tinggal 7%, sekali semburan Api aku akan mati" Lux menunduk tangan kanannya memegang pedang.


"A-Aku ti-tidak boleh menyerah" Lux bangkit dan siap untuk bertarung lagi.


Lux dan Naga tersebut berlari bersama secara head to head.


Grooaaah.....(naga tersebut menyiapkan api dimulutnya)


"Hiyaaaat...!!! Death slash!!!" Lux langsung menebaskan pedangnya


tebasan tersebut membuat Naga tersebut gagal mengeluarkan Apinya


Hap....(lux melompat)


Hiyaaat.....(lux menancapkan Pedangnya ke kepala naga tersebut)


Crack!....(suara tengkorak kepala naga yang retak)


Groaaahhh....(naga tersebut memberontak dan Akhirnya mati)


Naga tersebut hilang dan menjadi Soul, Dan Soulnya masuk kedalam tubuh Lux.


"huh? apa yang terjadi?" Lux bingung sambil memegang tubuhnya


Tiba-tiba


Aaaarrggh....(Lux kesakitan dan muntah darah)


"A-Apa yang terjadi dengan ku" Lux melihat tanganya memutih.


Mata dan hidung Lux mengeluarkan banyak Darah.


"Aaaaarghh Mataku!!!" Lux menutup matanya


"P-pe-pedangku" pedang lux berubah menjadi hitam ke ungu-unguan.


Lux melihat Rambutnya yang berubah.


"Rambutku menjadi Abu-Abu!!!" Lux panik ketakutan.


Tiba-tiba Lux merasakan Ada yang bergerak didalam tubuhnya, Lux tidak kuat menahan rasa sakit.


"Aaaaakhhh...." Lux berteriak


Gedebug!....(lux akhirnya terjatuh dan pingsan karena kekurangan darah)


Pagi tiba, Lux akhirnya sadar.


"huh? kukira mimpi ternyata Asli" Lux melihat pedangnya dan baju yang berlumuran banyak darah.


"APAKAH BUNGANYA MASIH ADA!!!" Lux panik dan langsung berlari.


" Syukurlah masih ada" Lux langsung memetik bunga tersebut.


Lux langsung mengecek Level.


"HUH??" Lux kaget karena mendapatkan 5 Skill baru.


" sekarang levelku masih 25, Aku masih belum bisa menggunakan Skill tersebut" Kata Lux.


"baiklah sekarang waktunya untuk menyembuhkan tuan putri" kata Lux sambil memegang pedangnya


Lux langsung melanjutkan perjalananya ke gubuk.


Lux Akhirnya sampai digubuk tersebut dan melihat Lillith yang sedang menyuapi Amber yang masih belum sadar.


"ha-halo Lillith" Lux tersenyum melihat Lillith.


"Heeeehhhh??? Kamu siapa? PENYUSUP" Teriak Lillith karena Panik melihat Lux yang berubah.


"Rasakan!!!" kata Lillith membacakan mantranya.


"heh?" Lux bingung.


Lightning stun...! (lux melihat langit dan.. jgeer.... Lux disetrum)


Flame shot!!! (Lux mengindar seluruh flameshotnya)


"Tunggu Lily ini aku Vallux" Kata Lux sambil menghindar-hindar serangan Lillith


"bohong-bohong-bohong, tuanku tidak seperti kau" Lillith masih tidak percaya.


"jangan bergerak kamu Penyusup!"


Terra Squeezioz...!!!


tiba-tiba tanah tersebut mengapit tubuh Lux hingga tidak bisa bergerak.


" tu-tunggu Li-" Kata Lux panik


"*Hiyyaaaat..!!"


Tang*..!!! (Lillith melempar kendi besar ke wajah lux)


"mau apa kau kesini" Lillith bertanya ke Lux.


" Aku ini majikanmu" kata Lux.


"suara mu sama seperti tuanku tapi aku masih belum percaya ,coba buktikan" Lillith masih tidak percaya.


"huft....Aku adalah ksatria dari kerajaan vanholus yang memiliki partner putri Amber dan Lillith si manusia kucing" kata Lux.


"oke! coba" Lillith mendekatkan wajahnya ke Lux.


"heh? ngapain Lily?" Lux wajahnya memerah.


"sini! aku elap muka kamu" Lillith mengelap wajah lux yang kotor karena debu dan Ia baru sadar kalau itu Lux, Lillith kaget.


"Ma-Ma-maafkan aku tuan!!!" Lillith langsung sujud ke lux.


"udah tidak usah minta maaf" kata Lux.


"ta-ta-tapi tuan takutnya aku dibuang sama tuan hiks..." Lillith sedih dan ketakutan


"gk kok, aku gk bakal membuang kamu, kamu berhasil menjaga Amber dengan baik" Lux tersenyum dan mengelus kepala Lillith


"Heh?(wajahnya memerah) te-terimakasih tuan" Kata Lillith malu-malu.


"Aku sudah membawakan obat untuk Amber" Kata Lux menunjukan bunga ke Lillith.


" Assiiiikkkk.... ayo tuan sembuhkan Mbak Amber" Kata Lillith sangat gembira.


Lux langsung menumbuk bunga tersebut. Lillith memasak Air, setelah itu Bunga tersebut dimasukan kedalam gelas yang berisikan Air hangat yang dimasak oleh Lillith.


gleek....gleek..gleek..(Amber menelan Air tersebut).


"Apakah ada perubahan tuan" Lilith penasaran.


"tidak ada" Kata Lux.


"baik tuan kita tunggu saja" Kata Lillith masih tetap bersemangat.


Waktu sore tiba


"Amber belum ada perubahan, Ayo kita naikkan Level dulu" Lux mengajak Lillith yang bersedih.


"hufft...baik tuan" Kata Lillith menghela napas.


Lux dan Lillith melawan Monster yang disekitar hutan.


Lux melihat Lillith menggunakan ketapel dan daggernya.


Set!....(*Lillith melompat)


Swish.....(melempat batu dari ketapelnya*).


Batu tersebut mengenai monster kelelawar hingga mati.


"yosh...., tuan? ada apa? kok bengong" Lillith bingung karena melihat Lux bengong.


" e-enggak kok, kamu hebat dalam menggunakan senjata itu" Kata Lux.


"Hihihi tuan mau liat lagi?" Lillith langsung mengeluarkan Daggernya


"liat tuan"


whoosh!....whoosh!...whoosh!..( Lillith berlari melewati 3 monster kadal tersebut).


Copy!...(Lillith membacakan mantranya dan daggernya menjadi 3)


Set!...(Lillith melompat)


syut...syut...syut..(Lillith melempar 3 Dagger tersebut ke monster kada tersebut hingga mati)


setelah itu 2 daggernya menghilang, Lillith mengambil dagggernya dan melihat ke Lux.


"hihihi gimana tuan?" Kata Lillith.


"wow! kamu hebat" Lux menepuk tangan.


tiba-tiba...


gedebug!....(Lillith terjatuh)


"Lily!!!" Lux panik dan menggendong Lillith.


"A-aku capek tuan" Kata Lillith dengan tatapan manja.


"huftt....."Lux langsung melepas gendongan Lillith


gedebug!....(Lillith jatuh)


"Aduh!!!....sakit tuan!!" Lillith kesal.


"huft...kukira kau mati" kata Lux.


"hehehe~" Lillith tertawa.


"padahal kau hanya menggunakan skill segitu doang, kok bisa kecapean?" Lux bingung


"Tuan lupa ya? ,tadi pagi kita ngapain?" kata Lillith.


"oh iya! energi kau sudah terkuras gara- gara tadi pagi ya" kata Lux baru inget.


"Yaudah kita balik yuk, hari sudah mulai gelap" kata Lux.


"baik tuan" kata Lillith.


sesampai digubuk


"Lillith sekarang kau Level berapa?" tanya Lux


"Aku 19 tuan, kalau tuan berapa" kata Lillith.


"26" kata Lux.


Lillith membuatkan Air untuk Lux.


"ini tuan minumnya" kata Lillith membawakan gelas.


"oh makasih" kata Lux.


"tuan, aku mau masak malam dulu ya..." Lillith langsung kedapur


" Baiklah jangan lama-lama" kata Lux


"Baik tuan" kata Lillith.


setelah menunggu beberapa menit, Lillith datang membawa 3 piring yang berisi Daging sapi yang dibakar.


"Ini tuan sudah matang" Lillith membawa 3 piring tersebut dinampan.


"Whaa....harum sekali dan kamu pintar sekali membuat nampan itu" Kata Lux sambil tersenyum.


"heh? (wajahnya memerah) ehehehehe" Lillith langsung mengelus kepalanya.


**Lux melihat Lillith sedang menyuapi Amber dengan lembut.


Lillith melihat Lux yang bengong**.


" tuan ada apa?" Lillith bertanya ke Lux.


"ehhh....nggak kok" Lux langsung melahap daging tersebut.


(rasanya enak walaupun Agak gosong) kata lux dalam hati


"gimana tuan enak tidak?" kata Lillith sambil tersenyum manis.


"nyam....enak kok" kata Lux.


"ehehehe makasih tuan" Lillith senang dengar perkatan Lux


Setelah itu selesai makan mereka bersiap untuk tidur.


"yeeey~ akhirnya aku bisa tidur bareng tuan" Kata Lillith dengan senang.


"jangan berkata yang aneh-aneh kamu Lillith" Kata Lux


"ehehehe, tu-tuan aku ta-takut" Lillith malu-malu.


"huft....yaudah sini deketan" kata Lux menghela napas.


"whaa....oke"


Pipi Lillith langsung menempel ditelapak tangan kanan Lux.


"Hei!!! kan aku bilang deketan " Kata Lux.


Lillith langsung berpura-pura tidur.


"huft...dasar Kucing, tidurmu lucu juga Lillith" kata Lux tersenyum.


**Lillith mendengar perkataan Lux


wajah Lillith langsung memerah**.


"baiklah, waktunya tidur selamat malam" Lux langsung memejamkan Matanya dan tertidur.